Unpad Nyaah Ka Jabar : Memberi Kesempatan Putra Daerah Kuliah

by -82 views

unpadUNIVERSITAS Padjadjaran (Unpad) memberlakukan program Unpad Nyaah Ka Jabar. Program digulirkan untuk menambah daya serap mahasiswa baru dari seluruh Jawa Barat yang kuliah di Unpad.

Kebijakan digulirkan sejak tiga tahun terakhir karena warga Jabar yang mengenyam pendidikan di Unpad relatif sedikit. Tahun 2012 mahasiswa asal Jabar yang kuliah di Unpad hanya 49,7 persen.

Salah satu tujuan berdirinya Unpad adalah memberikan kesempatan kepada putra putri Jawa Barat untuk belajar di perguruan tinggi.

Data di laman unpad.ac.id menyebutkan, lima tahun terakhir menunjukkan calon mahasiswa asal Jabar yang diterima di Unpad, semakin berkurang. Itu pun sebagian besar berasal dari Kota Bandung. Karena itu sejak 2013 Unpad meluncurkan program Unpad Nyaah Ka Jabar.

Seleksi program ini melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) atau yang sebelumnya dikenal dengan nama SNMPTN jalur undangan.

Dengan program ini, diharapkan Unpad bisa menerima 2.184 orang mahasiswa asal Jawa Barat yang tersebar dari seluruh kabupaten/kota. Setiap kabupaten/kota setidaknya memiliki 84 kursi dari program studi yang ada di Unpad.

Sebelumnya, Rektor Unpad Prof. Ganjar Kunia mengatakan, Unpad Nyaah Ka Jabar adalah program seleksi masuk khusus untuk warga asal Jabar. Program affirmative action atau keberpihakan yang positif ini memberikan kesempatan kepada putra putri daerah dari seluruh Jabar, untuk diterima menjadi mahasiswa Unpad melalui sistem seleksi di dalam kota/kabupaten masing-masing.

“Setiap calon mahasiswa yang mengikuti program ini hanya akan bersaing dengan peserta dari daerahnya masing-masing. Mereka tidak bersaing dengan peserta dari daerah lain,” ungkap Ganjar, belum lama ini.

Wakil Rektor I Bidang Kurikulum yang juga Panitia SNMPTN 2014 Unpad, Engkus Kuswarno mengatakan, tahun lalu program Unpad Nyaah Ka Jabar berhasil menjaring mahasiswa dari 7 kabupaten/kota. Padahal tahun sebelumnya, mahasiswa yang terjaring hanya berasal dari kota-kota besar di Jabar saja.

“Program ini bertujuan memberikan kesempatan kepada putra putri di Jawa Barat untuk mengecap pendidikan tinggi di Unpad,” ujar Engkus saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (29/5).

Melalui program ini calon mahasiswa bersaing terlebih dulu di tingkat sekolah, lalu tingkat kota/kabupaten, kemudian di tingkat nasional. Sehingga kesempatannya jauh lebih besar ketimbang langsung dari sekolah ke skala nasional lewat jalur SNMPTN dan SBMPTN. Sistem seleksi ini berhasil menjaring calon mahasiswa dari berbagai kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat.

“Karena sejarahnya Unpad tidak lepas dari Jawa Barat, maka sistem ini mengembalikan Unpad kepada warga Jawa Barat,” tegasnya.

Unpad pun menggelar program Bidik Misi untuk mahasiswa tidak mampu. Tahun pertama program Bidik Misi menerima 900 orang peserta. Tahun kedua bertambah menjadi 1.310 orang. Kemungkinan besar, tahun ini pun akan bertambah.

Engkus menegaskan, tidak ada lagi jalur mandiri dalam sistem seleksi masuk Unpad. Unpad hanya menerima calon mahasiswa lewat jalur SMNPTN, SBMPTN, dan jalur khusus untuk mahasiswa asing. Kuota mahasiswa asing ini sebanyak 125 dan tersebar di berbagai fakultas.

Disinggung soal hasil SMNPTN kemarin, dari 73.000 pendaftar, Unpad menerima 2.600 calon mahasiswa. Jumlah ini setengah dari jumlah total 5.800 kuota yang tersedia. Sisa kuota akan terisi dari jalur SBMPTN.

“Jurusan yang paling banyak dipilih peserta SMPTN tahun ini manajemen dengan persaingan 1:60, disusul akutansi 1:47, hubungan internasional 1:33, ilmu komunikasi 1:29, dan administrasi niaga 1:26,” ujarnya.

(Galamedia)