Anggota TNI Pelaku Penikaman Anggota Brimob Menyerahkan Diri

21 November 2014

rslaterdeliserdangAnggota TNI pelaku penikaman anggota Brimob di Sumatera Utara (Sumut) akhirnya menyerahkan diri. Saat ini yang bersangkutan tengah menjalani pemeriksaan oleh Polisi Militer.

Sersan Satu (Sertu) Akhiruddin kini ditahan di Detasemen Polisi Militer (Denpom) 1/5 Medan di Jalan R. Suprapto, Medan. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui motif penikaman tersebut.

Dalam keterangan kepada wartawan, Jumat (21/11/2014) Kepala Staf Kodam I/Bukit Barisan Brigjen TNI Cucu Sumantri menyatakan, tersangka menyerahkan diri.

“Hal itu sebagai bentuk tanggung jawab atas perbuatannya. Dia menyerahkan diri, dan langsung dibawa ke Denpom,” kata Sumantri usai salat Jumat di Masjid Makodam, Jalan Gatot Subroto, Medan.

Disebutkan Kasdam, Sertu Akhiruddin bertugas di Detasemen Markas Brigade Infanteri (Brigif) 7/Rimba Raya di Galang, Deli Serdang. Sebelumnya dia pernah bertugas di Batalyon Infanteri 100 Raider.

Anggota Den C Brimob Daerah Sumut, Brigadir Benny Sihombing (32) ditikam dadanya dengan sangkur di salah satu warung di Sei Mencirim, Binjai Timur, Kota Binjai (sebelumnya tertulis Kabupaten Deli Serdang), sekitar pukul 20.05 WIB. Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit (RS) Latersia, Binjai, namun nyawanya tidak tertolong.
(detik.com)

Ini Penampakan Kerusakan Hotel di Manado Akibat Gempa 7,3 SR

15 November 2014

manadorusakGuncangan gempa berkekuatan 7,3 skala richter di Halmahera, Maluku Utara dirasakan warga di Manado, Sulut. Guncangan gempa juga membuat kerusakan pada bangunan salah satunya di Hotel Lion.

Tembok hotel yang berada di Jalan Piere Tendean No 19, Boulevard Manado ini mengalami kerusakan. Pantauan detikcom, Sabtu (15/11/2014), reruntuhan tembok menimpa mobil yang terparkir.

Reruntuhan batu bata berserakan, sementara kanopi hotel juga rusak. Personel polisi sudah berada di lokasi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Utara Noldy Liow sebelumnya mengaku mendapat laporan kerusakan di Hotel Lion. Namun BPBD masih melakukan pendataan terkait dampak gempa.

Data terkini dari BMKG, gelombang tsunami terdeteksi di Manado dengan ketinggian 0,03 meter.
(detik.com)

5 Gurandil Tewas Dalam Lubang Galian Emas

13 November 2014

lebakDiduga mengirup gas beracun 5 penambang emas liar (gurandil) asal Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, tewas di dalam lubang galian, Selasa (11/11) sore. Kelima korban tewas ketika menggali lubang pada kedalaman sekira 40 meter di lokasi tambang Blok Cikalahang, Desa Cimandiri.

Kelima gurandil yang bernasib naas itu Feri, 34, Odon, 30, Apad, 25, Juarta, 30, dan Ugan, 45, yang kesemuanya merupakan warga Kp Cipenduey, Ds Cimandiri, Kec. Panggarangan, Kab. Lebak.

Diperoleh keterangan, musibah yang menimpa kelima gurandil ini terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Diketahui adalalah Odon yang pertama kali masuk lubang untuk menambang batu berkadar emas. Sementara, Feri, Apad, Juarta, dan Ugan menunggu di mulut lubang galian.

Setelah ditunggu beberapa saat, keempat korban lain menaruh curiga lantaran Odon tak kunjung keluar. Akhirnya, Apad masuk ke dalam lubang tambang untuk mengetahui keadaan Odon. Namun, Apad juga tidak keluar.

Oleh karena itu, Ugan, Feri, dan Juarta bareng-bareng masuk ke dalam lubang tambang. Nahas, ketiga gurandil itu menyusul dua temannya. Mereka tidak bisa keluar dari dalam lubang. Kelima gurandil itu tewas.

Nasib kelima penambang emas liar itu diketahui seorang warga Desa Cimandiri yang tengah mencari kayu bakar di sekitar lubang. “Saya curiga karena tidak ada satu pun penambang (di sekitar lubang-red). Ketika saya senter, ada lima orang tergeletak di dalam lubang,” kata warga di Mapolsek Panggarangan.

Kasus ini langsung dilaporkan kepada polisi. Jasad Feri, Odon, Apad, Juarta, dan Ugan dievakuasi keluar setelah petugas masuk lubang menggunakan masker dan tabung oksigen.

Kepada wartawan Kapolsek Panggarangan, AKP Yusuf, membenarkan kasus kematian lima gurandil itu. Hasil penyelidikan sementara, polisi menduga, para korban tewas akibat gas beracun di dalam lubang. “Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kuat dugaan, para korban tewas karena menghirup gas beracun,” jelasnya.

Yusuf menyatakan, lubang yang ditambang kelima gurandil merupakan lubang tambang yang sudah lama tidak digarap pemiliknya. Diperkirakan, kelima korban nekat menambangnya lagi untuk mendapatkan batu berkadar emas.

“Empat korban sudah dimakamkan oleh keluarganya masing-masing. Pemakaman satu korban atas nama Odon, masih menunggu keluarganya,” tutur Yusuf.

Kapolsek Panggarangan mengimbau agar masyarakat menghentikan penambangan emas secara liar. Tidak hanya karena melanggar peraturan, tetapi juga karena risiko kecelakaan. “Apalagi, telah memasuki musim penghujan sehingga lubang tambang rawan longsor,” imbaunya.

(poskota)

Ahok: Ini yang Pertama, Saya Plt Gubernur DKI Minta Bubarkan FPI

11 November 2014

AhokPelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama mengaku sudah “gerah” terhadap seluruh kericuhan yang dilakukan oleh Front Pembela Islam (FPI).

Bahkan, ia telah melayangkan surat rekomendasi pembubaran FPI kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo serta Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

“Jadi, biar FPI tahu, ini kali pertama ada gubernur di Indonesia, saya, Plt Gubernur DKI Jakarta, minta membubarkan dia (FPI),” kata Basuki dengan suara meninggi, di Balai Kota, Senin (10/11/2014). [Baca: Di Depan Lulung dan Taufik, Rizieq Bicara soal Gubernur Tandingan]

Ia pun meminta FPI untuk tidak terus berlindung di balik hukum ataupun di balik para anggota DPRD DKI Jakarta. Naiknya Basuki menjadi gubernur DKI sudah berdasarkan konstitusi yang berlaku.

Berdasarkan Perppu Nomor 1 Tahun 2014 pasal 203 tentang kekosongan kepala daerah, wakil kepala daerah berhak menggantikan posisi yang ditinggalkan kepala daerah.

“FPI jangan merasa berada di atas hukum, ini negara hukum Indonesia, ada konstitusinya. Jadi, kamu, FPI, enggak bisa menginjak-injak hukum seenaknya. Makanya, saya minta Anda dibubarkan,” kata Basuki lagi.

Menurut Basuki, tindakan ricuh FPI, yang menolaknya menjadi gubernur DKI beberapa waktu lalu di Gedung DPRD DKI, bukanlah yang pertama.

Sebelumnya, kata dia, FPI kerap melakukan aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh di seluruh Indonesia, tidak hanya di Jakarta. “Hanya proses pembubarannya mesti ada yang kirim surat ke Kementerian Hukum dan HAM. Mungkin selama ini pejabat-pejabat publik enggak mau ribut (sama FPI),” kata Basuki kesal. (kompas.com)

Korban Terperosok Lubang Galian di Cibubur Dirujuk ke RS Mitra Keluarga

10 November 2014

lubang galianWiwin Setiawan, korban terperosok lubang galian pembuatan saluran air di Cileungsi, Cibubur, Jakarta Timur mengalami sejumlah luka akibat kecelakaan yang dialaminya. Sempat dirawat di Rumah Sakit Thamrin Cileungsi, Bogor, Wiwin akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Keluarga.

“Pasien atas nama Wiwin Setiawan rawat jalan, dan dirujuk ke Rumah ‎Sakit Mitra Keluarga,” ujar resepsionis RS Thamrin saat dikonfirmasi, Minggu (9/11/2014).

Menurutnya, Wiwin menderita fraktur tulang akibat kecelakaan tersebut. “Pasien dirujuk karena saat ini dokter orthopedi disini sedang tidak di tempat,” jelasnya.

Dalam kecelakaan yang menyebabkan Wiwin jatuh ke dalam lubang galian sedalam 12 meter tersebut, menurut petugas RS menyebabkan dirinya menderita luka cukup parah.

“Karena lukanya parah, makanya dirujuk ke RS Mitra,” kata petugas tersebut.

Peristiwa jatuhnya Wiwin ke lubang galian itu terjadi Sabtu (8/11) sekitar pukul 05.30 WIB. Wiwin yang diduga sedang mengantuk, menabrak seng pembatas proyek galian hingga jatuh ke dalam lubang sedalam 12 meter. Wiwin pun baru dapat dievakuasi pukul 07.30 WIB oleh petugas Damkar menggunakan crane. Dirinya langsung dilarikan ke RS Thamrin Cileungsi dengan sejumlah luka di tubuh dan kepala.(detik.com)

Jembatan di Taman Ismail Marzuki Ambruk, 4 Orang Tewas

31 October 2014

jembatan robohJembatan penghubung Gedung Arsip dan Perpustakaan DKI Jakarta di Taman Ismail Marzuki ambruk. Peristiwa itu menewaskan empat orang dan lima orang lainnya terluka berat, yang langsung dilarikan ke Rumah Sakit PGI Cikini.

Menurut Supri (35), salah satu pekerja bangunan di sana, ambruknya jembatan penghubung terjadi sekitar pukul 06.00. “Tadi pagi kayak ada gempa gitu. Kedengaran banget suaranya,” kata dia, Jumat (31/10/2014).

Salah satu petugas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Pusat, Sudarno, mengatakan, pihaknya menerima laporan sekitar pukul 06.00. Hingga saat ini belum dipastikan penyebabnya dari robohnya jembatan.

Namun, ia memperkirakan ambruknya jembatan diakibatkan oleh tidak adanya penyangga yang kuat pada konstruksi bangunan tersebut. “Belum ada penyangganya, makanya roboh,” kata dia.

Penyangga, kata dia, belum dipasang karena jalan yang berada di bawah jembatan masih sering digunakan untuk akses jalan. Maka, proses pengecoran yang dilakukan pada Kamis (30/10/2014) malam menambah beban pada jembatan dan akibatnya bangunan pun roboh.

Hingga pukul 12.00, tim penolong masih mencari dua orang tewas yang masih berada di antara puing-puing. Sementara itu, korban tewas lainnya dibawa ke kamar mayat Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk keperluan visum dan otopsi.

Pantauan Kompas.com di lokasi kejadian, bangunan jembatan yang baru berupa kerangka tampak amburadul. Kayu-kayu dan besi bangunan setinggi sekitar 10 meter yang ambrol berserakan di tanah. Sekitar bangunan tersebut sudah dipasang garis polisi.

Beberapa mobil pemadam kebakaran tampak terparkir di depan bangunan yang berada persis di samping Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi DKI Jakarta tersebut.
(kompas.com)

Bule di Pulau Cubadak Usir Pengunjung Warga Indonesia, Kok Berani?

21 October 2014

buleSebuah video dokumenter berjudul Onde Mandeh memperlihatkan keindahan dan ironi. Ketika videografer dan fotografer berserta rombongan Joy Sailing 2014 yang berkunjung ke Pulau Cubadak tersebut sehari sebelum acara seremonial, mendapat perlakuan tidak menyenangkan.

Mereka, bule pengelola, seperti menjadikan pulau tersebut terlarang. Terlarang bagi warga Indonesia yang ingin berkunjung ke lokasi.

Salah seorang bule pengelola yang sempat melarang pengunjung yang membawa kamera untuk mengabadikan keindahan lokasi tersebut.

“Hei, jangan foto-foto begitu. Minta izin dulu,” kata ‘bule’ tersebut.

Pulau tersebut terletak di Pesisir Selatan, Sumatera barat. Rencananya pulau tersebut dicanangkan menjadi saingan Raja Ampat di Papua.

Dalam video yang diproduksi Watchdoc Documentary Maker yang telah diupload di You Tube 16 September 2014, itu  terlihat si bule mengusir pengunjung pulau tersebut.

Menurut keterangan warga mandeh, Darpius yang ikut bersama rombongan tersebut, pengelola pulau itu warga negara Italia. Selain melarang mengambil gambar foto, seorang ‘bule’ lainnya juga melarang mengambil gambar video sebelum dia mengusir rombongan dari area itu.

“Saya tidak setuju, tidak. Pergi sekarang,” ujar si bule.

Ini link video tersebut:

 

(republika)

Tidak Diperhatikan Pemerintah, 10 Desa di Kaltim Akan Bergabung dengan Malaysia

18 October 2014

malaysiaSepuluh desa di Kecamatan Long Apari, Mahakam Ulu, Kalimantan Timur (Kaltim), mengancam akan bergabung dengan negara Malaysia. Pasalnya, sepuluh desa yang berbatasan langsung dengan Serawak, Malaysia, itu merasa dikucilkan oleh Pemerintah Provinsi Kaltim maupun pemerintah pusat.

Dikatakan Batoq Laga, Kepala Desa Long Penaneh I, Long Apari, masyarakat Long Apari tidak pernah mendapat keadilan dari Pemerintah Indonesia sehingga dalam waktu dekat pihaknya akan memasang bendera Malaysia di Kecamatan Long Apari.

“Kami akan memasang bendera Malaysia jika kami terus dikucilkan oleh Pemerintah Indonesia. Kami tidak pernah diperhatikan oleh Pemerintah Indonesia. Jangankan insfratruktur, (untuk) komunikasi saja kami tidak bisa. Kami punya HP, tapi gunanya hanya untuk pamer dan mendengar lagu,” kata dia, (17/10/2014).

Batoq menjelaskan, perekonomian di Long Apari tidak berputar. Batoq juga mengeluhkan masalah bahan pangan di Long Apari. Menurut dia, satu karung beras seberat 25 kg dibanderol seharga Rp 600.000.

“Beras sudah Rp 600.000, bensin sudah Rp 25.000. Semua serba mahal. Semua karena infrastruktur yang menghambat perekonomian kami,” ujarnya. Karena keterbatasan itu, semua kepala desa di Kecamatan Long Apari berulang kali meminta keadilan dari pemerintah, tidak hanya Pemerintah Provinsi Kaltim, tetapi juga Pemerintah Indonesia.

“Kami sudah ke mana-mana, mulai dari pembicaraan dengan Pemprov Kaltim hingga ke pemerintah pusat. Tapi, hasilnya nihil. Kami masih saja dikucilkan,” ketusnya. Karena itu, kata dia, jika Pemerintah Indonesia tidak memberi keadilan dan kesejahteraan, dipastikan 10 desa di Kecamatan Long Apari akan memasang bendera Malaysia.

“Terutama di salah satu tower yang dibangun pemerintah, ada tower, tapi tidak ada fungsinya. Tower telekomunikasi dibangun sejak 2012. Tapi, hingga sekarang, HP kami tidak bisa dipakai menelepon. Jika kami bergabung dengan Malaysia, pasti bukan hanya telekomunikasi yang akan dipasang, melainkan juga infrastruktur pun akan lancar, selancar perekonomian Malaysia,” pungkasnya.

(Kompas)

Kecelakaan Beruntun Hancurkan Dua Mobil dan Dua Motor di Siliwangi

16 October 2014

Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Siliwangi, Depok, Kamis (16/10/14) sekitar pukul 12.00 WIB. Kecelakaan terjadi antara mobil Suzuki Splash

B 1648 EKM, mobil Toyota Rush Silver, dan dua unit motor Yamaha Mio.

Saat kejadian terjadi kondisi arus lalu lintas tengah dalam posisi ramai lancar. Tiba – tiba saja Dewi, pengemudi mobil Splash ditabrak kencang dari dari arah belakang.

Dua sepeda motor diduga sedang menyalip ikut terserempet. Dua pengendara motor luka – luka dan dilarikan ke RS Hermina Depok.

“Saya menyetir biasa saja, tiba – tiba dari belakang mobil saya ditabrak hingga mobil saya rusak,” tutur Dewi di lokasi, Kamis (16/10/14).

Dewi yang merupakan warga Depok Timur tersebut berkendara dari arah Terminaal Depok menuju rumahnya. Dewi melaju dalam kecepata standar.

Kondisi mobil Dewi rusak parah hingga bagian belakang mobil penyok dengan kaca pecah. Polisi pun sudah datang ke lokasi kejadian.
(depoknews.com)

Belasan Motor Berknalpot Bising Terjaring Razia di Bogor

16 October 2014

motord

motord Razia kendaraan digelar di Jalan Raya Pajajaran Kota Bogor. Belasan motor berknalpot bising diamankan. Pemotor mengaku tidak tahu jika knalpot jenis tersebut dilarang.

“Sudah 2 bulan pakai (knalpot bising), tidak pernah terjaring razia,” kata Robi, pemotor yang terjaring razia, Kamis (16/10/2014).

Apakah dia setuju knalpot bising dilarang? “Ya setuju saja, tapi kita kan nggak tahu kalau di sini (Bogor) dilarang,” kata warga Cilendek Bogor Barat ini.

Razia digelar selama 2 jam. Sebanyak 15 motor diamankan. Tak hanya motor berknalpot bising yang diamankan, tapi juga pemotor yang tidak memiliki surat-surat kendaraan dan melanggar lalin. Termasuk beberapa pelajar yang tidak menggunakan helm dan berboncengan tiga.

“Ini instruksi dari Dirlantas Polda Jabar, bahwa di Kota Bogor dilarang menggunakan knalpot bising atau di luar standar,” kata Kanit Patroli Satlantas Polres Bogor Kota, Iptu Subandi.

Motor berknalpot bising ke Polresta Bogor. Pemilik diwajibkan membawa knalpot standar saat mengambil.

Selain melakukan razia, Satlantas Polres Bogor Kota yang bekerjasama dengan Dinas Perhubungan Kota Bogor, Dinas Lalulintas dan Angkuta Jalan (DLLAJ) Kota Bogor juga melakukan uji emisi terhadap kendaraan roda empat yang melintas di lokasi. Uji emisi dilakukan untuk mengendalikan polusi udara di Kota Bogor.

(detik.com)

Next Page »