Aktris Korea Ha Young Sesali Kontroversi Kakek Buyut Pro-Jepang

by -7 views
by
Aktris Korea Ha Young Sesali Kontroversi Kakek Buyut Pro-Jepang

JABARMEDIA – Aktris Korea Selatan Ha Young telah menyampaikan permintaan maaf terkait kontroversi hubungan pro-Jepang kakek buyutnya. Kejadian ini terjadi selama masa penjajahan Jepang di Korea dari tahun 1910 hingga 1945.

Permintaan maaf tersebut disampaikan sehari setelah ia awalnya menyebut tuduhan itu “tidak berdasar”. Agensi sang aktris mengonfirmasi bahwa kakek buyutnya, Ahn Sang-ho, memang tercatat sebagai anggota dewan sebuah asosiasi pro-Jepang pada tahun 1916.

Bistrus Entertainment, agensi yang menaungi Ahn Ha-young (nama asli Ha Young), merilis pernyataan pada hari Selasa.

“Setelah pemeriksaan lebih lanjut, kami telah mengonfirmasi bahwa catatan mengenai kakek buyut Ahn Sang-ho yang terdaftar sebagai anggota dewan Daejong Chinmokhoe pada tahun 1916 memang ada,” demikian pernyataan agensi tersebut, seperti dikutip dari Korea JoongAng Daily.

Agensi juga menyatakan, “Kami dengan tulus meminta maaf atas kebingungan yang kami sebabkan karena buru-buru menjawab bahwa itu tidak berdasar, tanpa verifikasi yang memadai.”

Daejong Chinmokhoe, atau Asosiasi Persahabatan Taisho, didirikan di Seoul pada tahun 1916. Anggotanya termasuk Yi Wan-yong, salah satu penandatangan Perjanjian Eulsa tahun 1905 dan Perjanjian Aneksasi Jepang-Korea tahun 1910. Perjanjian tersebut secara resmi menempatkan Korea di bawah kekuasaan Jepang. Informasi ini dilaporkan oleh The Korea Herald, menyoroti sifat kontroversial organisasi tersebut.

Baca Juga:  Korut Aktifkan Kembali Reaktor Nuklir

Latar Belakang Kontroversi dan Reaksi Publik

Kontroversi ini bermula ketika Ha Young, menggunakan nama panggungnya saat berakting, berbicara tentang empat generasi dokter di keluarganya. Hal itu terjadi dalam acara KBS “Problem Child in House” pada hari Jumat. Ia menyebutkan bahwa kakek buyutnya belajar kedokteran Barat di Jepang. Ia juga membuka klinik Barat swasta pertama di Korea di Seoul, dan bahkan pernah merawat Kaisar Gojong. Klaim ini segera menarik perhatian publik serta pengguna media sosial.

Pengguna media sosial mengidentifikasi leluhur yang dimaksud sebagai Ahn Sang-ho. Ia adalah orang Korea pertama yang memperoleh izin medis Jepang pada tahun 1902. Mereka juga menemukan catatan-catatan yang menunjukkan hubungan pro-Jepangnya. Termasuk di antaranya adalah artikel Desember 1918 di surat kabar resmi pemerintah kolonial Jepang, Maeil Sinbo. Artikel itu mengutip Ahn Sang-ho yang mengatakan bahwa rumah tangganya telah “sepenuhnya berasimilasi”. Bentuk asimilasi itu adalah dengan mengenakan pakaian Jepang, menikahi wanita Jepang, dan melarang penggunaan bahasa Korea di rumah.

Baca Juga:  Big Bang, Hipnotis Penonton di Jakarta

Isu Sensitif di Korea Selatan

Masa kolonial Jepang merupakan isu yang sangat sensitif di Korea Selatan. Perselisihan yang belum terselesaikan terus memicu kebencian publik yang mendalam. Isu tersebut meliputi kerja paksa, mobilisasi perang, dan klaim teritorial. Kondisi ini juga memperkeruh hubungan diplomatik dan ekonomi antara kedua negara. Sentimen ini sangat relevan mengingat Hari Pembebasan Korea jatuh pada hari Sabtu. Hari tersebut menandai berakhirnya 35 tahun kekuasaan kolonial Jepang.

Meskipun mengejar diplomasi bolak-balik dengan Jepang, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung enggan berkomitmen pada perluasan hubungan. Ketika ditanya mengapa negaranya belum dapat merangkul kerja sama militer dengan Jepang, Lee memberikan sebuah analogi. Ia menyamakannya dengan seseorang yang dipukul dan dirawat di rumah sakit. Kemudian, penyerangnya meminta untuk berjabat tangan serta melupakan kejadian tersebut.

“Bisakah saya begitu saja bergaul dengan mereka karena itu perlu? Untuk menjadi teman sejati, penyerang itu perlu mengatakan, ‘Saya benar-benar minta maaf… itu pasti menyakitimu… saya berjanji tidak akan melakukannya lagi,'” kata Lee pada bulan Juni. “Ini bukan tentang uang atau kompensasi. Ini sepenuhnya masalah emosional.”

Standar yang sangat tinggi diterapkan pada selebriti di Korea Selatan. Memiliki leluhur yang merupakan pendukung setia kekuatan kolonial yang tidak populer dapat berdampak signifikan pada karier seorang aktris. Oleh karena itu, Ahn Ha-young dan agensinya sangat ingin mengendalikan dampak dari insiden ini. Ia saat ini tampil dalam serial Netflix “Our Sticky Love” bersama aktor Jung Hae-in.

Baca Juga:  Bupati Rudy Susmanto Mulai Gerakan Tes Urine di Pemkab Bogor

“Baik agensi maupun Ha Young telah sangat menyadari betapa pentingnya proses verifikasi saat membagikan fakta sejarah kepada publik,” kata Bistrus Entertainment pada hari Selasa. “Ia akan mendekati kariernya dengan sikap yang lebih hati-hati dan rendah hati mulai sekarang.”

Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.