Jangan Biarkan Korban Bencana Lama Menunggu

by -5 views

20130117 jbr hal 1Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan langsung memantau penanganan bencana tanah longsor yang merenggut enam warga di Kampung Cibogo, Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor,kemarin.

Dia memastikan penanganan pascalongsor berjalan maksimal, khususnya terhadap korban dan keluarga. ”Penanganan harus cepat dan tepat agar warga tak berlama-lama hidup dalam kondisi darurat,” ujar Heryawan. Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar diinstruksikan bekerja maksimal agar pemulihan dilakukan sesegera mungkin. Hujan yang terus mengguyur lokasi bencana berpotensi memicu longsor baru.

Enam korban tewas yakni Haris,55; Hendi, 12; Karminah alias Inem, 45); Roni, 17; Robi, 15; dan Ita, 11. Longsor menimpa tiga rumah, satu masjid, dan satu warung. Permukiman itu berada di bawah tebing tegak lurus yang berhimpitan dengan bantaran hulu Sungai Ciliwung. Hingga hari kedua pascabencana, korban longsor masih menempati ruang kelas SDN 07 Cipayung.Dilokasipengungsian yang terletak sekitar 100 meter dari titik longsor itu terdapat belasan balita dan anak-anak.

Jumlah pengungsi mencapai 49 orang (14 kepala keluarga). Menurut dia, para korban disiapkan rumah sewa hingga enam bulan ke depan.Saat bersamaan, proses pengerjaan rumah baru ditargetkan rampung. Untuk penanganan jangka panjang permukiman di kawasan longsor atau rawan bencana di Jabar, Heryawan mengatakan, tata ruang permukiman selama ini memang tidak memperhitungkan potensi longsor dan bencana alam.

Kondisi ini akan dibenahi secara bertahap dengan menutup peluang permukiman baru di zona berbahaya. Kepala Pusat Penelitian Pusat Studi Bencana Institut Pertanian Bogor (IPB) Euis Sunarti menuturkan, masyarakat harus responsif terhadap bencana alam sehingga bisa mencegah dan meminimalisasi risiko. Tim Pusat Studi Bencana IPB telah mengamati lokasi longsor di Desa Cipayung,Kecamatan Megamendung,Kabupaten Bogor.

Dari pemantauan tersebut, terlihat respons masyarakat terhadap bencana sangat rendah. ”Kita melihat masyarakat tinggal di pinggir tebing dengan kemiringan 70 derajat tanpa dibangun talud,”katanya. Menurut dia, perhatian pemerintah dan instansi terkait dalam melindungi masyarakat dari ancaman bencana masih kurang. Di Kabupaten Bogor, banyak masyarakat tinggal di tepi tebing.

Jalan Sukabumi Selatan Ambles

Lintasan utama di wilayah Sukabumi Selatan ambles setelah dilanda pergerakan tanah. Akibatnya,arus kendaraan tersendat karena jalan berstatus provinsi tersebut hanya dibuka satu jalur. Jalan raya yang ambles terjadi di dua titik di sepanjang lintasan yang berada di wilayah Kecamatan Nyalindung yakni jalan raya di Kampung Cibodas, Desa Cijangkar. Pada lintasan itu,ruas jalan ambles sepanjang 75 meter dengan kelebaran 2,4 meter sedalam 50 cm.

Begitu juga di jalan raya Cikawung, tepatnya di persimpangan menuju wilayah perkotaan Kecamatan Nyalindung. Lapisan aspal nyaris terbelah dua karena ambles sepanjang 30 meter dengan lebar 2 meter sedalam 1 meter. Petugas Balai Pemeliharaan Jalan(BPJ) Wilayah PelayananII Dinas Bina Marga Jabar Endang Jaya menjelaskan, penanggulangan kerusakan jalan di dua titik lintasan sudah dilakukan dengan melapis dataran jalan yang ambles menggunakan material batu.

Untuk mengantisipasi kerusakan lebih parah, pihaknya membangun tanggul disepanjang tepian jalan.”Tanggul ini untuk menahan longsoran,” ucapnya.Kapolsek Nyalindung AKP Dede Majmudin mengatakan, memberlakukan larangan melintas bagi kendaraan berat jenis truk atau tronton di lokasi jalan ambles. Sementara itu,Sungai Cibeet kembali meluap.

Sekitar tiga desa di Kecamatan Teluk Jambe Barat,Kabupaten Karawang,terendam banjir sedalam 2 meter. Tiga desa itu,yakni Karangligar, Mekarmulya,dan Mulyajaya.Rinciannya 302 rumah di Karangligar terendam,77 rumah di Mekarmulya, serta 51 rumah di Mulyajaya.”Karena bentuknya yang melengkung seperti mangkuk, makayangpalingtengahitu yang paling dalam yakni sekitar 2 meter,”kata Ubuk,anggota Tagana Karawang. agung bakti sarasa/ toni kamajaya/ agie permadi/ant

Sumber : seputar-indonesia.com