web analytics

Warga “Gempur” Tolak Chevron Datangi Komnas HAM

22 April 2014   25 views

chevronSeperti terakhir diberitakan, unjuk rasa penolakan geothermal di kaki Gunung Ciremai dilancarkan Gerakan Massa Pejuang Untuk Rakyat (Gempur). Dengan membawa ratusan warga dari puluhan desa, mempertanyakan sikap DPRD secara kelembagaan terhadap pertambangan panas bumi yang akan dilakukan PT Chevron. Tercatat, sebanyak 120 warga dari 162 desa yang tinggal di wilayah kerja penambangan (WKP) gunung Ceremai mendatangi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Jakarta.

Warga yang tergabung dalam Gerakan Massa dan Pejuang untuk Rakyat (Gempur) menolak pemanfaatan geotermal yang akan dilakukan perusahaan yang memenangkan lelang WKP Ceremai yakni PT Jasa Daya Chevron. “Pemerintah daerah tidak mengomunikasikan dan melibatkan kami dalam proses pelelangan WKP. Chevron juga tidak melakukan sosialisasi ke desa-desa yang akan dijadikan WKP. Padahal ada 162 desa dari 14 kecamatan yang berada di kabupaten Kuningan dan Majalengka yang akan terkena dampak,” ujar Oky Satrio, Koordinator Gempur dari desa Cigugur, kepada awak media, Selasa (22/4)

Oky menjelaskan jika proyek panas bumi Ceremai benar-benar terlaksana lebih dari 350 ribu penduduk akan digusur dan lahan perkebunan rakyat disita. “Enggak cuma rumah yang digusur, di situ ada situs budaya (pemakaman keramat) dan pemandian air panas yang dilestarikan masyarakat sekitar,” ujar pria separuh baya yang memakai ikat kepala berwarna biru seusai melapor ke Komnas HAM.

Koordinator Gempur lain bernama Zaky mengatakan jika pemanfaatan geotermal benar-benar dilakukan, masyarakat khawatir air akan tercemar, sumber air bersih akan habis, dan terjadi gempa tektonik. “Mereka menambang dengan cara menyuntikkan air ke tanah lalu dipanaskan sehingga air jadi uap. Kalau air dipanaskan, nanti sumber air kami habis. Lalu mereka memakai teknik hidrolik Fracking yaitu membelah batuan supaya uap air bisa keluar. Kata ahli geotermal, ini bisa menyebabkan gempa di sekitar WKP. Karenanya, kami menolak keras pemanfaatan geotermal di Gunung Ceremai,” terang Zaky panjang lebar.

Sebelumnya, PT Jasa Daya Chevron telah memenangi tender pemanfaatan geotermal di Gunung Ceremai dengan luas WKP sebesar 24.330 hektare pada 2013. JIka izin usaha pertambangan (IUP) sudah dikeluarkan, Chevron mulai dapat melakukan eksploitasi paling cepat pada 2018

(Radar Cirebon)

Pohon dan Tiang Telepon Tumbang di Baleendah Bandung

20 April 2014   17 views

ilustrasi-pohon-tumbangHujan disertai angin besar menyebabkan pohon dan tiang kabel telepon di Bandung, Sabtu (19/4/2014), tumbang. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB di Jalan Adipati Agung, Kelurahan Baleendah, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.
Akibat kejadian itu, akses warga dari arah Dayeuh Kolot, Kabupaten Bandung, menuju ke Baleendah ataupun sebaliknya jadi tidak bisa dilalui. Warga pun harus melalui jalan alternatif.
Garnis (27), warga setempat, mengatakan, hujan besar tersebut memang disertai angin kencang. “Hujan besar sama angin kencang. Kaca jendela rumah saya sampai bergetar,” ujarnya.
Sementara itu, Bapak Mamat (49), tokoh warga setempat, mengatakan, selain pohon, ada tiang kabel telepon juga yang tumbang. “Pohon sama tiang telepon yang tumbang,” katanya.
Dari pantauan Kompas.com, menjelang magrib, warga berhasil memotong sebagian dari pohon tersebut. Jalan sudah bisa dilalui motor maupun mobil, tetapi dengan cara bergantian. Saat ini, proses pemindahan pohon tersebut dihentikan sementara dan akan dilanjutkan esok hari. (Eris Eka Jaya/kompas.com)

RS di Cimahi Harus Memasang CCTV

13 April 2014   38 views

RumahSakitDustiraPasca terungkapnya kasus penculikan bayi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Polres Cimahi meminta agar sistem keamanan rumah sakit yang di wilayah hukum Polres Cimahi dapat ditingkatkan. Terutama, pemasangan Closed Circuit Television (CCTV) sebagai penunjang keamanan harus diterapkan.

Kapolres Cimahi AKBP Erwin Kurniawan mengatakan, sistem keamanan ditempat umum seperti rumah sakit sudah seharusnya mendapatkan pengawasan yang ekstra.

Di tempat itu juga harus memiliki prosedur pengamanan maksimal termasuk kepatuhan para staf keamanan terhadap prosedur pengamanan yang berlaku.

“Itu dilakukan agar memberikan rasa aman dan nyaman bagi semua pihak. Agar tidak sembarang orang bisa masuk,” ujarnya, Minggu (13/4/2014).

Menurut dia, insiden penculikan bayi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung akibat kelonggaran sistem pengamanan. Hal itu harus menjadi pembelajaran agar setiap rumah sakit untuk meningkatkan pengamanan.

Seiring dengan itu, fasilitas pelengkap seperti pemasangan CCTV harus pula disertakan. “Sesuai dengan informasi yang diterima beberapa rumah sakit di Cimahi memang belum semuanya mempergunakan sistem CCTV,” katanya.

Disinggung kemungkinan adanya personil yang ditempatkan dirumah sakit, Erwin menilai hal tersebut akan dikaji sesuai dengan kebutuhan. “Untuk saat ini sepertinya belum akan dilakukan. Tapi kami akan ikut melakukan pemantauan juga dengan patroli,” tuturnya.

Selain CCTV, Anggota Komisi IV DPRD Kota Cimahi Ike Hikmawati mengatakan, memperketat keamanan memang perlu untuk dilakukan terutama menerapkan Standar Operasi Prosedur (SOP) pengamanan. “Jangan sampai SOP pengamanan ini baru diberlakukan setelah ada kejadian,” ujarnya.

Sumber: pikiran-rakyat.com
Foto: disparbud.jabarprov.go.id

Hari Ini Bobotoh-The Jack Mania Berdamai di Bogor

11 April 2014   41 views

bobotohPendukung Persib Bandung (Bototoh) dan suporter Persija Jakarta (The Jack Mania) akan mengikrarkan dan menandatangani kesepakatan damai antarsuporter di Bogor, Jumat (11/4).
Sebanyak 25 perwakilan Bototoh bersama sekitar lima perwakilan dari Kepolisian Daerah (Polda) Jabar, termasuk Kapolda Jabar Irjen M Iriawan, serta beberapa perwakilan dari PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) dijadwalkan berangkat dari markas Polda Jabar, Bandung, sekitar pukul 06.30.
“Semua perwakilan diharapkan berkumpul di Mapolda pada pukul 06.00. Kami berangkat dengan dua bus,” ujar Dirbimas Polda Jabar, Kombes Erwin C Rusmana, seusai pertemuan dengan perwakilan Bototoh dan PT PBB di Polda Jabar, Kamis (10/4) sore.
Ia mengharapkan rombongan dari Bandung tiba di Bogor sebelum pukul 10.00. Rombongan ini akan bertemu rombongan perwakilan The Jack Mania dan perwakilan manajemen Persija di Bogor. Ia mengatakan hal ini merupakan usaha Polda Jabar dan Polda Metro untuk mendamaikan kedua suporter klub bola itu.
“Kami berusaha semaksimal mungkin membakukan kesepakatan dalam satu ikrar sehingga mereka terikat dengan komitmen itu. Kami juga melakukan pembinaan rutin kepada Bobotoh dan Jakmania. Pertemuan tidak hanya berakhir pada pertemuan di Bogor,” kata Erwin.
Ketua Umum Viking Persib Club, Heru Joko, menyebut acara di Bogor itu sebagai langkah awal yang bagus untuk perdamaian Bobotoh dan The Jack. “Semoga pihak berwenang pun membereskan semua yang pernah ada. Karena ini pihak berwenang, kami ikut. Ini positif,” ujarnya. Heru enggan berkomentar lebih banyak.
Juru Bicara Forum Diskusi Bobotoh Persib, Aby Gardini, pun sepakat dengan ucapan Heru. “Kami sangat mendukung islah, terutama secara pribadi. Sesama muslim itu kan perseteruan tiga hari adalah haram.
Untuk pertemuan di Bogor, kami usahakan datang dan memberikan dukungan,” kata Aby.
Ia mengharapkan islah ini menjadi Bobotoh dan The Jack bersaudara seperti antara Bobotoh dan Bonek (pendukung Persebaya Surabaya). Aby pun berjanji Forum Diskusi Bobotoh Persib berkoordinasi intens dengan perwakilan pimpinan Bobotoh baik yang di Viking, Bombs, Bomber, dan lainnya. (tom)
Sumber: jabar.tribunnews.com

KPU Bandung Unggah Formulir C1 Ke website

10 April 2014   41 views

kpuKomisi Pemilihan Umum Kota Bandung, Jawa Barat, akan mengunggah atau memposting hasil scaning formulir C1 laporan dari seluruh panitia pemilihan kecamatan (PPK) setempat ke website KPU.

“Hasil scan formulir C1 ini nantinya akan kami posting ke situs resmi KPU Pusat dalam format foto JPEG,” kata Ketua KPU Kota Bandung Rifki Ali Mubarok di Bandung, Kamis.

Ia menyebutkan proses scanning atau penyekenan berlangsung sejak Rabu (9/4) malam hingga Kamis (10/4). Kecepatannya tergantung kapan formulir C1 tersebut sampai ke KPU Kota Bandung.

Menurut dia, hasil scanning formulir C1 diunggah ke situs resmi KPU agar semua orang baik caleg maupun masyarakat bisa mengakses hasil perhitungan surat suara di tiap-tiap TPS di seluruh Kota Bandung.

“Dengan demikian hasil penghitungan surat suara pun akan lebih transparan,” katanya.

Menurut Rifki rekapitulasi surat suara di Kota Bandung nantinya akan dibagi ke dalam tiga tahapan. Pertama surat suara akan dihitung pada TPS tingkat kelurahan (PPS) pada tanggal 10-13 April 2014.

Selanjutnya rekapitulasi akan dilanjutkan di tingkat PPK kecamatan pada 13-17 April. Rekapitulasi kemudian akan diakhiri pada tingkat KPU Kota Bandung pada 19-21 April.

Rencananya rekapitulasi tingkat KPU Kota Bandung akan diadakan di Hotel Grand Pasundan. “Rekapitulasi surat suara akan dilakukan mulai dari tingkat TPS, PPK hingga KPU kota,” kata Rifki.

Ia menjelaskan pemungutan suara pada Pemilu 2014 berjalan cukup lancar dan tidak ada kendala berarti. Hal itu dilihat dari hasil monitoring yang dilakukan yaitu surat suara yang terpenuhi. Salah satu kendala yang ditemui di lapangan yaitu masalah formulir A5. (sumber: http://antarajawabarat.com)

Tim Sukses Caleg Diduga Bagikan Kartu Jamkesda Palsu

1 April 2014   18 views

jamkesdaPanitia Pengawas Pemilu Kabupaten Cirebon tengah menyelidiki penyebaran kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) palsu. Kartu palsu itu diduga disebarkan seorang anggota tim sukses calon legislator. Hal tersebut diungkapkan staf Divisi SDM dan Organisasi Panwaslu Kabupaten Cirebon, Abdul Kholik, Senin 31 Maret 2014.

“Kami telah memanggil salah seorang perangkat Desa Ciawigajah, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon,” kata Abdul. Sang perangkat desa, menurut Abdul, dipanggil untuk dimintai keterangan ihwal laporan dari pengawas pemilihan kecamatan mengenai laporan warga tersebut.

Namun, kata Kholik, hingga kini Panwaslu Kabupaten Cirebon belum dapat membuktikan apakah penyebar kartu Jamkesda palsu itu benar-benar caleg atau hanya anggota tim sukses caleg. “Kami masih membutuhkan waktu dan bukti lebih banyak.”

Penyebaran kartu Jamkesda palsu masuk kategori pelanggaran kampanye. “Bahkan termasuk pelanggaran pidana,” tutur Abdul. Bila pelakunya caleg atau berkaitan dengan caleg, Panwaslu meminta warga segera melapor kepada mereka.

Sementara itu, Nurokhim, seorang perangkat Desa Ciawigajah, mengatakan kartu Jamkesda palsu pertama kali beredar pada Februari 2014. “Warga didatangi seseorang yang meminta mereka segera menyerahkan kartu tanda penduduk dan kartu keluarga,” kata dia.

Kemudian, pada 26 Maret lalu, orang yang diduga berinisial NH itu memberikan ratusan kartu Jamkesda kepada warga yang didatangi. NH diduga sebagai anggota tim sukses salah satu caleg. “Ada warga yang bilang kalau NH itu tim sukses caleg,” ujar Nurokhim. Namun seorang warga yang menggunakan kartu tersebut di puskesmas justru ditolak.

Pada kartu tersebut, tercantum kop resmi dan tanda tangan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon. “Kami belum pernah mendistribusikan kartu tersebut, karena memang belum dicetak,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Triyani. Warga yang telah mendapat kartu Jamkesda palsu diminta segera menyerahkannya kepada pemerintah daerah.

sumber: tempo.co

Demi Jaga Lingkungan, Murid SDN 1 Cijeungjing Tak Segan Tegur Guru

29 March 2014   57 views

sdn-1-cijeunjing-bersih-asriSDN 1 Cijeunjing, Ciamis, yang berada di sisi lapangan Desa Cijeungjing, tak jauh dari tugu selamat datang (Gapura Ciamis) di Jalan Raya Ciamis-Banjar, terlihat asri, Kamis (27/3) siang. Di sebelah lapangan parkir sekolah yang luas, terlihat tanaman cabai rawit yang tumbuh subur dalam polibag. Ada pula kangkung, tomat, terong, sawi, dan pohon pepaya yang membuat lingkungan SDN 1 Cijeunjing tersebut semakin hijau, sejuk segar, dan kaya oksigen.

Keramik putih tiap lorong gedung sekolah dasar yang dulu bernama SDN Gentra Masekdas tersebut bersih mengilat, nyaris tidak ada sampah yang berserakan. Dinding-dinding ruang kelas, ruang guru, musala, dan perpustakaan tampak mulus tanpa corat-coret tanpa makna (vandalisme).

Bangku, meja belajar, dan lemari pun tertata rapi di dalam kelas. Hampir tidak ada tulisan atau coretan di bangku atau meja belajar, baik dengan menggunakan pulpen, spidol, pensil, maupun tip-ex.

“Murid-murid yang kedapatan melakukan corat-coret di meja belajar, bangku, atau dinding kelas kena denda Rp 1.000. Dan coretannya harus dihapus, dibersihkan. Yang kedapatan membuang sampah sembarangan juga akan kena denda Rp 1.000. Sejak ketentuan ini diberlakukan setahun yang lalu, alhamdulillah sampai hari ini belum ada yang kena denda,” ujar Tini Suhartini SPd, kepala SDN 1 Cijeungjing, kepada Tribun, kemarin.

Ketentuan denda tersebut juga berlaku bagi guru atau petugas sekolah yang membuang sampah di sembarang tempat. “Murid-murid di sekolah kami tak segan-segan menegur gurunya yang merokok atau buang sampah sembarangan,” katanya.

Untuk menampung sampah, tiap ruang kelas dan di depan ruang kerja guru disediakan tiga tong sampah dengan warna yang berbeda-beda. Tong dengan warna hijau untuk menyimpan sampah organik, tong warna kuning untuk sampah anorganik, dan tong berwarna merah guna menampung sampah berbahaya (B-3).

Di bagian belakang, ada bak khusus guna menampung sampah-sampah yang bisa dimanfaatkan atau dijual ke penampung rongsokan.

“Bak itu khusus untuk bank sampah. Sampah-sampah yang bisa dijual akan dijual ke rongsokan. Di bak tersebut sampah-sampah disortir. Bank sampah tidak hanya menampung sampah-sampah dari ruang kelas dan lingkungan sekolah. Tiap hari, tiap murid membawa satu botol bekas kemasan air mineral,” ujar Tini.

Tiap bulan, pada upacara bendera, kata Tini, diumumkan kelas-kelas yang meraih hasil penjualan sampah terbanyak. Tiap pelaksanaan upacara hari Senin juga diumumkan ruang kelas terbersih dan terkotor.

“Uang hasil penjualan sampah digunakan untuk membeli sapu, soklin, dan cairan pembersih lantai yang dibagikan ke tiap kelas. Dari hasil penjualan sayur-mayur kebun sekolah juga digunakan untuk kepentingan sekolah. Kadang-kadang kami panen cengek (cabai rawit) untuk ngaliwet makan bersama di sekolah,” katanya.

Membudayakan lingkungan bersih di SDN 1 Cijeungjing ini, kata Tini, bukanlah hal yang gampang. “Kami sudah memulainya tahun 2006 melalui program Sekolah Berbasis Lingkungan (SBL). Kami terus berupaya menanamkan kebiasaan bagi anak-anak untuk menjaga kebersihan dirinya, ruang kelas masing-masing, dan lingkungan sekolah. Diharapkan anak-anak juga membiasakannya di rumah dan lingkungan masing-masing,” ujar Tini.

SDN 1 Cijeungjing 1 Ciamis ini berdiri tahun 1954. Tahun 1994, bangunan tua SDN 1 Cijeungjing tersebut  diratakan dengan tanah dan dibangun kembali bangunan sekolah baru melalui program Gerakan Cinta Almamater Sekolah Dasar (Gentra Masekdas). Ini merupakan satu-satunya SD Gentramasekdas di Kabupaten Ciamis. Memiliki enam ruang kelas, satu ruang kerja guru, dan satu ruang kepala sekolah berikut musala.

Bangunan SD ini berdiri megah di lahan seluas 13.095 meter persegi yang berbatasan langsung dengan lembah Bumi Perkemahan Majaprana. Di belakang sekolah terdapat lima petak kolam milik sekolah. Semua bangunan dan ruang kelas yang dibangun melalui program Gentra Masekdas tahun 1994 tersebut masih kokoh dan megah.

“Belum ada kerusakan berarti, belum pernah direhab. Beda dengan satu ruang kelas tambahan di bagian samping sekolah yang dibangun tahun 2000 malah sudah pernah direhab,” ujar Tini.

Pascareformasi, SDN Gentramasekdas Cijeungjing ini pun berganti nama jadi SDN 1 Cijeungjing, yang kini memiliki 176 murid dengan tujuh rombongan belajar, dengan sembilan orang guru PNS, tiga guru honorer, dan seorang penjaga sekolah (PNS).

Setelah menanam pola budaya berbasis lingkungan sejak tahun 2006, tahun 2014 ini SDN 1 Cijeungjing terpilih sebagai SD terbersih dan berbudaya lingkungan mewakili Jawa Barat untuk meraih anugerah Adiwiyata (sekolah terbersih) tingkat nasional.

“Tahun 2013 lalu kami keluar sebagai SD peraih Adiwiyata tingkat Jawa Barat. Tahun 2014 ini SDN 1 Cijeungjing, alhamdulillah dipercaya mewakili Provinsi Jawa Barat untuk penilaian anugerah Adiwiyata tingkat nasional,” kata Tini yang sudah empat tahun menjadi Kepala SDN 1 Cijeungjing.(tribunnews.com)

Tol Bogor Ring Road IIA Segera Beroperasi Bulan Depan

26 March 2014   24 views

borrProyek tol Bogor Outer Ring Road seksi IIA dari Kedung Halang-Kedung Badak sudah 98% selesai tahap konstruksinya. April 2014 ini tol yang dibangun melayang (elevated) tersebut akan dioperasikan.

Sekretaris Perusahaan PT Jasa Marga David Wijayatno mengatakan, anak usaha perseroan PT Marga Sarana Jabar selaku operator tol ini tengah mengebut pengerjaan seksi IIA. Seksi IIA terbentang sepanjang kurang lebih 2 km.

“Sampai Kedung Badak sekitar 98% konstruksinya, hampir selesai,” kata David saat dihubungi detikFinance, Rabu (26/3/2014).

David mengatakan, progres konstruksi ditargetkan pada akhir bulan ini bisa diselesaikan. Kemudian sebelum dioperasikan, David menjelaskan, masih perlu dilakukan uji kelaikan. Kelaikan tol tersebut akan diuji oleh Kementerian Pekerjaan Umum, Kepolisian dan Kementerian Perhubungan.

“Karena nggak begitu panjang, 2 km itu kita hrapkan 2 minggu selesai. Saya harapkan bulan April itu sudah bisa dioperasikan,” kata David.

“Dengan adanya ini, masyarakat bisa terhindar kemacetan di Kedung Halang. Selama ini macet di situ,” imbuhnya.

Tol ini terbagi menjadi IV seksi: Seksi I (Sentul Selatan-Kedung Halang) 3,85 Km sudah dioperasikan, Seksi II (Kedung Halang-Kedung Badak dan Kedung Badak-Simpang Yasmin) 4,00 Km, Seksi III (Simpang Yasmin-Darmaga) 3,15 Km. Total panjangnya mencapai 11 km.

David mengatakan, kelanjutan proyek hingga ke Simpang Yasmin dan Darmaga masih menunggu kelaikan proyek tersebut.

“Lahannya juga belum, nanti tunggu operasi ini dulu. Nanti tergantung tanah ya dulu, kalau tanahnya nggak ada ya sulit,” tambahnya.

Tol ini dioperasikan oleh perusahaan patungan PT Jasa Marga dan BUMD Jabar yaitu PT Marga Sarana Jabar.(detik.com)

4 Pengunjung Jadi Korban Longsor di Curug Cimahi

24 March 2014   69 views

272665_620Tanah di area wisata Curug Cimahi, Kampung Cisarua Desa Kertawangi Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat longsor sekitar pukul 13.30 WIB, Minggu (23/3/2014). Empat orang pengunjung menjadi korban dimana 1 diantaranya luka berat dan saat ini dirawat di RS Advent.

“Yanah longsor disertai batu cadas. Ada 4 orang korban yang seluruhnya adalah pengunjung. Satu luka berat karena mengalami luka di bagian kepala. Saat ini dirawat di RS Advent,” ujar Kapolsek Cisarua Kompol Wowon Haryono saat dihubungi detikcom via ponselnya.

Empat orang korban yaitu luka berat bernama Harmijayanti (22), luka ringan yaitu Ahmad Wahyudi (11), Fajar (15) dan Astri (28).

Tanah yang longsor yaitu tebing setinggi 15 meter di samping tangga menuju Curug Cimahi. Longsoran menutupi tangga yang menjadi akses keluar masuk pengunjung.

“Posisi longsorannya di tengah-tengah. Belum sampai ke Curug,” katanya.

Saat kejadian, cuaca tengah cerah. Karena itu banyak pengunjung yang ada di kawasan tersebut saat longsor tersebut terjadi. Pengunjung yang sudah berada di kawasan wisata tersebut pun langsung dievakuasi.

“Sejak kejadian, Curug Cimahi ditutup dulu sementara karena khawatir ada longsor susulan,” tutur Wowon.(detik.com)

Angkutan Galian C Sumbang Kerusakan Jalan Terbesar di Cianjur

20 March 2014   18 views

190314jalan-cianjurSekitar 60 persen kondisi jalan dari total panjang jalan sepanjang 1.290,347 kilometer di Cianjur rusak akibat kelebihan muatan. Dari titikl kerusakan jalan, separuhnya justru terdapat pada ruas jalan pusat aktivitas galian C.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Bina Marga Kab. Cianjur, Athe Adha Kusdian saat ditemui di kantornya, Rabu (19/3/2014).

“Jika dalam kondisi normal, status jalan kabupaten tersebut bisa mempunyai masa pakai dari 3 hingga 5 tahun. Namun, akibat banyakknya lalu lalang truk galian dengan muatan yang bisa lebih dari 25 ton, dalam krurun waktu sekitar satu tahun saja jalan dipastikan rusak,” katanya.

Kewenangan Dinas BM, kata Athe, dalam setiap rapat korrdinasi hanya menyarankan untuk mengevaluasi ulang pemberian ijin dan pengawasan terhadap menjamurnya galian C.

“Beberapa kali kami berhasil melakukan koordinasi dengan beberapa pengusaha galian C untuk iruan diantara mereka yang menyumbang kerusakan jalan, namun banyak kendala yang terjadi. Akhirnya kerusakan jalan emnjadi beban APBD Cianjur,” tuturnya.

Athe justru mendukung apabila ada persayaratan yang diperketat terakit pemberian ijin galian C. Khususnya kesedaian para pengusaha galian untuk iktu membantu jika mereka terbukti berkontribusi terhadap kerusakan jalan di wilayah dimana mereka lintasi dnegan truk-truk mereka.

Sementara itu, Kepala Bidang Pertambangan dan Energi Dinas PSDAP Cianjur, Iman Budiman mengakui jika jumlah galian C yang ada saat ini sebagian adalah galian C ilegal. Galian C yang legal adalah galian yang berijin dan dipungut pajak.

“Namun kami akui masih ada beberapa titik galian yang ilegal. Hal tersebut pun sudah kami laporkan ke Satpol PP Kab. Cianjur untuk melakukan penindakan termasuk pengusaha galian C yang habis ijninnya dan masih memaksa untuk melakukan penambangan,” ucapnya.

Iman mengatakan setiap tahun penertiban terhadap galian C ilegal selalu dilakukan. Namun, sebagian dari mereka nekat tetap menambang, bahkan pada areal yang bukan peruntukannya untuk ada kegiatan penambangan. Hal itu, kata Iman, dipicu dari besarnya pasar jual beli pasir.

Pasalnya, kata Imam, Dinas PSDAP tidak mempunyai kewenangan untuk menindak. Kewenangan yang ada hanya sebatas pengawasan dan pelaporan untuk selanjutnya ditindak oleh Satpol PP.

“Dari aturan hukum yang ada pemberian ijin penggalian juga sudah cukup ketat. Setidaknya harusnya ada persetujuan dari warga sekitar dan kepala desa tentang keberadaan galian dan status lahannya,” katanya.

Lebih lanjut Imam mengatakan tidak bisa dipungkiri jika keberadaan ratusan truk yang melintas ikut menyumbang kerusakan jalan. Namun, dalam persyaratan ijin yang kami minta dari desa biasanya sudah ada semacam komitmen dengan desa setempat.

“Mungkin juga termasuk kompensasi dari kerusakan jalan. Biasanya dengan pihak desa sudah ada komitmen termasuk dampak kebisingan atau yang lainnya,” ucapnya.

Sedangkan, Ketua Komisi III DPRD Cianjur, Rudi Sjachdiar Hidajat mengatakan persoalan anggaran memang persoalan klasik dalam pembangunan infratsruktur. Hal itu, hampir terjadi di semua daerah.

“Kalau mau difoksukan anggarannya untuk jalan juga akan emmakan sektor lainnya. Jadi pemerataan anggaran juga tidak akan tercapai. Memang hanya Rp 45 miliar itu tidak cukup. Namun, setidaknya dinas bina marga lebih bijaksana memprioritaskan perbaikan jalan. Keluhan jalan rusak yang sudah belasan tahun seharusnya menjadi prioritas,” katanya. (pikiran-rakyat.com)

Next Page »

PERSIB

Persib laporkan Sergio ke FIFA

Langkah tegas dilakukan Persib Bandung terkait kepergian mesin golnya musim lalu,... 

FERDINAND SINAGA : Pemain Terbaik Asia Tenggara Pekan Ini

Ferdinand Sinaga tengah dalam performa terbaik sebagaimana ia mencetak dua gol dan... 

Konate: Insya Allah Musim ini Persib Menang di Gresik

GRESIK United di kandangnya sulit dikalahkan Persib. Setidaknya itu terjadi di dua... 

Informasi Sebelumnya