Jalan Diperbaiki Pekan ini Tanpa Perbaikan Drainase
18 May 2013 6 views
Proyek perbaikan jalan dimulai pekan ini di enam ruas jalan, tapi tidak diiringi perbaikan saluran air (drainase). Dari 110 paket pengerjaan jalan, hanya proyek di Jalan Jenderal Ahmad Yani ada perbaikani drainase dan kirmir sungai.
Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kota Bandung Iming Ahmad mengatakan, enam lokasi akan diperbaiki dengan beton yakni Jalan Elang Raya, Sukahaji, dan Bumi Asih Raya. Sementara, pengaspalan akan segera dilakukan di Jalan Ahmad Yani, Pahlawan dan Dirgantara.
Menurut Iming, untuk perbaikan drainase di Jalan Ahmad Yani telah disediakan 28 paket pengerjaan, dan dikelola pemenang lelang. Menurutnya, perbaikan drainase ini dibutuhkan karena sistem pengaliran air di Kota Bandung sudah rusak parah oleh tumpukan sampah dan sedimentasi sehingga terjadi penyempitan dan pendangkalan. “Pengerukan sampah sudah dilakukan sejak Januari di 52 titik,” ujar Iming.
Saat ini telah dibuka lelang 50 proyek perbaikan drainase di antaranya di Rancabolang Kecamatan Gedebage, Jalan Puskesmas Cempaka Arum, Jalan Terusan Buah Batu, Jalan Cihampelas (Wastukancana-Padjajaran), dan lainnya. “Perbaikan drainase dipaketkan dengan perbaikan trotoar dan peningkatan jalan,” ujar Iming.
Sebaliknya, dari 330 paket perbaikan jalan yang dilelang hanya sebagian kecil yang disertai perbaikan drainase.
Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung Entang Suryaman menyesalkan masih ada perbaikan jalan tidak disertai perbaikan drainase. “Seharusnya perbaikan jalan satu paket dengan drainase apalagi anggaran perbaikan jalan tahun 2013 cukup besar Rp 300 miliar. (*)
sumber:tribunnews.com
Harga Daging Ayam di Banjar Melonjak
15 May 2013 15 views
Harga daging ayam melonjak hingga Rp 30.000 per kilogram. Diperkirakan kenaikan harga yang mulai berlangsung sejak Rabu (15/5/2013) bakal terus berlangsung , hinga menjelang bulan ramadhan.
Pantauan di pasar tradisional terbesar di kota Banjar, Pasar Gede saat ini harga daging ayam mencapai berkisar antara Rp 29.000 – Rp 30.000. Harga tersebut naik sebesar Rp 2.000 dibandingkan sehari sebelumnya, berkisar antara Rp 27.000 – Rp 28.000 per kilogram.
Naiknya harga daging ayam juga tidak pelak membuat pedagang sempat kesulitan untuk menjual, karena sejumlah konsumen terpaksa membatalkan pembelian.
Pedagng juga mengeluhkan kenaikan harga tersebut. Mereka harus menghadapi dilema apabila harga tidak dinaikkan, maka pedagang bakal mengalami rugi. Sebaliknya apabila harga terlampau mahal, penjualan bakal terus menurun.
“Saya juga kaget dengan kenaikan yang sangat tinggi. hari ini naik Rp 2.000 per kilogram dibandingkan sehari sebelumnya. beberapa calon pembeli juga ada yang membatalkan niatnya, begitu diberi tahu harga sudah naik. Biasanya kenaikkan tidak sebegitu tinggi seperti sekarang, hanya berkisar Rp 500 – Rp 1.000 per kilogram. Saya juga tidak tahu mentgapa naiknya demikian tinggi,” ungkap salah seorang pedagang daging ayam di pasar gede kota banjar Ny. Esih.
Dia menungkapkan tidak bisa memprediksi apakah kenaikan harga dagiung ayan akan terus berlangsung atau kembali tutrun. Alasannya karena selama ini pedagang hanya sebatas membeli dari peternak.
“Saya tidak tahu apakah bakal terus naik atau tidak. yang pasti jika harga terus melonjak, pedagang akan kesulitan menjualnya,” tuturnya.
Esih menambahkan biasanya kenaikan harga daging ayam mulai berlangsung sekitar sebelumn memasuki bulan puasa. Hanya saja saat ini, kenaikan harga lebih cepat dibandingkan kondisi sebelumnya.
“Umumnya kenaikan harga berlangsung sekitar sebelum puasa, akan tetapi saat ini harga sudah naik,” ujarnya.
Hal senada djuga dikemukakan pedagang ayam lainnya, Ny. Idah. Dia mengaku naiknya harga dagiung ayam, berdampak pada menurunnya penjualan.
“Biasanya sehari bisa habis sampai 45 kilogram. Tetapi hari ini, hingga menjelang sore barang dagangan belum habis,” tuturnya.
Terpisah Ketua PPAN (Persatuan Peternak Ayam Nasional) Pringan Heri Dermawan mengatakan bahwa naiknya harga daging ayam berlangsung sejak hari Selasa (14/5/2013). Kenaikan itu dipicu oleh sedikitnya pasokan ayam di tingkat peternak.
Sejak dua bulan belakangan ini, peternah tidak bergairah memasukan DOC (day old chiken) atau ayam umur se hari ke kandang, karena harganya yang anjlok. Akibatnya harga dibawah biaya operasional atau pemeliharaan, menyebabkan peternak mengalami kerugian besar.
“Bahkan di kandang harga pernah menyentuh Rp 12.000 per ekor, padahak untuk sampai pada harga keseimbangan atau break even point (BEB) minimal Rp 15.000. Dengan kondisi itu memang ada penurunan produksi sekitar 20 persen dibandingkan keadaan normal yang mencapai 2 juta ekor ayam per bulan,” ungkapnya.
Dia menambahkan dengan harga saat ini di kandang hanya Rp 15.500 per ekor, peternak masih belum mendapatkan keuntungan. Hanya saja karena untuk menjaga kelangsungan peternakan maupun memenuhi kebutuhan masyarkaat, peternak tetap memasukkan ayam ke kendang.
“Apabila harga naik peternak tentu bakal kembali bergairah menjalankan usahanya. Terus terang sejak dua bulan lalu, peternak rugi,” kata Heri.
Lebih lanjut Heri mengatakan bahwa harga ayam saat ini bakal berdampak pada stok dan harga ayam menjelang bulan puasa atau Ramadhan.
Apabila saat ini atau pada bulan Mei harga ayam anjlok, maka bulan Juni peternak tidak memasukkan ayam ke kandang atau peternak bakal mengurangi produksi.
“Dampak kekurangannya bakal dirasakan hingga memasuki bulan puasa. Untuk itu harga daging ayam harus terus dirangsang sehingga peternak kembali mendapatkan untung,” ungkapnya.(A-101/A-89)***
sumber+foto:pikiran-rakyat.com
Meneg BUMN Genjot Produksi Padi Sumedang
13 May 2013 240 views
Kementerian BUMN menerapkan Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K) 2013. Hal ini untuk mempermudah petani mendapatkan pupuk dan menggenjot produksi padi nasional.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, saat ini pemerintah sudah menyediakan kemudahan bagi petani melalui BUMN untuk memberikan bantuan bibit unggul dan pupuk. Penerapan Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K) 2013 seluas 2,6 juta hektare ini agar produksi padi di Indonesia semakin meningkat.
“Banyak petani ketika panen tidak menyediakan uang hasil panen untuk dicadangkan membeli benih, tidak mencadangkan uang untuk beli pupuk,” kata Menteri BUMN Dahlan Iskan setelah tanam perdana GP3K sekaligus pencanangan program pemupukan berimbang 5 – 3 – 2 bersama PT Pupuk Indonesia, di Desa Gunasari, Kecamatan Sumedang Selatan, kemarin. Karena petani tidak memiliki uang, kata Dahlan, mereka cenderung membeli pupuk yang lebih murah.
Dampaknya, petani hanya mendapatkan pupuk tidak unggul, bahkan pupuk palsu. Dari pantauan KORAN SINDO, pada tanam perdana tersebut Dahlan Iskan bersama jajaran PT Pupuk Indonesia menanam langsung padi pada sepetak sawah yang sudah digarisi dengan sistem jejer legowo II. Setelah penanaman itu, Dahlan Iskan langsung mencuci bagian tangan dan kaki yang kotor di sungai yang tidak jauh dari lokasi penanaman. “Para petani tidak punya uang untuk membeli benih unggul, dan tidak punya uang untuk beli pupuk, maka bergabunglah ke GP3K.
BUMN yang memberikan benih unggul dan pupuk. Kemudian, para petani dapat membayar setelah panen dan tanpa bunga,” kata Dahlan. Setelah tanam langsung, Dahlan Iskan memberikan kesempatan bagi para petani untuk mengetahui lebih jauh tentang pupuk NPK komposisi 15 – 15 – 15, dan meminta pendapat kepada para petani apakah penanaman perdana GP3K di Desa Gunasari tersebut akan menambah hasil produksi pada saat panen nanti atau tidak. Petani yang berhasil menjawab mendapatkan hadiah sebesar Rp1 juta.
“Dengan demikian, tidak ada alasan produksi kita berkurang karena benihnya kurang baik, karena tidak punya uang. Tidak ada alasan. Tapi, petani tidak boleh perorangan. Harus satu kelompok tani, nanti lapor ke BUMN,” kata Dahlan. Kepala Badan Peningkatan Ketahanan Pangan, Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (BKP4K) Kabupaten Sumedang Ari Kusnadi mengatakan, produksi padi di Kabupaten Sumedang surplus sekitar 1.986 ton per tahun.
“Namun, tantangan akan lebih berat pada tahun-tahun yang akan datang dengan pembangunan mega proyek Waduk JatigededanTolCisumdawu. Alih lahan akibat kedua proyek ini sekitar 2.500 hektare,” kata Ari. zulfikar
Hasil Pencarian:
Gunung Papandayan Masih Siaga, Warga Dilarang Mendekat
12 May 2013 38 views
Hingga Sabtu 11 Mei 2013 malam ini, aktivitas gunung Papandayan Garut masih terpantau tinggi. Warga diimbau tidak mendekati areal kawah Papandayan dengan radius 2 Km.
Menurut petugas Pos Pengamatan gunung Papandayan Garut, Momon, jika aktivitas gunung Papandayan terus meningkat, bukan tidak mungkin akan keluar asap beracun yang berbahaya jika terhisap manusia.
“Untuk saat ini memang tidak ada gas beracun yang keluar, tetapi warga diimbau agar tidak mendekati kawah,” ujar Momon, kepada VIVAnews.
Data di Pos Pengamatan gunung Papandayan, aktivitas gunung Papandayan sejak jam 12 malam sampai pukul 18.00 WIB sore tadi, terjadi 5 kali gempa tektonik jauh, 50 kali gempa tektonik lokal, 3 kali gempa vulkanik dalam, 27 kali vempa vulkanik dangkal dan 1 kali terjadi gempa tornelo.
“Kalau berdasarkan angka, dibading hari kemarin memang malam ini terhitung menurun,” katanya.
Untuk suhu kawah masih relatif stabil, sekitar 226 derajat celsius. Kepulan asap putih tipis dan tebal masih membumbung ke udara dengan ketinggian antara 30 hingga 50 meter.
Sebelumnya, Minggu 4 Mei 2013 lalu, sekitar pukul 12.00 WIB, Badan Pusat Vulkanologi Mittigasi Bencana Geologi, menaikkan status gunung Papandayan dari waspada menjadi siaga pada level III.
sumber+foto:vivanews
Hasil Pencarian:
Kemendikbud Bentuk Tim Nasional Gunung Padang
12 May 2013 26 views
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membentuk Tim Nasional Gunung Padang untuk menindaklanjuti temuan-temuan Tim Riset Terpadu atas lokasi itu, yang diinisiasi Staf Khusus Presiden Andi Arief. Tim Nasional ini akan melibatkan pakar lintas ilmu dan lintas instansi.
“Kami siap saja nanti diikutkan,” kata arkeolog Ali Akbar yang memimpin Tim Riset Terpadu Gunung Padang, saat dihubungi VIVAnews Minggu 12 Mei 2013. “Saya siap melaporkan semua hasil riset saya nanti,” kata arkeolog dari Universitas Indonesia itu.
Ali menyambut baik hasil pertemuan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Riset dan Teknologi, serta ahli dari berbagai latar keilmuan pada 10 Mei lalu. Pertemuan itu sepakat membentuk Tim Nasional Gunung Padang. Situs itu berlokasi di Dusun Gunungpadang dan Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Staf Khusus Presiden bidang Bencana Alam dan Bantuan Sosial, Andi Arief, menyampaikan, formatur tim dipimpin mantan Sekretaris Direktorat Jenderal Purbakala Soeroso yang juga seorang arkeolog. Formatur terdiri dari:
1. Drs. Soeroso MP, M.Hum;
2. Prof. Dr. Mundardjito;
3. Prof. Ris. Dr. Sutikno Bronto, M.Sc;
4. Dr. Bambang Sulistyanto;
5. Dr. Danny Hilman;
6. Dr. Budianto Ontowiryo;
7. Dr. Bambang Rudito, M.Sc;
8. Ir. Joko Nugroho, M.Sc; dan
9. Drs. Junus Satrio Atmojo, M.Hum.
Tim Formatur ini nanti menyiapkan Tim Nasional Gunung Padang, termasuk menyiapkan roadmap penelitian Gunung Padang yang dimasukkan dalam anggaran 2013 sehingga bisa dilaksanakan pada 2014. Penelitian yang dilakukan harus berwawasan pelestarian, sementara Tim Riset Terpadu yang sudah bekerja lebih dulu disilakan terus melakukan riset namun dengan koordinasi.
Sementara Pusat Penelitian Arkeologi Nasional diberi kewenangan untuk merangkum hasil-hasil penelitian. Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Pernuseuman diberi kewenangan untuk membuat masterplan. Kemudian situs Gunung Padang perlu segera ditetapkan statusnya oleh Tim Ahli cagar Budaya.
sumber+foto:vivanews
Hasil Pencarian:
- Aher akan sewakan rumah 500 unit untuk korban longsor cigimtung majalengka kabar paling terbaru (1)
- elizabet indoguna dan fathona (1)
- informasi terbaru gunung padang mei 2013 (1)
- situasi baru gunung papandayan garut (1)
- situasi baru gunung papandayan garut mei 2013 (1)
Sebanyak 750.000 E-KTP di Kab. Bandung Belum Beres
11 May 2013 34 views
Sebanyak 750.000 Kartu Tanda Penduduk secara elektronik (e-KTP) di Kabupaten Bandung masih belum beres dari target yang harus selesai pada Desember 2012.
Ratusan ribu yang belum beres ini dari total wajib pembuat e-KTP sebanyak 2,56 juta jiwa. Rencananya e-KTP ini diselesaikan pada Juli 2013. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bandung Salimin mengatakan, proses pembuatan e-KTP di wilayah Kabupaten Bandung mengalami berbagai kendala, mulai dari minimnya alat perekam dan sulitnya pinjaman perekam dari daerah lain.
”Memang beberapa waktu lalu kami pernah diberikan pinjaman alat perekam dari Kabupaten Sumedang, tapi sekarang sudah diambil lagi,” ujarnya kemarin. Pemkab Bandung terus mengejar pembuatan e-KTP secara cepat dan akurat guna memberikan pelayanan masyarakat sesuai perintah pusat.
”Jadi kami upayakan Juli 2013 sudah beres direkam semuanya. Lalu, pada Agustus hingga Oktober sudah beres dicetak, dan November hingga Desember 2013 sudah bisa didistribusikan,” jelasnya. Salimin menjelaskan, alasan bulan Juli harus selesai perekaman dan Desember harus didistribusikan, karena 1 Januari 2014 bila masyarakat belum melakukan perekaman pembuatan e- KTP, maka orang tersebut dinyatakan tidak memiliki identitas. ”Begitu aturannya,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, dia mengimbau masyarakat untuk tidak memfotokopi e-KTP. Karena hal tersebut mengacu surat edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) No 471.13/1826/SJ tentang larangan memfotokopi e-KTP. ”Kalau difotokopi, maka akan merusak data yang simpan atau chip pada e-KTP tersebut. Selain itu bakal merusak bentuk fisik e-KTP yang terbuat dari bahan plastik tipis,” terangnya.
Jika nantinya untuk kebutuhan yang biasa difotokopi seperti ke bank atau membuat surat kehilangan kepada polisi, dia mengatakan, pihak kepolisian atau bank harus menyiapkan card reader atau alat pembaca chipe-KTP. ● iwa ahmad sugriwa
“Launching” Gelora Bandung Lautan Api Dilakukan Dada Tadi Malam
11 May 2013 68 views
Sudah lama ditunggu-tunggu, akhirnya Stadion Bandung Lautan Api resmi diresmikan oleh Walikota Bandung, Dada Rosada, Jumat (10/5) malam. Dalam sambutannya, Dada mengatakan, Stadion BLA ini merupakan kedua yang terbesar di Indonesia, setelah Stadion Gelora Bung Karno.
Hadir dalam pembukaan itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Wakil Gubernur Jabar Yusuf Macan Effendi. Dada berharap, Stadion BLA ini akan bisa melahirkan atlet-atlet berprestasi di Kota Bandung khususnya dan Jawa Barat pada umumnya.
Dada mengatakan, pendanaan Stadion Gelora BLA ini berasal dari APBD Pemprov Jabar Rp285 milyar dan sisanya APBD Pemkot Bandung. Total Rp970 milyar.
Walaupun hujan mengguyur deras, peresmian tetap berlangsung meriah. Beberapa kesenian ditampilkan dalam acara itu. Gemuruh suara yang hadir menggema di stadion saat acara peresmian semalam. (wdj)
sumber+foto:fokusjabar.com
Hasil Pencarian:
- launching gelora bandung lautan api (1)
- Launching Gelora BLA (1)
- launching stadion gelora bandung lautan api (1)
- soft launching gelora bandung lautan api (1)
Geledah Kos di Kiaracondong, Densus 88 Amankan Senpi & Amunisi
10 May 2013 38 views
Tim Densus 88/Antiteror mengamankan senjata api dan puluhan amunisi dari kamar kos di Jalan Arum Sari 7, Kiaracondong, Bandung. Barang bukti ini ditemukan di kamar kos yang disewa Tedi, yang kini berstatus buronan.
Dari hasil penggeledahan, Kamis (9/5/2013), Densus 88/Antiteror menemukan 1 senjata api laras panjang US Carbine lengkap dengan amunisinya sebanyak 20 butir dan peredam senjata laras panjang.
Ditemukan juga 5 butir amunisi 9 mm dan 15 butir peluru kaliber 38 special. “Kedua jenis amunisi ini oleh pelaku telah digergaji dan dikeluarkan serbuk amunisinya,” ujar Kapolrestabes Bandung, Kombes Abdul Rakhman Baso kepada wartawan.
Barang bukti yang disita akan diteliti oleh Tim Inafis dan Puslabfor Polri. “Untuk serbuk amunisi masih diteliti di Puslabfor,” katanya.
Menurut Abdul Rakhman, penggeledahan tempat kos ini terkait dengan penyergapan terduga teroris di Kampung Batu Rengat, Desa Cigondewah Hilir, Margaasih.
Penggeledahan di Kiaracondong melibatkan Tim Densus 88/Antiteror, tim Inafis Polrestabes Bandung dan unit penjinak bom.
(fdn/nvc)
sumber:detik.com
Detik-detik Penggerebekan Densus dan Sengitnya Perlawanan Teroris
9 May 2013 49 views
Nani Nabila (35) terlihat panik. Dia hilir mudik, lalu menangis menjerit-jerit saat sejumlah personel Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror Polri menyerbu pekarangan rumahnya di Kampung Baturengat, Cigondewah Hilir, Kabupaten Bandung. Tangis semakin menjadi karena mengetahui dua anaknya yang masih kecil, Jasen (4) dan Merlin disandera terduga teroris.
Ramdhan Wijaya Umbara warga yang tinggal sekitar 100 meter dari lokasi penyergapan mengatakan melihat Nani menangis meratapi nasib anak-anaknya.
“Ibu Nani itu menangis sejak pagi. Warga menduga anak ibu itu, umurnya sekitar lima tahunan yang disandera kelompok teroris,” ujar Ramdhan saat berbincang dengan Tribunnews.com melalui telepon tadi malam.
Dia mengaku mengetahui sejak awal proses penyerbuan. Sekitar pukul 09.00 WIB, sepasukan Densus memasuki perkampungan yang merupakan sentra industri garmen tersebut. Sejak pagi, pasukan menggunakan pakaian preman dengan menggunakan topi penutup wajah.
Begitu tiba, Densus langsung memblokir jalan. Situasi menegangkan, warga panik, histeris, menangis.
“Yang menangis ada satu dua orang. Tapi si ibu Nani, dari pagi menangis, dari jam sembilanan. Dia adiknya yang punya warung, dan Densus menembak dari belakang rumahnya,” kata Ramdhan yang lulus dari Pondok Pesantren AlBasyariyah dan berjarak tak jauh dari rumah kontrakan terduga teroris.
Ketua RT 2 RW 8 Mohammad Sodik mengatakan hal serupa.
“Pelaku menyandera dua anak kecil di dalam rumah kontrakan,” kata M Sodik. Menurutnya Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri lama tembak-menembak dengan lima orang terduga teroris di sebuah rumah kontrakan. Tim Densus belum bisa melumpuhkan terduga karena mereka menyandera dua orang anak di dalam rumah tersebut.
Polisi tak berani masuk dan memberondong tembakan karena takut mengenai kedua anak yang disandera. Ia mengatakan, pelaku memberikan perlawanan kepada aparat polisi yang mengelilingi rumah tersebut.
Polda Jawa Barat membantah adanya informasi tersebut.
“Tidak ada penyanderaan,” ujar Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Martinus Sitompul.
Gofar (38), suami Nani, dan ayah dua anak yang jadi korban sandera mengaku kaget mendapat kabar dua anaknya disebut-sebut menjadi sandera teroris. Terlebih, terduga teroris yang diberitakan media massa adalah tetangga sebelah kontrakannya selama ini.
Ia penghuni rumah kontrakan yang bersebelahan dengan kamar terduga teroris.
Pria yang sehari-hari berjualan martabak di salah satu sekolah tak jauh dari rumahnya itu pun bergegas pulang. Ia bersyukur, ternyata kedua anaknya Jasen (4) dan Merlin serta istrinya, Nani Nabila (35) berhasil diamankan Densus.
“Tadi kan di teve dibilangin, ada anak disandera. Itu anak saya. Enggak ada. Tadi itu, istri dan anak saya langsung menutup pintu. Disangkanya disandera. Tadi, sekitar jam satu sudah diamankan di rumah Pak RT. Kaget aja,” ujar Gofar.
Pria asal Brebes ini mengungkapkan tidak mengenal betul tetangga sebelah kontrakannya. Gofar bersama istri dan kedua anaknya baru tinggal di kontrakan milik pengusaha konveksi, Anda Suhandi, sejak sekitar 1, 2 bulan lalu. Sedangkan, terduga teroris diperkirakan sudah 1,5 bulan dan sudah terlebih dulu menempati kontrakan kamar bercat merah itu.
Penggerebekan sekelompok terduga teroris di Kampung Batu Rengat, Cigondewah, Kabupaten Bandung, Rabu (8/5/2013) bermula dari penangkapan seseorang bernama Wiliam Maksum di Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (7/5/2013).
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Agus Rianto di Mabes Polri, Jakarta Selatan. Penggerebekan dikatakan diawali penangkapan Wiliam Maksum (WM) alias Acum alias Dadan, sekitar pukul 15.30 WIB.
“Dari penangkapan tersebut diperoleh barang bukti berupa satu buah senjata api rakitan jenis pistol dengan merk browning, satu magazine, amunisi kaliber 38 milimeter spesial 200 butir, dan juga ada amunisi 9 milimeter sebanyak 80 butir,” kata Agus.
Dari tangan Wiliam, Densus 88 Antiteror Polri pun menemukan barang bukti lainnya seperti uang tunai Rp 6 juta, pisau, kamera, modem, dua buah telepon seluler. Setelah itu, tim Densus 88 bergerak mengembangkan penyelidikan dengan menelusuri kelompok Wiliam. Dan akhirnya dilancarakan penggerebekan sekitar pukul 11.00 WIB di sebuah rumah kontrakan milik H Anda Sukanda yang terletak di Kampung Batu Rengat, Cigondewah, Kabupaten Bandung.
“Upaya penangkapan dari tim Polri terhadap teroris mendapat perlawanan sampai akhirnya terjadi kontak tembak,” ucap Agus.
Hingga saat ini Agus belum bisa memastikan berapa orang terduga teroris yang masih berada di rumah kontrakan yang digerebek tim Densus 88 Antiteror Polri. “Kita belum bisa pastikan berapa jumlahnya,” ucap Agus.
sumber+foto:tribunnews.com
Hasil Pencarian:
Tiga Jenazah Terduga Teroris akan Diperiksa Dua Tahap
9 May 2013 15 views

Tiga kantong jenazah terduga teroris, tiba di Rumah Sakit Raden Said Sukanto Polri, Kramat Jati, Rabu (8/5/2013)
Tiga jenazah terduga teroris yang ditembak mati Densus 88, akan menjalani dua tahap pemeriksaan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Tiga teroris di tembak di rumah kontrakan di RT 02/08, Kampung Batu Rengat, Cigondewah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
“Ada pemeriksaan primer dan sekunder. Kami dari tim kedokteran Polri akan memeriksa menggunakan metode scientific crime identification,” kata Kepala Bidang Pelayanan Kedoteran Polri Komisaris Besar Ibnu Hajar, kepada wartawan di RS Polri Kramat Jati, Kamis (9/5/2013) dini hari.
Ibnu menuturkan, pemeriksaan primer yang akan dilakukan pertama kali adalah dental (gigi), sidik jari, dan DNA.
“Untuk yang sekunder, otopsi jenazah, properti, data kepemilikan terduga teroris seperti sepatu, arloji, dan cincin, untuk mengroscek data itu,” tuturnya.
Menurut Ibnu, saat ini ketiga jenazah yang diduga terkait perampokan Toko Emas Harapan Jaya di Pasar Seroja, Kecamatan Bekasi Utara, Rabu (27/3/2013) silam, sedang menjalani pemeriksaan gigi.
Ibnu tidak bisa menjelaskan kapan seluruh jenazah rampung diidentifikasi. Namun, ia memerediksi, seluruh proses selesai 10 hari sampai dua minggu ke depan.
Sebelumnya diberitakan, tiga kantong jenazah yang berisi jasad tiga terduga teroris, tiba di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu malam.
Tiga kantong jenazah dibawa menggunakan mobil ambulans Dokpol Polda Jabar, dengan nomor polisi 2703-VIII, pada pukul 22.30 WIB.
Tiga terduga teroris yang tewas dalam baku tembak dengan Tim Densus 88 Antiteror adalah Budi Syarif alias Angga, Sarane, dan Jonet. Sedangkan Haris Fauzi ditangkap petugas, saat bersembunyi di bak di rumah kontrakan mereka.
Sedangkan satu tersangka lain bernama Masum, ditangkap di Cipacing, Kabupaten Sumedang. (*)
sumber+foto:tribunnews.com











