Mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Pramugari Kini Mesti Sebut Tangerang Banten

2 February 2016

bandara soetaBila pesawat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, pramugari mesti mengumumkan bahwa itu terletak di Tangerang, Banten. Ada permintaan khusus dari Pemda.

“Memang de facto bandara Soekarno-Hatta ini kan ada di Tangerang. Ini permintaan dari Pemda setempat,” tutur Corporate Secretary PT AP II, Agus Haryadi dikonfirmasi detikcom, Selasa (2/2/2016).

Baik Pemkot atau Pemkab Tangerang, imbuh dia, sudah menyampaikan beberapa kali secara lisan melalui forum resmi, meski tak ada surat permintaan resmi, untuk menyebutkan wilayah bandara Soekarno-Hatta ini.

“Wilayah bandara ini memang sebagian besar terletak di Pemkot, sebagiannya terletak di Pemkab,” jelasnya.

Merespons permintaan Pemkot dan Pemkab Tangerang, pihak PT AP II pun mengeluarkan imbauan ke maskapai, sekitar sepekan lalu, agar wilayah Tangerang dan Banten juga disebutkan saat pengumuman pesawat mendarat.

“Bisa disebutkan ‘Selamat datang di bandara internasional Jakarta Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten’ atau ‘Selamat datang di bandara internasional Soekarno-Hatta Jakarta di Tangerang, Banten, ” imbaunya.

Apakah ada penumpang, utamanya penumpang asing, yang kebingungan dengan pengumuman baru itu?

“Secara resmi kami belum menerima informasi ada penumpang yang kebingungan,” jawab dia.

(detik.com)

Ini Kronologi Bentrok Ormas di Medan yang Tewaskan Satu Orang

31 January 2016

rusuh medanSatu orang tewas dan tiga lainnya mengalami luka-luka akibat bentrok antar dua Ormas di Medan, Sumatera Utara. Ini kronologi bentrokan tersebut.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Helfi Assegaf mengatakan, menurut keterangan saksi, bentrok bermula saat sekitar 160 orang massa dari Kader IPK menaiki 10 unit mobil dan 60 unit sepeda motor bergerak dari wilayah krakatau menuju Jl. Pelajar Medan, Sabtu (30/1/2016) sekitar pukul 15.00 WIB untuk menghadiri Pelantikan.

“Setibanya di Jl. Gaharu dikarenakan lalin macet, rombongan melintas di Jl. Peruntis Kemerdekaan, dan di simpang Jl. Perintis Kemerdekaan – Jl. Thamrin rombongan berhenti untuk menentukan arah jalan yang dilalui. Dan salah seorang kader IPK mengarahkan agar melintas melalui Jl. Thamrin,” kata Helfi kepada detikcom.

Setibanya di depan Plaza Thamrin, lanjut Helfi, massa dari IPK dihadang oleh massa dari OKP PP. Namun rombongan tetap terus melalui Jl. Thamrin sehingga menyebabkan terjadinya bentrok fisik. Karena penyerangan itu, rombongan IPK terpecah melalui Jl. Asia dan Jl. Sutrisno.

Dalam bentrok di Jl. Asia itu, 2 unit mobil milik kader IPK dirusak massa. Namun kader IPK lainnya yang berada di dalam mobil tersebut berhasil menyelamatkan diri.

“Namun kader IPK dengan menggunakan mobil Toyota Soluna loreng yang dikendarai Ketua Ranting Gaharu, Monang Hutabarat melintas di Jl. Asia diserang oleh massa dari PP. Dikarenakan di dalam mobil tersebut terdapat 1 orang wanita, 1 anak-anak dan 1 orang kader IPK,” ujarnya.

“Monang keluar dari dalam mobil untuk melundungi yang berada di dalam mobil sehingga Monang diserang oleh massa dari PP dengan menggunakan senjata tajam. Namun Monang berhasil masuk kembali ke dalam mobil dan melarikan diri ke RS. Permata Bunda,” imbuh Helfi.

Selanjutnya, massa dari OKP PP yang dipimpin oleh Iwan Kera melakukan penyerangan ke Jl. Pandu, Jl. Semarang dan Jl. Surabaya Medan sekitar pukul 15.30 WIB. Massa lalu menghancurkan plang merk IPK serta 1 unit mobil Suzuki Esteem BK 1651 XI.

“Pukul 16.00 WIB personel gabungan dari Polresta Medan dan Polsek Medan Kota serta Polsek Medan Area berhasil meredam penyerangan yang dilakukan 0leh kader PP di Jl. Pandu, Jl. Semarang dan Jl. Surabaya Medan,” tandasnya

Selain itu, massa dari sekitar 500 orang massa IPK yang berkumpul di RS Permata Bunda yang berencana akan melakukan penyerangan ke Kantor MPW PP Sumut juga berhasil diredam. Massa IPK tersebut meninggalkan RS Permata Bunda menuju kantor DPD IPK Kota Medan.

(detik.com)

Bisnis Jual Beli Ginjal, Bisnis Gelap Puluhan Juta Rupiah

28 January 2016

jual beli ginjalCerita soal jual beli ginjal bukan isapan jempol belaka. Mabes Polri baru-baru ini membuktikannya, ada sekelompok orang yang memang mencari orang yang mau menjual ginjal. Uang puluhan juta rupiah diberikan sebagai ganti kepada orang yang mau menjual ginjal.

Salah satu orang yang menjual ginjal adalah HLL. Seorang sopir Angkot yang ditahan di Polres Garut. Saat menjalani proses hukum karena tindak pidana, HLL meringkuk di pojokan tahanan. Saaat ditanya petugas kepolisian soal sakitnya, muncul pengakuan soal penjualan ginjal.

“Ini karena alasan ekonomi,” kata Kasubdit III Dirtipidum Bareskrim Mabes Polri, Kombes Pol Umar Surya Fana, Kamis (28/1/2016).

HLL pada Juni 2015 dihampiri tersangka AG. Uang ditawarkan kepada HLL agar menjual ginjalnya. HLL mengiyakan, dan kemudian dilakukan tes lab di Bandung. Hasil lab diberikan kepada orang yang menerima ginjal. Setelah dicek, dan kemudian cocok, HLL dibawa ke Jakarta.

Ada tiga rumah sakit yang menjadi langganan kelompok jual beli ginjal ini untuk melakukan operasi. Dokter-dokter yang terlibat juga yang biasa melakukan operasi. Untuk menjual ginjal ini, HLL mendapatkan bayaran Rp 90 juta, sedang AG biasa mendapat komisi Rp 5-10 juta, demikian juga tersangka D, sedangkan yang menghubungkan dengan penerima ginjal tersangka HS mendapatkan Rp 100-110 juta. Para penerima ginjal membayar Rp 225 juta.

“Para tersangka ini mencari korban pengakuannya sejak 2008,” terang Umar lagi.

Polisi bergerak menelusuri pengakuan HLL. Para tersangka akhirnya diciduk dan kini ditahan di Mabes Polri. Ketiga tersangka diganjar Pasal 64 ayat 3 UU Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

“Untuk dokter dan rumah sakit masih kita dalami,” tambah Umar.

(detik.com)

Curah Hujan Tinggi, Warga Waspada Ular Berbisa

26 January 2016

HUJAN ULAR 260116Warga Kabupaten Lebak, Provinsi Banten diminta mewaspadai bahaya gigitan ular berbisa. Peningkatan kewaspadaan sehubungan curah hujan di daerah itu relatif meningkat.

“Biasanya, musim hujan pada malam hari ular berbisa jenis ular tanah (Ankistrodon rhodostoma) berkeliaran di jalanan maupun ke permukiman penduduk,” kata Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak dr Firman Rachmatullah, Senin (25/1).

Selama ini, wilayah Kabupaten Lebak terdapat populasi ular berbisa yang bisa mematikan jika terlambat mendapat pertolongan medis. Sebab, gigitan ular berbisa menimbulkan korban muntah darah dan cukup berbahaya. Pihaknya meminta masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan agar terhindari dari gigitan ular berbisa.

Biasanya populasi ular berbisa itu menyerbu permukiman juga berkeliaran di jalan-jalan lingkungan warga menyusul tibanya musim penghujan. Pada musim penghujan itu di lokasi habitat ular tanah mengalami suhu dingin, sehingga berkeliaran mencari tempat-tempat yang hangat.

Apabila ada warga menjadi korban gigitan ular tanah, katanya, maka harus segera dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapat penanganan medis. “Kami menjamin semua obat anti bisa ular (ABU) di Puskesmas-Puskesmas mencukupinya,” katanya.

(Republika)

Harga TV Rakitan Kusrin Ternyata Murah

26 January 2016

TIPI RAKITAN 260116Menteri Perindustrian Saleh Husin menyatakan, pihaknya akan terus membina dan memberi arahan pengembangan usaha UD Haris Elektronik milik Muhammad Kusrin. Ini agar nilai jual TV rakitan warga Karanganyar, Jawa Tengah itu, lebih meningkat.

“Selama ini Presiden sering memberi perhatian terhadap pengusaha kecil seperti Kusrin. Kementerian Perindustrian juga akan memberi pendampingan kepada UD Haris Elektronik milik Kusrin sehingga nilai jualnya tinggi,” tutur Menteri Saleh di Jakarta, Senin (25/1).

Dikatakan, Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin akan membantu pengurusan paten televisi-televisi produk Kusrin.

Pada 19 Januari lalu, Menperin telah menyerahkan Sertifikat Produk Penggunaan Tanda – Standar Nasional Indonesia (Sertifikat SNI) kepada Kusrin untuk produk televisi rakitan jenis tabung atau cathode ray tube (CRT).

Segmen pasar televisi Maxreen ini adalah tersendiri, sehingga tidak bersentuhan dengan segmen pasar produk pabrikan. “Pangsa pasarnya menengah ke bawah, karena dijual per unit Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu. Produksi setiap hari kira-kira hingga 150 unit,” ucap Menperin.

Kusrin juga berencana mengembangkan usahanya dengan membuka cabang pemasarannya. ‎”N‎anti di Jawa Timur, Jawa Barat dan Yogyakarta,” ucap Kusrin yang didampingi istri Siti Aminah.

Ke depan dia ingin merakit televisi LED, tapi hingga saat ini permintaannya masih banyak pada televisi tabung.‎

( jpnn )

Hotel Puncak Pass Cianjur Terbakar Hebat, TNI Bantu Evakuasi

23 January 2016

hotel pas puncak terbakarHotel Puncak Pass di Kampung Puncak, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Cianjur, terbakar hebat. Sejumlah karyawan yang tengah memasak menu sarapan pagi berhamburan keluar, hingga saat ini belum diketahui penyebab api.

Informasi yang diperoleh detikcom Sabtu (23/1/2016), kejadian bermula sekitar pukul 04.10 WIB ketika karyawan di bagian dapur sedang memasak di restoran utama yang menyatu dengan dapur di hotel. Tiba-tiba terdengar suara letupan dan nyala api keluar.

“Api pertama keluar dari arah dapur, karyawan teriak-teriak histeris. Nyala api langsung membakar nyaris semua bagian dapur dan restoran di tempat tersebut,” ujar warga setempat Dandi (34).

Menurut Dandi, tak lama setelah kejadian, sejumlah anggota TNI berdatangan ke lokasi karena lokasi kebakaran berdekatan dengan mess Kodam lll Siliwangi. “Ada anggota TNI yang bergerak dan langsung melakukan evakuasi karyawan, tak lama setelah itu muncul mobil pemadam kebakaran dan langsung melakukan pemadaman,” lanjutnya.

Hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan dapur dan resotran di hotel tersebut. Kapolres Cianjur AKBP Asep Guntur Rahayu ketika dihubungi detikcom, mengaku masih melakukan penyelidikan terkait kebakaran tersebut.

Namun saat ini api berhasil dipadamkan setelah dua jam berkobar. Warga banyak yang menyaksikan kebakaran itu. Sementara cuaca di lokasi gerimis.

“Anggota sudah di lokasi dan melakukan penyelidikan, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.00 WIB,” singkat Guntur.

(detik.com)

Anggota Gafatar Terus Berdatangan, Kodam XII Siapkan Tambahan Pengungsian

22 January 2016

GATAFAR PENGUNGSIMenyusul adanya penolakan dari masyarakat, anggota Gafatar di Kalimantan Barat terus dievakuasi. Kodam XII/Tanjungpura pun menyiapkan lokasi tambahan untuk tempat pengungsian sebelum mereka dipulangkan ke daerahnya masing-masing.

Hingga Rabu (20/1), total ada 1.529 anggota Gafatar yang ditampung di dua lokasi kamp milik Kodam XII/Tanjungpura di Kalimantan Barat. Pada (21/1), jumlahnya pun meningkat dan akan terus bertambah.

“Hari ini jadi 1.859 jiwa dan di 2 titik penampungan yaitu di Bekangdam XII/Tpr dan di Kompi B Yonif 643/WNS di Kubu Raya,” ungkap Kapendam XII/Tanjungpura Kolonel Infantri Mukhlis saat dihubungi detikcom, Kamis (21/1/2016) malam.

Penambahan pengungsi anggota Gafatar tersebut datang dari sejumlah daerah di sekitar Pontianak. Termasuk dari Mempawah dan Kubu Raya.

“Ada dari Bengkayang 259 orang, dari Sambas 33, dan dari Kubu Raya 8 orang,” kata Mukhlis.

Menurut Kapendam Tanjungpura, saat ini pun pihaknya masih menunggu anggota Gafatar dari wilayah Sintang dan Kapuas Hulu. Saat ini hampir sekitar 150 orang sedang dalam perjalanan menuju Pontianak untuk ditampung.

“Ya ini juga ada yang masih dalam perjalanan. Dari Sintang 45 orang, dari Kapuas Hulu 104, akan dibawa Bekangdam dan Kompi B,” jelasnya.

“Di wilayah lain sebenarnya juga masih ada. Ada yang di Singkawang, Ketapamg, tapi jumlahnya masih didata. Belum bergerak ke sini masih didata di wilayah masing-masing,” tambah Mukhlis.

Anggota Gafatar yang masih didata tersebut rencananya setelah dievakuasi lalu akan diungsikan ke Kodam XII/Tanjungpura. Sama dengan pengungsi Gafatar yang lain, kata Mukhlis, mereka nantinya akan dipulangkan ke daerah asalnya dengan kapal perang atau KRI milik TNI AL.

“Kalau tempatnya kurang, kami ada alternatif lain. Nanti bisa ditempatkan di Kompi A, lokasinya di Batu Layang, masih di Pontianak juga,” ujarnya.

Markas Kompi A disiapkan pihak Kodam XII sebagai antisipasi mengingat jumlah pengungsi anggota Gafatar yang terus bertambah. Mayoritas dari mereka berasal dari Semarang dan Surabaya.

“Itu alternatif, saat ini di dua lokasi masih memadai. Tapi kami sudah siapkan di Kompi A jika diperlukan. 30 menit dari Bekangdam, kita cari lokasi yang dekat dengan Kodam supaya memudahkan,” tutup Mukhlis.

(Detik)

Ribuan Anggota Gafatar di Kalbar Dievakuasi ke Kampung Asal

20 January 2016

GATAFAR EVAKUASISebanyak 1.117 anggota Gafatar di Kalimantan Barat dievakuasi, menyusul penolakkan yang semakin massif oleh warga setempat terhadap kelompok tersebut.
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyebut peristiwa itu sudah diantisipasi aparat setempat.
“Saya sudah memerintahkan Dirjen PolPUM (Politik dan Pemerintahan Umum) segera koordinasi ke daerah dan saya sudah koordinasi juga dengan Gubernur Kalbar dan jaringan intelijen,” kata Tjahjo dalam pesan elektroniknya, Rabu (20/1/2016).
Menurut Tjahjo, gubernur bersama aparat Polda dan TNI sudah mencoba mengantisipasi masalah tersebut agar tak meluas dan bisa mengendalikan situasi.
Termasuk meminta mengirim mereka untuk dievakuasi ke kampung asalnya.
“Gubernur sebagai presiden suku dayak menjamin masyarakat dayak di Kalbar tidak terlibat atau ikut campur, dan Gubernur Kalbar pastikan suku dayak Kalbar tidak terprovokasi dan terlibat,” ucapnya.

Selain itu, Menkopolhukam pun sudah koordinasi dengan Panglima TNI dan Kapolri untuk mengatsi persoalan tersebut.
Tjahjo meminta Pemda dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah harus menjamin tak ada pengusiran atau kegiatan masyarakat yang anarkis.

Kelompok Gafatar di daerah perlu dibina dan dievakuasi ke daerah asal.
Aparat dan Satpol PP juga perlu ikut mejaga keamanan ketenangan daerah.
“Kepala daerah harus turun dan pro aktif. Kemendagri sendiri segera adakan Rakor Kesbangpol bersama kepala Satpol PP se-Indonesia Minggu depan di Kemendagri,” ungkapnya.

(Tribunnews)

Kusrin Si Perakit TV Itu Akhirnya Punya SNI

20 January 2016

TIVI RAKITANMuhammad Kusrin, si perakit televisi asal Karanganyar, Jawa Tengah, hari ini bisa bernapas lega. Setidaknya, usaha perakitan televisinya sejak hari ini tidak akan diganggu oleh persoalan sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) lagi.

Sertifikat SNI ini diberikan langsung oleh Menteri Perindustrian Indonesia Saleh Husin di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (19/1/2016).

“Mulai sekarang, saya bisa melanjutkan usaha saya yang sempat terhenti hampir 8 bulan,” ujar pria yang hanya lulusan SD ini, di Jakarta, Selasa.

Namun, usahanya untuk dapat sertifikat SNI tidaklah mudah. Kusrin mengaku, proses yang harus dia tempuh untuk mendapatkan sertifikat ini memakan waktu 7 bulan.

Selama itu, usahanya terpaksa berhenti. Kusrin mengaku, waktu kosong tersebut dia gunakan hanya untuk reparasi dan pelayanan garansi bagi para pelanggan.

“Jadi, selama tutup, kami hanya reparasi, omzetnya sehari hanya Rp 15 juta,” ujar Kusrin.

Selain proses yang memakan waktu 7 bulan, Kusrin juga mengatakan, untuk mendapatkan sertifikat SNI, dirinya harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 35 juta.

“Untuk awal Rp 20 juta dan untuk uji lab Rp 5 juta per merek yang diujikan. Saya ujikan 3 merek,” ujar Kusrin.

Dia juga sempat mengeluhkan soal sistem uji laboratorium. Jarak yang jauh menjadi kendala karena uji lab dilakukan di Bandung, sedangkan Kusrin saat itu berdomisili di Surabaya.

“Yang ribet itu adalah bolak balik Bandung-Surabaya,” kata dia.

Kusrin mengaku tidak ada asistensi dari pihak pemerintah daerah setempat.

“Tidak ada asistensi dari pemerintah daerah. Saya tahu dianjurkan untuk daftar SNI saja oleh pihak polda,” ujar dia.

Sebelumnya, Kusrin dianggap melanggar Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian serta Perubahan Permendagri tentang Pemberlakuan Barang Standar Nasional Indonesia (SNI).

Akibatnya, Kusrin divonis hukuman penjara selama enam bulan dengan masa percobaan satu tahun serta denda Rp 2,5 juta subsider dua bulan kurungan.

Tidak hanya itu, semua televisi rakitan Kusrin yang berjumlah 118 unit dimusnahkan Kejaksaan Negeri Karanganyar, beberapa waktu lalu.

Pemusnahan itu mengakibatkan kerugian finansial bagi Kusrin sebesar Rp 56 juta. Penangkapan Kusrin oleh petugas dari Polda Jawa Tengah pada Maret 2015 lalu mengakibatkan usahanya terhenti total.

(Kompas)

Korsleting Listrik, Pemukiman Padat Penduduk di Tambora Kebakaran

19 January 2016

korsleting-listrik-pemukiman-padat-penduduk-di-tambora-kebakaran-gXGNytZ1MeKebakaran terjadi di kawasan padat penduduk di Tambora, Jakarta Barat. Petugas Sudin Pemadam Kebakaran Jakarta Barat, Firman mengatakan hingga kini proses pemadaman masih berlangsung.

“Terjadi kebakaran di Tambora, kami menurunkan 26 unit pemadam kebaran. Saat ini masih proses pendinginan,” kata Firman saat dikonfirmasi Okezone, Selasa (19/1/2016).

Firman menambahkan, penyebab terjadinya kebakaran diduga karena arus pendek saluran listrik.

“Sementara ini karena korsleting listriik,” ujar dia.

Si jago merah melalap kawasan ini sejak sekitar pukul 01.00 WIB. Lokasi kebakaran terletak di Jalan Jembatan Besi RT 04/RW 04, Kelurahan Jembatan Besi. Belum diketahui secara pasti berapa rumah yang terbakar.

(Okezone)

Next Page »