Bus Tamu VVIP Kab. Bogor Menjadi Sorotan Publik

by -5 views

bus VVIPKetua Fraksi PKS DPRD Kab. Bogor Eko Syaiful mempertanyakan alasan Pemkab Bogor membeli bus untuk melayani tamu VVIP yang menghabiskan dana APBD miliaran rupiah. Menurut dia, harus jelas apa klasifikasi tamu VVIP yang dimaksudkan. Selain itu, apakah memang bus tersebut dibutuhkan untuk mengantar tamu-tamu keliling Kab. Bogor dengan kondisi jalannya belum tentu semuanya bisa dilewati bus besar. ”Harus dijelaskan apa kriteria tamu VVIP tersebut kepada masyarakat, “ katanya ketika dihubungi “PRLM” Minggu (6/1/2013).

Seperti diberitakan, Pemkab Bogor membeli bus yang kabarnya menghabiskan anggaran Rp 2 miliar dari APBD 2012. Pengadaan bus tersebut sudah dilakukan. Alasan pembelian bus itu untuk melayani tamu-tamu yang datang ke Cibinong. “Alasan pembeliannya untuk melayani tamu VVIP yang datang ke Cibinong,” kata Kepala Bagian Umum Setda Kab. Bogor, Dace.

Menurut Eko, tentu bisa saja berbagai argumentasi disampaikan untuk pembelian bus tersebut. Misalnya, karena luas wilayah Kab. Bogor yang begitu luas, serta adanya tamu VVIP yang datang. “Namun, alasan semacam itu harus diperjelas. Misalnya, klasifikasi tamu VVIP itu seperti apa,” jelasnya.

Sebab, kalau tidak jelas kriteria tamu VVIP, maka tentu akan sulit menilai, apakah semua tamu yang datang ke Cibinong itu tamu VVIP? Kemudian, apakah tamu yang datang memang harus dilayani dengan bus? “Pertanyaan lain, apakah bus itu menyemput tamu VVIP ke bandara yang akan datang berkunjung ke Cibinong,” ujar Eko.

Soal tamu VVIP tersebut memang menjadi pertanyaan banyak kalangan. Sebab, dalam pantauan selama ini, setiap tamu yang datang ke Cibinong selalu membawa kendaraan sendiri. Apalagi, Cibinong bisa ditempuh hanya dalam waktu beberapa jam dari Jakarta misalnya. Kemudian, mengenai tamu VVIP seperti presiden, wakil presiden atau menteri misalnya, jika berkunjung ke Cibinong sudah membawa kendaraan sendiri. Begitu juga tamu asing, setiap datang ke Cibinong dibawa dengan kendaraan yang telah disiapkan sendiri.

Selain kriteria tamu VVIP, Eko juga mempertanyakan apakah pengadaan bus dengan spek untuk kapasitas 50 orang lebih itu memadai untuk seluruh jalan di wilayah Kab. Bogor. “Kalau busnya ukuran besar, paling-paling bisa dibawa untuk daerah Cibinong dan sekitarnya. Sedangkan ke berbagai pelosok Kab. Bogor jelas tidak bisa karena kapasitas jalannya yang tidak memadai,” ujarnya.

Seorang anggota dewan lain menambahkan, meski kewenangan bupati bisa menggunakan APBD, mestilah ukuran kepentingan dan urgensi harus menjadi pertimbangan utama. Jangan sampai kewenangan menggunakan anggaran digunakan untuk apa saja, tanpa mempertimbangkan kebutuhan dan urgensinya. Mengingat seluruh dana APBD adalah berasal dari uang rakyat melalui pajak dan retribusi.

Sementara itu, salah seorang warga Parung, Mansur mengaku heran dengan pembelian bus tersebut. “Apakah tamu VVIP yang datang ke Cibinong tidak membawa kendaraan, sehingga perlu disediakan bus dengan anggaran miliaran,” kata Mansur.

Dalam penilaian Mansur yang selama ini sering berhubungan dengan Pemkab, jarang sekali tamu yang datang ke Cibinong dengan level VVIP. Kalaupun ada yang datang, mereka sudah membawa kendaraan sendiri. “Alangkah baiknya uang miliaran untuk bus itu dipergunakan untuk membantu rumah warga yang miskin dan tidak layak huni. Coba, kalau satu rumah diberikan bantuan Rp 10 juta, maka bisa membantu 200 warga dengan anggaran pembelian bus itu,” ujarnya.

Kritikan sebelumnya disampaikan Ketua GPK (Gerakan Pemuda Kabah) Dawak Faturrachman mempertanyakan pembelian bus tersebut yang kabarnya menghabiskan dana Rp 2 miliar.”Saya heran, apa urgensinya membeli bus tersebut. Apa sangat penting sekali,” katanya.

Menurut dia, setiap tamu yang datang ke Cibinong pasti sudah menggunakan kendaraan sendiri, apalagi tamu VVIP. “Rasanya sangat aneh kedengarannya, disediakan bus untuk tamu VVIP. Lalu, apakah tamunya dijemput dengan bus itu. masih banyak persoalan lain yang membutuhkan anggaran seperti bangunan sekolah, masalah kesehatan. Patut kita pertanyakan urgensi pembelian bus itu,” ujar Dawak.

Bus dengan nomor polisi F 7135 F yang berwarna hijau itu, diparkir di tempat parkir gedung Tegar Beriman, Cibinong. Kata Dace, bus akan dipergunakan kalau ada tamu VVIP yang transit. “Misalnya, kalau ada tamu transit ke pendopo bupati, lalu ada acara di gedung Tegar Beriman, maka bus akan digunakan untuk melayani tamu itu dari pendopo ke gedung Tegar Beriman, atau ke tempat lain,” katanya.
sumber: pikiran-rakyat.com, bobaronline.com