Komite Konvensi Demokrat Tak Mau Beberkan Asal Dana Penjaringan

by -3 views

217658_komite-konvensi-capres-partai-demokrat-_663_382Komite konvensi capres Partai Demokrat enggan menyebutkan jumlah besaran anggaran yang digelontorkan untuk membiayai penjaringan capres. Mereka berdalih dana itu masih digodok beberapa bidang dalam komite ini.

“Pokoknya dananya tidak terlalu besar dan cukup untuk konvensi,” kata anggota komite bidang program dan acara, Hinca Panjaitan, kepada wartawan seusai rapat komite yang keempat di Wisma Kodel, Kuningan, Jakarta, Senin malam, 19 Agustus 2013.

Hinca beralasan, pihaknya baru saja menyusun besaran anggaran yang akan dikeluarkan oleh komite ini. Ada lima bidang dalam komite yang sedang menyusun biaya.

“Bidang program dan acara, program sarana dan prasarana, program media dan sosialisasi, program penjaringan dan survei, serta penegakan kode etik,” katanya.

Pihaknya juga menegaskan bahwa anggaran dana yang dikeluarkan panitia penjaringan capres ini adalah dana yang legal. Dananya berasal dari sumber-sumber yang halal dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.  “Jadi, jangan khawatir soal itu,” kata Hinca.

Peserta konvensi tak bisa “dua kaki”

Komite konvensi capres Partai Demokrat meminta peserta konvensi untuk vakum dari jabatannya di partai politik ketika berhasil lolos dalam penjaringan.

“Ketika dia bersedia, dia nonaktif dari partainya. Misalnya dia yang menang, dia yang akan bergabung dengan Partai Demokrat karena dia adalah calon kami,” kata Hinca Panjaitan.

Dia mengatakan, komite berharap siapa saja yang akan terpilih bisa menang dalam pemilihan presiden. Sebab itu, dia menyarankan agar etika politik diperhatikan.

“Maka dari itu, sebelum dia menang dia cuti dulu. Saya kira itu fair. Ini soal etika supaya kakinya tidak dua. Setelah dia menang, dia masuk ke Demokrat,” katanya.

Ada puluhan nama yang terdapat dalam komite ini. Sebelas nama yang sudah pasti dan lima belas nama yang diusulkan. Tapi, hingga kini Demokrat belum mengemukakan nama-nama capres yang sudah pasti itu.

“Soal nama-nama ini masih dalam proses maraton. Membahas satu nama saja perlu waktu yang panjang. Dalam beberapa hari ke depan bisa final dan akhir bulan ini harus sudah diumumkan,” kata anggota komite bidang media dan sosialisasi, Didi Irawadi Syamsuddin. (vivanews)