21 Bom yang Disita dari Para Teroris Solo Berdaya Ledak Tinggi

15 August 2015

Tim densusDensus 88/Antiteror menemukan 21 bom aktif siap ledak dari tangan para teroris yang ditangkap di Solo. Daya ledak yang dimiliki puluhan bom tersebut terbilang cukup tinggi.

“Dari ahli penjinak bom menyampaikan bahwa dari komponen yang sudah dikumpulkan bom bisa menjadi high explosive dan low explosive,” kata salah seorang perwira di lingkungan Densus 88/Antiteror yang enggan disebutkan namanya, saat berbincang dengan detikcom, Jumat (14/8/2015).

Satuan elit berlogo burung hantu ini mensinyalir bahwa tiga tersangka teroris yang dibekuk di Solo ini terkait dengan jaringan Badri Cs, kelompok yang pernah merakit bom di Beji Depok dan meledak.

Badri dikenal piawai dalam merakit bom, termasuk menggunakan bahan cair nitro gliserin. Badri yang ditangkap pada 2012 lalu ini juga bertugas merekrut dan mengajarkan pembuatan bom kepada calon-calon bomber. Pengalaman membuat bom dia pelajari dari gembong teroris Noordin M Top saat berada di wilayah konflik Poso, Sulawesi Tengah.

“Pada saat pelatihan pembuatan bom, Badri merekrut anak-anak usia belasan tahun, waktu itu mereka masih SMP, tapi setelah besar mereka mahir membuat bom, salah satunya Ibadurrahman (19),” kata perwira tersebut yang ikut dalam penangkapan.

Ibadurrahman rupanya menurunkan kemahirannya merakit bom kepada teman-temannya yang lain. “Dia mendapat perintah dari seniornya yang ada di Lapas Kedungpane. kalau sudah bisa membuat bom supaya melakukan penyerangan terhadap polisi,” ujar sumber tersebut.

Perintah tersebut menjadi semacam ujian. Mereka yang dianggap mampu merakit bom dijanjikan terbang ke Suriah untuk ikut berperang.

“Dananya sudah disediakan dari seseorang napi teroris BN yang sekarang berada di Suriah,” bebernya.

Terkait sasaran terhadap pihak kepolisian, rupanya bukan isapan jempol. Setidaknya polisi mendapatkan pengakuan itu dari salah seorang tersangka yang ditangkap.

“Pengakuan salah seorang tersangka mereka akan menyerang Polsek di Pasar Kliwon yang mereka sempat survei. Juga beberapa rumah ibadah,” ujarnya.

Terkait dengan pendanaan terorisme, Densus 88 juga akan menerapkan UU 9/2013 tentang Tindak Pidana Pendanaan Terorisme.

“Kelompok ini lengkap, yang memerintah ada yaitu dari Lapas Kedungpane dan mensupport dana juga ada dan dari Suriah,” kata perwira tersebut.

Kapolda Jateng, Irjen Noer Ali dalam keterangannya, Jumat (14/8/2015), mengatakan tiga orang tersangka teror di Solo selain merencakanan teror ke kantor polisi dan tempat ibadah, juga menyasar peringatan kemerdekaan RI.

Adapun ketiga tersangka yang diamankan Densus 88 adalah Ibadurrahman sebagai penerima dana dan merakit bom, Yuskarman yang juga spesialis pembuat bom rakitan, dan Giyanto yang bertindak menyiapkan sarana dan prasarana perakitan bom dan ikut menyimpannya. Terkait temuan 21 bom, polisi mendapatkannya di sebuah rumah kos di Karanganyar.

Giyanto juga melakukan survei ke Polsek Pasarkliwon sebagai salah satu target. Giyanto juga disebut terlibat dalam kasus penembakan anggota Polri di Solo pada 2012.

(detik.com)

17 Agustus, Naik Kereta ke 7 Tujuan Ini Gratis

13 August 2015

keretaPT KAI Daops 8 Surabaya menggratiskan tiket tujuh kereta lokal bersubsidi. Program penggratisan tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-70 yang dibalut dalam ‘Program Merdeka’.

“Program ini juga digelar untuk mendukung program Kementerian BUMN yang bertajuk ‘BUMN Hadir untuk Negeri’,” kata Humas PT KAI Daops 8 Surabaya Sumaryono dalam siaran pers yang diterima detikcom, Kamis (13/8/2015).

Sumaryono menerangkan, KA gratis ini berlaku untuk keberangkatan kereta pada 17 Agustus 2015 mulai pukul 08.00 -17.00 WIB.

Tujuh kereta yang digratiskan adalah KA Jenggala (Sidoarjo – Mojokerto PP), KA Dhoho (Surabaya Kota – Kertosono – Blitar), KA Penataran (Surabaya Kota – Malang – Blitar), KRD Sidoarjo – Surabaya Pasar Turi – Bojonegoro PP, KRD Surabaya – Kertosono PP, Komuter Surabaya – Porong PP, dan KA Sulam (Surabaya Pasar Turi – Lamongan PP).

“Bagi masyarakat yang ingin menikmati program ini, dapat melakukan pembelian tiket seharga Rp 0 di stasiun untuk keberangkatan KA Lokal pada waktu tersebut,” lanjut pria asal Yogyakarta ini.

Sementara untuk masyarakat yang telah melakukan pemesanan tiket KA Lokal H-30 sebelum hari keberangkatan, biaya tiket akan dikembalikan 100% di loket stasiun tujuan. Masyarakat cukup menunjukkan bukti tiket KA Lokal

“Pengembalian biaya tiket dapat dilakukan hanya pada tanggal 17 Agustus 2015,” ujar Sumaryono.

Sumarsono menambahkan, meskipun gratis, masyarakat yang akan naik KA pada program tersebut tetap wajib bertiket. Dan daya tampung penumpang setiap KA tetap mengacu pada aturan yang berlaku, yaitu 150% dari tempat duduk.

(detik.com)

Mall BTM Bakal Gelar Bogor Festival Permata dan Batu Akik Nusantara 2015

12 August 2015

BTM-AkikBerbarengan dengan Peringatan HUT ke-70 Republik Indonesia, Mall BTM bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparek) Kota Bogor, akan menggelar Bogor Festival Permata dan Batu Akik Nusantara 2015, pada 15 hingga 30 Agustus 2015 mendatang.

Festival yang mengusung tema “Kemilau Agustus” ini, bakal memperebutkan piala Gubernur Jawa Barat,

Property Manager (PM) BTM, Dimas Mituhu Setyowusono dalam siaran persnya memaparkan, festival bertaraf Nasional ini merupakan kali kedua digelar Mall BTM, setelah sukses pada event pertamanya awal Januari 2015 lalu.

“Untuk kali ini lebih menasional dan memperebutkan piala Gubernur Jawa Barat,” papar Dimas dihadapan wartawan, Senin (10/8/2015).

Dalam Festival yang akan berlangsung selama dua pekan ini, lanjut Dimas, akan diisi dengan berbagai acara diantaranya, Grand Opening ACC Gems Lab, Gemstone Nusantara Expo, Gemstone Photo Contest, FPN Gemstone Contest, Kontes Batu Pandan, Kontes Drumer Merah Putih, Kontes Unik Iketan Batu dan Festival Akustik Nusantara.

“Kita juga adakan pemeriksaan kesehatan jantung dan kesehatan darah gratis serta donor darah pada 19 dan 20 Agutus,” lanjutnya.

Tak hanya itu, dalam fetival yang rencananya akan dibuka oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan ini, akan dilaksanakan pula lelang amal batu Sang Jendral oleh Wiranto selaku pembina Asosiasi Batu Mulia Indonesia (ABAMI).

“Hasil lelang akan disumbangkan seluruhnya untuk Legiun Veteran RI Bogor,” jelasnya.

Melalui event ini, terang Dimas, pihak Mall BTM bermaksud ingin mepromosikan batu lokal Bogor dan Jawa Barat yang kini mulai santer seperti batu akik Kiansantang.

“Dalam waktu dekat Mall BTM juga akan membangun Gems Lab. Nantinya Gems lab ini merupakan laboratorium Batu pertama di Jawa Barat yang berada di pusat perbelanjaan,” terangnya.

Untuk lebih memeriahkan festival, akan digelar pula Talk Show bersama artis pecinta Batu Akik seperti Fredy Element, Dyrga Dadali, Gideon Tanker dn Tiar Republik.

(Inilahbogor)

Sungai Cisadane Mengering, Pasokan Air di Tangerang Terganggu

11 August 2015

airBeberapa lokasi di Kabupaten Tangerang, khususnya di wilayah Gading Serpong, mengalami krisis air. Pasokan air bersih tiba-tiba saja terhenti menjelang sore hari.

“Kami bingung kenapa tiba-tiba airnya mati. Informasi dari perumahan sih bilang memang debit airnya kurang. Kami masih usaha mau cari sumber air,” kata salah satu warga, Agus (43), kepada Kompas.com, Senin (10/8/2015).

Rumah Agus di Sektor 6 Gading Serpong tidak mendapat air sejak pukul 16.00 WIB. Padahal, menurut Agus, tempat lain yang ada di sekitar rumahnya masih menerima aliran air.

Penghuni lainnya, Sheilla (20), kebingungan dengan kondisi ini. Mahasiswi salah satu universitas di wilayah Gading Serpong tersebut harus mencari tempat lain yang bisa ditumpangi agar besok pagi bisa mandi.

“Sampai kapan matinya kan enggak tahu. Kalau enggak mandi malam ini sih masih enggak apa-apa. Akan tetapi, kalau besok pagi mau aktivitas lagi dan belum mandi, kan repot juga,” tutur Sheilla.

Secara terpisah, Kepala Subbagian Informasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang Febi Wibowo mengakui ada penurunan debit air Sungai Cisadane hingga batas terendah akibat musim kemarau. Suplai air dari hulu pun semakin menipis.

“Saya dapat informasikan, memang betul air semakin sedikit. Debit air berkurang sangat banyak. Kita enggak bisa apa-apa, cuma bisa berdoa,” ujar Febi.

Ketiadaan pasokan air ini sendiri belum bisa diprediksi kapan akan kembali normal. Pasokan air ke wilayah Gading Serpong sendiri berasal dari Instalasi Pengolahan Air di Cikokol yang debit airnya sudah berkurang drastis.

Melalui sebuah surat edaran, Manajemen Paramount Land mengimbau kepada warga agar untuk sementara waktu mencari sumber air lainnya. Pihak manajemen juga menuturkan akan melakukan pendistribusian air bersih menggunakan mobil tangki sampai dua hari ke depan.

(Kompas)

Ahok Tak Percaya Klaim Pedagang di Jakbook Telah Jual Barang Murah

1 August 2015

ahokGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tidak memercayai ucapan peserta Jakbook dan Edufair 2015 yang mengaku telah menjual barang dengan harga murah. Ahok mengaku telah mengutus orang untuk memeriksa harga-harga di pameran itu.

“Enggak lah itu. Aku sudah cek, wong 75 persen (menjual barang lebih mahal dibanding pasaran),” ujar Ahok di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (1/8/2015).

Dia enggan mengomentari pengakuan para pedagang tersebut. Akibat hal ini, Ahok mengaku ragu untuk kembali membuat kerja sama dengan IKAPI selaku panitia pameran di kegiatan tahun depan.

“Aku enggak tahu juga (tahun depan apa akan kerja sama lagi). Wallahualam lah,” ujar dia.

Peserta festival Jak Book and Edu Fair 2015 sebelumnya mengeluhkan sepinya pengunjung acara tersebut selama beberapa hari terakhir. Mereka menilai sepinya pengunjung disebabkan aksi marah-marah Ahok ketika pembukaan acara pada Senin (27/7/2015).

Perwakilan peserta, Guntoro mengatakan, sepinya pengunjung berdampak terhadap minimnya pemasukan yang mereka terima. Padahal, ia mengaku sudah mengeluarkan investasi yang besar untuk mengikuti acara tersebut.

“Saya sudah mengeluarkan dana yang besar untuk tenaga pemasaran maupun gudang. Tapi omzet yang didapat tidak bisa menutupi pengeluaran,” kata dia.

Guntoro mengklaim harga perlengkapan sekolah yang mereka jual lebih murah dibanding harga yang ada di pasaran. Mereka bahkan menyatakan siap memberikan ganti rugi dua kali lipat kepada pembeli yang menemukan harga barang yang lebih mahal dibandingkan yang ada di pasar. (kompas.com)

6 Tewas Tertimbun Longsor di Padangsidimpuan

28 July 2015

longsorEnam orang tewas dan beberapa terluka dalam musibah longsor yang melanda permukiman warga di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara (Sumut). Para korban segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Proses evakuasi korban longsor itu berlangsung hingga Selasa (28/7/2015) subuh. Satu per satu korban berhasil dievakuasi warga bersama petugas dari lokasi kejadian di Lingkungan V, Kelurahan Wek II, Kecamatan Padangsidimpuan Utara.

Para korban tewas tersebut, yakni Maryam Lubis (6), Ibrahim Lubis (2 bulan), Maryam Piliang (5), Zainab Piliang (4), Nur Aini (30) dan Mhd Al Imam (9).

Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Pol Helfi Assegaf menyatakan, berdasarkan laporan yang diterima, musibah tanah longsor itu terjadi pada Senin (27/7) sekitar pukul 17.30 WIB. Longsor tersebut menimpa satu unit rumah semi permanen milik Bisri Lubis (38).

“Saat itu hujan cukup deras, sebanyak 10 orang yang berada di dalam rumah tersebut terseret dibawa tanah longsor,” ujar Helfi.

Proses evakuasi segera dilakukan warga dan berhasil menyelamatkan empat korban. Termasuk Aisyah, bocah perempuan berusia sembilan tahun yang terperangkap di longsoran selama hampir sepuluh jam.

(detik.com)

Percuma Mudik Jakarta-Pejagan 3 Jam, Keluar Tol Macet dan Biangnya di Klonengan

17 July 2015

macetBoleh saja mudik jadi ringkas dengan adanya tol dari Jakarta hingga sampai ke Pejagan. Tapi begitu keluar tol, macet mendera dan bisa berjam-jam.

“Percuma saja Jakarta Pejagan 3 jam, begitu belok ke Klonengan tetap parkir,” terang Khaerudin pemudik yang hendak ke Bumiayu, Jateng, Jumat (17/7/2015) dini hari.

Khaerudin dan keluarganya hingga dini hari ini masih terjebak di kawasan Larangan. “Titik macetnya, nerakanya itu di Pertigaan Klonengan, di situ ada juga rel kereta ganda,” imbuh Khaerudin.

Karenanya, dia menyarankan, sebaiknya pemerintah membuat jalan layang agar pengendara tak terjebak macet parah yang berjam-jam.

“Solusinya dibuat underpass atau jalan layang di Klonengan, biar nggak berhenti tiap kali kereta lewat,” tutup dia.

(detik.com)

Sopir Bus Maut PO Rukun Sayur Menyerahkan Diri

16 July 2015

mobil ruku sayurSularto, sopir bus Perusahaan Otobus (PO) Rukun Sayur yang mengalami kecelakaan maut di Tol Palikanci, menyerahkan diri ke polisi diantar keluarganya. Sularto yang secara resmi hanyalah kernet adalah yang mengemudikan bus maut itu ketika terjadi kecelakaan hingga menewaskan belasan penumpang dan puluhan lainnya mengalami luka serius.

Sularto adalah warga Dusun Krangean, Tawangmangu, Karanganyar, Jateng. Dia menyerahkan diri ke Mapolres Karanganyar. pada Rabu (15/7/2015) malam diantar oleh keluarganya. Polisi selanjutnya segera melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.

“Yang bersangkutan datang sendiri datang diantar keluarganya. Beberapa saat setelah terjadi kecelakaan, kami memang sudah mendatangi rumahnya namun saat itu keluarga menginformasikan bahwa yang bersangkutan bleum pulang ke rumah,” ujar Wakapolres Karanganyar, Kompol Rudi Hartono.

Kepada keluarga, lanjut Rudy, polisi memberikan pemahaman agar bisa bekerjasama, jika Sularto suatu saat pulang ke rumah agar diserahkan kepada polisi untuk menjalani proses hukum. Pendekatan tersebut mendapat sambutan baik dari keluarga yang kemudian menginformasikan kepada polisi ketika Sularto pulang ke rumah.

Sularto yang sebenarnya bekerja sebagai kernet di PO Rukun Sayur, adalah yang mengemudikan bus PO Rukun Sayur AD 1543 CF ketika terjadi kecelakaan di Tol Palikanci. Bus naas itu merupakan salah satu dari tiga bus milik PO Rukun Sayur yang disewa untuk mengangkut para pemudik dari Jakarta menuju Jateng.

(detik.com)

Jaga Kekompakan, TNI-Polri di Tanjung Priok Gelar Tarawih Bersama

15 July 2015

tni dan polriDalam rangka meningkatkan sinergitas antarlembaga, TNI dan Polri melakukan kegiatan bersama. Di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok, Polres Pelabuhan Tanjung Priok dan Batalyon Angkutan Air Angkatan Darat Pelabuhan Tangjung Priok menggelar tarawih bareng.

“Kegiatan ini untuk menjaga selalu keharmonisan dan kekompakan antara Polri dan TNI di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok,” ungkap Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Hengki Haryadi kepada detikcom, Selasa (14/7/2015).

Momen ramadan ini dimanfaatkan kedua pihak untuk melakukan kegiatan bersama yaitu dengan buka puasa bersama dan tarawih bareng. Tadi malam, tarawih antar-dua lembaga ini dilakukan di Markas Komando Yon Ang Air AD.

“Nanti giliran di Polres Pelabuhan Tanjung Priok, jadi sekalian berkunjung kita biar semakin erat,” imbuhnya.

Hengki menambahkan, kegiatan kebersamaan antara TNI dan Polri ini tidak hanya dilakukan pada bulan puasa. Di bulan biasa, TNI-Polri juga bekerjasama dalam menjaga wilayah Pelabuhan Tanjung Priok yang menjadi pintu utama perekonomian Negara.

“Kami saling mendukung dalam upaya mengamankan Pelabuhan Tanjung Priok dalam upaya mendukung perekonomian nasional,” tuturnya.

(detik.com)

Masjid-Masjid Paling Bersejarah Di Jawa Barat

14 July 2015

Bagi Anda penyuka wisata sejarah, saatnya Anda menjambangi masjid-masjid bersejarah di Jawa Barat. Selain beribadah, tentunya Anda akan mengetahui ihwal sejarah yang melingkupi, dan berikut adalah 5 Masjid Bersejarah di Jabar berikut ini:

 

1. Masjid Raya Bandung

Masjid baru ini menggantikan Masjid Agung yang lama, yang bercorak khas Sunda. Pada saat Konfrensi Asia-Afrika pada tahun 1955, Masjid ini menjadi tempat beribadahnya peserta konfrensi yang beragama Islam. Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat selesai dibangun kembali pada 13 Januari 2006. Pembangunan itu termasuk dengan penataan ulang Alun-alun Bandung, pembangunan dua lantai basement dan taman kota sekaligus halaman masjid yang dapat dipergunakan untuk kegiatan seni budaya serta salat Idul Fitri dan Idul Adha.

Mesjid-Raya-Bandung

Secara resmi pembangunan fisik masjid, membutuhkan waktu : 829 hari atau 2 tahun 99 hari, sejak peletakan batu pertama 25 Februari 2001 sampai peresmian Masjid Raya Bandung 4 Juni 2003 yang diresmikan oleh Gubernur Jabar saat itu: H.R. Nuriana. Biasanya di bulan Ramadhan seperti ini, menara masjid menjadi lokasi menarik untuk ngabuburit, sekaligus menikmati pemandangan Bandung di waktu menjelang malam.
2. Masjid Manonjaya, Tasikmalaya

Masjid Manonjaya yang dibangun pada tahun 1832 berkaitan erat dengan sejarah Kerajaan Sukapura dan proses berdirinya Ibukota Tasikmalaya. Hingga saat ini, masjid atau disebut juga dengan “kaum” masih berdiri dengan megahnya. Kondisi keaslian bangunannya pun masih tetap terjaga dan terawat.

Mesjid-Manonjaya-Tasikmalaya

Anda akan mendengar sebuah cerita yang menyebutkan bahwa kedua menara atau kubah (menara pelangan/laki-laki dan menara pawadonan/perempuan) dengan mahkota antiknya masih seperti bentuk aslinya. Kedua mahkota yang pada puncaknya berbentuk kuncup bunga ini merupakan hasil pemberian Syeikh Abdul Muhyi dari Goa Pamijahan sekitar abad ke-18 M. Kedua kubah “kaum” ini mempunyai makna tersendiri. Bagian bawah Kubah Pelangan ditujukan untuk tempat beribadah kaum laki-laki, sedang di bawah Kubah Pawadonan untuk tempat ibadah perempuan. Bahan kedua kubah terbuat dari keramik yang berasal dari Kawasem, Jawa Tengah.

Selain itu, Anda juga akan melihat dengan konnstruksi beton masjid yang kokoh dan berarsitektur campuran budaya Islam (Timur Tengah) dan Eropa. Masjid ini mampu menampung jamaah sebanyak 5.000 orang. Denah bangunannya berupa persegi panjang dengan serambi depan yang luas dan memiliki banyak tiang penyangga. Dindingnya terbuat dari beton dengan motif hias bergalur dan bermotif flora.
Bangunan masjid ini beratap genteng dan tampak seperti 2 bagian karena serambi yang bertiang 61 tiang diapit oleh 2 menara beton berjendela dan berpintu. Bentuk tiang penyangganya membulat dengan diameter ± 1,5 m dan tinggi 5m. Menara memiliki 6 jendela rangkap berdaun ganda berukuran ± 2 m x 1 m, terbuat dari kayu dan kaca. Pintu masjid terbuat dari kacandan kayu berukuran 3 m x 1,20 m dengan daun ganda dan berventilasi pada bagian atasnya. Jendela masjid berdaun ganda terbuat dari kayu berkisi-kisi dengan ukuan 2m x 1,5m. Bangunan didirikan di atas sebuah halaman yang cukup luas dengan taman dan bangunan tambahan.
3. Masjid Besar Tegal kalong, Sumedang

Decak kagum mungkin akan keluar dari mulut Anda ketika melihat Masjid Besar Tegal Kalong. Masjid pusaka yang dibangun oleh R. Suriadiwangsa sekitar tahun 1600-an ini memiliki ukuran 22 x 8 m. Ruang utamanya dilengkapi dengan pintu-pintu dan jendela-jendela. Masjid ini beratap tumpang yang disangga empat tiang utama atau saka guru dengan puncaknya dilengkapi dengan mustaka. Selain ruang utama, masjid dilengkapi juga dengan teras dan tempat wudhu. Pada bagian masjid terdapat halaman yang dilengkapi dengan pagar keliling dengan dua pintu.

Masjid-Besar-Tegal-kalong-Sumedang

Tegal Kalong dalam sejarah Sumedang merupakan ibu kota Kerajaan Sumedanglarang setelah dipindahkan dari Dayeuh Luhur pada tahun 1600-an. Pemindahan ini terjadi pada waktu R. Suriadiwangsa menggantikan ayahnya, Prabu Geusan Ulun. Setelah Kerajaan Sumedanglarang menjadi daerah kekuasaan Mataram Islam, tempat ini oleh R. Suriadiwangsa dijadikan pusat pemerintahan Kabupaten Sumedang. Salah satu peristiwa sejarah yang cukup penting di masjid ini adalah ketika pada tahun 1786 terjadi serangan tentara Kesultanan Banten yang dipimpin oleh Cilik Widara. Serangan dilakukan ketika Bupati dan para pejabat serta masyarakat sedang menjalankan shalat Hari Raya Idul Fitri, yang mengakibatkan banyak jatuh korban di pihak Sumedang. Setelah peristiwa tersebut, pusat pemerintahan dipindahkan ke pusat kota yang sekarang. Peristiwa yang memilukan tersebut juga berakibat lain adalah tabu bagi para bupati selanjutnya bila shalat Idul Fitri jatuh pada hari Jumat untuk shalat di ibu kota Sumedang.
4. Masjid Cipari Wanaraja, Garut

Masjid ini didirikan pada masa Kolonial Hindia Belanda, tepatnya tahun 1936. Pendirinya adalah K.H. Yusuf Taudziri. Masjid ini selain berfungsi sebagai masjid dan pesantren, pada zaman kolonial digunakan sebagai tempat latihan perang, pertahanan, dan berdirinya PSII cabang Garut; Pada zaman kemerdekaan sebagai basis latihan tentara pejuang dan dapur umum; zaman pemberontakan DI/TII dijadikan tempat pengungsian, perawatan pejuang yang terluka ketika kembali dari hijrah ke Yogyakarta, tempat perlindungan para pejuang dan keluarganya, dapur umum, serta latihan perang; Pada zaman G30S/PKI dijadikan tempat perjuangan melawan PKI, tempat pertemuan para ulama, pertahanan dan perlindungan, serta dapur umum. Sekarang berfungsi sebagai masjid dan madrasah.

Masjid-Cipari-Wanaraja-Garut

Masjid Cipari Wanaraja berdenah persegi panjang berukuran 30 m x 10 m dengan lantai ditinggikan ± 1 m. Memiliki atap genteng dengan dinding tembok beton; 3 pintu kaca dan kayu bagian bawahnya berukuran 2 m x 1 m; 5 anak tangga menuju pintu masuk; 40 jendela kaca berkuran 120 cm x 60 cm (bawah) dan 100 cm x 60 cm (atas) dalam façade bagunan berjejer di samping kiri-kanannya dengan ventilasi beton; menara beton di atas atap; dan tangga menuju menara berada dalam 2 ruangan di bagian belakang bangunan.
5. Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Cirebon

Untuk memudahkan penyebaran agama Islam, para wali mendirikan masjid bagi masyarakat Cirebon. Masjid ini diberi nama Masjid Agung Sang Cipta Rasa, didirikan pada tahun 1498 M. ‘Sang’ artinya keagungan, ‘cipta’ artinya yang dibangun dan ‘rasa’ artinya digunakan. Secara arsitektur, masjid ini bercorak seperti candi Hindu. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan lingkungan sekitar di mana agama dan budaya Hindu masih kental di Cirebon saat abad 15 itu.

Masjid-Agung-Sang-Cipta-Rasa-Cirebon
Bagian pondasi bangunan terdiri dari batu bata merah yang disusun rapi dengan tiang penopang dari kayu jati. Secara umum, masjid ini terdiri dari 2 bagian ruangan salat, luar dan dalam atau ruangan utama. Bagian luar berbentuk seperti teras keraton/kesultanan. Bangunan ini tidak terasa aneh, karena Cirebon memiliki dua kesultanan yaitu Kanoman dan Kasepuhan. Di bagian luar masjid nampak berdiri tiang-tiang penyangga dari kayu jati berwarna coklat kehitaman. Bahkan satu tiang kayu jati yang ditanam oleh Sunan Kalijaga masih kokoh berdiri sampai sekarang. (**) (Berbagai Sumber/fokusjabar.com)

Next Page »