web analytics

Della Hilang Setelah Bergulat dengan Buaya

30 August 2014   1 views

20140829_141941_tim-sar-bersama-pawang-buaya-mencari-korban-yang-dimangsa-buayaSerangan buaya kembali terjadi di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Jumat (29/8/2014). Kali ini, seorang warga Jalan Mujur Jaya, Kecamatan Sangatta Utara, menjadi korban serangan tersebut.

Kabag Ops Polres Kutim, Kompol Ade Permana, mengatakan serangan tersebut terjadi saat korban, Dela H (30), memperbaiki pipa air yang tersambung ke sungai.

“Saat itu, sekitar pukul 08.30 Wita, di pinggir sungai, Jalan Mujur Jaya 15 RT 37, korban yang baru pulang kerja langsung memperbaiki pipa air yang tersambung ke sungai. Korban masuk dan menyelam ke pinggir sungai,” katanya.

Tiba-tiba seekor buaya langsung menyambar dan langsung menggigit korban. Sempat bergulat beberapa lama, akhirnya korban tak sanggup melawan dan hanyut dibawa buaya tersebut.

“Kami langsung mendatangi TKP dan berkoordinasi dengan Pol Air dan Basarnas untuk melakukan penyisiran atau pencarian terhadap korban. Namun sampai saat ini korban dan buaya tersebut belum ditemukan,” katanya.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat, Haristo Mappa, mengatakan hingga Jumat malam warga dan Tim SAR masih melakukan pencarian korban, namun masih belum ditemukan.

“Buaya tersebut sempat muncul beberapa kali. Jasad korban juga sempat terlihat di mulut buaya itu. Namun setelah dilepaskan tembakan oleh tentara, buaya tersebut tidak muncul lagi,” katanya.
(TRIBUNnews.com)

Senin Pagi, Pengemudi Sulit Cari BBM yang Langka di Gandaria dan Cikarang

25 August 2014   4 views

spbucikarangAntrean kendaraan dan kelangkaan premium juga terjadi di Cikarang, Jawa Barat. Warga yang sehari-hari mengisi premium di SPBU dekat Lippo Cikarang pun merasa kaget.

“Saya kaget, lho kok sampai langka. Biasanya premium normal kok di SPBU dekat Lippo Cikarang itu. Tiba-tiba ada pengumuman premium habis,” kata warga Cikarang, Ricky saat berbincang dengan detikcom, Senin (25/8/2014).

Ricky lalu memotret pengumuman premium habis dan mengunggahnya ke pasangmata.com. Ia mengaku selalu mengisi BBM di SPBU tersebut karena hanya berjarak 5-6 km dari kantornya.

“Saya sempat tanya ke operator, katanya sejak kemarin sudah antri,” ujar karyawan swasta ini.

Ricky mengungkapkan bahwa belasan motor mengantre hingga pintu masuk SPBU. Sementara itu, pemilik mobil langsung memutar kendaraan saat melihat pengumuman itu.

“Saya jadi terpaksa isi pertamax. Sebenarnya kalau mau dinaikkan, sosialisasi saja. Jangan memaksa konsumen seperti ini,” keluhnya.

Pembaca detikcom lain, Meizon, juga melaporkan bahwa premium habis di di SPBU yang terletak di Gandaria, Jakarta Selatan. Meizon kemudian menggunggah foto pengumuman tersebut di pasangmata.com.

Sebelumnya, antrian panjang BBM bersubsidi hanya terjadi di Pantura dalam beberapa hari terakhir. Namun PT Pertamina mengungkapkan bahwa fenomena ini tak hanya terjadi di Pantura, tapi di wilayah lainnya.

Pihak Pertamina beralasan, dipangkasnya kuota BBM subsidi dari 48 juta kiloliter menjadi 46 juta kiloliter, sehingga ada pembatasan kuota harian di seluruh SPBU-SPBU di Indonesia. Tujuannya agar pasokan BBM subsidi bisa cukup hingga akhir 2014.
(detik.com)

Guyuran Hujan Tak Surutkan Niat Warga Hadiri Pembukaan Sail Raja Ampat

23 August 2014   1 views

rajaampatHujan yang mengguyur tidak meredupkan semangat warga untuk menghadiri Sail Raja Ampat. Warga tetap antusias menonton sail keenam ini dan asyik berfoto bersama para penari Raja Ampat.

Pengamatan detikcom, rombongan warga bergelombang tiba di Pantai Waisai Torang Cinta, Waisai, Papua Barat, Sabtu (23/8/2014).

Tua, muda hingga anak-anak terus berdatangan. Mayoritas mereka memakai payung dan bahkan rela basah kehujanan untuk menghadiri sail. Ditargetkan 3.000 wisatawan hadir di acara yang bertemakan Tema ‘Membangun Bahari, Menuju Raja Ampat ke Pentas Wisata Dunia’.

“Saya datang bersama keluarga dari Sorong dan tiba di Waisai semalam. Saya ingin mendengarkan langsung pidato Presiden SBY dan menonton pertunjukan,” kata Lanujul (26).

Warga terlihat mendengarkan pidato orang nomor satu di Indonesia itu dengan seksama. Tepuk tangan warga terdengar saat Presiden SBY menyampaikan pesan-pesannya seputar pembangunan di Papua.

Tepuk tangan kian meriah ketika Presiden SBY resmi membuka acara sail keenam ini.

Warga merangsek ke depan untuk menyaksikan Tari Kolosal “Harmoni Raja Ampat” oleh Sanggar Tari “Banjarmili”. Tarian ini di dibawakan oleh 400 penari.

Pertunjukan dilanjutkan dengan atraksi Heli Water Jump,Sailing Pass Kapal-kapal Perang, dan terjun payung.

Mereka tidak ketinggalan mengabadikan gambar pertunjukan dan berfoto bersama para penari Sail Raja Ampat.

“Buat kenang-kenangan,” kata Dona seorang warga Sorong yang berpose bersama seorang penari Burung Cendrawasih ini.
(detik.com)

Pasang Bendera ISIS di Rumah, Tukang Es di Depok Dibawa ke Polres

22 August 2014   11 views

bendera isiFirman Hidayat (36), seorang pedagang es keliling di Depok, Jawa Barat terpaksa harus berurusan dengan polisi. Firman diperiksa karena kedapatan memasang bendera Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di rumahnya.

Kapolres Depok Kombes Ahmad Subarkah mengatakan, pemasangan bendera itu mereka ketahui berdasarkan laporan warga. Polisi kemudian mengecek informasi itu ke rumah Firman di Kemirimuka, Beji, Depok.

“Jam 1 (dinihari) tadi kita jemput ke Polres untuk dimintai keterangan,” kata Subarkah saat dihubungi, Jumat (22/8/2014).

Tidak cuma Firman saja yang dibawa. Ayah Firman, Muhammad Firdaus juga ikut dibawa untuk diperiksa penyidik.

Polisi sempat menggeledah rumah Firman. Ditemukan sebuah bendera gambar ISIS, laptop, sejumlah stiker bertulis ‘Daulatul Islam Baaqiyah’ serta rompi untuk airsoftgun.

Dalam pemeriksaan, Firman mengaku bukan pengikut ISIS. Namun keterangan itu masih terus didalami. Terutama motif pemasangan bendera.

“Dia orangnya lugu, katanya kesenangan (dengan ISIS). Motif nya apa masih kita selidiki,” tandasnya.(detik.com)

Perampokan dan Pembunuhan di Pos Lantas Polsek Sawahan

18 August 2014   12 views

Tempat peristiwaPeristiwa perampokan dan pembunuhan terjadi lagi didaerah Jalan Pasar Kembang Surabaya, Minggu (17/08/2014) sekitar pukul 6 sore. Mirisnya perampokan dan pembunuhan ini dilakukan di Pos Lantas Polsek Sawahan, dimana kondisi pos saat ini masih diperbaiki dan pintu keadaan terbuka

Informasi dilapangan awalnya ada orang yang menghadang korban, dan sempat ada perbincangan lalu menyerahkan surat-surat sepeda motor, kemungkinan pelaku mengaku seorang anggota polisi, kemudian pelaku putar balik dan korban ikut karena surat-surat sepeda motor dibawa.

Berhenti didepan BCA Pasar Kembang sebelah kiri pos Lantas, tiba-tiba pelaku membonceng korban masuk, saksi yang masih diperiksa Penyidik Polsek Sawahan inipun mengira kemungkinan korban yakin pelaku anggota Polsek.

Korban adalah pegawai Toko Mas Mutiara di Jalan Blauran Surabaya, diduga pelaku sudah mengetahui korban membawa uang yang tidak sedikit. Pasalnya, didalam celana korban ada beberapa Emas. Sayangnya, Kapolsek Sawahan Kompol Gathut tidak bisa dikonfirmasi lantaran sedang rapat.

“Sedang rapat Mas,” kata salah satu anggota penjagaan. “Saya tidak mengerti masalah pembunuhan alangkah baiknya langsung ke Kanit Reskrim saja, tapi beliau masih rapat,” jelasnya.

Salah satu anggota Lantas, Djafar, menuturkan pada saat itu jam 9.00 WIB pagi, saya bersama Silitonga mampir ke pos Lantas yang masih renovasi terkejut kami saat melihat mayat dengan posisi duduk dan ada bekas luka dibagian dada kiri dan kepala. Untuk selanjutnya saya kontak Komandan.

“Saya gak ngerti untuk penyidikan selanjutnya, diatas ada saksi yang diperiksa, dan Kapolsek masih rapat. Kalau informasi itu memang diduga bawah uang pasalnya jaket tempat dimana uang itu disimpan hilang, tapi emasnya masih utuh, pemilik toko emas juga diperiksa, bahkan didepan pos ada di CCTV semoga cepat ketemu pelakunya,” ujar Djafar. (http://radaronline.co.id/)

Hari Pramuka, di Banyuwangi Digelar Pawai Seribu Lampion

14 August 2014   4 views

pramukaLebih dari seribu pelajar dari tingkat SD, SMP, SMA mengikuti “Pawai Lampion” dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke 53 pada Rabu malam (13/8/2014).

Dengan membawa berbagai macam bentuk lampion seperti bentuk bintang, penyu, tunas kelapa ataupun ikan, mereka berjalan di sepanjang jalan utama Kota Banyuwangi sambil menyanyikan lagu-lagu Pramuka dan yel- yel.

Menurut Wakil Bupati Banyuwangi yang juga menjabat Ketua Mejelis Pembimbing Cabang Kabupaten Banyuwangi, Yusuf Widiatmoko, kemarin, acara pawai lampion tersebut merupakan acara rutin yang digelar setiap tahun untuk mmeberikan apresiasi kepada Pramuka.

“Semua tahu Pramuka merupakan gerakan mendidik anggotanya menjadi pribadi yang cinta Tanah Air. Diharapkan dengan kegiatan semacam ini bisa kembali menggerakkan jiwa-jiwa muda untuk berkarya untuk Banyuwangi pada khususnya. Apalagi bersamaan dengan peringatan ulang tahun Indonesia 17 Agustus,” ungkap Yusuf.

Yusuf juga berharap agar pramuka kembali direvitalisasi agar ke depan bisa lebih berdaya guna. “Nanti akan mungkin akan diwajibkan pemakaian seragam pramuka di hari-hari tertentu untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan,” kata dia.

Sementara itu. Rudi Hartono (37), salah satu warga Banyuwangi menilai pawai lampion tersebut terbilang menarik, terutama bagi generasi muda. “Kebetulan saya sama anak saya. Sekalian mengenalkan beberapa kegiatan pramuka, karena memang sekarang kegiatan Pramuka sudah berkurang ya. Beda saat jaman saya masih sekolah dulu. Sekarang kok pramuka ya cuma pakai seragam gitu aja. Kalau dulu ya bener-bener kegiatan di alam,” kata Rudi.

Rudi juga berharap kegiatan-kegiatan Pramuka kembali digalakkan di sekolah-sekolah. “Semoga ada lagi karena akan mengajarkan anak menjadi tidak manja dan mencintai negaranya,” kata Rudi lagi.
(kompas.com)

Bupati Tasikmalaya Bantah Singaparna Kota Terkotor

11 August 2014   7 views

bupati-tasikmalaya-uu-ruzhanul-ulumBupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum, membantah Singaparna, ibu kota Kabupaten Tasikmalaya, sebagai kota terkotor kedua di Indonesia. Namun dia mengakui kondisi Singaparna masih belum tertata dengan baik.

“Sebagai Bupati, saya tidak pernah menerima legalitas Singaparna sebagai kota terkotor kedua di Indonesia,” akunya disela acara Jumat bersih di kawasan alun-alun Singaparna, Jumat (8/8/2014).(baca : Singaparna Tasikmalaya Kota Terkotor Kedua di Indonesia )

Namun, lanjut Uu, Singaparna sebagai ibu kota Kabupaten Tasikmalaya masih butuh pembenahan khusus, terutama terkait penertiban PKL dan masalah kebersihan.

“Penanganan PKL dan sampah memang membutuhkan perhatian khusus. Tidak hanya Singaparna, tapi juga kota lainnya di kabupaten, yakni Manonjaya dan Ciawi,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Singaparna disebut-sebut sebagai kota skala kecil terkotor kedua di Indonesia tahun 2014, hasil kajian pemerintah pusat. Kondisi ini mengundang keprihatinan warga Singaparna. Salah satunya adalah Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Arif Rachman.

“Saya merasa terkejut dan malu Singaparna mendapat predikat seperti itu. Singaparna memang belum tertata dengan baik. Kita berharap Pemkab mulai fokus ke pembenahan kawasan ibu kota,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Uu mengajak seluruh warga Kota Singaparna untuk berperan aktif memelihara kebersihan. Tidak hanya di lingkungan masing-masing, tapi juga di tempat-tempat umum seperti pasar, terminal dan alun-alun. Ketiga prasarana publik itu berada dalam satu kawasan dan rata-rata belum terlihat asri.

“Masalah kebersihan tidak hanya tanggungjawab pemerintah, tapi warga juga memiliki andil. Yaitu selalu menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing, serta jika kebetulan berada di tempat-tempat umum, jangan buang sampah sembarangan. Sikap bersih ini harus dimulai dari sekarang,” harap Uu.
(tribunnews.com)

Polisi yang Ditangkap Karena Pungli di Comal Sempat Buang Uang Barang Bukti

10 August 2014   8 views

comalOknum polisi yang ditangkap Propam Polda Jawa Tengah karena dugaan melakukan pungli di Jembatan Comal sempat membuang barang bukti berupa uang sekitar Rp 900 ribu. Hingga saat ini sudah 10 oknum polisi anggota satlantas Polres Pemalang yang diduga melakukan aksi tersebut.

Dari informasi yang diperoleh detikcom, penangkapan oleh Tim Gabungan Propam dan Provost Polda Jateng tersebut dilakukan pada hari Sabtu (9/8/2014) kemarin sekitar pukul 00.30. Penangkapan diawali dari dua orang oknum yaitu Aipda TY dan Briptu W. Saat itulah Aipda TY membuang uang Rp 900 ribu dari seseorang.

Kabid Propam Polda Jateng, Kombes Pol Hendra Supriyatna saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Kemudian dari penangkapan dua oknum itu berkembang kepada delapan rekannya.

“Benar, dari dua oknum totalnya menjadi 10 oknum. Kami periksa karena melakukan pungutan liar,” kata Hendra saat dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu (10/8/2014).

Lebih lanjut, Hendra menambahkan 10 oknum tersebut terancam dengan hukuman disiplin kategori berat. Namun tidak menutup kemungkinan para oknum tersebut dihukum karena melanggar kode etik.

“Akan ada hukuman disiplin kategori berat, ditempatkan di sel khusus. Kalau dalam perkembangannya ditemukan pelanggaran kode etik, maka akan dikenakan hukuman kode etik,” tegasnya.

Sementara itu Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Alloysius Liliek Darmanto mengatakan masih ada kemungkinan jumlah oknum yang terlibat pungli tersebut bertambah. Karena pemeriksaan 10 oknum tersebut masih berlangsung dan juga masih memeriksa saksi-saksi termasuk sopir truk yang dimintai pungutan.

“Ini bisa saja lebih dari 10 orang karena kami juga memeriksa saksi dari sopir truk. Untuk alirannya, mereka pakai sendiri, tidak sampai menyebar,” pungkasnya.

Diketahui, Jembatan Comal sisi utara atau dari arah Jakarta-Semarang sudah diperbolehkan dilewati dua arah untuk kendaraan kecil, sedangkan kendaraan dengan tonase lebih dari 10 ton harus memutar melewati jalur tengah dan selatan. Sementara itu, perbaikan permanen jembatan Comal sisi selatan masih terus dilakukan dan diperkirakan rampung dalam waktu 2 bulan hingga 3 bulan.
(detik.com)

H-1 Terminal Cicaheum Lengang

28 July 2014   4 views

termnal-cicaheum-lenangMemasuki H-1 lebaran Terminal bus Cicaheum tampak lengang. Tak ada tumpukan penumpang di terminal Cicaheum, hanya beberapa saja yang masih menunggu kedatangan bus.

Pantauan Tribun di lapangan, bus-bus AKAP dan AKDP tampak masih terparkir memenuhi terminal bus Cicaheum. Sementara penumpang tampak sedang duduk menunggu kedatangan bus yang akan membawa mereka ke kampung halamannya.

Kepala terminal Cicaheum Abdul Haris mengatakan, memasuki satu hari menjelang lebaran memang terminal bus Cicaheum diprediksi tidak akan mengalami lonjakan seperti H-2 dan H-3 jelang lebaran.

“Mungkin puncaknya kemarin-kemarin, sekarang sudah tidak ada denyut-denyut pemudik di sini (terminal Cicaheum),” ujarnya saat ditemui di terminal Cicaheum, Minggu (27/7/2014).

Lebih lanjut, Haris mengatakan pada H-2 kemarin terminal Cicaheum memberangkatkan sebanyak 6972 pemudik. “Kemarin subuh terakhir kita memberangkatkan tiga bus sekaligus yang ke arah Banjar dan Tasikmalaya,” katanya. (tribunnews.com)

Jalur Cihaurbeuti Ditutup, Polres Tasikmalaya Kota Pasang Penunjuk Arah

25 July 2014   7 views

jembatan-cibaruyan-ambrol-1Menyusul amblasnya bagian pinggir jembatan Cianda, Desa Sukahaji, Kecamatan Cihaurbeuti, Ciamis, arus lalu lintas via selatan dialihkan melalui Kota Tasikmalaya. Untuk mengantisipasi adanya kendaraan yang masuk jalur Cihaurbeuti yang ditutup total, Polres Tasikmalaya Kota memasang rambu penunjuk arah di jembatan layang Panembong, Kecamatan Rajapolah.

“Kita telah memasang rambu penunjuk arah, agar kendaraan dari arah Bandung tidak masuk lajur tengah menuju Cihaurbeuti, tetapi mengambil lajur kiri menuju arah Rajapolah dan seterusnya masuk Kota Tasikmalaya,” ungkap Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Noffan Widyayoko, di Mapolresta, Kamis (24/7/2014).

Akibat dialihkannya arus kendaraan tersebut, lalu-lintas di jalur lintas Kota Tasikmalaya mengalami kepadatan. Petugas berupaya mengalihkan arus kendaraan dari arah Bandung menuju Bojongjengkol, Indihiang, seterusnya masuk jalur Cihaurbeuti timur dan menuju Ciamis. “Namun kendaraan yang melalui Bojongjengkol mesti hati-hati karena jalan sempit,” kata Noffan.

Untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan di jalur selatan yang melintasi kota, petugas memasang marka jalan di sejumlah titik rawan macet. Seperti di pertigaan Jati, simpang Jalan RE Martadinata-Jalan Mitra Batik serta Simpang Lima. Para petugas mengintensifkan pengaturan di Simpang Lima karena tidak ada lampu lalu-lintas.

“Bagi kendaraan arus mudik yang akan meneruskan perjalanan ke Kota Banjar, bisa melalui lajur alternatif Jalan Sutsen, Cibeureum, Manonjaya, Cimaragas dan masuk Kota Banjar. Kondisi jalannya relatif mulus beraspal hotmix serta tidak ada tanjakan tajam seperti jika menggunakan jalur Ciamis,” imbuh Kapolresta.(tribunnews.com)

Next Page »