Perkuat Perbatasan, TNI Prioritaskan Pengamanan di Pulau Terluar

19 May 2016

TENTARAPanglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, saat ini prioritas utama TNI adalah membangun pulau-pulau terluar. Tak hanya Natuna, Morotai, Biak, Saumlaki dan tempat-tempat terluar lainnya akan menjadi sasaran utama pembangunan.

Gatot menegaskan, semua batas laut Indonesia harus diawasi sehingga bila ada ancaman dapat segera diatasi. Gatot amat memimpikan TNI memiliki pesawat Sukhoi 35, karena berdasarkan simposium Angkatan Udara, saat ini alutsista itulah yang memiliki peralatan tercanggih.

“Kalau kita memiliki Sukhoi 35, sudah dipastikan kita menjadi yang terbaik,” kata Gatot dalam keterangan pers yang diterima detikcom, Rabu (18/5/2016).

TNI telah mengajukan kebutuhan alutsista yang dibutuhkan kepada Kementerian Pertahanan (Kemhan). Prioritas alutsista adalah yang berkaitan dengan kemaritiman.

Selain memperkuat perbatasan, upaya diplomasi damai di Laut Cina Selatan juga terus dilakukan. TNI berpedoman pada kebijakan pemerintah untuk mewujudkan situasi keamanan dan perdamaian di jalur urat nadi ekonomi di dunia tersebut. Segala tindakan yang dapat menyebabkan instabilitas di Laut Cina Selatan, sebisa mungkin juga dicegah.

“Laut Cina Selatan ini menjadi fokus, kemungkinan terjadi konflik dan lain sebagainya, maka kita harus menyiapkan segala kemungkinan, sehingga jangan sampai orang lain yang bertikai kita kena imbasnya,” tuturnya.

Terkait pertemuan trilateral antara Indonesia, Malaysia dan Filipina masih akan dilanjutkan. Ketiga negara sepakat untuk memperkuat keamanan laut.

“Dalam joint deklarasi di area yang human interest tersebut, memang memungkinkan tidak hanya di laut Sulu. Di wilayah-wilayah perbatasan dengan Malaysia kita bisa lakukan, kemudian kita dengan Filipina yang berbatasan dengan Sulawesi Utara,” kata Gatot.

(Detik)

Jadi Tren, Muncul Komunitas Pemburu Klakson “Telolet”

12 May 2016

TELOLETAksi bocah dan remaja tanggung merekam laju bus di jalan raya dengan telepon genggamnya demi mendapatkan suara klakson atau biasa disebut “telolet” dari sang sopir bus menjadi tren. Mereka lalu mengunggah rekamannya ke media sosial, mulai dari Facebook sampai YouTube.

Aksi para bocah pemburu “telolet” ini tak cuma iseng. Mereka bergabung dalam komunitas khusus dan membuat akun khusus, di YouTube misalnya, sebagai wadah mengunggah video-video rekaman “telolet”.

Mereka tersebar di berbagai lokasi di Jawa, seperti Wonosobo, Yogyakarta, Magetan, Bekasi dan Ungaran.
Sebuah video misalnya ditayangkan di Youtube oleh pemilik akun “Salam telolet Area Kudus”. Video berdurasi 9 menit 25 detik berjudul “Telolet Bus Mania” ini terdiri dari kompilasi rekaman hasil berburu “telolet” di Terminal Kudus pada tanggal 28 Maret 2016 ini.

“Sore menjelang malam kesibukan bus Di Terminal Kudus. pada pukul 16.00 wib PO. Madu Kismo sudah berada di Terminal. Disusul hingga menjelang malam oleh PO. Haryanto, PO. Bejeu, PO. Shantika. pemberangkatan penumpang pada pukul 17.55 wib. dengan tujuan Jakarta, Bandung. ‘Salam Telolet Bus Mania Kudus’ by Anang Fanani” demikian tertulis dalam keterangan video tersebut.

Tak hanya di YouTube, aktivitas pemburu “telolet” ini pun bisa ditemukan di Instagram, misalnya akun “Telolet Bismaniacommunity”

Di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, para pecinta klakson “telolet” ini juga mempunyai sebuah wadah untuk berkomunikasi, yakni Ungaran Bus Lovers (UBL). Jumlah anggotanya sudah puluhan orang.

Aji (15), salah satu anggota UBL, menuturkan, dirinya sudah melakukan aksi ini sejak setahun yang lalu. Selama itu, dia mengaku sudah enam kali mengikuti pertemuan rutin UBL.

Selain menjalin keakraban, dalam pertemuan itu, sesama pecinta klakson “telolet” juga bisa saling bertukar informasi dan pengetahuan tentang klakson “telolet” bus.

“Sudah enam kali saya ikut pertemuannya. Ketuanya orang Pudakpayung (Semarang). Di grup BBM juga ada, anggotanya banyak,” kata Aji, saat dijumpai tengah beraksi di halte BRT Jl Diponegoro Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu (11/5/2016) sore.

Tak hanya bocah dan remaja tanggung, orang dewasa juga ikut menekuni hobi nyeleneh ini.

“Kalau di sini paling banyak anak SD dan SMP. Tapi ada juga yang kelas 3 SMA,” tambah Lingga (12), siswa kelas IV di Ungaran Barat.

(Kompas)

TNI AL Gagalkan Perompakan Kapal Singapura

10 May 2016

TNI ALKRI Untung Suropati 372 milik TNI Angkatan Laut menggagalkan perompakan KM Hai Soon 12 berbendera Singapura di wilayah Tanjung Puting, Kalimantan Selatan, Senin (9/5).

“Setelah menerima informasi dari Badan Keamanan Laut (Bakamla), kita langsung bergerak, dan melakukan pengejaran MV Hai Soon 12. Akhirnya berhasil menggagalkan perompakan dan mengamankan sembilan orang pelaku kejahatan,” kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Edi Sucipto dalam keterangan tertulisnya, Selasa (10/5).

Dari hasil pemeriksaan, sembilan orang pelaku perompakan merupakan WNI, yaitu Mustofa (asal Buton), Alimudin (asal Buton), Ali (asal Buton), Anur (asal Bugis), Yanto (asal Buton), Andika (asal Buton), Moh Nurhadi (asal Tanjung Uban), Niko (asal Wakatobi), dan Agus (asal Aceh).

Kapal MV Hai Soon 12 bergerak dari Singapura menuju Dumai. Namun, saat melintasi wilayah Selat Karimata mengalami hilang komunikasi.

“Akhirnya melalui data yang diperoleh dari Automatic Identification System (AIS) kapal tersebut terdeteksi di wilayah Perairan Tanjung Puting dengan nama yang sudah diubah menjadi KM AISO oleh para perompak,” kata Kadispenal.

Rencananya, para perompak tersebut akan memindahkan sebanyak 200 kilo liter minyak muatan dari MV Hai Soon 12 ke kapal Malaysia MT Marine Gas Oil.

Kapal MV Hai Soon 12 dan sembilan orang pelaku perompakan yang diamankan di KRI Untung Suropati-372 dibawa ke Surabaya guna melaksanakan investigasi lebih lanjut.

Laksamana TNI Edi Sucipto mengatakan, TNI Angkatan Laut dalam perannya sebagai penegak hukum di laut akan menindak tegas pelanggaran yang terjadi di wilayah perairan yurisdiksi Indonesia. “TNI Angkatan Laut terus menggelar patroli guna menjaga keamanan di wilayah teritorial Indonesia,” kata Kadispenal.

(Republika)

Anti Mainstream, Siswa Ini Pilih Menunggang Kuda Untuk Berangkat Sekolah

27 April 2016

KUDABila pelajar pulang pergi dari sekolah menggunakan kendaraan umum atau roda dua, itu memang sudah jamak. Namun bila ada yang menggunakan kuda sebagai alat transportasi ke sekolah di tahun 2016 ini tentu akan membuat kita kaget sekaligus kagum.

Adalah Ulil Albab (14) seorang pelajar kelas IX SMP Islam Terpadu Jember, yang sehari-harinya lebih memilih menunggang kuda beneran, daripada ‘kuda besi’ untuk berangkat dan pulang dari tempatnya menuntut ilmu. Tanpa keraguan Ulil sudah dua tahun terakhir memilih untuk menunggang seekor kuda jantan ke sekolahnya.

“Sudah dua tahun ini ke sekolah dengan kuda,” kata Ulil seperti dikutip dari JPNN.

Alasan Ulil memilih naik kuda, adalah karena sejak kecil dia memang cinta dengan hewan yang dikenal pekerja keras tersebut. Kecintaan Ulil semakin bertambah, ketika akhirnya sang ayah membelikan seeokor kuda pada saat dia lulus dari SD. Sejak itu Ulil pun giat untuk belajar menunggang dan juga menjadi pawang kuda.

“Dari kecil saya memang hobi berkuda, kebetulan keluarga juga sangat mendukung,” jelasnya.

Setiap hari Ulil harus berangkat lebih pagi ke sekolah, karena sebelum berangkat ia harus menyiapkan sang kuda yangdinamai Satrio Pringgodani tersebut. Baik sepatu kuda, dan juga pelana harus dicek dahulu oleh Ulil sebelum berangkat. Ulil selalu menikmati perjalanannya ke sekolah yang berjarak 10 kilometer dari rumah. Untuk mencapai sekolah Ulil membutuhkan waktu sekitar 30 menit, lamannya waktu tempuh, karena kadang di tengah perjalanan Ulil memberikan kesempatan pada Satrio untuk beristirahat atau sekedar makan rumput dan minum.

Lingkungan sekolah rupannya juga sangat mendukung kecintaan Ulil kepada hewan berkaki empat tersebut. Terbukti pihak sekolah bahkan menyediakan lahan parkiran khusus bagi Satria, sehingga bisa bergerak bebas sembari Ulil menyelesaikan jam belajar di sekolah. Kepala Sekolah Abdul Qodir Muchit mengaku sangat mendukung apa yang dilakukan Ulil, karena menunjukkan rasa cinta kepada hewan, selain juga upaya yang baik dalam mengurangi polusi.

Sementara ayah Ulil, Saihu Abadai menyatakan bahwa menggunakan kuda sebagai alat transportasi merupakan bagian dari pendidikan ajaran Islam.

“Kita disunnahkan untuk menunggang kuda, memanah dan berenang sehingga bisa membentuk sikap dan mental anak menjadi lebih positif, daripada diberi kendaraan bermotor untuk berangkat ke sekolah. Selain berbahaya, usiannya belum cukup juga lebih boros,” jelas Saihu.

Nah kira-kira ada tidaknya yang mau meniru Ulil, dengan beraktifitas sehari-hari dengan menunggang kuda?

(suratkabar.co)

Dampak Trayek Baru Transjakarta, Pendapatan Sopir Angkutan Berkurang

27 April 2016

BUSWAY VS ANGKOTSejumlah pengusaha transportasi umum mengaku mengalami kerugian pendapatan pascaujicoba trayek baru Transjakarta di wilayah Bekasi.

“Pendapatan kami menurun hingga 50 persen dari biasanya akibat Transjakarta,” kata salah seorang sopir Bus Mayasari Bhakti, Edi, di Bekasi, Selasa (26/4/2016).

Kondisi serupa juga dialami beberapa sopir lainnya dari Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) jalur 08 dan Mayasari Bhakti. “Situasi ini terjadi karena belum adanya ketetapan aturan dan solusi tepat sejak operasional Transjakarta,” ujar dia.

Edi mengatakan, mayoritas penumpang di Kecamatan Bekasi Timur dan Bekasi Barat lebih memilih naik bus Transjakarta ketimbang Mayasari Bhakti atau APTB jalur 08. Hal tersebut dikarenakan harga tiket yang relatif lebih murah dari yang ditawarkan sopir bus reguler.

“Harga tiket bus Transjakarta Rp3.500, sedangkan APTB dan Mayansari Bhakti Rp10.000 dengan rute yang sama,” tuturnya.

Menurut Edi, dalam sehari biasanya bisa membawa uang Rp130.000 per orang dengan jumlah setoran harian Rp1 juta. Namun, setelah adanya bus Transjakarta, pendapatan mereka berkurang hingga hanya mampu mengantongi uang Rp50.000 per hari.

Edy berharap, pihak Dinas Perhubungan Kota Bekasi lebih bijak dalam penanganan dan meminta untuk memikirkan nasib para sopir bus lainnya, serta tercipta suasana yang baik dan harmonis.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Yayan Yuliana, mengatakan, dalam uji coba yang dilakukan selama dua minggu ini, kehadiran Transjakarta hingga ke kota penyangga, bertujuan untuk mengurai kemacetan, serta sebagai moda transportasi aman dan ekonomis.

Setelah masa uji coba selesai, maka akan diadakan pengkajian ulang dengan pihak-pihak terkait, antara lain Dishub DKI, Kasat Lantas Kota Bekasi, dan Dirut Transjakarta, serta pihak Organda Jabar.

Jika semuanya sudah sepaham, maka akan diatur ulang untuk rute dan keseluruhannya, agar tidak terjadi salah paham, baik para sopir angkutan umum, atau pihak-pihak yang berkepentingan.

(Okezone)

Protes Pemotor Naik Trotoar, Bocah SD Ini Hadang Pakai Sepeda, Lihat Fotonya

19 April 2016

BOCAH TROTOARAksi seorang anak dari Kota Semarang, Jawa Tengah, menghebohkan media sosial.
Seperti Elanto Wijaya yang memberhentikan konvoi pengemudi motor gede (moge), anak ini memblokir seorang pengendara motor yang melaju di trotoar.
Anak tersebut bernama Daffa Faros Oktoviarto, siswa kelas IV SD Kalibanteng Kidul, Kota Semarang.
Daffa memalangkan sepeda miliknya di trotoar untuk menghadang laju pengendara sepeda motor yang melanggar itu.
Sang pengendara pun terlihat menghentikan kendaraannya.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyebut bocah tersebut pemberani. Tidak lupa, ia memberikan pujian kepada anak itu.
“Jos. Begini seharusnya. Mengingatkan satu sama lain, bukan begitu?” kata Hendi melalui akun Instagram-nya, @hendrarprihadi.

Komentar Hendi di Instagram ditanggapi banyak netizen.
Foto anak yang diunggah oleh Hendi pada Senin (18/4/2016) pagi itu menjadi viral di media sosial.
Hingga pukul 15.00 WIB, foto itu mendapat 1.332 like dan 56 komentar. Rata-rata netizen memberikan komentar positif dan memuji aksi anak itu.
“Mari beri apresiasi pada Daffa Faros Oktoviarto,” tulis Hendi.
Foto ini beredar dalam tiga hari belakangan, tepatnya mulai Jumat, 15 April 2016.
Foto pertama diunggah oleh Ronald Kusuma dalam akun Facebook miliknya.
Ia juga menyertakan komentar dalam posting-an itu.

“Ini keren banget anak kecil di Semarang, dia berantem sama pengendara sepeda motor yang naik ke trotoar saat terjadi kemacetan parah di Jalan Sudirman Kalibanteng SMG si anak tetap ga mau kasih jalan buat motor dan akhirnya setelah ribut2 kecil di pengendara motor akhirnya mundur,” tulis dia.

(Tribunnews)

Polisi: Nur Atikah Jalin Hubungan dengan Terduga Pelaku 2 Bulan

19 April 2016

pembunuh mutilasiPolisi masih menyelidiki motif pembunuhan Nur Atikah (33) yang diduga dilakukan oleh Kusmayadi alias Agus (31). Sejauh ini, polisi baru mengetahui hubungan korban dengan terduga pelaku.

“Korban punya hubungan dengan terduga pelaku, tinggal satu rumah tanpa ikatan suami-istri. Mereka sudah berhubungan lebih dari 2 bulan,” ujar Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (18/4/2016).

Herry mengatakan korban dan pelaku pernah bekerja di rumah makan Padang Gumaran, Cikupa. “Korban keluar dari tempat kerjanya pada Desember 2015 karena hamil, lalu pelaku masuk ke situ pada Januari 2016,” katanya.

Tetapi, sejak kapan korban dan pelaku menjalin hubungan belum diketahui secara pasti. Saksi kunci, Erwin yang diamankan karena membantu membawa potongan tubuh korban juga tidak tahu sejak kapan korban dan pelaku berhubungan.

“Temannya itu tidak tahu, tahunya sudah 2 bulan lebih mereka itu dekat,” ujar sumber.

(detik.com)

Jasad Nenek Tunawisma Tergeletak di Trotoar Jalan Raya Bogor

19 April 2016

jasad nenekJasad seorang nenek tampak tergeletak di trotoar Jalan Raya Bogor KM 27, Jakarta Timur. Saat ini jenazah dibawa aparat kepolisian ke Rumah Sakit Polri.

Menurut kontributor pasangmata.com Jamaludin Akmal yang berada di lokasi, Senin (18/4/2016) mayat nenek ditutupi dengan kain sarung. Polisi menduga nenek tersebut merupakan tunawisma.

“Kalau kata polisi nenek itu tunawisma. Kayaknya nenek itu sedang tiduran dialasi kardus di pinggir jalan,” terang Jamal.

Nenek itu ditemukan bersama seorang kakek yang diduga suaminya. “Ada kakek juga bersama nenek itu, tapi dia diam saja,” sambungnya.

Mayat nenek itu tergeletak di pinggir jalan sejak pukul 13.30 WIB. Pihak kepolisian baru mengevakuasinya sekitar pukul 16.00 WIB.

Belum diketahui penyebab meninggalnya nenek tersebut apa. Saat ini polisi masih memintai keterangan kakek yang bersamanya di Polsek Pasar Rebo.

(detik.com)

Di Tabanan, Buang Sampah Sembarangan Kena Denda Rp 50 Juta

13 April 2016

SAMPAH BALIPemerintah Kabupaten Tabanan menerbitkan perda yang mengatur masalah sampah sekaligus sanksi bagi pembuang sampah sembarangan.

Perda itu diterbitkan menyusul musibah banjir yang sempat menerpa beberapa wilayah di Tabanan karena drainase mampet akibat dipenuhi sampah.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Wayan Sugatra memaparkan, Perda mengenai sampah tersebut adalah Perda Nomor 6 tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.

Menurut Sugatra, perda tersebut mencakup adanya sanksi.

“Sanksi tersebut adalah jika terbukti membuang sampah secara liar akan dikenakan hukuman kurungan tiga bulan atau denda sebesar-besarnya Rp 50 juta,” katanya, Selasa (12/4/2016).

Mengenai masyarakat yang membuang sampah di saluran pembuangan yang berlokasi di Desa Sesandan Tabanan, Sugatra mengakui daerah tersebut belum mendapatkan layanan pengangkutan sampah dari DKP.

Saat ini, layanan pengangkutan sampah baru menyasar daerah Tabanan, Kediri, Pasar Penebel, dan Pasar Baturiti.

“Dalam sehari sampah yang dihasilkan Tabanan rata-rata 200 meter kubik hingga 300 meter kubik, saat ini DKP memiliki 513 personel,” ujarnya.

(Kompas)

Kiai Pesantren Tebuireng Kritik Para Dai Hiburan

7 April 2016

KIAIPakar tafsir Pondok Pesantren Tebuireng, KH. Musta’in Syafi’I mengkritik para dai yang cenderung mengutamakan hiburan dari pada isi materi yang disampaikan dalam ceramahnya. Hal ini ia sampaikan lantaran saat ini banyak dai yang tidak bisa membaca kitab kuning, sebagai kitab klasik umat Islam.

“Di dunia dai saat ini terlalu dekat dengan intertain, dan sangat mudah jika hanya ingin menjadi ustaz-ustaz penceramah seperti itu,” kata dia saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (6/2).

Kiai Musta’in mengatakan bahwa para dai tersebut hanya menyerap informasi secara instan, tidak melalui proses pencarian terhadap referensi Islam. Bahkan, kata dia, ada sebagian da’i yang sering tampil di televisi ternyata tidak bisa berbahasa Arab dengan baik. Ia mengaku pernah mendengarkan sendiri ceramah salah satu ustaz yang tidak mau disebut namanya tersebut.

“Mereka (para dai) hanya membaca kisah-kisah dari kitab-kitab yang sudah diterjemah dan tinggal mengolahnya,” ucap dia.

Ia menuturkan, sesungguhnya terkait keberadaan para dai instan tersebut sudah diingatkan oleh Rasulullah SAW, bahwa di akhir zaman akan banyak yang pandai pidato tapi sedikit ilmunya. Menurut dia, di zaman modern ini para dai yang lebih suka tampil, masih lebih banyak dari pada dai yang memang menekuni ilmu.

“Jadi, sudah ada peringatan. Makanya saya di Tebuireng ini termasuk yang paling menentang ada dai-dai cilik itu, karena justru tausiyah-tausiyahnya akan jadi merusak,” jelas dia.

Ia menambahkan bahwa kegiatan berdakwah dengan menjadi seorang dai tidak sama dengan prestasi-prestasi lainnnya. Menurut dia, berceramah itu tidak hanya melihat keterampilan dalam hal berceramah saja, tapi membawa misi untuk menasehati orang lan.

(Republika)

Next Page »