web analytics

Dua Kepala Sekolah Bocorkan Kunci Jawaban UN 2014 Lewat Surel

22 April 2014   19 views

kepsekDua kepala sekolah di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, diduga terlibat aksi membocorkan kunci jawaban Ujian Nasional 2014 (UN) untuk siswa SMA sederajat.
Karena dugaan tersebut, kedua kepsek tersebut diperiksa aparat Polres Karanganyar, Senin (21/4/2014).
Kedua terduga itu masing-masing berinisial MY, Kepala Sekolah MA Wonosegoro Boyolali, dan YS Kepala Sekolah SMK Tunas Harapan Bangsa Boyolali.
Mereka diduga telah memberikan bocoran kunci jawaban kepada sejumlah siswa di Karanganyar melalui surat elektronik (surel).
Kasatreskrim Polres Karanganyar Ajun Komisaris Agus Sulistianto mengatakan, polisi mengetahui keterlibatan kedua kepsek tersebut dari seorang guru honorer berinisial DW.
“Dari keterangan kedua kepala sekolah tersebut, muncul nama H yang saat ini masih kami lakukan penelusuran. H ini merupakan guru honorer yang juga bekerja di Boyolali,” kata Agus, Selasa (22/4/2014).
YS dan MY, memperoleh kunci jawaban dari H yang dikirim melalui surel. Polisi sedang mengupayakan membuka akun surel tersebut. Tapi, ternyata sudah diblokir pelaku.
“Kami tengah berupaya untuk membuka akun email itu. Kemungkinan, masih ada informasi lain yang bisa didapat dari akun itu,” ujarnya.
Agus menduga, pembocoran kunci jawaban UN 2014 ini melibatkan sindikat lebih besar. Selain H, tidak tertutup kemungkinan ada pelaku di atasnya yang menyalurkan kunci jawaban tersebut.

(Tribunnews)

Bersama BIG, Polri Petakan Rawan Kejahatan

22 April 2014   20 views

bigBOGOR – Kapolri Jenderal Sutarman melakukan kerjasama atau MoU dengan Badan Informasi Geosparsial (BIG).Penanda tanganan MoU ke 28 ini berlangsung digedung BIG di Jalan Raya Bogor-Jakarta Senin (21/4).
Sutarman menyambut baik MoU ini.Pasalnya MoU ini sangat baik, karena memuat data tentang peta kerawanan wilayah.Ia menuturkan, Polri sangat terbantu dengan data yang tersaji dalam BIG.
Dengan data ini, kepolisian akan melakukan pemetaan, guna mengatasi berbagai konflik, baik sosial, agraria, perkebunan, dan perbatasan.
“Mabes Polri menjalin kerjasama dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) karena kompleksnya permasalahan,”kata Jenderal Sutarman.
Kapolri meminta seluruh jajarannya baik di Mabes Polri, Polda, Polres hingga Polsek di seluruh Indonesia agar informasi geospasial dijadikan rujukan dalam menangani konflik yang terjadi di masyarakat.
“Geospasial itu banyak manfaatnya bagi Polri, diantaranya dari aspek sosial, banyak konflik di berbagai wilayah, yang disebabkan adanya sengketa masalah perkebunan, pertanahan dan pertambangan,” kata mantan Kabareskrim itu dalam acara Pekan Geospasial Nasional di Kantor BIG, Jalan Raya Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor.
Tak hanya itu, informasi geospasial juga sangat penting bagi penyelesaian perbatasan antarnegara.”Hingga kini kita belum mempunyai perjanjian border antara Singapura. Batas wilayah Indonesia-Singapura dimana. Inilah yang sering memicu terjadinya ketegangan antar negara,” tandasnya.
Ia memaparkan penandatanganan nota kesepahaman antara BIG dengan Polri, merupakan sebagai bentuk tanggungjawabnya dalam melakukan pengamanan.”Kita memanfaatkan, informasi geospasial ini untuk kepentingan aspek tugas kepolisian, dalam memetakan lokasi dan aset kepolsian, hingga tingkat Polsek,” katanya.
Kepala BIG, Asep Karsidi mengatakan kerjasama dengan sejumlah lembaga atau instansi negara ini sangat penting.”Karena lahirnya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial mewajibkan semua instansi memanfaatkan informasi geospasial. Apalagi Polri yang jelas-jelas diamanatkan Undang-Undang untuk mengawalnya,”ujar Asep.

(Pos Kota)

Hadi Poernomo Diminta Bongkar Habis Korupsi di Ditjen Pajak

22 April 2014   19 views

hadiPascaditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi permohonan keberatan pajak Bank Central Asia (BCA), Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Hadi Poernomo diminta agar lebih terbuka kepada penyidik ihwal kasus yang menderanya.

Keterbukaan mantan Dirjen Pajak di era 2002-2004 itu sangat diperlukan guna mengusut tuntas kasus tersebut.

“Kita berharap Hadi Poernomo tidak boleh tinggal diam. Dia harus membuka data dan informasi yang dimiliki tentang penyimpangan pajak dan harta kekayaan yang diperoleh secara tidak sah sejumlah pejabat tinggi negara yang hingga kini tidak tersentuh,” terang Bambang kepada Okezone, di Jakarta, Selasa (22/4/2014).

Hadi Poernomo telah ditetapkan sebagai tersangka lantaran telah menyalahgunakan wewenang ketika menjabat sebagai Dirjen Pajak.

Di mana dia merubah hasil telaah permohonan keberatan pajak yang diajukan oleh Bank Central Asia (BCA) dengan Non Perfomance Loan (NPL) sebesar Rp5,7 triliun, sehingga mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp375 miliar.

Akibat perbuatannya Hadi dianggap melanggar Pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHPidana.

(Okezone.com)

Kasus JIS Karena Kelalaian Kemendikbud

22 April 2014   20 views

jisKasus pelecehan seksual yang dialami anak didik Jakarta International School (JIS) menjadi sorotan publik. Tidak hanya kasus tersebut yang menjadi penyebabnya. TK JIS yang tidak memiliki izin operasional juga turut menjadi penyebab.
Abdul Hamim Jauzie, Ketua Pengurus LBH Keadilan berpendapat bahwa tidak adanya izin operasional TK JIS disebabkan karena kelalaian Dinas Pendidikan dan Kemendkbud dalam melakukan pengawasan.
Dia beralasan, ada pembiaran yang dilakukan Kemendikbud atas tidak berizinnya TK JIS. Hal ini terlihat dari pernyataan
Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini Kemendikbud, Lydia Freyani Hawad yang mengatakan bahawa Kemendikbud sejak Januari telah meminta JIS menyiapkan berkas untuk memperoleh izin.
“Ini berarti Kemendikbud setidaknya sejak Januari telah mengetahui bahwa JIS tidak berizin,” kata Abdul Hamim dalam keterangan tertulisnya.
Menurutnya, seharusnya Kemendikbud sejak Januari 2014, dimana telah mengetahui TK JIS tidak berizin harus melakukan penutupan. Sekali lagi ada kelalaian dan pembiaran oleh Kemendikbud atas tidak berizinnya TK JIS.
Atas hal ini, jelasnya, DPR RI harus meminta pertanggungjawaban Kemendkbud.

(Tribunnews.com)

Mantan Dirjen Pajak Hadi Poernomo Jadi Tersangka

21 April 2014   52 views

hari poernomoKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sebagai tersangka kasus pajak saat ia menjabat sebagai Dirjen Pajak pada 2002-2004.

Penetapan ini dilakukan tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-67, Senin (21/4/2014). Hadi Poernomo lahir di Pamekasan, Madura, 21 April 1947. Selain itu, penetapan tersebut juga bertepatan dengan hari terakhirnya bertugas di BPK.

Ketua KPK Abraham Samad dalam konferensi pers di Gedung KPK, Senin (21/4/2014) sore, mengatakan, tidak ada keterkaitan penetapan tersebut dengan status Hadi Poernomo.

“Saya klarifikasi bahwa yang bersangkutan tidak mengundurkan diri, tetapi yang bersangkutan pensiun. Apakah hari ini, besok, atau lusa tidak ada hubungannya,” ujar Abraham Samad saat ditanya apakah karena rencana penetapan ini menyebabkan Hadi Poernomo mengundurkan diri.
Sebelumnya, Hadi menggelar acara perpisahan dengan memotong tumpeng di Auditorium BPK pada Senin sekaligus perayaan ulang tahunnya yang ke-67. Ia menjabat Ketua BPK sejak tahun 2009, menggantikan Anwar Nasution.

Hadi ditetapkan menjadi tersangka karena diduga melakukan perbuatan melawan hukum atau penyalahgunaan wewenang terkait permohonan keberatan Bank Central Asia (BCA) selaku wajib pajak pada 2003. Dia disangka melanggar Pasal 2 Ayat 1 dan atau Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Ketika itu, BCA mengajukan keberatan pajak atas non-performance loan yang nilainya Rp 5,7 triliun. Hadi diduga menyalahi prosedur dengan menerima surat permohonan keberatan pajak BCA tersebut. Ia diduga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 375 miliar dari pajak yang tidak dibayarkan BCA. Terkait apakah terdapat penerimaan dana oleh Hadi Poernomo, Ketua KPK menyatakan hal tersebut masih didalami.

(Kompas.com)

Bayi Korban Penculikan Dikembalikan ke Orang Tuanya

29 March 2014   12 views

245684_penculikan-bayi_663_382Tim gabungan Polrestabes Bandung dan Kepolisian Daerah Jawa Barat akhirnya menemukan bayi yang diculik dari RS Hasan Sadikin, Bandung. Setelah ditemukan pada Jumat, 28 Maret 2014 malam, bayi langsung dikembalikan ke orang tuanya.

Penyerahan bayi itu dilakukan langsung oleh Kapolda Jabar, Irjen Pol Mochamad Iriawan kepada pasangan Lasmaria Boni Manulang dan Toni Manurung. Keduanya langsung histeris saat bertemu kembali dengan buah hati yang telah tiga hari hilang.

Lasmaria yang awalnya masih tampak murung saat dibawa ke Polsek Sukajadi, tak kuasa menahan tangis. Ia langsung mengangkat dan menggendong bayi perempuan yang rencananya akan diberi nama Valencia itu. Ia mengaku sangat senang bisa bersua lagi dengan bayinya.

Sedang Toni, ayah bayi, menuturkan dirinya belum bisa memaafkan pelaku. “Saya serahkan kepada pihak yang berwajib untuk memberikan hukuman semaksimal mungkin. Saya belum bisa memaafkan pelaku ini,” ia mengatakan.

Seperti diketahui, tim gabungan kepolisian menemukan bayi korban penculikan di sebuah kamar kos di kawasan Pasir Kaliki, Bandung. Pelaku pun ada di sana. Namun saat akan ditangkap, dokter gadungan itu mencoba bunuh diri dengan lompat dari atas fly over Pasopati.

Sebelumnya, ia menculik bayi dengan mengajak berbincang orang tuanya di RS Hasan Sadikin, Selasa malam lalu. Pelaku yang mengenakan baju dokter meminta Lasmaria membersihkan diri ke kamar mandi karena ada bercak darah di pakaiannya. Saat kembali dari kamar mandi bersama sang suami, ia sudah tak menemukan bayinya di kamar. (viva.co.id)

SBY Kirim Lagi Surat ke Raja Saudi untuk Satinah, Tim Pelobi Temui Keluarga Korban

26 March 2014   26 views

save-satinahPresiden SBY kembali berkirim surat ke Raja Saudi guna membebaskan Satinah dari hukuman mati. Selain itu juga, tim pelobi dari pemerintah akan menemui keluarga korban pembunuhan yang dilakukan Satinah.

“Bapak presiden akan mengirim surat yang ke sekian kalinya ke Raja Saudi, untuk memohon, meminta raja untuk ikut bersama-sama dengan tim ini nanti melobi berkoordinasi dengan keluarga korban agar sedianya 3 April eksekusi pembayaran diyat itu bisa diperpanjang,” jelas Menko Polhukam Djoko Suyanto di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (26/3/2014).

Djoko menjelaskan, sudah banyak upaya-upaya yang dilakukan untuk Satinah. Sampai dengan batas akhir pembayaran diyat yang diminta keluarga masih terus diupayakan.

“Dalam 1, 2 hari ke depan juga akan kirim tim, yang sebenarnya sudah selesai kerjanya akhir tahun lalu tapi masih terus kita gunakan, yang dipimpin oleh Maftuh Basyuni, ke Saudi Arabia,” jelasnya.

Tim pelobi itu juga akan kembali mendekati pihak keluarga, mendekati para tokoh-tokoh masyarakat di Saudi, juga aparat pemerintah Saudi, untuk melobi dan melakukan upaya-upaya koordinasi.

“Agar eksekusi pembayaran diyat paling tidak bisa ditunda,” tambahnya.

Sebenarnya, titik cerah sudah didapatkan yakni sudah ada skema yang disepakati oleh kedua belah pihak, tim dari Indonesia dan keluarga korban.

“Skema ini yang akan kita matangkan ke depan, saya tidak ingin bicara seperti apa karena masih sedang dirundingkan. Akan tetapi skema itu yang ditawarkan oleh keluarga sudah disepakati oleh pemerintah, kita laporkan ke Bapak Presiden. Skema itu lah yang sedang kita tawarkan. Mudah-mudahan itu bisa menunda pelaksanaan eksekusi pembayaran diyat sehingga selamatkan satinah dari hukuman mati,” urainya.(detik.com)

KPK kembali sita 7 truk molen terkait Wawan

20 March 2014   21 views

vtz7t4pUD6Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memburu aset milik Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan yang diduga terkait dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Pada Rabu 18 Maret 2014 malam, KPK menyita tujuh truk pengaduk semen (truk molen) dari perusahaan milik Wawan yakni PT Venontama Perkasa di Ciputat, Tangerang Selatan, anak perusahaan PT Bali Pasific Pragama.

Truk molen itu sudah terparkir disamping gedung KPK dan sampai  sekitar pukul 23.00 WIB. Truk-truk itu bernomor polisi masing-masing B 9240 SIN, B 9239 SIN, B 9164 SIN, B 9166 SIN, B 9163 SIN, B 9188 SIN, dan B 9237 SIN.

Hingga saat ini, Penyidik KPK sudah menyita delapan dari perusahaan Wawan, PT Jaya Beton Pragama, di kawasan Ciputat. Truk-truk itu berwarna putih dengan cap ‘PT Jaya Beton Pragama’ di tubuh mesin pengaduk semen. Mobil itu sudah tiba di KPK sudah sejak semalam.

Sebelumnya, KPK menyita puluhan mobil dan 1 motor Harly Davidson terkait TPPU adik Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah itu. Diantara mobil itu ada lima mobil yang tergolong mewah.

(sindonews.com)

Dikabarkan Punya Hotel di Bali, Ini Jawaban Anas

15 March 2014   22 views

237503_anas-urbaningrum_663_382Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Anas Urbaningrum sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang. Sejumlah aset milik Anas pun telah disita oleh penyidik KPK.

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu dikabarkan mempunyai aset berupa hotel di kawasan Seminyak, Bali. Namun, saat dikonfirmasi, Anas mengelak untuk menjawabnya.
“Hotel apa, di Bali ada banyak hotel, ada hotel bintang 5, bintang 4, hotel melati juga ada,” ujar Anas usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jumat 14 Maret 2014.
Saat didesak terus mengenai kepemilikan hotel di Pulau Dewata itu, Anas masih enggan untuk menjawabnya. “Doakan saja 20 tahun lagi atau 30 tahun lagi, sampeyan doakan saja mudah-mudahan,” tuturnya.
Sebelumnya, KPK telah menetapkan Anas Urbaningrum sebagai tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), pada Rabu 5 Maret 2014. Anas disangka melanggar Pasal 3 dan atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan atau Pasal 3 ayat 1 dan atau Pasal 6 ayat 1 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2002 tentang TPPU juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
Terkait penetapan itu, KPK telah menyita sejumlah aset mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu yang diduga terkait pencucian uang. Antara lain, 2 bidang tanah di Kelurahan Mantrijero, Yogjakarta dengan luas 7.670 M2 dan 200 M2 atas nama Attabik Ali, Tanah dan bangunan di Jalan Selat Makasar C9/22 di Duren Sawit, Jakarta Timur serta tiga bidang tanah di Desa Panggungharjo, Bantul atas nama Dina Az, anak Attabik Ali. (viva.co.id)

KPK Cecar Anak Buah Gubernur Atut Selama 11 Jam

22 February 2014   151 views

233975_ratu-atut-chosiyah-ditahan-di-rutan-pondok-bambu_663_382Asda (Asisten Daerah) II Provinsi Banten, M. Husni Hasan, menjalani pemeriksaan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi hampir 11 jam, Jumat 21 Februari 2014. Husni diperiksa terkait kasus dugaan pemerasan dalam proyek pengadaan alkes Banten.

“Iya tadi saya dimintai keterangan mulai dari jam 10 pagi. Dimintai keterangan terkait dengan kasus Ibu Ratu Atut Chosiyah,” ujar Husni usai menjalani pemeriksaan.

Menurutnya, penyidik mengajukan sekitar 30 pertanyaan kepada dirinya. Namun dia enggan mengungkapkan apa saja yang ditanyakan oleh penyidik.

“Sudah disampaikan pada penyidik. Ada 30an pertanyaan, saya jawab semua,” tuturnya.

Dalam kasus korupsi pengadaan alkes Banten, KPK sendiri telah menetapkan Ratu Atut sebagai tersangka proyek alkes Provinsi Banten, Selasa 7 Januari 2014.

Informasi yang dikumpulkan VIVAnews, Ratu Atut diduga menerima fee dari adiknya, Tubagus Chaeri Wardana karena Ratu ikut mengatur PT Bali Pasific Pragama milik Wawan sebagai pemenangan tender.

Atut diduga terkait tindak pidana korupsi pengadaan sarana alat kesehatan Pemprov Banten tahun anggaran 2011-2013. Atut disangkakan pasal 2 ayat 1 dan atau pasal 3 Undang-undang No. 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Selain Ratu Atut, KPK juga menetapkan adiknya yakni Tubagus Chaery Wardana alias sebagai tersangka dalam kasus yang sama. Wawan juga dijerat pasal yang sama dengan Ratu Atut oleh penyidik KPK. (viva.co.id)

Next Page »

PERSIB

Persib laporkan Sergio ke FIFA

Langkah tegas dilakukan Persib Bandung terkait kepergian mesin golnya musim lalu,... 

FERDINAND SINAGA : Pemain Terbaik Asia Tenggara Pekan Ini

Ferdinand Sinaga tengah dalam performa terbaik sebagaimana ia mencetak dua gol dan... 

Konate: Insya Allah Musim ini Persib Menang di Gresik

GRESIK United di kandangnya sulit dikalahkan Persib. Setidaknya itu terjadi di dua... 

Informasi Sebelumnya