pesawat-tniYogyakarta– Komandan Lanud Adisutjipto Yogyakarta Marsdekal Pertama Imran Baidirus mengatakan korban meninggal dunia jatuhnya Helikopter HA-5073 milik TNI AD di Dusun Kowang, Tamanmartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat 8 Juli 2016, pukul 15.00 WIB, ada tiga orang.

“Dalam peristiwa ini tiga orang meninggal dunia, satu orang kritis, dan dua luka-luka. Semua korban dari penumpang helikopter,” kata Imran Baidirus di lokasi kejadian.

Menurut dia, korban saat ini dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY, Rumah Sakit TNI AU Harjo Lukito, dan Rumah Sakit Panti Rini Kalasan.

“Helikopter dalam rangka patroli keamanan menjelang kunjungan Presiden Joko Widodo.

Direncanakan Presiden Joko Widodo akan berkunjung di Dusun Ledoksari, Bokoharjo, Prambanan pada Sabtu 8 Juli 2016, yang lokasinya tidak jauh dari jatuhnya helikopter,” kata Imran Baidirus di lokasi kejadian.

Menurut dia, helikopter berangkat dari Solo, Jawa Tengah dan berpatroli di kawasan rencana kunjungan Presiden Widodo.

“Namun setelah lima belas menit dari Solo kami kehilangan kontak, kami mencoba menghubungi tetapi tidak bisa,” katanya.

Ia mengatakan, setelah itu diketahui helikopter jatuh di Kowang, Tamanmartani, Kalasan, Sleman.

“Dalam peristiwa ini tiga orang meninggal dunia, satu orang kritis dan dua luka-luka. Semua korban dari penumpang helikopter,” katanya.

Panglima Kodam IV Diponegoro Mayor Jenderal Jaswandi membenarkan bahwa Helikopter HA-5073 milik TNI AD yang jatuh di Dusun Kowang, Tamanmartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat, pukul 15.00 WIB, merupakan milik Kodam IV Diponegoro.

“Ya benar pesawat helikopter ini alat milik Kodam IV Diponegoro yang sedang bertugas dalam rangka patroli keamanan menjelang kunjungan Presiden Joko Widodo,” kata Pangdam IV Diponegoro Mayjen Jaswandi di lokasi kejadian.

Menurut dia, TNI AD akan membentuk tim untuk menyelidiki penyebab kejadian jatuhnya helikopter yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan tiga orang luka tersebut.

“Tim saat ini sudah berangkat dari Jakarta untuk melakukan investigasi atas musibah tersebut,” katanya.

Ia mengatakan untuk evakuasi badan helikopter masih menunggu penyelidikan di lokasi selesai terlebih dahulu. “Evakuasi badan pesawat belum dilakukan malam ini, masih menunggu tim untuk penyelidikan di lokasi,” katanya.

Baling-Baling Helikopter HA-5073 Berhenti Berputar Sebelum Jatuh

Helikopter HA-5073 milik TNI AD yang jatuh di Dusun Kowang, Tamanmartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat sekitar pukul 15.00 WIB sebelumnya diketahui baling-balingya sempat berhenti berputar.

“Dari arah timur suara kencang, tiba-tiba mesin mati dan baling-balin berhenti berputar,” kata saksi mata warga setempat Priharyanto sebagaimana dikutip Antara

Menurut dia, setelah mesin mati helikopter limbung dan menukik dan menabrak dua kamar milik Heru Purwanto. (Jejaktapak)