web analytics

Meliuk di Antara Pinus Manglayang

9 September 2014   6 views

manglayangGunung Manglayang adalah salah satu jalur sepeda favorit yang berlokasi di Bandung Timur. Perpaduan antara hutan, lembah, dan medan ekstrem menjadi daya tarik kawasan ini.

Kami menjajal jalur sepeda di kawasan tersebut pada Ahad pagi, pada akhir Agustus 2014. Gunung setinggi 1.800 meter itu adalah tonggak paling timur dari rangkaian gunung di patahan Lembang. Di punggungannya terdapat banyak lintasan jalur setapak di hutan pinus milik Perhutani.

Untuk menuju ke sana ada dua akses yang paling mudah. Pertama adalah dari Kota Bandung, arahkan kendaraan menuju Ujungberung, lalu naik melalui Desa Palintang. Yang kedua dari arah Lembang bisa melalui Maribaya, Desa Cibodas dan diteruskan ke perkebunan kina Bukit Tunggul.

Pagi itu kami memulai perjalanan dari Bukit Tunggul. Sepeda langsung kami tancap memasuki areal perkebunan kina tertua di Indonesia ini. Jalan perkebunan yang berupa aspal terkelupas campur pasir membuat lintasan enak dilalui karena sepeda yang kami pakai bertipe all mountain atau AM dengan lebar ban di atas 2 inci.

Kami menyebutnya etape I, jalan menanjak landai menyusuri perbukitan di antara lembah Gunung Palasari. Sinar matahari pagi menyusup di antara tegakan pohon kina dan kayu putih, kilaunya berwarna emas menghangat tubuh yang sebelumnya kedinginan dibekap udara Lembang. Sesekali kami berpapasan dengan para pesepeda yang datang dari arah berlawanan. Seperti biasa salam dan sapaan selalu dilambaikan pada sesama goweser. Ini adalah tradisi yang terbangun begitu saja.

Tanjakan demi tanjakan terus kami libas selama satu jam hingga ujung dari etape I ini pada sebuah tanah lapang yang biasa disebut Karpet. Sebenarnya ini adalah puncak dari sebuah bukit di antara Gunung Manglayang dan Gunung Palasari. Di lapangan dengan ketinggiannya sekitar 1.600 mdpl ini penggowes bisa istirahat untuk menarik napas, sambil menikmati penganan sederhana dari sebuah warung dadakan.

Setelah cukup beristirahat kami melanjutkan perjalanan. Etape II adalah jalur single trek di dalam hutan, ini adalah jalur idaman yang banyak dicari para pesepeda gunung. Selepas lapangan Karpet jalur menurun melalui perkebunan sayur. Sepeda meluncur di antara pepohonan perdu sehingga wajah pun acap kali tertampar oleh dedaunan. Pesepeda wajib memakai kacamata untuk pelindung mata agar tidak tertusuk ranting. Sebelum memasuki hutan pinus ada sebuah turunan ekstrem yang berakhir di sebuah sungai kecil. Turunan ini sangat diminati para pesepeda dari kaum downhiller.

Selepas sungai, hutan pinus yang rapat menyambut pesepeda. Jalan setapak meliuk di antara batang pohon berumur puluhan tahun. Dibutuhkan kemampuan mengendalikan (handling) sepeda yang cukup mumpuni di trek ini. Menaklukkan turunan di tanah licin serta juluran akar pinus menjadi tantangan tersendiri bagi para pesepeda. Memang sebaiknya jangan terlalu cepat melintas di jalur ini, selain beresiko, pemandangan hutan yang eksotis terlalu sayang dilewatkan. Bila beruntung terkadang kabut turun menambah mistis suasana hutan. Sekitar dua jam waktu yang dihabiskan melalui trek di dalam hutan, itu sudah termasuk istirahat dan berfoto.

Selanjutnya jalur didominasi jalan setapak di lereng yang bersanding dengan jurang. Lagi-lagi pemandangan elok terhampar di depan mata, lembah kebiruan berpadu perbukitan memanjakan mata. Namun jangan sampai lengah jalan setapak tipis bisa memelesetkan sepeda ke dalam jurang. Di beberapa titik hampir tidak ada space yang tersisa antara jalan setapak dan gawir (jurang pendek). Adrenalin pun benar-benar membuncah di lintasan ini. Akhir dari etape II adalah batas hutan pinus dengan kebun warga. Nama daerah ini adalah Genteng.

Etape III atau terakhir tidak kalah menantang. Dimanjakan dengan jalan tanah yang cukup lebar dengan turunan-turunan panjang para penggowes akan diguncang sepanjang jalur kebun hingga ke perkampungan. Selepas kampung kecil lanskap berubah menjadi area pesawahan. Lagi-lagi kita disuguhi pemandangan yang indah, kombinasi antara sawah, lembah, dan kampung berlatar gunung. Di akhir jalur pesepeda akan bertemu kebun bambu dan meliuk-liuk melintasi pematang sawah. Lumayan untuk menguji keseimbangan.

Bumi Perkemahan Kiara Payung bisa dianggap garis finis dari etape III. Tapi masih ada satu lagi yang biasa disebut jalur bonus, yaitu menuruni bukit Kiara Payung sampai ke titik akhir di gerbang kampus IPDN. Berawal dari sebuah lapangan kemudian menyusuri jalan setapak di pemakaman lalu meluncur di kebun jagung, wuussh!! Jalur bonus tak kalah mengasyikkan karena di sini kita bisa memacu sepeda sekencangnya tanpa khawatir menyenggol warga yang melintas karena jauh dari permukiman.

Keluar dari kebun jagung jalur tanah pun berakhir, selanjutnya jalan aspal membawa pesepeda memasuki kawasan kampus IPDN. Total jarak dari Bukit Tunggul hingga ke Jatinangor sekitar 30 kilometer yang ditempuh selama 6 jam, dengan penurunan elevasi 900 meter (dari ketinggian 1.600 mdpl ke 700 mdpl). Sungguh perjalanan gowes yang menyenangkan.(tempo.co)

Rem Blong, Truk Pengangkut Sabun Tabrak 5 Mobil, 2 Motor di Bogor, Satu Tewas

9 September 2014   7 views

ilustrasi-kecelakaan-motorDiduga alami rem blong, truk pengangkut sabun bernopol A 9000 PL menabrak lima mobil dan dua sepeda motor, di Jalan Raya Bogor-Sukabumi, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Senin (8/9/2014). Dalam peristiwa itu, satu orang tewas dan 13 orang mengalami luka-luka.
Kepala Unit Laka Lantas Polres Bogor, Iptu Mulya mengatakan, truk tersebut melaju dari arah Jakarta menuju Sukabumi dengan kecepatan tinggi. Namun tiba-tiba truk oleng dan langsung menabrak sejumlah kendaraan yang berada di depannya.
“Truk melaju dengan kecepatan tinggi. Diduga karena rem blong, sang sopir tak dapat mengendalikan laju kendaraan, sehingga menabrak kendaraan yang berada di depannya,” ucap Mulya, Senin (8/9/2014).
Mulya menambahkan, dalam tabrakan beruntun itu 14 orang menjadi korban, satu diantaranya tewas di tempat atas nama Siti Kholifah (21), warga Depok. Siti tewas setelah badannya tergilas roda truk pengangkut sabun itu. Sedangkan korban lainnya, langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi untuk mendapat pertolongan.
Sementara itu, sejumlah kendaraan yang tertabrak, di antaranya dua angkot jurusan Cicurug-Bogor, truk engkel, minibus, serta pikap, dibawa ke Unit Laka Lantas untuk dijadikan barang bukti. Hingga kini, pihak kepolisian belum menetapkan tersangka atas peristiwa nahas tersebut.
Guna kepentingan penyelidikan, polisi mengamankan sopir truk atas nama Endang (25) warga Serang, Banten. (tribunnews)

Della Hilang Setelah Bergulat dengan Buaya

30 August 2014   2 views

20140829_141941_tim-sar-bersama-pawang-buaya-mencari-korban-yang-dimangsa-buayaSerangan buaya kembali terjadi di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Jumat (29/8/2014). Kali ini, seorang warga Jalan Mujur Jaya, Kecamatan Sangatta Utara, menjadi korban serangan tersebut.

Kabag Ops Polres Kutim, Kompol Ade Permana, mengatakan serangan tersebut terjadi saat korban, Dela H (30), memperbaiki pipa air yang tersambung ke sungai.

“Saat itu, sekitar pukul 08.30 Wita, di pinggir sungai, Jalan Mujur Jaya 15 RT 37, korban yang baru pulang kerja langsung memperbaiki pipa air yang tersambung ke sungai. Korban masuk dan menyelam ke pinggir sungai,” katanya.

Tiba-tiba seekor buaya langsung menyambar dan langsung menggigit korban. Sempat bergulat beberapa lama, akhirnya korban tak sanggup melawan dan hanyut dibawa buaya tersebut.

“Kami langsung mendatangi TKP dan berkoordinasi dengan Pol Air dan Basarnas untuk melakukan penyisiran atau pencarian terhadap korban. Namun sampai saat ini korban dan buaya tersebut belum ditemukan,” katanya.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat, Haristo Mappa, mengatakan hingga Jumat malam warga dan Tim SAR masih melakukan pencarian korban, namun masih belum ditemukan.

“Buaya tersebut sempat muncul beberapa kali. Jasad korban juga sempat terlihat di mulut buaya itu. Namun setelah dilepaskan tembakan oleh tentara, buaya tersebut tidak muncul lagi,” katanya.
(TRIBUNnews.com)

Senin Pagi, Pengemudi Sulit Cari BBM yang Langka di Gandaria dan Cikarang

25 August 2014   4 views

spbucikarangAntrean kendaraan dan kelangkaan premium juga terjadi di Cikarang, Jawa Barat. Warga yang sehari-hari mengisi premium di SPBU dekat Lippo Cikarang pun merasa kaget.

“Saya kaget, lho kok sampai langka. Biasanya premium normal kok di SPBU dekat Lippo Cikarang itu. Tiba-tiba ada pengumuman premium habis,” kata warga Cikarang, Ricky saat berbincang dengan detikcom, Senin (25/8/2014).

Ricky lalu memotret pengumuman premium habis dan mengunggahnya ke pasangmata.com. Ia mengaku selalu mengisi BBM di SPBU tersebut karena hanya berjarak 5-6 km dari kantornya.

“Saya sempat tanya ke operator, katanya sejak kemarin sudah antri,” ujar karyawan swasta ini.

Ricky mengungkapkan bahwa belasan motor mengantre hingga pintu masuk SPBU. Sementara itu, pemilik mobil langsung memutar kendaraan saat melihat pengumuman itu.

“Saya jadi terpaksa isi pertamax. Sebenarnya kalau mau dinaikkan, sosialisasi saja. Jangan memaksa konsumen seperti ini,” keluhnya.

Pembaca detikcom lain, Meizon, juga melaporkan bahwa premium habis di di SPBU yang terletak di Gandaria, Jakarta Selatan. Meizon kemudian menggunggah foto pengumuman tersebut di pasangmata.com.

Sebelumnya, antrian panjang BBM bersubsidi hanya terjadi di Pantura dalam beberapa hari terakhir. Namun PT Pertamina mengungkapkan bahwa fenomena ini tak hanya terjadi di Pantura, tapi di wilayah lainnya.

Pihak Pertamina beralasan, dipangkasnya kuota BBM subsidi dari 48 juta kiloliter menjadi 46 juta kiloliter, sehingga ada pembatasan kuota harian di seluruh SPBU-SPBU di Indonesia. Tujuannya agar pasokan BBM subsidi bisa cukup hingga akhir 2014.
(detik.com)

Guyuran Hujan Tak Surutkan Niat Warga Hadiri Pembukaan Sail Raja Ampat

23 August 2014   1 views

rajaampatHujan yang mengguyur tidak meredupkan semangat warga untuk menghadiri Sail Raja Ampat. Warga tetap antusias menonton sail keenam ini dan asyik berfoto bersama para penari Raja Ampat.

Pengamatan detikcom, rombongan warga bergelombang tiba di Pantai Waisai Torang Cinta, Waisai, Papua Barat, Sabtu (23/8/2014).

Tua, muda hingga anak-anak terus berdatangan. Mayoritas mereka memakai payung dan bahkan rela basah kehujanan untuk menghadiri sail. Ditargetkan 3.000 wisatawan hadir di acara yang bertemakan Tema ‘Membangun Bahari, Menuju Raja Ampat ke Pentas Wisata Dunia’.

“Saya datang bersama keluarga dari Sorong dan tiba di Waisai semalam. Saya ingin mendengarkan langsung pidato Presiden SBY dan menonton pertunjukan,” kata Lanujul (26).

Warga terlihat mendengarkan pidato orang nomor satu di Indonesia itu dengan seksama. Tepuk tangan warga terdengar saat Presiden SBY menyampaikan pesan-pesannya seputar pembangunan di Papua.

Tepuk tangan kian meriah ketika Presiden SBY resmi membuka acara sail keenam ini.

Warga merangsek ke depan untuk menyaksikan Tari Kolosal “Harmoni Raja Ampat” oleh Sanggar Tari “Banjarmili”. Tarian ini di dibawakan oleh 400 penari.

Pertunjukan dilanjutkan dengan atraksi Heli Water Jump,Sailing Pass Kapal-kapal Perang, dan terjun payung.

Mereka tidak ketinggalan mengabadikan gambar pertunjukan dan berfoto bersama para penari Sail Raja Ampat.

“Buat kenang-kenangan,” kata Dona seorang warga Sorong yang berpose bersama seorang penari Burung Cendrawasih ini.
(detik.com)

Pasang Bendera ISIS di Rumah, Tukang Es di Depok Dibawa ke Polres

22 August 2014   11 views

bendera isiFirman Hidayat (36), seorang pedagang es keliling di Depok, Jawa Barat terpaksa harus berurusan dengan polisi. Firman diperiksa karena kedapatan memasang bendera Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di rumahnya.

Kapolres Depok Kombes Ahmad Subarkah mengatakan, pemasangan bendera itu mereka ketahui berdasarkan laporan warga. Polisi kemudian mengecek informasi itu ke rumah Firman di Kemirimuka, Beji, Depok.

“Jam 1 (dinihari) tadi kita jemput ke Polres untuk dimintai keterangan,” kata Subarkah saat dihubungi, Jumat (22/8/2014).

Tidak cuma Firman saja yang dibawa. Ayah Firman, Muhammad Firdaus juga ikut dibawa untuk diperiksa penyidik.

Polisi sempat menggeledah rumah Firman. Ditemukan sebuah bendera gambar ISIS, laptop, sejumlah stiker bertulis ‘Daulatul Islam Baaqiyah’ serta rompi untuk airsoftgun.

Dalam pemeriksaan, Firman mengaku bukan pengikut ISIS. Namun keterangan itu masih terus didalami. Terutama motif pemasangan bendera.

“Dia orangnya lugu, katanya kesenangan (dengan ISIS). Motif nya apa masih kita selidiki,” tandasnya.(detik.com)

Perampokan dan Pembunuhan di Pos Lantas Polsek Sawahan

18 August 2014   12 views

Tempat peristiwaPeristiwa perampokan dan pembunuhan terjadi lagi didaerah Jalan Pasar Kembang Surabaya, Minggu (17/08/2014) sekitar pukul 6 sore. Mirisnya perampokan dan pembunuhan ini dilakukan di Pos Lantas Polsek Sawahan, dimana kondisi pos saat ini masih diperbaiki dan pintu keadaan terbuka

Informasi dilapangan awalnya ada orang yang menghadang korban, dan sempat ada perbincangan lalu menyerahkan surat-surat sepeda motor, kemungkinan pelaku mengaku seorang anggota polisi, kemudian pelaku putar balik dan korban ikut karena surat-surat sepeda motor dibawa.

Berhenti didepan BCA Pasar Kembang sebelah kiri pos Lantas, tiba-tiba pelaku membonceng korban masuk, saksi yang masih diperiksa Penyidik Polsek Sawahan inipun mengira kemungkinan korban yakin pelaku anggota Polsek.

Korban adalah pegawai Toko Mas Mutiara di Jalan Blauran Surabaya, diduga pelaku sudah mengetahui korban membawa uang yang tidak sedikit. Pasalnya, didalam celana korban ada beberapa Emas. Sayangnya, Kapolsek Sawahan Kompol Gathut tidak bisa dikonfirmasi lantaran sedang rapat.

“Sedang rapat Mas,” kata salah satu anggota penjagaan. “Saya tidak mengerti masalah pembunuhan alangkah baiknya langsung ke Kanit Reskrim saja, tapi beliau masih rapat,” jelasnya.

Salah satu anggota Lantas, Djafar, menuturkan pada saat itu jam 9.00 WIB pagi, saya bersama Silitonga mampir ke pos Lantas yang masih renovasi terkejut kami saat melihat mayat dengan posisi duduk dan ada bekas luka dibagian dada kiri dan kepala. Untuk selanjutnya saya kontak Komandan.

“Saya gak ngerti untuk penyidikan selanjutnya, diatas ada saksi yang diperiksa, dan Kapolsek masih rapat. Kalau informasi itu memang diduga bawah uang pasalnya jaket tempat dimana uang itu disimpan hilang, tapi emasnya masih utuh, pemilik toko emas juga diperiksa, bahkan didepan pos ada di CCTV semoga cepat ketemu pelakunya,” ujar Djafar. (http://radaronline.co.id/)

Hari Pramuka, di Banyuwangi Digelar Pawai Seribu Lampion

14 August 2014   16 views

pramukaLebih dari seribu pelajar dari tingkat SD, SMP, SMA mengikuti “Pawai Lampion” dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke 53 pada Rabu malam (13/8/2014).

Dengan membawa berbagai macam bentuk lampion seperti bentuk bintang, penyu, tunas kelapa ataupun ikan, mereka berjalan di sepanjang jalan utama Kota Banyuwangi sambil menyanyikan lagu-lagu Pramuka dan yel- yel.

Menurut Wakil Bupati Banyuwangi yang juga menjabat Ketua Mejelis Pembimbing Cabang Kabupaten Banyuwangi, Yusuf Widiatmoko, kemarin, acara pawai lampion tersebut merupakan acara rutin yang digelar setiap tahun untuk mmeberikan apresiasi kepada Pramuka.

“Semua tahu Pramuka merupakan gerakan mendidik anggotanya menjadi pribadi yang cinta Tanah Air. Diharapkan dengan kegiatan semacam ini bisa kembali menggerakkan jiwa-jiwa muda untuk berkarya untuk Banyuwangi pada khususnya. Apalagi bersamaan dengan peringatan ulang tahun Indonesia 17 Agustus,” ungkap Yusuf.

Yusuf juga berharap agar pramuka kembali direvitalisasi agar ke depan bisa lebih berdaya guna. “Nanti akan mungkin akan diwajibkan pemakaian seragam pramuka di hari-hari tertentu untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan,” kata dia.

Sementara itu. Rudi Hartono (37), salah satu warga Banyuwangi menilai pawai lampion tersebut terbilang menarik, terutama bagi generasi muda. “Kebetulan saya sama anak saya. Sekalian mengenalkan beberapa kegiatan pramuka, karena memang sekarang kegiatan Pramuka sudah berkurang ya. Beda saat jaman saya masih sekolah dulu. Sekarang kok pramuka ya cuma pakai seragam gitu aja. Kalau dulu ya bener-bener kegiatan di alam,” kata Rudi.

Rudi juga berharap kegiatan-kegiatan Pramuka kembali digalakkan di sekolah-sekolah. “Semoga ada lagi karena akan mengajarkan anak menjadi tidak manja dan mencintai negaranya,” kata Rudi lagi.
(kompas.com)

Bupati Tasikmalaya Bantah Singaparna Kota Terkotor

11 August 2014   8 views

bupati-tasikmalaya-uu-ruzhanul-ulumBupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum, membantah Singaparna, ibu kota Kabupaten Tasikmalaya, sebagai kota terkotor kedua di Indonesia. Namun dia mengakui kondisi Singaparna masih belum tertata dengan baik.

“Sebagai Bupati, saya tidak pernah menerima legalitas Singaparna sebagai kota terkotor kedua di Indonesia,” akunya disela acara Jumat bersih di kawasan alun-alun Singaparna, Jumat (8/8/2014).(baca : Singaparna Tasikmalaya Kota Terkotor Kedua di Indonesia )

Namun, lanjut Uu, Singaparna sebagai ibu kota Kabupaten Tasikmalaya masih butuh pembenahan khusus, terutama terkait penertiban PKL dan masalah kebersihan.

“Penanganan PKL dan sampah memang membutuhkan perhatian khusus. Tidak hanya Singaparna, tapi juga kota lainnya di kabupaten, yakni Manonjaya dan Ciawi,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Singaparna disebut-sebut sebagai kota skala kecil terkotor kedua di Indonesia tahun 2014, hasil kajian pemerintah pusat. Kondisi ini mengundang keprihatinan warga Singaparna. Salah satunya adalah Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Arif Rachman.

“Saya merasa terkejut dan malu Singaparna mendapat predikat seperti itu. Singaparna memang belum tertata dengan baik. Kita berharap Pemkab mulai fokus ke pembenahan kawasan ibu kota,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Uu mengajak seluruh warga Kota Singaparna untuk berperan aktif memelihara kebersihan. Tidak hanya di lingkungan masing-masing, tapi juga di tempat-tempat umum seperti pasar, terminal dan alun-alun. Ketiga prasarana publik itu berada dalam satu kawasan dan rata-rata belum terlihat asri.

“Masalah kebersihan tidak hanya tanggungjawab pemerintah, tapi warga juga memiliki andil. Yaitu selalu menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing, serta jika kebetulan berada di tempat-tempat umum, jangan buang sampah sembarangan. Sikap bersih ini harus dimulai dari sekarang,” harap Uu.
(tribunnews.com)

Polisi yang Ditangkap Karena Pungli di Comal Sempat Buang Uang Barang Bukti

10 August 2014   8 views

comalOknum polisi yang ditangkap Propam Polda Jawa Tengah karena dugaan melakukan pungli di Jembatan Comal sempat membuang barang bukti berupa uang sekitar Rp 900 ribu. Hingga saat ini sudah 10 oknum polisi anggota satlantas Polres Pemalang yang diduga melakukan aksi tersebut.

Dari informasi yang diperoleh detikcom, penangkapan oleh Tim Gabungan Propam dan Provost Polda Jateng tersebut dilakukan pada hari Sabtu (9/8/2014) kemarin sekitar pukul 00.30. Penangkapan diawali dari dua orang oknum yaitu Aipda TY dan Briptu W. Saat itulah Aipda TY membuang uang Rp 900 ribu dari seseorang.

Kabid Propam Polda Jateng, Kombes Pol Hendra Supriyatna saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Kemudian dari penangkapan dua oknum itu berkembang kepada delapan rekannya.

“Benar, dari dua oknum totalnya menjadi 10 oknum. Kami periksa karena melakukan pungutan liar,” kata Hendra saat dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu (10/8/2014).

Lebih lanjut, Hendra menambahkan 10 oknum tersebut terancam dengan hukuman disiplin kategori berat. Namun tidak menutup kemungkinan para oknum tersebut dihukum karena melanggar kode etik.

“Akan ada hukuman disiplin kategori berat, ditempatkan di sel khusus. Kalau dalam perkembangannya ditemukan pelanggaran kode etik, maka akan dikenakan hukuman kode etik,” tegasnya.

Sementara itu Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Alloysius Liliek Darmanto mengatakan masih ada kemungkinan jumlah oknum yang terlibat pungli tersebut bertambah. Karena pemeriksaan 10 oknum tersebut masih berlangsung dan juga masih memeriksa saksi-saksi termasuk sopir truk yang dimintai pungutan.

“Ini bisa saja lebih dari 10 orang karena kami juga memeriksa saksi dari sopir truk. Untuk alirannya, mereka pakai sendiri, tidak sampai menyebar,” pungkasnya.

Diketahui, Jembatan Comal sisi utara atau dari arah Jakarta-Semarang sudah diperbolehkan dilewati dua arah untuk kendaraan kecil, sedangkan kendaraan dengan tonase lebih dari 10 ton harus memutar melewati jalur tengah dan selatan. Sementara itu, perbaikan permanen jembatan Comal sisi selatan masih terus dilakukan dan diperkirakan rampung dalam waktu 2 bulan hingga 3 bulan.
(detik.com)

Next Page »