Ekskavasi Gunung Padang : Tim Temukan Logam Misterius

by -21 views

gn padangPara arkeolog yang tergabung dalam tim nasional kembali menemukan benda kuno di Gunung Padang. Setelah sebelumnya ditemukan artefak yang diduga mirip kujang, kini ditemukan logam beraksara yang masih misterius asal-usulnya.

Erick Rizky, anggota tim menyebutkan logam ditemukan pada Senin (15/9) pagi. Posisinya terbenam di dalam tanah dengan kedalaman 11 meter. Warnanya hijau dan beraksara. “Coring di kedalaman 11 meter, subuh tadi ditemukan, bentuknya seperti logam beraksara yang tidak dikenal,” katanya.

Saat ini, temuan tersebut sudah diserahkan ke juru pelihara Gunung Padang dan dipelajari arkeolog dari Universitas Indonesia, Dr. Ali Akbar. Tim kemudian akan membawanya ke laboratorium dan menafsirkannya nanti.

Sebelumnya tim menemukan benda mirip senjata khas Jawa Barat, kujang. Benda ini diduga tak hanya dibuat asal-asalan. Namun menggunakan perhitungan matematis yang teliti.

“Bentuknya seperti senjata. Ada bagian pegangan, semacam pinggang, bagian bilah yang bifacial, tajamannya dibuat dari dua sisi,” katanya.

Menurut Ali, nama asli benda itu belum diketahui persis karena berasal dari masa prasejarah, yakni periode ketika manusia belum mengenal huruf.

Wakil Ketua Geologi Tim Gunung Padang, Danny Hilman menambahkan, artefak berukuran 22 x 7 cm ini mengingatkannya pada konstanta Phi. Selain itu, ada kandungan magnetik di dalam batu tersebut dan pori-porinya tidak bersambung, sehingga air tidak masuk.

“Jadi ini artefak yang tidak dibuat dengan sembarangan, tapi dengan rumus matematika,” paparnya.

Kuak misteri

Sementara itu, Wagub Jabar Deddy Mizwar usai menghadiri rapat pimpinan Pemprov Jabar di Gedung Sate mengatakan, untuk menguak misteri situs di Gunung Padang, Tim Nasional Peneliti Situs Gunung Padang berencana mengirim tim arkeolog pada 20 September ini.

Dikatakan Deddy, kehadiran tim arkeolog tersebut sangat penting sehingga proses penelitian bisa berjalan sebaik mungkin. Apalagi penelitian seperti ini banyak menimbulkan friksi di antara satu sama lain.

Pengamanannya pun melibatkan TNI, baik untuk menjaga keamanan penelitian maupun kawasan situs. Apalagi saat ini muncul berbagai opini terkait penelitian situs Gunung Padang, baik dari pihak yang setuju maupun yang menentang.

Dengan kehadiran TNI, lanjutnya, diharapkan tidak terjadi lagi insiden antara masyarakat dengan tim peneliti Gunung Padang. “Itu pentingnya TNI, mereka bisa membantu agar konstruksi tidak roboh saat ekskavasi. Kemudian bagaimana sosialisasinya kepada masyarakat, jangan sampai terjadi insiden kayak dulu,” katanya.

(galamedia)