Edan, sarang begal ditemukan di Terminal Bus Depok

13 March 2015

begalTim Jaguar Polres Depok menggerebek tempat yang diduga markas persembunyian begal motor di Terminal Bus Depok. Tempat tersebut merupakan sebuah bedeng.

Dalam operasi memberantas kejahatan jalanan, pasukan bersenjata dari jajaran Polresta Depok menyisir lokasi keramaian kota. Tim Jaguar pun menemukan sebuah bedeng yang diduga kuat sebagai markas pelaku perampokan sepeda motor atau begal di tengah area Terminal Bus Depok.

Saat digeledah, dalam bedeng itu ditemukan beberapa unit kendaraan bermotor yang diduga hasil kejahatan serta berbagai senjata tajam.

“Ada celurit, dan alat pemukul besi untuk tangan serta sejumlah motor tanpa surat-surat yang sudah dipreteli. Diduga ini hasil kejahatan,” kata Kapolsek Pancoran Mas, Kompol Purwadi, dilansir Humas Polda Metro, Jumat (13/3).

Namun sayangnya, saat digeledah, polisi tidak menemukan seorang pun penghuni markas itu. Kuat dugaan, operasi polisi telah bocor sehingga penghuni markas sudah melarikan diri sebelum lokasi digerebek.

“Kami hanya menemukan dua remaja, kami amankan untuk dimintai keterangan seputar temuan lokasi,” ujar Purwadi.

(Merdeka)

Hasil Pencarian:

Pemerintah Dituntut Jangan Takut Lakukan Eksekusi Mati

8 March 2015

menluPemerintah Indonesia diminta untuk tetap meneruskan penerapan hukuman mati meski menuai pertentangan baik di dalam maupun luar negeri. Pelaksanaan hukuman mati di Tanah Air dinilai sudah sangat terbatas dan dilakukan dengan sangat selektif sehingga pemerintah tidak perlu ada keraguan atau ketakutan dalam mengeksekusi.

“Pelaksanaan hukuman mati selama ini sudah amat terbatas, dilaksanakan secara sangat terbatas dan sangat hati-hati,” kata pengamat hukum pidana dari Universitas Indonesia, Gandjar Laksmana, saat berbincang dengan CNN Indonesia, Sabtu (7/3).

Gandjar mengamati sejauh ini ancaman hukuman mati dibuat dengan sangat hati-hati terhadap kejahatan yang luar biasa.

Tindak pidana korupsi, ujar Gandjar, juga ada ancaman hukuman mati namun sejauh ini belum ada satu pun koruptor yang dieksekusi mati.

Gandjar menyebutkan bahwa sesuai Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan perubahannya yaitu Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 mengenal hukuman mati bagi pelaku korupsi dalam keadaan tertentu.

“Di pasal 2 ayat 2 bahwa dalam hal tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dalam keadaan tertentu, pidana mati dapat dijatuhkan,” ungkap Gandjar.

Dia lantas mencontohkan pada kasus korupsi pembobol Bank BNI Dicky Iskandar Dinata pada Juni 2006 silam. Ketika itu pihak jaksa mengajukan tuntutan hukuman mati terhadap Dicky. Ini satu-satunya dalam sejarah pemberantasan korupsi di Indonesia pelaku tindak pidana korupsi dituntut dengan hukuman mati.

“Tapi waktu itu tuntutan hukuman mati dari jaksa tak dikabulkan oleh hakim,” tutur Gandjar. “Jadi sampai sekarang belum ada koruptor yang divonis mati di Indonesia.”

Gandjar menegaskan, untuk pelaku narkoba sebagai kejahatan luar biasa pemerintah harus berani melaksanakan eksekusi setelah berkekuatan hukum tetap. “Kalau keputusannya sudah inkrah tidak bisa ditunda-tunda, laksanakan,” tegas Gandjar yang mendukung penuh pemberlakuan hukuman mati.

Ia menambahkan, keberanian dalam melaksanakan eksekusi mati terhadap warga negara asing dapat dipandang juga sebagai simbol kedaulatan negara Indonesia dalam penegakan hukum.

Sependapat dengan Gandjar, anggota Komisi I DPR RI Effendi MS Simbolon mengatakan, pemerintahan Joko Widodo saat ini tengah diuji apakah berani melaksanakan eksekusi mati terkait adanya warga negara asing yang menjadi terpidana mati kasus narkoba.

“Kita lihat sekarang ini bagaimana ketegasan dan konsistensi pemerintah, apakah patuh pada konstitusi atau terpengaruh intervensi asing,” ujar Effendi yang komisinya di antaranya membidangi urusan luar negeri saat dihubungi CNN Indonesia, Sabtu (7/3). (cnnindonesia.com)

Hasil Pencarian:

TNI-AL Tangkap Gerombolan Perompak di Selat Malaka

7 March 2015

perompakTim Sea Rider Western Fleet Quick Response (WFQR) TNI AL menangkap enam orang pelaku perompakan yang sering beroperasi di Selat Malaka dan sekitarnya saat hendak melakukan aksi di Tanjunguncang Batam.
“Mereka merupakan pelaku perompakan pada sejumlah kapal niaga yang berlayar sekitar Selat Malaka atau kapal-kapal yang lego jangkar di Batam. Mereka ditangkap Kamis (5/3/2015) sekitar pukul 05.00 WIB saat akan beraksi di Tanjunguncang Batam,” kata Komandan Guskamla Armabar Laksamana Pertama Abdul Rasyid Kacong di Sekupang, Batam, Jumat (6/3/2015).

Enam pelaku tersebut adalah N (50) warga Pulau Babi Belakang Padang yang berperan sebagai tekong, Aa (28) warga perumahan Fanindo, Batuaji, Tg (22) warga Kaveling Kamboja Sagulung, S (30), Rj (22) dan Js (21) warga Dapur 12, Sagulung.

Saat beraksi, kata dia, komplotan ini menggunakan kapal pancung (perahu motor tempel kecil) dengan mesin 40 PK dan membagi tugas masing-masing. Petugas juga mengamankan sejumlah alat yang digunakan komplotan tersebut untuk melakukan aksinya.

“Berdasarkan laporan dari negara-negera tetangga, mereka juga diketahui sudah beberapa kali melakukan aksi di luar Indonesia seperti Thailand, Malaysia, Singapura,” ujarnya.

Ia mengatakan, biasanya jika di perairan Indonesia, khususnya sekitar Batam gencar ada patroli, mereka akan pindah ke perairan sekitar Natuna, Pontianak, hingga Thailand.

“Di antaranya juga sudah pernah ditangkap dalam kasus yang sama. Ada juga yang sempat hendak disergap namun berhasil lolos,” kata Rasyid

TNI AL, kata dia, tengah menelusuri siapa pihak yang berkepentingan dan mendanai aksi para perampok yang sering meresahkan pelaku pelayaran tersebut.

“Karena wilayah operasinya sangat luas, tidak mungkin dilakukan keenamnya tanpa ada pihak yang mendanai. Kami masih terus menelusurinya,” ucapnya.

Bagi pelaku pelayaran, ataupun berbagai pihak yang mengetahui adanya kejahatan di perairan Indonesia khususnya wilayah barat bisa menghubungi hot line WFQR dengan 0778 413498 atau 081270310900 agar segera bisa ditindaklanjuti.

“Layanan itu aktif 24 jam. Silahkan melapor jika ada kejahatan di laut. Tim WFQR kami selalu siap menindaklanjutinya,” katanya.

(Kompas)

Hasil Pencarian:

Menlu Australia Tawarkan Barter 3 WNI untuk Selamatkan Duo Bali Nine

5 March 2015

duo baliMenteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, kabarnya menawarkan untuk merepatriasi tiga warga Indonesia terpidana kasus narkoba dari Australia demi membatalkan pelaksanaan eksekusi terpidana mati Bali Nine. Namun pemerintah Indonesia tidak menerima tawaran tersebut.
Usulan Menlu Julie Bishop ini, menurut informasi yang diperoleh ABC, disampaikan dalam upaya terakhir yang dilakukannya untuk menyelamatkan nyawa Andrew Chan dan Myuran Sukumaran dari eksekusi hukuman mati. Upaya itu termasuk menelepon Menlu Retno Marsudi hari Selasa (3/3/2015).
Sementara itu hari Kamis pagi ini, para anggota parlemen Australia melakukan doa bersama di depan gedung parlemen di Canberra. Dalam kesempatan itu, Menlu Bishop kembali meminta pemerintah Indonesia untuk mengampuni kedua warga Australia itu.
“Kami meminta pemerintah Indonesia, lebih tepatnya kami memohon kepada Presiden Indonesia untuk memberikan pengampunan,” katanya di depan ratusan politisi lainnya.
“Pertama, upaya hukum masih berjalan bagi keduanya dan banding sedang diajukan ke Pengadilan Tinggi TUN,” kata Menlu Bishop.
“Kedua, ada tuduhan yang pernah terungkap dalam proses peninjauan kembali terkait suap dalam keputusan pengadilan tingkat pertama,” katanya.
“Namun yang lebih penting dari itu, konsep pengampunan dan memaafkan menempati posisi penting dalam sistem hukum di Indonesia sebagaimana di Australia,” tambahnya lagi.
Menlu Bishop mengatakan, “Dan kami meminta agar penyesalan kedua orang ini dijadikan pertimbangan.”
Sementara itu salah seorang pengacara Chan dan Sukumaran, Peter Morrissey SC, menyatakan pihaknya telah mengajukan upaya banding atas putusan PTUN Jakarta.
Dikatakan, pelaksanaan eksekusi seharusnya tidak dijalankan sepanjang proses hukum masih berlangsung.
“Kami berharap mereka tidak melaksanakan eksekusi sampai semua proses hukum dijalankan, dan saya bisa katakan bahwa kami akan terus mencari semua kemungkinan lain yang tersedia,” kata Morrissey.
Dalam perkembangan lainnya Pastor Jeff Hammond, yang melakukan pendampingan spiritual bagi Chan dalam empat tahun terakhir, mengungkapkan Chan belum putus harapan. Mereka bertemu terakhir kali tiga hari lalu.
“Dia masih terus berdoa dan percaya ada keajaiban Tuhan untuknya,” kata pastor Hammond.
Terpidana mati kasus narkoba Chan dan Sukumaran kini berada di Nusakambangan menunggu waktu pelaksanaan eksekusi mereka.
Keduanya termasuk di antara terpidana mati lainnya yang asal Perancis, Ghana, Brasil, Nigeria, Filipina dan Indonesia, yang akan menjalani eksekusi gelombang kedua yang dilaksanakan di bawah pemerintahan Jokowi. Gelombang pertama telah dilakukan Januari 2015 lalu di Pulau Nusakambangan.

(tribun jabar)

Hasil Pencarian:

Polres Bekasi Sita 38 Motor Curian

5 March 2015

motor1Puluhan sepeda motor curian disita Polresta Bekasi Kota, selama dua pekan. “Sampai saat ini ada 38 unit yang kami amankan,” ujar Kombes Rudi Setiawan, Kapolresta Bekasi Kota, Rabu (4/3).

Kendaraan yang diamankan itu dari hasil operasi cipta kondisi (Cipkon) .Plisi juga menahan tujuh tersangka pencuri motor yaitu Tedy, Syahrial, Edi Rahman, Ferdian, Deni, Irwan dan Tri.

Kapolres mengatakan, ketujuh pelaku ditangkap ketika polisi menggelar operasi cipkon di berbagai ruas jalan. Saat razia berlangsung, mereka berusaha melarikan dengan meninggalkan sepeda motor hasil curiannya.

Beruntung mereka keburu ditangkap oleh Tim Resmob yang ada di lokasi. Kepada penyidik, pelaku mengaku telah beraksi lima kali. Mereka biasa beroperasi di Jakarta dan Bekasi
Tiga warga yang motornya kembali ditemukan, mengaku gembira dan senang. Seperti Rini, 36, warga Villa Gading Harapan, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi ini.

Sepeda motor Yamaha Mio tahun 2008 miliknya, Januari lalu dicuri di rumahnya. “Ahamdulillah motor sudah kembali, padahal motor itu baru lunas saya beli di dealer,” ujar Rini.

Kasubag Humas Polresta Bekasi Kota, AKP Siswo mengimbau, bagi masyarakat yang merasa kehilangan kendarannya, bisa mengeceknya ke Polresta Bekasi Kota. Adapun masyarakat diwajibkan membawa bukti kepemilikan berupa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), “Yang mau ngecek juga tidak apa-apa,” ujar Siswo.

(Poskota)

activate javascript

Hasil Pencarian:

Dua Baracuda Keluar Lapas Kerobokan Menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai

4 March 2015

baracudaDua unit mobil barracuda telah keluar dari Lapas Kerobokan, Rabu (4/3) pukul 05.23 WITA. dua unit mobil tersebut diduga salah satunya membawa terpidana mati Bali Nine, Myuran Sukumaran dan Andrew menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Barracuda melaju cepat diikuti oleh kendaraan lain dan pengamanan berlapis dari kepolisian. Ikut juga di belakangnya para pejabat kejaksaan dari Kejati Bali dan Kejari Denpasar.
Namun demikian, tak sepatah kata apapun terlontar oleh Kepala Kejaksaan Tinggi, Momock Bambang Sumiarso san Kajari Denpasar, Immanuel Zebua. Adapun Wagub Sudikerta juga datang ke Lapas Kerobokan pada dini hari.
Adapun yang tak kalah mengejutkan yaitu kedatangan Michael Chan bersama Febby. Febby adalah seorang wanita keturunan jawa yang diduga adalah teman dekat Andrew Chan. Namun mereka datang saat penjagaan polisi sudah ketat.
Keduanya akhirnya harus menelan pil pahit karena tidak dapat menerobos masuk barikade sabhara dan tidak diijinkan masuk ke Lapas. Keduanya pun keluar lapas Kerobokan tanpa ucapan apapun dan berjalan cepat menuju ke arah barat lapas.

(Tribunnews)

Hasil Pencarian:

Waspada Begal, Polisi Lakukan Patroli Skala Besar di Jabodetabek

27 February 2015

polisiKasus Begal, yang dalam bahasa hukum polisi disebut sebagai kejahatan pencurian dengan kekerasan (curas) semakin marak di wilayah Jabodetabek. Polisi akan meningkatkan patroli rutin dan patroli berskala besar untuk membasmi kejahatan yang meresahkan tersebut.

“Kami tetap lakukan proses hukum, anggota gabungan dari Polres, Polda, Brimod Resmob bergabung di dalam tim. Kita laksanakan kegiatan preventif, dengan patroli berskala sedang dan besar yang tiap malam terus kita laksanakan,” ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Unggung Cahyono ‎kepada wartawan dalam pers rilis yang digelar di Mapolda Metro Jaya, Jumat (27/2/2015).

Dalam operasi yang digelar Jumat (27/2) dini hari, anggota patroli berhasil mengamankan ganja seberat 2 Ton yang dikirim dari Aceh. “Ada ganja 2 ton, dari Aceh menuju Jakarta di Jakbar kita temukan di operasi 21 kemarin malam,” jelasnya.

Patroli tersebut telah dilaksanakan sejak beberapa hari yang lalu di seluruh Jabodetabek. Kepolisian saat ini akan melaksanakan mapping untuk memutus mata rantai, khususnya untuk kasus curas/begal.

“Kita akan mapping memutus mata rantai. Kapolres se-Jabodetabek sudah diarahkan untuk menyelidiki, kemana hasil tindak pidana dijual, sehingga menutup mata rantai. Kita akan menutup titik tertentu lokasi motor-motor hasil kejahatan ini dijual,” pungkasnya.

(Detik)

Mabes Polri Dukung Keputusan Presiden Tak Jadi Melantik Komjen BG

18 February 2015

komjenbudi3Presiden Jokowi membatalkan pelantikan Komjen Budi Gunawan dan mengusulkan Komjen Badrodin Haiti sebagai calon kapolri baru. Mabes Polri mendukung keputusan Presiden.

“Kita mendukung dan menghormati,” kata Karo Penmas Brigjen Agus Riyanto menjawab pertanyaan respons Mabes Polri soal pembatalan pelantikan Komjen Budi Gunawan. Agus menyampaikan hal tersebut kepada wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (18/2/2015).

Agus mengatakan Mabes Polri akan menggelar rapat internal untuk segera menyikapi pembatalan Komjen Budi Gunawan dan pengusulan Komjen Badrodin Haiti. Akan ada langkah-langkah yang disiapkan.

“Untuk menyikapi ini, tentunya ada langkah-langkah internal yang perlu dilakukan,” ujar Agus.

Presiden Jokowi akan mengirimkan surat pengusulan Komjen Badrodin Haiti ke DPR setelah masa reses usai pada 22 Maret 2015. Komjen Budi Gunawan diminta tetap berkontribusi untuk Polri.

(detik.com)

Hasil Pencarian:

Pekan Ini, Terpidana Mati Dipindah ke Nusa Kambangan

17 February 2015

nusa-kambanganKejaksaan Agung menyatakan proses pemindahan terpidana mati gelombang kedua yang akan dieksekusi, bisa rampung pekan ini. Mereka akan dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan Nusa Kambangan –pulau di selatan Jawa Tengah yang menjadi lokasi pelaksanaan eksekusi.

“Persiapan belum rampung, tapi pemindahan mudah-mudahan selesai minggu ini,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Tony Spontana kepada CNN Indonesia, Senin (16/2).

Menurut rencana, para terpidana mati dipindahkan ke Nusa Kambangan menjelang tanggal pelaksanaan eksekusi. Dua di antaranya termasuk terpidana yang berada di Lapas Grobogan, Denpasar, yakni Andrew Chan dan Myuran Sukumaran –dua anggota penyelundup narkoba Bali Nine.

Para terpidana mati akan disatukan di Nusa Kambangan karena eksekusi mati rencananya akan digelar serempak.

Dana untuk pelaksanaan eksekusi, menurut Tony, sudah tersedia dan akan dicairkan menjelang pelaksanaan eksekusi.

Sebelumnya, Jaksa Agung M Prasetyo mengatakan terpidana mati yang akan dieksekusi pada gelombang kedua ini tidak akan lebih dari eksekusi gelombang pertama, yakni enam orang.

Kejaksaan memprioritaskan narapidana yang tersangkut kasus narkoba. “Kami ingin memberikan pesan bahwa narkoba ini membahayakan,” ujar Prasetyo.

Dari 11 terpidana mati yang menunggu dieksekusi, delapan orang terlibat kasus narkoba, termasuk Andrew dan Myuran, warga asal Australia yang permohonan grasinya telah ditolak oleh Presiden Jokowi.(cnnindonesia.com)

Wapres: Indonesia tak akan Terpengaruh Ancaman Australia

16 February 2015

yusuf-kallaWakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan, pemerintah Indonesia tidak akan terpengaruh oleh ancaman pemerintah Australia yang menentang rencana eksekusi mati terhadap dua warga negara Australia. Kedua narapidana yang dikenal sebagai anggota “Bali Nine”, yakni Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, menunggu jadwal eksekusi mati setelah Presiden Joko Widodo menolak grasi yang diajukan keduanya.
“Kita berpegang kepada hukum, berpegang kepada keputusan hakim dan Mahkamah Agung, tidak akan terpengaruh ke mana-mana,” kata Kalla di Jakarta, Senin (16/2/2015).
Menurut dia, pemerintah hanya menjalankan putusan MA yang menjatuhkan vonis mati kepada dua terpidana tersebut. Kalla bisa memaklumi bila pemerintah Australia memprotes langkah Indonesia untuk mengeksekusi mati Andrew dan Myuran.
“Ya, memang setiap tindakan itu tidak semua orang menyenangkan, kayak tindakan hukum itu,” kata Kalla.
Hari ini, perwakilan Kedutaan Besar Australia akan bertemu dengan perwakilan dari Indonesia untuk membahas rencana eksekusi mati terhadap Andrew dan Myuran. Sebelumnya, Perdana Menteri Australia Tony Abbott mengatakan akan melakukan balasan diplomatik yang setimpal jika Indonesia mengeksekusi warganya. Ia mengatakan bahwa warga negara Australia sudah muak dengan langkah Indonesia tersebut. Warga negara Australia bahkan membuat petisi yang meminta Indonesia mengampuni Andrew dan Myuran.
Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop juga mengancam memboikot Indonesia, termasuk melarang warganya berkunjung ke Pulau Bali yang merupakan destinasi wisata favorit turis Australia di Indonesia. Australia juga bisa menarik duta besarnya di Indonesia. (tribunnews.com)

Next Page »