KDM Usulkan Batas Gaji Orangtua KIP Kuliah Naik, Hindari Putus Studi

by -14 views
by
KDM Usulkan Batas Gaji Orangtua KIP Kuliah Naik, Hindari Putus Studi

JABARMEDIA – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengusulkan perubahan batas maksimum besaran gaji orangtua bagi mahasiswa penerima beasiswa program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah). Usulan ini disampaikan KDM guna mencegah terjadinya kasus putus kuliah akibat kendala finansial yang dihadapi mahasiswa. Saat ini, syarat gaji gabungan orangtua penerima KIP Kuliah harus di bawah upah minimum provinsi (UMP) domisili mahasiswa, yang di Jawa Barat adalah Rp2,3 juta.

Dedi Mulyadi mengusulkan agar ketentuan batas gaji tersebut dinaikkan secara signifikan. “Saya usul agar nanti ketentuannya di bawah Rp10 juta boleh dapat KIP,” kata KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, pada Senin (10/8/2026).

Pernyataan ini disampaikan dalam kuliah umum Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Penerimaan Raya Mahasiswa Baru Universitas Padjadjaran (Prabu) Tahun Akademik 2026/2027 di Stadion Jati Padjadjaran, Unpad Kampus Jatinangor.

Dalam kesempatan tersebut, KDM menanggapi berbagai keluhan dari ribuan mahasiswa baru terkait tingginya Uang Kuliah Tunggal (UKT), bahkan bagi orangtua yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Baca Juga:  5 Gurandil Tewas Dalam Lubang Galian Emas

Mahasiswa yang masuk melalui jalur prestasi, termasuk seorang mahasiswi difabel, juga mengungkapkan kesulitan biaya kos, biaya hidup, serta biaya perkuliahan yang cukup mahal di Jatinangor.

Gina, seorang mahasiswi penyandang disabilitas netra, menyatakan rasa syukurnya dapat berkuliah gratis di Unpad. Ia berharap perhatian lebih dari pemerintah provinsi terhadap nasib penyandang disabilitas agar dapat mengenyam pendidikan tinggi.

KDM memberikan nasihat agar mahasiswa tidak putus asa atau bahkan putus kuliah karena masalah biaya. Ia menekankan bahwa tekad kuat untuk lulus dapat mengatasi kendala finansial.

Upaya KDM Mendukung Mahasiswa

Sebagai bentuk dukungan langsung, KDM memberikan bantuan mahasiswa kepada sejumlah mahasiswa dan mahasiswi. Bantuan tersebut meliputi uang kos untuk dua tahun, biaya kuliah gratis selama lima semester, hingga modal usaha sebesar Rp5 juta bagi mahasiswa yang berencana membuka usaha kecil-kecilan untuk menutupi biaya hidup selama studi.

KDM menegaskan tidak boleh ada individu yang gagal kuliah hanya karena faktor biaya. Ia mendorong mahasiswa dengan keterbatasan ekonomi untuk tidak berkecil hati. Sebab pendidikan tinggi dapat membuka jalan bagi kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Baca Juga:  Pemotor Tewas Jatuh dari Tebing Parit Bogor Akibat Gagal Nanjak

“Jangan hanya mengejar gelar akademik namun perbanyak pengalaman selama menjadi mahasiswa. Jadikanlah kesulitan itu sahabat agar Anda menjadi orang yang mampu, tidak mengalami masalah ketika berhadapan dengan kesulitan. Musuh jangan dijauhi, tapi jadikan temannya,” ujar KDM.

Selain isu biaya, mahasiswa juga menyampaikan aspirasi lain. Livy, mahasiswi asal Depok, meminta gubernur untuk memperbaiki jalan-jalan di Jatinangor, khususnya di dalam kawasan kampus Universitas Padjadjaran.

KDM menjelaskan bahwa jalan tersebut merupakan jalan nasional yang menjadi kewenangan pemerintah pusat. Namun ia akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan siap membantu jika diizinkan.

Keisya, mahasiswi kedokteran hewan, mengungkapkan keinginannya untuk mengembalikan keanekaragaman satwa di Indonesia. Ia juga menyoroti minimnya peminat kedokteran hewan dibandingkan kedokteran umum, serta persepsi yang sering menganggap remeh profesi tersebut.

KDM memberikan motivasi dengan menjelaskan bahwa kebutuhan dokter hewan di sektor swasta, BUMN, dan pemerintahan sangat besar. Bahkan berpotensi memiliki penghasilan lebih tinggi dari dokter umum. Ia meminta Keisya untuk tidak berkecil hati dengan cita-cita mulianya.

Baca Juga:  Banyak Penolakan Peserta BPJS di Bogor, Ini Penyebabnya

Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.