FINAL PIALA HABIBIE 2015 : Perang Bintang di Parepare

by -9 views

boazPERANG bintang dan adu strategi bakal tersaji di final Piala Habibie XXI 2015 di Stadion Gelora Mandiri Parepare, Sulawesi Selatan, Selasa (10/11).  Dua tim yang menyewa bintang sepakbola Tanah Air, Persipare Parepare akan bertemu tim kuat lainnya, Sidrap United.

Pertemuan kedua tim dipastikan berlangsung seru. Sebab, kedua tim diperkuat bintang-bintang sepakbola berlabel Timnas. Di Sidrap United, misalnya. Di bawah mistar gawang ada dua kiper berpengalaman, Markus Haris Maulana dan Ferdiansyah.

Di lini belakang empat bek senior siap menghalau serangan lawan. Ada Victor Pae (PBFC-Persija Jakarta),  Otavia Dutra (Persebaya United), Abd Rahman dan Jajang Sukmara (Persib Bandung).

Di final pelatih Sidrap United, Tony Ho, tetap akan mengandalkan trio gelandang berlabel Timnas, Ponaryo Astaman (PBFC), Firman Utina (Persib Bandung), dan Bayu Gatra (Bali United), untuk mengatur irama permainan dan memotong pergerakan serangan lawan. Ketiga pemain ini ditopang pemain asing milik Persib Bandung, Makan Konate.

Nah, di depan duo Papua yang sudah teruji ketajamannya di pentas sepakbola nasional, Patrich  Wanggai (Sriwijaya FC) dan Boaz Solossa (Persipura) siap mengobok-obok pertahanan lawan.

Tapi materi tim Laskar Madani yang diarsiteki Assegaf Razak juga tidak kalah menterengnya. Di bawah mistar gawang ia memercayakan pada kiper Timnas Kurnia Meiga (Arema Cronus). Empat bek tangguh Hamka Hamzah (PBFC), Bio Paulin (Persipura), dan duo Mitra Kukar Zulkifli Syukur dan Faturahman.

Di tengah Persipare mengandalkan bintang Timnas U-19, Evan Dimas Darmono (Pesebaya United), Rizky Pellu (PBFC), gelandang Sriwijaya Asri Akbar dan Moniaga (eks PSS Slemen).

Cederanya Zulham Zamrun membuat daya gedor Persipare sedikit tumpul. Namun Assegaf punya pilihan lain.  Pengganti striker Persib Bandung itu bernama Melki. Striker lokal yang sehari-hari berprofesi sebagai polisi ini akan ditandemkan dengan Titus Bonai (Sriwijaya FC).

Assegaf mengakui Sidrap  lawan kuat yang sepadan dengan timnya. Meski menyanjung lawannya,  ia tetap yakin bisa mengalahkan tim yang diasuh sahabatnya, Tony Ho.

“Saya tahu mereka kuat dan punya pelatih hebat sekelas Tony Ho. Tapi saya juga tahu kelemahan mereka. Kami termasuk tahu persis strategi apa yang akan mereka gunakan nanti,” jelas eks pemain Makassar Utama dan PSM ini.

Bagi Tonny Ho, di laga final nanti ia mengaku tidak akan membiarkan anak asuhnya bermain di bawah tekanan. Ia mengaku akan menginstruksikan pemainnya bermain lepas.

“Tak ada yang perlu diistimewakan. Sebab kedua tim ini sama kuatnya. Pemain yang diturunkan juga seperti pertandingan sebelumnya. Mereka saling mengenal karakter masing-masing. Bagi saya yang terpenting adalah disiplin,” tegas pelatih Persebaya United ini.

Pertemuan dua tim bertetangga kabupaten ini juga tak lepas dari perang urat syaraf jelang laga final. Yang paling getol melakukan psy war kalangan suporter kedua tim. Baik di stadion maupun di media sosial.

Syamsuddin Umar menilai perang urat syaraf jelang laga final adalah hal yang wajar.  Hal itu terjadi di mana saja di belahan dunia ini.

“Di seluruh belahan dunia ini cemohan hingga sanjungan untuk menjatuhkan mental lawan jadi strategi jitu masing-masing tim yang akan saling berhadapan. Saya kira itu wajar,” sebut pelatih yang pernah membawa PSM juara musim 1999-2000 ini.

Akan halnya kekuatan kedua tim, menurutnya  sama kuatnya.  Apalagi baik tuan rumah Persipare maupun Sidrap United diperkuat pemain-pemain hebat di negeri ini.

‘’Kalau kekuatan, saya kira sama. Kedua tim sama-sama punya pemain bintang. Sekarang tinggal bagaimana pemain bisa disiplin dalam menjalankan instruksi pelatih dan memanfaatkan setiap peluang yang ada,” ungkap eks  pelatih PSM yang kini menjabat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Pemprov Sulsel ini.

(Sportanews)