Kawanan Begal Tembak Mati Pimred Sebuah Tabloid di Lampung

26 January 2015

Peristiwa pembegalan berujung kematian terjadi di Jalan Pulau Raya 3, Kelurahan Perumnas Way Kandis, Kecamatan Tanjung Senang, pada Minggu (25/1/2015) sekitar pukul 20.00 wib. Begal menembak mati korban bernama Beni Faisal (37). Beni merupakan pemimpin redaksi tabloid mingguan Fokus Lampung.
Begal menembak mati Beni di depan rumahnya hingga mengenai jantung korban. Beni diduga meninggal dunia saat berada di Rumah Sakit Immanuel. Sedangkan kawanan begal gagal membawa sepeda motor yang terparkir di depan rumah korban. Dari informasi yang dihimpun di tempat kejadian perkara, begal berjumlah tiga orang. Mereka mengendarai sepeda motor Yamaha Mio warna putih.
Dari pantauan Tribun di tempat kejadian perkara, terlihat Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandar Lampung Komisaris Dery Agung Wijaya, Kapolsek Kedaton Komisaris Sukandar dan beberapa anggota Polsek Kedaton. Pariaman, adalah orang pertama yang melihat Beni jatuh bersimbah darah di depan rumahnya.
Pariaman menceritakan, mendengar suara ledakan seperti mercon satu kali. Pariaman lalu keluar rumah dan melihat Beni tergeletak. Tak lama, kata dia, datang Zainal Abidin, ayah Beni menghampiri Beni yang bersimbah darah. Zainal teriak meminta pertolongan. Warga sekitar yang sedang menghadiri acara yasinan pun langsung membawa Beni ke rumah sakit.

(http://jabar.tribunnews.com/)

Christopher Pengemudi Outlander Maut Kembali Dibawa ke Polres Jaksel

21 January 2015

christoPelaku tabrakan maut yang menewaskan 4 orang di Pondok Indah, Jaksel, Christopher Daniel Sjarif kembali dibawa ke Polres Jaksel. Christopher sebelumnya sempat dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jaktim.

Pantauan di lokasi, Rabu (21/1/2015) Christoper datang sekitar pukul 07.05 WIB. Dia dikawal ketat oleh beberapa polisi namun tangannya tidak diborgol.

Tak ada kata yang terucap dari Christopher. Pria kelahiran tahun 1992 ini mengenakan kaos berwarna biru dan celana jeans.

Saat ini Christopher dibawa masuk ke unit Laka Polres Jaksel. Sebelumnya, Christoper sempat dibawa ke RS Kramat Jati pada pukul 03.15 WIB.

Mitsubishi Outlander yang dikemudikan Christopher menabrak 6 motor dan 2 mobil di Jl Arteri Pondok Indah pada pukul 20.30 WIB, Selasa (20/1).

Kanit Laka Lantas Polres Jaksel, AKP Bakti Butar Butar menyebut mobil yang dikemudikan Christoper menabrak 6 motor yakni Honda Vario B 3316 SPE, Vixion B 3918 SON, Supra X B 6684 TON, Mega Pro B 4492 RO, Honda Beat B 3060 BSN.

Dua mobil yang juga dihantam Outlander adalah Avanza B 1318 TPJ dan Mitsubishi pick up B 9852 AP. Tabrakan terjadi di 2 lokasi yakni dekat Holland Bakery dan dekat Halte TransJ Tanah Kusir, Jl Sultan Iskandar Muda Jaksel.

Empat korban tewas adalah Mustofa (warga Pondok Bambu Jaktim), Mahyudi Herman (Pondok Petir, Depok) dan Wahyu Anggoro warga warga Tanah Kusir dan Iptu (sebelumnya ditulis Aiptu, red) Batang Onang Lubis, anggota Polsek Kebayoran Baru, menjalani perawatan di RS.

Sedangkan dua orang yang kritis karena terluka adalah Rizki Ananta (35) dan Budiman Sitorus‎ (39) yang merupakan menumpang mobil Avanza.

(detik.com)

Ahok: Gugat Aja Enggak Apa-apa, Kami Sudah Biasa

21 January 2015

ahokGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku santai kebijakannya melarang perlintasan motor di sepanjang Jalan MH Thamrin-Medan Merdeka Barat digugat ke Mahkamah Agung (MA).

Menurut dia, Pemprov DKI maupun dirinya sudah terbiasa digugat dan banyak pula urusan hukum ini yang tidak berujung atau tidak ada keberlanjutannya.

“Gugat aja enggak apa-apa. Kami sudah biasa digugat, ditunggu saja gugatannya, kami pasrah saja,” kata Ahok, di Balaikota, Selasa (20/1/2015).

Kendati demikian, Basuki tidak merespons lebih lanjut perihal wacana ini. Ia langsung terburu-buru menuju Gedung DPRD DKI untuk menyampaikan pandangan Gubernur terkait RAPBD DKI 2015.

Sebelumnya diinformasikan, Indonesia Traffic Watch (ITW) mengajukan permohonan pengujian uji materi (judicial review) ke MA atas Pergub DKI Nomor 195 Tahun 2014 tentang pembatasan lalu lintas sepeda motor, yang dikeluarkan oleh Gubernur Basuki, Desember 2014 lalu.

Permohonan uji materi itu akan didaftarkan tim advokasi ITW yang terdiri dari Ronny Talapessy, Rory Sagala, Bernard Pasaribu, Mahatma Bona, Samuel Manalu, Ronny Barita, Pantas Manalu, dan Andreas Jonson Doloksaribu, ke MA pada Selasa hari ini.

“Setelah melakukan pembahasan dengan sejumlah pihak dan kajian yang mendalam, kami menilai, Pergub DKI Nomor 195 Tahun 2014 tentang pembatasan lalu lintas sepeda motor bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” kata Ketua Bidang Advokasi ITW Ronny Talapessy.

Selain itu, kata Ronny, pergub tersebut juga bertentangan dengan Perda DKI Nomor 5 Tahun 2004 tentang Transportasi. Terlebih lagi, pembuatan Pergub Nomor 195 tahun 2014 itu sangat tidak memenuhi ketentuan seperti yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan.

(tribunnews)

Desain Baru, Stasiun Tanah Abang Makin Simpel

19 January 2015

Stasiun tanah abangDesain Stasiun Tanah Abang akan dibuat semakin simpel. Saat ini, desain baru tersebut baru dalam tahap perizinan dari PT Kereta Api Indonesia kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Executive Vice Presicent Pemugaran, Perawatan Bangunan Stasiun dan Desain Arsitektur PT Kereta Api Indonesia (KAI) Ella Ubaidi, mengatakan, desain stasiun akan diubah yaitu posisi pintu masuk (gate in) dan pintu keluar (gate out).

“Sebelumnya gate in di atas, nantinya gate in akan dibuat di bawah, di posisi gate out yang sekarang,” ujar Ella saat dihubungi, Senin (19/1/2015).

Desain baru tersebut, kata Ella, akan segera diwujudkan bila izinnya perombakan stasiun sudah keluar. Perombakan desain stasiun juga akan menunggu kejelasan pembangunan Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) yang akan dibangun oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di stasiun tersebut sebagai gate out.

“Kalau JPO itu kan kewenangan Pemprov DKI, kalau PT KAI hanya untuk perombakan stasiunnya saja. Jadi harus tunggu kejelasan dari Pemrov DKI,” tutur Ella.

Ella menjelaskan, desain yang simpel artinya PT KAI akan mengedepankan kenyamanan penumpang. Tidak akan ada banyak ruangan di dekat gate in dan gate out. Sebaliknya, akses untuk masuk dan keluar stasiun akan dibuat lebih banyak dengan memasang lebih banyak mesin tap.

“Hanya akan ada loket dan gate in di akses masuk stasiun. Nantinya kami juga akan pasang 12 mesin di masing-masing gate in dan gate out,” jelas Ella.

Perubahan desain Stasiun Tanah Abang sejatinya sudah diwacanakan sejak beberapa waktu lalu mengingat pentingnya pengubahan akses keluar stasiun. Namun, sudah dua kali Pemprov DKI melalui Dinas perhubungan gagal melakukan lelang.

Perubahan akses keluar stasiun penting guna mengurai kemacetan yang selalu terjadi di Jalan Jatibaru. Setiap harinya jalan tersebut selalu dipenuhi angkutan umum dan ojek yang menunggu penumpang kereta yang keluar. Maka ke depannya, gate out akan dibuat menjadi JPO yang diarahkan menuju Pasar Tanah Abang Blok G dan menuju Cideng, Jakarta Pusat.

(kompas.com)

UI Depok Rencanakan Kampus Steril dari Kendaraan Bermotor

17 January 2015

Kampus-Universitas-Indonesia-UIUniversitas Indonesia berencana membuat lingkungan kampus tersebut steril dari kendaraan bermotor, baik sepeda motor maupun mobil. Rencana sterilisasi kendaraan bermotor tersebut akan diterapkan setelah UI membangun tiga gedung parkir di luar lingkungan kampus.

Pembangunan gedung parkir ini masih dalam tahap perencanaan dan diharapkan mulai dipikirkan dan direalisasikan dalam satu atau dua tahun mendatang.

“Dengan gedung parkir di luar lingkungan kampus, mahasiswa dan dosen atau masyarakat yang datang ke UI harus memarkir kendaraan di gedung parkir tersebut, kemudian menyambung dengan bus kuning atau sepeda yang telah disediakan,” kata Gunawan Tjahjono, peneliti UI GreenMetric, di Kampus UI, Depok, Jumat (16/1/2015), sebagaimana dikutip Warta Kota.

Gedung parkir itu akan dibangun di tiga lokasi, yakni di bagian barat, utara, dan timur. Kapasitas masing-masing gedung sebanyak 3.000 kendaraan. Dengan demikian, total kendaraan yang dapat tertampung sebanyak 9.000 unit.

“Dengan adanya kantong-kantong parkir yang ada sekarang memang tidak baik. Jadi banyak kendaraan yang masuk dan itu sama saja menambah emisi gas karbon,” kata Gunawan.

Menurut Gunawan, satu area parkir itu memerlukan lahan sekitar 25 meter persegi. Kantong parkir itu banyak terdapat di tiap fakultas dan gedung di lingkungan kampus UI. Jika nanti ada bangunan parkir di tiga titik itu, maka tidak diperlukan lagi kantong parkir yang banyak.

“Konsepnya kan mengurangi emisi, sambil juga mensterilisasi parkir para penghuni rumah kos di dekat pintu keluar agar tidak parkir juga di UI,” ujarnya.

Kalaupun ada kendaraan yang terpaksa harus masuk ke lingkungan kampus, maka akan disiasati dengan sistem pembayaran sesuai waktu parkir. Saat ini sistem parkir kendaraan masih berlaku flat. Untuk roda empat dikenakan Rp 2.000 tiap kali masuk dan Rp 1.000 untuk roda dua. “Nantinya akan diberlakukan tarif per jam,” katanya.

Ia mengakui bahwa sterilisasi UI dari kendaraan bermotor itu memerlukan waktu. Langkah ini juga harus dibarengi dengan sistem transisi yang baik. Hal itu supaya kebijakan ini disambut baik oleh mahasiswa dan sivitas akademika UI dengan tujuan menjadikan UI kampus yang hijau dan asri.

“Saat ini kami sudah memiliki sepeda. Jadi nanti mereka bisa menggunakan sepeda untuk menyambung ke fakultas atau tempat tujuan lainnya,” katanya.

(kompas.com)

KA Argo Parahyangan Tak Bisa Lewat Karena Ada Pemblokiran Rel di Tambun

7 January 2015

detik_tambunDemo penumpang dengan memblokir rel kereta di Stasiun Tambun membuat perjalanan kereta ke luar kota tertahan. Kereta ke arah Bandung dan Cirebon tak bisa melintas akibat adanya demo penumpang itu. “Sudah hampir 45 menit kereta api Argo Parahyangan tertahan di Stasiun Kedunggedeh,” tulis Damaresevan di pasangmata.com, Rabu (7/1/2015) pukul 09.00 WIB. Di Stasiun Tambun, kereta Cirebon Ekspres (Cireks) dan KA Purwojaya tertahan. “Dua kereta api, KA Purwojaya dan KA Cirebon ekspres tertahan di stasiun Bekasi. Kereta tersebut belum dapat melanjutkan perjalanannya,” tulis Roy di pasangmata.com. Para penumpang menggelar demo dengan duduk-duduk di tengah rel kereta. Mereka adalah penumpang kereta Tambun-Jakarta yang tidak mendapatkan tiket. Mereka memprotes PT KAI yang dianggapnya mengurangi jatah tiket di ruas tersebut.(detik.com)

Pangandaran Hanya Punya Satu Unit Mobil Pemadam Kebakaran

7 January 2015

firePemerintah Kabupaten Pangandaran hanya memiliki satu unit kendaraan pemadam kebakaran. Padahal, kecamatan yang ada di Pangandaran berjumlah 10 kecamatan.

Tidak hanya itu, satu-satunya kendaraan pemadam kebakaran yang ada itu pun sudah tidak layak digunakan. Selain usianya sudah cukup lama, bagian badan kendaraan itu sudah banyak yang keropos.

Dikatakan Uton Sutarsa selaku Kepala Subbagian Tata Usaha UPTD Damkar Lat dan laboratorium Dinas Pekerjaan Umum, Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kabupaten Pangandaran, pihaknya sudah mengusulkan untuk pengajuan pembelian satu unit kendaraan pemadam kebakaran lagi.

“Jelas kurang kendaraan yang ada dan sudah tidak layik. Dari 10 kecamatan yang ada di sini, hanya ada satu kendaraan. Kejadian yang sudah-sudah, kami kelimpungan,” ucapnya, Selasa (6/1/2015).

Ia mengatakan, beberapa waktu lalu, ketika sedang melakukan pemadaman di daerah Sidamulih, di saat berbarengan adapula kebakaran di Kecamatan Pangandaran. Dengan kondisi itu, akan menyulitkan petugas untuk melakukan pemadaman.

Uton menyebutkan idealnya dengan luas wilayah yang ada setidaknya tiga hingga lima unit kendaraan pemadam kebakaran itu mutlak. Nantinya akan dibagi per wilayah.

“Misalnya kita bagi menjadi tiga wilayah. Satu unit di Kalipucang, Pangandaran, dan Parigi. Dengan demikian setidaknya ketika ada kejadian di Kalipucang atau Parigi, ada kendaraan terdekat di sana, jadi tidak perlu dari Pangandaran seperti saat ini. Juga dapat saling membantu,” ujarnya. (pikiran-rakyat.com)

Kok Bisa Truk Hino Nyangkut di Jembatan Penyeberangan Jagorawi?

5 January 2015

hinoDroling dari truk Hino bernopol B 9287 GI nyangkut di salah satu jembatan penyeberangan yang ada di Tol Jagorawi. Apa penyebab drooling itu bisa naik tiba-tiba dan nyangkut di jembatan yang membuat kemacetan parah di Jagorawi arah Jakarta ini?

Salah satu warga sekitar, Yayang Lesmana menjelaskan sekitar pukul 22.00 Wib malam tadi, dia mendengar bunyi suara yang keras. Yayang yang tinggal di pinggiran tol pun langsung berlari ke luar mencari asal suara.

Alangkah kagetnya dia melihat drooling sebuah truk nyangkut di jembatan penyeberangan. Dia makin heran karena truk itu tidak membawa muatan.

“Saya curiga dump truknya sudah lemah, jadi ngangkat sendiri. Tapi kok ngangkatnya pas di jembatan? Itu juga aneh,” kata Yayang.

Beberapa meter sebelum lokasi kejadian memang terdapat jalan bekas tambalan. Yayang menduga kondisi jalanan ini terus mempengaruhi rusaknya dump truk.

“Jalanan yang bekas tambalan siapa tahu bikin dump truknya makin rusak,” lanjut Yayang.

Yang jelas truk itu hingga saat ini belum juga bisa dievakuasi. Alhasil kemacetan di awal pekan setelah libur panjang di tol Jagorawi makin menjadi-jadi. Kejadian ini terjadi di KM 21 Tol Jagorawi arah Jakarta.
(detik.com)

Setelah Unas Kemudian UKI Digerebek Narkoba, Lalu Kampus Manalagi?

19 December 2014

ukiMasih segar dalam ingatan, polisi masuk ke Kampus Unas, Pasar Minggu, Jaksel. Pihak kampus ingin ada pembersihan di kampus itu. Mereka yang diduga terkait narkoba pun diciduk. Beberapa kali razia yang dilakukan polisi mendapatkan barang bukti narkoba.

Lalu baru kemarin, Kamis (18/12) sore BNN masuk ke Kampus UKI, Cawang. BNN mendapatkan bukti sabu dan ganja. Senjata tajam juga ikut disita.

Tentu amat miris melihat kampus yang menjadi kawah candradimuka menggodok calon pemimpin bangsa malah ditemukan narkoba. Untungnya pihak kampus membuka diri dan bekerjasama menumpas narkoba di lingkungan mereka.

Soal narkoba ini memang tak main-main. Narkoba merupakan musuh dan telah merusak jutaan manusia Indonesia. Tak heran kalau Presiden Jokowi menyebut Indonesia Darurat narkoba. Jokowi juga tak memberi ampun bagi bandar narkoba yang meminta grasi dari hukuman mati.

Setelah Unas dan UKI, semoga saja kampus lain membuka diri bila ditemukan adanya peredaran narkoba di lingkungan mereka. Menutup diri malah akan menjadikan kampus semakin terjerumus ke titik terendah.

Menengok yang disampaikan Menristek Dikti Muhammad Nasir razia narkoba di kampus jangan mematikan kampus. Tetapi menghukum pelaku yang menggunakan dan mengedarkan narkoba itu.

“Kalau saya perhatikan, itu terlalu longgar kampus melakukan pembinaan. Harus berani intervensi ke kegiatan mahasiswa dong,” jelas Nasir.

Lalu setelah Unas dan UKI, kampus manalagi?
(detik.com)

Polisi: Pelarangan Motor di HI Bukan untuk Kurangi Macet, Tapi Agar Tertib

18 December 2014

pemotordialihkanhiKemacetan terjadi di sejumlah ruas jalan khususnya di persimpangan menuju kawasan pelarangan motor Jl MH Thamrin-Jl Medan Merdeka Barat dan sebaliknya. Pihak Kepolisian Daerah Metro Jaya menyatakan, kebijakan tersebut memang diberlakukan bukan semata-mata untuk mengurangi kemacetan.

“Tujuannya memang bukan untuk mengurangi kemacetan, tetapi agar menjadi lebih tertib,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (17/12/2014).

Menurut Rikwanto, tanpa adanya kebijakan tersebut pun, jalur tersebut sehari-hari memang sudah macet.

“Kalau macet memang setiap hari karena banyaknya volume kendaraan,” ungkapnya.

Padahal, ruas jalan tersebut sudah tertib sebelum kebijakan tersebut diberlakukan. Jarang sekali terjadi pelanggaran di ruas jalan tersebut. Jalur tersebut juga disebut sebagai kawasan tertib berlalulintas.

Pantauan detikcom di sepanjang ruas jalan pelarangan motor, pukul 12.00 WIB tadi, kemacetan tetap saja terjadi. Bahkan ruas jalan yang dibagi 4 lajur itu, kini bak lautan mobil.

Sementara simpul kemacetan terjadi di titik-titik persimpangan dan di mulut jalan menuju kawasan pelarangan motor. Jalur alternatif yang digunakan pemotor, tak hanya disesaki motor, tetapi juga mobil.
(detik.com)

Next Page »