web analytics

Maraknya Pemerasan yang Mengaku Wartawan dan Jaksa Membuat Kades Gerah

17 September 2014   0 views

Duit_DihitungKepala desa di wilayah Kabupaten Tasikmalaya mengaku gerah dengan maraknya pemerasan oleh orang yang mengaku Jaksa dari Kejaksaan Negeri Singaparna, dan orang yang mengaku sebagai wartawan. Bahkan, korban pemerasan dengan cara seperti ini diklaim telah ratusan orang dan sering terjadi.

Salah seorang kepala desa yang mengaku menjadi korban pemerasan mengatakan, biasanya orang yang mengaku jaksa dan wartawan ini datang ke kantor-kantor kepala desa. Para pelaku membawa surat panggilan atas kasus tertentu. Namun, setelah pengantar surat dari kejaksaan keluar ruangan, orang yang mengaku wartawan tersebut meminta sejumlah uang dengan dalih untuk menutup supaya kasusnya tidak diberitakan.

“Bukan hanya saya saja yang diperas seperti ini. Bahkan si orang yang ngaku wartawan dan jaksa itu suka minta langsung uang supaya pemanggilan oleh jaksa tidak jadi. Ini bukan pertama kali terjadi, saya punya bukti ada ratusan orang kepala desa yang sudah membuat pernyataan sudah diperas oleh oknum jaksa yang bekerjasama dengan wartawan seperti ini,” terang kepala desa yang bertugas di wilayah desa Kecamatan Jatiwaras, tapi namanya enggan disebutkan kepada Kompas.com, Selasa (16/9/2014).

Dengan maraknya kejadian seperti ini, kata kepala desa itu, pihaknya meminta perhatian dari Kejaksaan Agung atau Kejaksaan Tinggi untuk segera menyelidiki oknum pegawainya yang biasa bermain seperti ini di lapangan. Apalagi untuk oknum kejaksaan ini identitasnya sudah diketahui dan sering melakukan pemerasan secara berulang-ulang.
“Kalau saya nama si jaksanya sudah tahu, tapi oknum wartawannya bukan dari media yang terkenal. Saya belum bisa berikan namanya siapa ke bapak sekarang. Saya minta Kejagung, Kejati atau pihak pusat segera turun tangan,” kata dia.

Pemerasan dengan dalih penyelesaian sebuah kasus terhadap pegawai pemerintah seperti ini pun diketahui sering terjadi di tataran para pejabat Pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya. Intinya sama, meminta sejumlah uang dari seseorang pejabat yang terkena sebuah kasus tertentu oleh oknum kejaksaan untuk pengamanan. Bahkan, uang pengamanan pun sering mengatasnamakan untuk para pekerja media di Kabupaten Tasikmalaya.

Kejadian seperti ini baru terungkap karena sebelumnya para korban pemerasan enggan membuka suara akibat takut melawan aparat hukum.

“Di kawasan Cigalontang pernah terjadi para kepala desa memberikan sejumlah uang kepada wartawan yang mengaku dari Koran Kompass Indonesia dengan dua SS di belakangnya. Dia mengaku kepada saya sebagai wartawan dari Kompas, begitu mereka setiap mengaku kepada korban saat meminta sejumlah uang untuk menutup pemberitaan sebuah kasus,” kata seorang kepala desa di wilayah Cigalontang, yang juga enggan menyebutkan nama.

Dikonfirmasi terkait temuan ini, Kepala Kejaksaan Negeri Singaparna Tri Karyono sempat mengatakan, ada laporan seorang pegawai honorer di wilayahnya yang menjadi kurir mengantarkan surat panggilan kepada kepala desa untuk dimintai keterangan terkait dugaan pungutan liar (pungli) oleh pihak desa dalam garapan Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) atau penerbitan sertifikat tanah gratis.

“Sempat ada kepala desa datang ke sini mempertanyakan adanya oknum. Saya tegaskan di internal kami tidak ada oknum yang seperti itu. Bahkan sering kami mendapatkan laporan ada yang mengatasnamakan kejari meminta uang kepada kepala desa. Itu tidak betul,” ungkap Tri.

(tribunnews)

BNN Temukan Ladang Ganja di Bogor

17 September 2014   2 views

ganjaBadan Narkotika Nasional (BNN) berhasil mengungkap keberadaan lahan ganja di kawasan Tapos, tepatnya di Kampung Pasir Pogor, Desa Cileungsi, Kecamatan Ciawi, Bogor, Jawa Barat.

“Petugas BNN melakukan penyelidikan dan berhasil menemukan ladang ganja yang terletak di kawasan kaki gunung Gede-Pangrango, yaitu pada ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut,” kata Kepala Humas BNN Sumirat Dwiyanto seperti dilansir antara di Jakarta, Selasa (16/9/2014)

Menurut dia, penyelidikan tersebut dilakukan BNN setelah mendapatkan informasi dari laporan masyarakat mengenai keberadaan lahan ganja tersebut pada 21 Juli 2014 .

Pihak BNN pusat bekerja sama dengan BNN Kota dan Kabupaten (BNNK) Bogor, Polsek setempat, serta Tim K-9 Direktorat Satwa Kelapa Dua melakukan penelusuran di kawasan kaki gunung Gede-Pangrango. “Kami menemukan beberapa pohon serta biji ganja yang sudah dikeringkan yang disimpan di sebuah saung di area ladang ganja tersebut,” jelas Sumirat.

Ia menyebutkan, dari pengungkapan kasus tersebut petugas berhasil mengamankan pemilik ladang ganja bernama Ajid alias Damir (42), yakni warga Kampung Loji Desa Cileungsi, Kecamatan Ciawi, Bogor.

Menurut Sumirat, tersangka tertangkap tangan pada saat dilakukan pemeriksaan, namun Ajid sempat melarikan diri.
“Kondisi ladang yang berada di tepi jurang terjal dan cuaca yang buruk menyulitkan petugas untuk kembali melakukan penangkapan,” ujarnya.

Akan tetapi, kata dia, pencarian terus dilakukan dan petugas berhasil menangkap kembali Ajid pada Minggu, 14 September 2014. “Selama 52 hari pengejaran, Ajid selalu berpindah-pindah tempat. Pertama, Ajid melarikan diri ke rumah kerabatnya di Desa Padarincang, Banten,” katanya.

Kemudian, tersangka bergeser ke kawasan Dusun Jontor, Desa Werasari Kecamatan Sadananya, Ciamis, Jawa Barat. “Sesampainya di sana, oleh orang tuanya, tersangka dibawa ke salah satu pesantren di kawasan tersebut, hingga akhirnya diamankan oleh petugas,” ujar Sumirat.

Ia lebih lanjut menyampaikan, dalam pemeriksaan, Ajid, yang bekerja sebagai petani sawi, mengaku mendapat bibit ganja dari temannya bernama Heri, saat keduanya bekerja sebagai buruh bangunan di Depok pada 1997.

“Pada saat itu, Ajid hanya memiliki 10 biji ganja, yang kemudian baru ia tanam pada 2013. Dari 10 bibit tersebut, Ajid mendapatkan empat batang pohon yang kembali dijadikan bibit hingga mencapai sekitar 100 batang ganja,” ungkapnya.

Sumirat menyebutkan, Ajid menanam ganja di antara kebun sayuran miliknya, yaitu di atas tanah seluas 1.000 meter persegi, sedangkan kebun ganja itu sendiri memiliki luas sekitar 10 meter persegi.

Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan 5,8 kilogram ganja kering, 59 batang ganja, dan 0,11 kilogram biji ganja. “Namun, dalam pemeriksaan, Ajid mengaku sejauh ini hasil panen ganjanya digunakan sendiri sebagai rokok,” katanya.

Atas perbuatannya, Ajid terancam pasal 111 ayat (2) dan Pasal 114 ayat (2) UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup.

(bogornews)

Diduga Aniaya Artis, Seorang Dosen Dilaporkan ke Polisi

16 September 2014   2 views

aniayaDosen tetap Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Institut Pertanian Bogor (IPB), DR Idwan Sudirman dilaporkan artis layar lebar asal Blora Jawa Tengah, Wiwin Agustina (38) atas dugaan penganiayaan dan perbuatan yang tidak menyenangakan, Jumat (12/09/14).

Informasi diperoleh menyebutkan, peristiwa dugaan tindak penganiayaan itu terjadi sekitar pukul 09.36 WIB, di ruang 6 FKH IPB, Kampus Dramaga, Kabupaten Bogor, Kamis (11/9).

“Awalnya saya mau minta pertanggungjawaban karena mobil saya diserempet mobilnya. Saya kejar ke kantornya (FKH IPB),” kata artis yang sempat bermain di Film Mengejar Setan, Senin (15/9).

Lebih lanjut ia menuturkan, niatnya berbicara baik-baik dengan pelaku agar mau mengganti rugi karena mobilnya lecet akibat diserempet mobil CRV .

“Eh dia malah maki-maki saya dan bersikap arogan, bahkan dia sempat berusaha menampar saya dihadapan Jawira dan Abdillah dua satpam IPB yang mengantar saya,” katanya.

Menurutnya dosen tersebut malah bilang tidak akan mengganti rugi sepeserpun. Bahkan menantang jika mau menempuh jalur hukum. “Saya hanya senyum dan bilang, kalau bapak mau lewat jalur hukum penyelesaiannya, saya minta nomor handphone atau telepon yang bisa dihubungi,” tuturnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dosen tersebut malah naik pitam dan mengatakan tidak akan kasih nomor dan balik menanyakan siapa dirinya. “Saya bilang, oke kalau begitu saya minta foto bapak saja, sambil mengeluarkan handphon dan saya foto, pelaku malah mau merebut handphone dan berusaha menampar saya, untung dihalangi sekurity kampus,” ungkapnya.

Tak bisa menampar, pelaku malah berusaha menutup dan membanting pintu. “Saya memaksa masuk karena urusan belum selesai, pelaku mendorong saya, sampai rusuk saya kena filling kabinet dan perut saya kena pegangan pintu,” katanya.

Keesokan harinya, Jumat (12/9) usai bangun tidur badannya sakit. “Bangun tidur saya merasakan nyeri di rusuk kanan, perut dan tangan kanan. Rusuk kanan sakit mungkin karena waktu kejadian kepentok file kabinet saat dia banting pintu mengusir dan perut sakit mungkin karena kena gagang pintu,” tandasnya.

Atas perlakuan sang Dosen, Wiwin segera melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian sektor Dramaga, Kabupaten Bogor untuk ditindaklanjuti melalui proses hukum. Bahkan pihanya langsung melakukan visum kepada pihak Rumah Sakit terkait dugaan penganiayaan dan perbuatan tidak menyenangkan tersebut.

(inilah bogor)

Kejaksaan Jebloskan Pejabat Bekasi ke Rutan Pondok Bambu

6 September 2014   3 views

selKepala Bagian Telematika Pemerintahan Kota (Pemkot ) Bekasi Sri Sunarwati ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bekasi terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan barang berbentuk software, Jumat (5/9). Sebelum ditahan, pejabat Pemkot Bekasi ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Kepala Kejari Bekasi Enen Saribanon mengatakan, usai menjalani pemeriksaan perdana dari pukul 09.00 hingga 14.00 setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kasus dugaan korupsi proyek pengadaan barang berbentuk software Sri Sunarwati langsung ditahan.

“Tersangka ditahan di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur,” kata Enen Saribanon kepada wartawan, kemarin.

Menurut Enen, penahanan Kepala Bagian Telematika Pemerintahan Kota (Pemkot ) Bekasi ini karena ada dugaan telah melakukan penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatan pengadaan barang berbentuk software. Dalam pengadaan itu, tersangka terindikasi melakukan mark up anggaran sehingga merugikan negara.

Dalam penyimpangan itu, kata Enen, terjadi dalam pengadaaan tiga jenis software. Anggaran pengadaan sebesar Rp 771 juta lebih dari APBD 2013.

“Dana itu untuk pengadaan di 12 kecamatan dan Kantor Wali Kota Bekasi,” ujarnya.

Bahkan, soal indikasi mark up tersebut, kata dia, karena harga sofware jenis antivirus satu paket mencapai Rp 410 juta lebih, sedangkan dua software lainnya dengan rincian sebanyak 150 license mencapai Rp 277 juta lebih. Enen mengaku, penyelidikan terhadap kasus tersebut dilakukan sejak Maret lalu. Setelah menemukan cukup bukti, penyidik pidana khusus meningkatkan statusnya menjadi penyidikan, kemudian menetapkan status tersangka.

Bahkan, lanjut dia, penahanan terhadap tersangka sempat mendapatkan penolakan dari Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi. Alasannya, tenaga yang bersangkutan masih dibutuhkan. “Tidak ada alasan untuk tidak ditahan,” tegasnya.

Sri Sunarwati dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 atau Pasal 9, UU No 31/1999 jo. Undang – Undang No 20/2001 Tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan ancaman kurungan 20 tahun dan maksimal dihukum seumur hidup.

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Bekasi, Ade Hermawan menambahkan, tidak menutup kemungkinan ada tersangka lainya dalam korupsi pengadaan tersebut. “Sudah ada 20 saksi yang kami minta keteranganya, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda),” tambahnya.

Menurutnya, selama menjadi tersangka, tersangka Sri baru kali pertama kali diperiksa dan langsung ditahan. “Penahanan Sri ini agar memudahkan penyidikan dan pengembangan. Dan penahanan ini agar tersangka tidak menghilangkan alat bukti,” jelasnya.

Tersangka Sri saat dijegat wartawan sebelum naik mobil tahanan mengatakan, dirinya hanyalah menjadi korban dalam pengadaan tersebut. Menurutnya, yang bertanggungjawab dalam kasus itu adalah pengguna anggaran yakni Sekda Kota Bekasi Rayendra Sukarmadji.

Selain pengguna anggaran, kata dia, yang ikut terlibat dalam kegiatan tersebut adalah anggota DPRD Kota Bekasi Nuryadi Darmawan dari Fraksi PDI Perjuangan.  “Saya akan bongkar, dua orang itu yang terlibat dan korupsi,”  jelasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Bekasi dari fraksi PDI Perjuangan, Nuryadi Darmawan saat dikonfirmasi melalui pesan BlackBerry Massenger-nya menjawab tidak mengetahui sama sekali soal kegiatan itu.

“Kok saya terlibat, saya enggak pernah tahu soal masalah itu,” tandasnya.

(jpnn)

Bupati Bogor Akan Diadili di Bandung

4 September 2014   1 views

rahmat yasinBerkas penyidikan Rachmat Yasin dan Muhammad Zairin, dua tersangka suap pengurusan izin lahan di Kabupaten Bogor, rampung. Kedua tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu pun akan dipindahkan ke Bandung, Jawa Barat.

“Iya, tahap dua, MZ sama RY juga,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha seperti dikutif Metro TV News, Rabu (3/9/2014)

Menurut Priharsa, kedua tersangka segera duduk di kursi pesakitan Pengadilan Tipikor, Bandung. Mereka akan mengikuti jejak Yohan Yhap, penyuap mereka. Priharsa pun menerangkan, RY dan MZ ditahan terpisah di Bandung. “RY ke Lapas Kebon Waru, MZ ke Lapas Sukamiskin,” jelas dia.

Diketahui, Bupati Bogor Rachmat Yasin dan Muhammad Zairin ditangkap KPK pada Rabu (7/5/2014). Mereka ditangkap bersama Yohan Yhap dalam operasi tangkap tangan (OTT). Dalam kasus ini, KPK kemudian menetapkan ketiganya sebagai tersangka.

Rachmat Yasin dan Muhammad Zairin sebagai tersangka penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji berdasarkan pasal 12 huruf a atau b atau pasal 5 ayat 2 atau pasal 11 Undang-undang No 39/1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20/2001 mengenai pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan FX Yohan Yhap dikenai pasal  5 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 13 sebagaimana diubah dengan UU No 20/2001 mengenai pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP tentang orang yang memberikan hadiah atau janji kepada penyelenggara negara.

(bogor news)

Pakar Telematika “Ditipu” ABG yang tak Paham Internet

3 September 2014   34 views

suryoKepala Desa Sumuradem Timur, Kecamatan Sukra, Tisnaya, mengaku kaget warganya diamankan polisi lantaran diduga melakukan penipuan kepada Menpora Roy Suryo. Dikatakannya, Ab alias Gemblo, anak buruh tani yang hanya lulusan Madrasah Tsanawiyah.

“Setelah saya datangi ke rumahnya, pihak keluarganya mengatakan benar bahwa Ab yang akrab dipanggil Gemblo itu diamankan polisi gara-gara diduga menipu menteri. Tapi, keluarganya bilang Gemblo hanya sebagai korban saja, karena dimanfaatkan oleh temannya. Menurutnya, Gemblo tidak paham internet,” ujar Tisnaya.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga, KRMT Roy Suryo Notodiprojo, melaporkan seorang remaja, Ab alias Gemblo (16) atas kasus penipuan yang dialaminya.

Roy Suryo ditipu, lantaran membeli sepeda fixie kepada Gemblo melalui media online. Namun, setelah dibayar melalui transfer bank, sepeda yang ditawarkan itu tidak ada.

Akibat perbuatannya itu, remaja asal Desa Sumuradem Timur, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu itu kini diamankan.

Kasus penipuan tersebut dilaporkan Roy Suryo, ke Polres Indramayu. Sebelumnya, polisi melacak akun tersangka kemudian terungkap bahwa pemiliknya warga Desa Sumuradem, Kecamatan Sukra, bernama Ab alias Gemblo.

Kapolres Indramayu AKBP Wahyu Bintono melalui Kasat Reskrim AKP Wisnu Perdana Putra, membenarkan kasus penipuan tersebut. Aksi penipuan itu terjadi, bermula setelah tersangka memajang foto satu unit sepeda fixie melalui media sosial OLX.co.id. Glembo juga mencantumkan nomor telepon serta nomor pin Blackberry (BB) di foto tersebut.

Sepeda fixie di media sosial itu, kemudian dilihat oleh Roy Suryo, hingga akhirnya berminat untuk membeli. Roy Suryo yang juga pakar telematika itu, kemudian meminta pertemanan sekaligus menginvite pin BB Gemblo. Setelah itu komunikasi melalui media sosial itu berlanjut, hingga akhirnya terjadi transaksi.

Setelah keduanya sepakat dengan harga sepeda fixie yang dijual seharga Rp1 juta itu, Roy Suryo kemudian mentransfer uang ke rekening tersangka. Namun setelah ditunggu beberapa hari, sepeda fixie yang sudah dibelinya itu tak kunjung datang. Roy Suryo akhirnya sadar, bahwa dirinya ditipu, kemudian melaporkannya ke polisi.

“Setelah menerima laporan, kami kemudian melacaknya, hingga akhirnya berhasil mengungkap kasus ini. Ternyata pelakunya seorang remaja, warga yang tinggal di Desa Sumuraden, Kecamatan Sukra,” ujar Wisnu, kepada wartawan, Senin (1/9).

Menurut Wisnu, tersangka dengan sengaja melakukan tindak pidana penyalahgunaan informasi dan transaksi elektronik, sehingga dapat dijerat Pasal 45 Ayat 2 dan  pasal 28 Ayat 1 atau Ayat 2 dengan ancaman penjara paling lama enam tahun atau denda paling banyak satu miliar rupiah.

(jpnn)

KPK Tangkap Tangan 5 Orang di Karawang

18 July 2014   3 views

KPK (1)Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tangan 5 orang yang diduga sedang melakukan tindak pidana korupsi di kawasan Karawang, Jawa Barat.

Menurut Juru Bicara KPK Johan Budi, pihak yang tertangkap itu adalah 3 orang perempuan dan 2 orang laki-laki. Kelimanya kemudian langsung digiring menuju salah satu ruang.

“Memang benar penyidik melakukan tangkap tangan 5 orang,” ujar Juru Bicara KPK, Johan Budi di kantornya, Jakarta, Jumat (18/7/2014) dinihari.

Proses penangkapan yang dilakukan sejak pukul 13.00 WIB hingga 15.00 WIB ini dijelaskan Johan, salah satunya di kediaman Bupati Karawang Ade Swara dan sebuah Mal di Kerawang.

“Berkaitan dengan tindak pidana korupsi yang dilakukan penyelenggara negara. Di rumah Bupati Karawang 2 orang dan 3 orang lainnya di salah satu tempat,” kata Johan.

Johan sendiri belum dapat menjelaskan terkait apa praktik dugaan suap itu dilakukan. Namun, KPK tak ikut mengamankan Bupati Karawang dalam OTT tersebut.

“Tapi yang diamankan di antaranya itu saudaranya bupati Karawang,” kata Johan.

Saat ini, kelima orang tersebut sudah dibawa masuk ke Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan awal.

“Saat ini statusnya masih sebagai terperiksa. Akan diperiksa 1×24 jam,” terang Johan.

Pantauan Liputan6.com, kelima orang itu diangkut menggunakan sejumlah mobil. Di antaranya Toyota Soluna biru B 8134 CC dan Nissan Serena abu-abu B 1838 TH. Mereka langsung digelandang ke KPK melalui basement gedung.

(liputan 6)

Waspadai Wilayah Rawan Curanmor di Kabupaten Bekasi

16 July 2014   2 views

curanmorKejahatan jelang lebaran, harus diwaspadai. Jajaran Polresta Bekasi Kabupaten meminta bantuan masyarakat untuk melakukan pencegahan aksi kejahatan yang marak di hari Lebaran, salah satunya pencurian kedaraan bermotor (curanmor).

Kasat Reskrim Polresta Bekasi Kabupaten, Kompol Dedi Murti Haryadi mengungkapkan, pihaknya terus melakukan sejumlah langkah-langkah guna mengantisipasi aksi kejahatan menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

“Salah satunya kasus kejahatan yang memang sangat sering terjadi yakni, kejahatan curanmor,” kata Dedi, Rabu (16/7/2014).

Dedi menambahkan, ada beberapa titik rawan kejahatan curanmor, diantaranya Cikarang Selatan, Tambun, Cibitung dan Cikarang Barat.

“Kita sering melakukan patroli dititik-titik tersebut,” tegasnya.

Selain itu, pengawasan juga terus dilakukan untuk menutup ruang gerak kawanan pelaku kejahatan. “Kabupaten Bekasi memiliki 23 kecamatan, jadi tidak hanya titik rawan yang dijaga melainkan semua titik juga harus tetap dijaga,” paparnya.

Dia pun berharap, semua masyarakat juga membantu tugas polisi untuk mengamankan wilayahnya masing-masing. Sehingga, tidak ada kesempatan pelaku kejahatan untuk melakukan aksinya. “Sosialisasi terus kami lakukan untuk memberikan beberapa hal dalam menjaga keamanan wilayah,” tandasnya.

(okezone)

Jukir Monas yang Dibakar Oknum TNI Akhirnya Meninggal

14 July 2014   8 views

jukirTengku Yusri (40) juru parkir yang dibakar di kawasan Monas pada 24 Juni lalu akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Senin (14/7/2014) pukul 05.30. Lelaki asal Aceh tersebut dirawat selama sekitar tiga minggu di RSCM dalam keadaan koma.
Kabar tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Ikatan Mahasiswa Pascasarjana Aceh-Jakarta (Impas) melalui pesan singkatnya kepada Warta Kota. “Innalillahi wainnailahi rajiun. Telah berpulang kerahmatullah Yusri (Juru Parkir) yang dibakar di Monas oleh Pratu Hery Ardiansyah,” ujar Muntasir Sekjen Impas.
Menurut Muntasir, meskipun sudah dirawat sekira 3 mingguan, kondisi Yusri tak kunjung membaik. “Kondisinya selama dirawat bukan makin membaik, tetapi malah makin menurun terus,” ucapnya.
Akhirnya keluarga mengikhlaskan Yusri, kemudian korban meninggal di RSCM sehabis sahur tadi. Muntasir menambahkan, setelah berbagai macam proses administrasi selesai jenasah akan disemayamkan di daerah asalnya yakni, Aceh. “Iya kesepakatan keluarga, korban dibawa ke Aceh saja,” katanya.
Sebelumnya, Yusri merupakan korban pembakaran yang dilakukan oknum TNI bernama Pratu Heru, anggota Tamtama Detasemen Markas Pusat Polisi Militer TNI AD. Penganiayaan itu terjadi di kawasan Monas, karena kurangnya uang setoran parkir yang diberikan Yusri kepada Heru.
Saat ini Pratu Heru sudah dipecat dari anggota TNI AD. Dan sedang menunggu proses pidana. Harapan keluarga korban, selain dipecat, istri Yusri berharap pelaku dihukum seberat-beratnya.

(tribunnews)

Perampok Beraksi Siang Bolong di Bogor, Seorang Satpam Kena Tembak

10 July 2014   3 views

20140523_093816_pistol-diacungkanM Suparto (35), satpam Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Kabupaten Bogor ditembak perampok di depan rumahnya di Kampung Cipayung RT 2/3, Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (10/7/2014) pukul 14.00 WIB.
Pelaku penembakan berjumlah empat orang menggunakan dua sepeda motor yang hendak menggasak motor Satria FU milik Suparto.
Korban yang melawan mengalami luka tembak di dada kiri tembus ke ketiak kiri. Saat ini korban masih dalam perawatan di UGD RS PMI Bogor.
“Korban masih dalam penanganan medis untuk mengetahui apakah pelurunya bersarang atau tidak,” ujar Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Didik Purwanto di RS PMI Bogor.
Didik menjelaskan, aksi penembakan terjadi saat korban akan berangkat kerja. Saat itu Suparto akan mengeluarkan motor dari rumahnya. Tiba-tiba dihadang dua pelaku yang mengendarai motor.
“Pelaku mencoba merampas motor, tapi korban melawan. Saat itu, pelaku lainnya melepaskan tembakan dan mengenai dada korban,” ujar Didik.
Setelah menembak korban, keempat pelaku melarikan diri tanpa membawa sempat membawa motor korban.”Hasil olah TKP diketahui, pelaku menembak korban dari samping kanan, sehingga mengenai dada kiri,” katanya.
Untuk penyelidikan lebih lanjut, pihaknya sedang memeriksa saksi dan mengumpulkan barang bukti di lokasi kejadian. Sedangkan Suparto yang terbaring lemah di UGD RS PMI belum bisa dimintai keterangan.

(tribunnews)

Next Page »