Kapolda Metro Kesal “Sahur on The Road” Dimanfaatkan Jadi Ajang Tawuran

8 July 2015

polisiKapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian menanggapi serius penyalahgunaan aktivitas sahur on the road (SOTR) di wilayahnya. Sebab, aktivitas tersebut malah jadi ajang aktivitas negatif, salah satunya tawuran dan mabuk-mabukan.

“Masalah paling sepele, masalah lalu lintas, tidak menggunakan helm, membuka pintu belakang mobil kemudian duduk ramai-ramai di situ, iring-iringan bergerak sambil klakson dihidupkan. Itu berbahaya,” kata Tito di ruangannya, Selasa (7/7/2015).

Masalah lainnya yang tak kalah serius yakni soal orang-orang yang memanfaatkan SOTR sebagai ajang mabuk-mabukan. Mereka juga membawa senjata tajam saat aksi tersebut dan menyebabkan tawuran.

“Kemudian yang lebih ekstrem, ada beberapa kasus yang rombongan arak-arakan ini saling ledek dengan yang lain terus nanti tawuran. Itu terjadi 2-3 hari lalu di Mampang,” kata Tito.

Ke depan, polisi tidak akan segan merazia rombongan orang yang melalukan SOTR. Apabila ditemukan benda-benda berbahaya maka akan dilakukan penahanan.

“Yang melanggar lalu lintas kita tilang, yang enggak bawa surat mobil atau motornya akan kita tahan, kemudian yang membawa senjata tajam akan kita tahan. Kemudian mabuk-mabukan, apalagi obat-obatan akan kita terapkan undang-undangnya, yang tawuran juga akan kita tangkap,” kata Tito.

(Kompas)

Abu Vulkanik Sinabung Sampai Deli Serdang, Penerbangan di KNIA Masih Aman

25 June 2015

sinabungAbu vulkanik erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo sampai ke kawasan Deli Serdang, Kamis (25/6/2015).

Pantauan Tribun Medan (Tribunnews.com Network), beberapa Kecamatan yang tampak dihujani debu pada Kamis pagi sekira pukul 09.30 WIB adalah Kecamatan Tanjung Morawa dan Batang Kuis.

Di Tanjung Morawa debu yang berjatuhan tampak lebih banyak terasa dibandingkan dengan di kawasan Batang Kuis. Kondisi ini pun menjadi bahan pembicaraan warga meskipun bukan kali ini saja kejadian ini dialami.

“Jangan nyuci baju dulu di luar rumah. Dari tadi pagi ini debu vulkaniknya. Kasian orang Berastagi sana. Disini saja seperti ini sekarang apalagi disana,” ujar Via, ibu rumah tangga yang tinggal di Desa Dalu X B Kecamatan Tanjung Morawa.

Meski kawasan Tanjung Morawa dan Batang Kuis masih cukup dekat dengan Bandara Kualanamu, namun disebut belum ada gangguan penerbangan. Hal ini dikatakan oleh Humas Bandara Kualanamu, Dewan Dono Prasetyo yang dikonfirmasi Kamis pagi.

“Alhamdullillah bos masih aman. Belum ada gangguan penerbangan di pagi hari ini,” kata Dewan.

Abu vulkanik ini jika diteliti akan tampak menempel di bagian dedaunan pepohonan. Bahkan terkadang di saat memegang handphone debu bisa menempel di layar kaca.

(Tribunnews)

Puluhan Ribu Petasan Disita Polisi di Tangerang, Pemilik Kabur

23 June 2015

polisi sita petasanIndustri rumahan petasan yang terletak di Kampung Jatake, Desa Kadusirung, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang digerebek polisi. 40 Ribu petasan disita polisi di lokasi.

Penggerebekan yang dipimpin Kapolsek Pagedangan AKP Endang Sukmawijaya, Senin (22/6) siang kemarin. Langkah ini merupakan cipta kondisi untuk menciptakan keamanan selama bulan puasa.

“Operasi dilaksanakan untuk antisipasi perang petasan antara kelompok remaja atau antar kampung, sehinga bisa terjadi keributan atau tawuran,” kata AKP Endang kepada detikcom, Selasa (23/6/2015).

Di lokasi, polisi menyita 40.300 buah petasan dengan perincian, 10 ribu petasan banting, 20 ribu petasan renceng, 5 ribu petasan cabe rawit, 5 ribu petasan korek, dan 300 petasan janwe.

Selain itu, polisi juga menyita peralatan untuk membuat petasan seperti kayu, ember, sendok atau corong alumunium, 4 plastik serbuk hitam, setengah karung kertas, setengah ember tanah liat dan 2 kantong plastik tanah liat.

“Namun untuk pemiliknya saat kita lakukan penggerebekan dia tidak ada. Kami masih buru,” ungkapnya.

Ia tegaskan, masyarakat dilarang membuat petasan sebab hal ituu melanggar Undang-Undang Darurat No 12 Tahun 1951.

Bertepatan HJB ke 533, Pemkot Bogor Akan Luncurkan Bus Wisata

15 May 2015

bogorPemerintah Kota Bogor berencana mengoperasikan bus wisata Botram, yang akan diluncurkan pada peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-533 bulan Juni mendatang. “Saat ini bus masih berada di karoseri untuk persiapan,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Bogor, Suharto, di Bogor, Rabu (13/5/2015)

Suharto menjelaskan, bus tingkat terbuka serupa bus wisata Bandros di Bandung itu warnanya merah dan mampu menampung 15 hingga 20 orang. “Bus akan dioperasikan mengelilingi wilayah Heritage yang ada di Kota Bogor, seperti Air Mancur, keliling Istana, Kebun Raya dan Jalan Surya Kencana yang merupakan kawasan pecinan,” katanya.

Menurut Suharto, pengadaan bus wisata itu tidak menggunakan anggaran dari pemerintah daerah melainkan dari sponsor. “Bus ini merupakan bantuan dari sponsorship, tidak ada ada dana dari pemerintah, murni partisipasi sponsor,” kata Suharto.

Ia menjelaskan pemkot sudah membentuk kepanitiaan terkait pengoperasian bus wisata itu. Sedangkan operatornya masih dalam kajian dan pembahasan. Yang jelas ┬ábus wisata ini akan dikelola oleh perusahaan berbadan hukum, diantaranya yang sudah siap Perusahaan Daerah Jasa Transportasi TransPakuan, tapi masih ada pembahasan sebelum HJB, siapapun boleh menjadi operator,” katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Shahlan Rasyidi, mengatakan keberadaan bus itu akan berdampak positif bagi industri pariwisata kota. “Ini sangat positif sekali, dapat mendukung untuk sektor pariwisata di Kota Bogor,” kata dia.

“Meski kami belum dilibatkan dalam persiapan bus wisata Bogor ini, kami tetap mendukung. Memastikan siapa operator dan bagaimana operasionalnya,” kata dia.

Budayawan Bogor, Taufik Hassunna, menambahkan, pemerintah daerah mesti menyiapkan infrastruktur pendukung jika hendak mengoperasikan bus wisata.
“Kalau arahnya pariwisata, infrastruktur itu harus ada, di setiap negara sudah memiliki bus City Tour. Dan Kota Bogor butuh itu,” katanya.

“Harus ada kajian dari pihak terkait, bagaimana sistem keselamatannya, serta dampaknya bagi lalu lintas Kota Bogor. Jangan sampai kehadirannya menimbulkan persoalan baru,” imbuhnya.

(Bogornews)

Mobil Terguling Masuk Saluran Irigasi di Kotakulon Jadi Tontonan Warga

25 April 2015

mobil-terperosok-ke-saluran-irigasiSebuah mobil yang terperosok dan menyumbat saluran irigasi di pinggir Jalan Karacak, Kelurahan Kotakulon, Kecamatan Garutkota, Sabtu (25/4), menjadi tontonan warga.

Seorang saksi mata yang memiliki kios tambal ban di lokasi kejadian, Uman (30), mengatakan kecelakaan terjadi pukul 11.30. Saat itu, terlihat mobil Xenia bernomor polisi D 1104 XK melaju pelan di belakang sebuah mobil.

“Mobil itu tiba-tiba naik ke trotoar sebelah kirinya dan menabrak tiang lampu jalan. Kemudian terguling setelah sempat mundur dan akhirnya masuk ke saluran irigasi,” ujarnya.

Di dalam kendaraan tersebut hanya terdapat sopir. Warga yang mendengar suara mobil yang terperosok ke selokan sedalam 3 meter tersebut langsung mendatangi lokasi dan menolong sopir mobil.

Pengendara mobil Xenia itu, Tatan Burhanudin (54), asal Kecamatan Pangatikan, tidak mengalami luka serius, hanya syok. Tatan kemudian dievakuasi dari mobil dan menunggu mobilnya dievakuasi menggunakan derek.

Anggota Satlantas Polres Garut, Brigadir Darmawan, mengatakan diduga sopir mengantuk. Akibatnya, dia tidak bisa mengendalikan kendaraannya dan akhirnya terperosok ke saluran irigasi.

“Kami mengamankan lokasi kejadian dan mengatur lalu lintas sampai lancar kembali. PLN langsung memperbaiki lampu penerangan jalan dan mengamankan jaringan listrik,” katanya.

(http://jabar.tribunnews.com)

Helikopter Bell TNI AD Jatuh di Bandara Ahmad Yani

21 April 2015

helikopterHelikopter milik Pusat Pendidikan Penerbangan Tentara Nasional Indonesia Angkasa Darat mengalami kecelakaan di landasan Bandara Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah, Selasa (21/4/2015).

Heli tipe bell 402 dengan Register HA 5066 itu mengalami kecelakaan Great Mapp No 14 bandara setempat. “Iya tadi ada insiden. Heli milik TNI AD,” kata General Affairs and Communication Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Ahmad Yani Semarang Anom Fitranggono, Selasa (21/4/2015).

Menurut Anom, heli tersebut mengalami kecelakaan pada pukul 08.20 WIB, dalam posisi great mapp nomor 14. Heli tersebut juga dikabarkan telah terbang. Namun Anom tidak mengetahui secara pasti apa penyebab jatuhnya heli tersebut. “Tadi sempat terbang, tapi tidak tahu tergelincir atau terjerembab. Silahkan teknisnya ditanya ke pihak TNI AD saja ya,” kilah Anom.

(kompas.com)

Koruptor Ini Ambruk dan Meninggal Seusai Makan Kerupuk

17 April 2015

koruptor-tewasArif Supiyanto, mantan Direktur Keuangan PDAM Tirta Mayang yang menjadi terpidana kasus korupsi rekening Air PDAM 2012, tumbang dan menghembuskan nafas terakhir seusai makan kerupuk di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Jambi.

Suyatna, Kepala Lapas Jambi, ketika dikonfirmasi, Kamis (16/4/2015), menjelaskan, Arif sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong. “Sebelumnya, Arif tidak pernah ada mengeluh sakit,” ujar Suyatna ketika dikonfirmasi via telepon selulernya.

Menurut Suyatna, sebelum dilarikan ke rumah sakit, Arif baru saja selesai makan. Kemudian, ia tiba-tiba ambruk, sehingga langsung dilarikan ke rumah sakit.

Pasca meninggalnya Arif, maka status hukumnya gugur. Hal ini dikatakan Rizky, JPU kasus dugaan penyimpangan penggunaan dana PDAM Tirta Mayang yang bersumber dari rekening air TNI-Polri Jambi tahun 2012-2013 dan voucher perjalanan dinas.

“Saat ini kami masih menunggu petikan putusan dari majelis hakim. Kalau status hukumnya sesuai aturan otomatis gugur,” katanya.

Sebelumnya, oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jambi, Arif divonis satu tahun penjara, denda Rp 50 juta, dan diwajibkan membayar uang pengganti.

Saat ini, lanjut Rizky, Arif merupakan tahanan hakim, karena masih berproses hukumnya. “Jika nanti JPU akan banding terhadap putusan yang dikeluarkan majelis hakim, maka dia sudah tidak masuk dalam berkas banding, karena sudah gugur status hukumnya,” ujarnya.

(http://lampung.tribunnews.com)

Demam Akik, Sopir Angkot di Bogor ini Tempeli Mobilnya dengan Akik

13 April 2015

angkotakikDemam Akik, Sopir Angkot di Bogor ini Tempeli Mobilnya dengan Akik
Jakarta – Syarif (48), sopir Angkot 08 dengan trayek Citeureup-Ps Anyar Bogor ini boleh dibilang penggemar berat akik. Sudah sejak 10 tahun lalu dia hobi akan batu akik. Tak heran ketika booming akik datang dia ikut memeriahkannya.

“Saya tempelin saja ini Angkot pakai akik,” terang Syarif, Senin (13/4/2015).

Sudah setahun ini dia mengumpulkan aneka macam akik. Dia beli bahannya di dekat Setu Cibinong dan kemudian memolesnya di tukang poles dekat jembatan layang Cibinong. Satu bahan dia beli Rp 50 ribu dan dia poles satu bentuk jadi, baik cincin atau liontin Rp 20 ribu.

“Ya sudah setahun ini ngumpulin,” terang Syarif.

Cukup banyak respons yang datang dari penumpangnya. Ada yang mengajak berbincang soal akik sampai ada yang meminta akik itu.

“Saya cuma senyum saja kalau ada yang minta, saya bilang ini koleksi sudah lama,” urai dia.

Syarif sudah 20 tahun lebih menjadi sopir angkot. Dia pun mengaku bukan mencari sensasi menempeli angkotnya dengan akik. “Ini cuma buat senang-senang saja,” tutup dia.

(detik.com)

Ini Penyebab Bogor Dijuluki “Kota Sejuta Angkot”

4 April 2015

angkot bogorSudah menjadi rahasia publik, Bogor dijuluki “Kota Sejuta Angkot”. Kemacetan terjadi setiap hari, tidak hanya pada jam-jam sibuk, dan di lokasi strategis, melainkan setiap jam dan di seluruh sudut kota.

Jika Anda meelintasi Jl Pulo Empang menuju Jl Ir H Juanda untuk kemudian meneruskan rute ke Jl Kapten Muslihat, dan Jl Merdeka, atau pun terus lurus ke Jl Jalak Harupat, dan Jl Jend Sudirman, maka waktu yang bisa ditempuh bisa mencapai 45 menit hingga 1 jam. Padahal, jaraknya tak lebih dari lima kilometer hingga tujuh kilometer.
Demikian halnya dengan kawasan pusat bisnis baru di Jl Pajajaran hingga Jl Siliwangi, dan Jl Suryakencana, kecepatan kendaraan hanya bisa mencapai 10 kilometer per jam pada jam-jam sibuk dan akhir pekan.

Apa penyebab kemacetan? Selain jumlah angkot yang sudah mencapai 3.412 unit, kapasitas jalan tidak memadai, juga perilaku tidak disiplin dalam berkendara. Banyak supir angkot yang kerap kali “ngetem” di tepi jalan utama, dan tata kota yang buruk.

Tata kota yang buruk bisa dilihat dari terjadinya konversi fungsi kawasan dari sebelumnya hunian menjadi pusat komersial. Setelah Jl Padjadjaran yang kemudian “terpaksa” dijadikan sebagai pusat bisnis, gejala konversi besar-besaran kini merambah Jl Ahmad Yani, Jl Taman Kencana, Jl Taman Malabar, Jl Lodaya, dan sekitarnya.

Wakil Sekretaris Jenderal Urbanisme dan Liveable City Ikatan Ahli Perencanaan Elkana Catur mengatakan, masalah kemacetan, pedagang kaki lima (PKL), dan pasar tumpah, di Kota Bogor ini merupakan tantangan pemerintah kota untuk lebih menata kawasan secara komprehensif.

“Ini tentang bagaimana pemerintah kota mengatur flow atau aliran kota. Sebenarnya, angkot itu bisa diatur alirannya,” ujar Catur kepada Kompas.com, Kamis (2/4/2015).

Ia melanjutkan, mengatur aliran kota bisa dengan cara memastikan agar pasar tidak tumpah. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor harus mampu juga untuk mengatur PKL. Pasalnya, pasar tumpah, dan PKL inilah yang menyebabkan supir angkot berhenti dan mencari penumpang sembarangan.

Supir angkot, menurut Catur, selalu berusaha mencari celah saat melihat adanya keramaian seperti pasar tumpah tersebut. Setelah pasar sudah teratur, tambah Catur, baru pemerintah secara fungsional mengatur angkot.

Artinya, pemkot harus membuat peraturan untuk angkot di mana boleh berhenti untuk mencari pnumpang. Kalau pemda bisa mengatur aliran, otomatis kota bergerak dengan sendirinya.

Selain mengatur pasar, Catur menambahkan, Bogor juga dihadapkan pada kebutuhan jalan layang. Meski begitu, membangun jalan layang di kota ini perlu pertimbangan khusus mengingat kondisi topografi, dan geografinya yang cukup menantang.

“Untuk membangun jalan layang, ada batasan-batasan geografis sehingga tidak bisa fleksibel,” kata Catur.

Aliran kendaraan dekat stasiun

Catur menjelaskan, kemacetan di Bogor bisa diatasi dengan menciptakan sarana transportasi yang terintegrasi. Dari segi akses kereta, Bogor memiliki dua stasiun yaitu Stasiun Bogor dan Cilebut.

“Saya melihat Stasiun Bogor, khususnya, sebagai potensi modal pemkot untuk membangun sistem terintegrasi antara kendaraan pribadi, angkot, dan kereta,” sebut Catur.

Pemerintah, tambah dia, harus memastikan aliran kereta antar-stasiun berjalan dengan lancar. Stasiun kereta, harus bisa disatukan dalam satu fungsi kawasan yang utuh. Satu fungsi kawasan yang utuh adalah saat orang-orang beralih dari menggunakan kereta atau commuter ke kendaraan pribadi atau umum.

Jika aliran tidak diperhatikan, maka sudah pasti para supir angkot memanfaatkan kesempatan berhenti sembarangan di dekat pintu masuk dan keluar stasiun.

“Wali kota (Bogor) yang baru, saya nilai cukup progresif, ide-idenya bagus. Kami berharap mudah-mudahan beliau bisa membangun Kota Bogor tanpa harus melupakan fungsi sekitar,” tandas Catur.

Dari pantauan Kompas.com, kawasan Stasiun Bogor sendiri, kini sudah jauh lebih rapi dan teratur dibandingkan beberapa waktu sebelumnya. Pemkot membangun jembatan penyeberangan yang juga merupakan akses bagi pengguna kereta saat memasuki stasiun atau pun sebaliknya.

Selain itu, pintu stasiun lainnya, yang berada di Jalan Mayor Oking, bukan di jalan utama yaitu Jalan Kapten Muslihat. Hal ini bertujuan agar angkot tidak berhenti di pinggir jalan utama
Sementara di Stasiun Cilebut, keadaannya belum sebaik di Stasiun Bogor.

Pintu gerbang stasiun terletak hanya beberapa meter dari persimpangan jalan yang lebarnya tidak seberapa. Dengan demikian, hampir setiap waktu, jalan di sekitar Stasiun Cilebut macet dikarenakan angkot yang berhenti sembarang dan menghalangi kendaraan yang lalu lalang di persimpangan jalan.

(kompas.com)

Jalur Kereta Masuk Pelabuhan Diuji Coba, Angkut Peti Kemas dari TPS

26 March 2015

jalurkeretadSempat mati selama 9 tahun, jalur kereta yang menghubungkan antara Pelabuhan Tanjung Perak dan Stasiun Kalimas diaktifkan kembali. Pengaktifan ini sekaligus uji coba kereta barang yang mengangkut peti kemas dari Terminal Petikemas Surabaya (TPS).

“Sebenarnya jalur kereta pelabuhan ini telah dibangun Belanda pada tahun 1903 an dan waktu itu difungsikan. Pada 2006, jalur ini direvitalisasi tetapi tidak pernah digunakan,” ujar Kabid Perkereta Apian Dishub Jatim Isa Anshori kepada wartawan seusai uji coba kereta barang dari Stasiun Kalimas menuju TPS, Rabu (25/3/2015).

Isa mengatakan, kereta masuk pelabuhan melalui jalur sepanjang 2 Km itu adalah yang pertama kalinya di Indonesia. Dalam uji coba tersebut, sebuah lokomotif dengan dua rangkaian yakni sebuah peti kemas dan satu rangkaian tanpa dimuati peti kemas, berjalan melalui jalur rel yang telah dibersihkan.

Perlu waktu sekitar 2,5 bulan untuk membersihkan rangkaian rel tersebut. Selain telah tertutup tanah, di sekitar rel tersebut telah berdiri bangunan liar. Karena keadaan itulah, kereta berjalan cukup lambat dan memerlukan waktu selama 30 menit untuk melalui jalur sepanjang dua km tersebut. Dalam uji coba itu, masih ditemui sejumlah kendala.

“Masih ada kabel yang bergelantungan, masih menabrak ranting pohon, dan masih ada truk yang parkir di jalur rel. Itu menjadi koreksi kami,” lanjut Isa.

Sementara itu, Manajer Pemasaran PT KAI Daops 8 Sujarwo mengatakan, pengaktifan kembali jalur pelabuhan yang akan membawa peti kemas dari pelabuhan tentu saja akan menguntungkan PT KAI dan juga pengusaha.

PT KAI akan mendapat pemasukan dan pengusaha akan mendapat kemudahan dan efisiensi baik waktu dan biaya. Untuk tahap awal, kata Sujarwo, pihaknya akan mengoperasikan satu kereta api per hari untuk mengangkut peti kemas dari TPS.

“Satu kereta (api) terdiri dari 30 rangkaian (gerbong). Satu kereta sama dengan 60 teus atau sama dengan mengangkut menggunakan 60 truk. Dan hingga akhir tahun 2015, kami menargetkan mengoperasikan tiga kereta yang akan mengangkut peti kemas dari TPS,” lanjut Sujarwo.

Uji coba jalur pelabuhan ini akan berlanjut dengan peresmian yang akan dilakukan oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan. “Direncanakan akan resmi dibuka oleh Menhub 9 April 2015 mendatang,” tandas Sujarwo.

(detik.com)

Next Page »