Terpenjara di Lapas Paledang

by -42 views

lapasOrang Bogor mengenalnya sebagai Penjara Paledang. Letaknya seolah berada di tempat yang salah, yaitu di tengah pusat kota lengkap dengan segala keramaiannya. Sisi utara dan baratnya berhadapan langsung dengan jalan raya dan pertokoan serta pedagang yang berbaur dengan para pemakai jasa kereta yang pergi dan pulang dari stasiun kereta.

Bisa dibayangkan di hari yang ramai apalagi di hari besar, para narapidana akan mendengar keramaian yang berlangsung di luar sana, sungguh menyedihkan. Tapi tentu saja sama halnya dengan bangunan-bangunan lain yang dibuat di masa lampau, para pencetusnya tidak pernah tahu situasi yang akan terjadi puluhan hingga ratusan tahun ke depan, termasuk di antaranya para pendiri Lapas Paledang.

Lapas atau Lembaga Pemasyarakatan ini terletak di Jalan Paledang No. 2 Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah. Lokasi bangunan tersebut tepat berada di sebelah tangga penyeberangan jalan bagian selatan yang kini sudah difungsikan lagi oleh Wali Kota yang sekarang, Bima Arya.

Tidak banyak yang tahu jika LP Paledang sudah berumur lebih dari satu abad, tepatnya didirikan tahun 1906 oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Tentu saja bentuk fisiknya sudah banyak berubah dari bentuk aslinya saat baru dibangun dan hanya bagian tengahnya yang masih memperlihatkan bangunan peninggalan bangsa kolonial.

Lapas Paledang memiliki luas bangunan mencapai 2.717 m di atas lahan sekitar 8.185 m², awalnya, gedung ini bernama penjara hingga tahun 1964. Lalu, pada tahun 1983, sama seperti penjara-penjara lainnya di Indonesia, ia berganti nama menjadi Lapas Paledang yang ditetapkan sebagai lapas yang berfungsi ganda, yaitu sebagai lapas yang membina narapidana, juga sebagai Rumah Tahanan Negara (Rutan).

Lapas Paledang kini berpenghuni sekitar 1200-an orang, dapat dibayangkan betapa sesaknya keadaan lapas itu. Menurut rumor yang beredar, beberapa napi sampai terpaksa harus tidur sambil berdiri karena hampir tidak adanya tempat untuk membaringkan diri, sungguh memelas hati.

Menurut cerita lain, sering kali napi harus menahan buang air dan harus menunggu sampai malam sampai napi-napi yang lain tertidur agar area tempat dia duduk tidak ditempati alias direbut napi lainnya yang hanya kebagian berdiri.

Lapas Paledang disebut memiliki 44 ruang sel yang ada seluruhnya sudah sesak dipadati para napi. Dengan jumlah napi sebanyak itu, dapat dibayangkan betapa sulitnya kehidupan di dalamnya, padahal normalnya kapasitas Lapas Paledang hanya bisa menampung 500-600 orang napi.

Rencananya, Lapas Paledang akan dipindah ke kawasan Pasir Jambu, Kabupaten Bogor. Lahan baru itu memiliki luas 3 hektar dengan daya tampung mencapai ribuan orang. Semoga saja pemindahan lapas itu benar-benar direalisasikan agar para napi dapat hidup lebih layak.

Untuk sekarang, masyarakat Bogor masih bisa memandangi bangunan lapas itu terutama yang tiba di Stasiun Bogor. Jadi, nikmatilah sepenggal sejarah Kota Bogor itu sebelum ia benar-benar hilang, tapi pastikan Anda benar-benar tidak terpenjara di Lapas Paledang.

(Heibogor)