Kadisdik: Daya Tampung SMP dan SMA Kota Bogor Masih Besar

12 June 2015

sekolahDaya tampung SMP dan SMA di Kota Bogor untuk menampung peserta didik baru tahun ajaran 2015/2016 masih lebih besar dibandingkan jumlah lulusan SD dan SMP.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Edgar Suratman ketika mendampingi Wali Kota Bogor, pada Konferensi Pers PPDB Online, Kamis (11/06/15) di ruang tamu Wali Kota Bogor.

“Daya tampung SMP Negeri mencapai 5.632 siswa dan SMP Swasta mencapai 15.200 siswa. Sedangkan peserta Ujian Sekolah tingkat SD tahun ini ada 19.607 siswa. Dengan demikian, ada selisih daya tampung sebesar 1.225 siswa,” terang Edgar.

Begitu pun di tingkat SMA. Daya tampung SMA dan SMK Negeri, kata Edgar, mencapai 4.716 siswa. “Untuk SMA dan SMK swasta daya tampungnya mencapai 15.720 siswa. Jadi, masih ada selisih daya tampung sebesar 4.702 siswa,” jelasnya.

Untuk itu, Edgar berharap para orang tua murid di kota Bogor tidak perlu panik dan cukup mengikuti seluruh tahapan dan prosedur PPDB baik online maupun offline.

(Heibogor)

54.228 Peserta Ikuti Tes SBMPTN di Jakarta

9 June 2015

Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) digelar mulai hari ini. Sebanyak 54.228 peserta mengikuti tes SBMPTN di wilayah Jakarta.

Berdasarkan rilis yang diterima dari Panitia Lokal SBMPTN Jakarta, Selasa (9/6/2015), dari 54.228 peserta tersebut, 21.526 di antaranya peserta ujian Saintek dan sisanya Soshum serta Campuran.

Lokasi ujian SBMPTN Panlok Jakarta bertempat di 93 sekolah dan 6 Perguruan Tinggi. Ujian diselenggarakan mulai hari ini sampai 11 Juni 2015 mendatang.

Jumlah peserta tahun ini meningkat 11 persen dari tahun lalu. Khusus mereka yang memilih program studi ilmu seni dan keolahragaan, akan mengikuti ujian keterampilan yang diselenggarakan pada 10 dan 11 Juni 2015. Pengumuman SBMPTN yaitu tanggal 9 Juli 2015.

Menteri Ristek, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir hari ini melakukan peninjauan pelaksanaan SBMPTN di kampus IPB, Bogor. Ia juga sempet memantau kesiapan panitia SBMPTN di Universitas Indonesia, Depok.

(detik.com)

Trik Lulus Tercepat dengan IPK Tertinggi

6 June 2015

kuliahSetiap wisuda, kampus pasti akan mengumumkan lulusan tercepat, peraih IPK tertinggi dan wisudawan termuda. Mau mengikuti jejak mereka? Ini triknya.

Pada upacara wisuda Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) terakhir, Muhammad Sigit Antoni dari program studi Keolahragaan, berhasil meraih nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) tertinggi yaitu 3,90. Untuk bisa mendapatkan semua itu, Andi butuh perjuangan keras dengan belajar di sela kegiatannya yang padat. Selama kuliah, dia tercatat aktif di himpunan mahasiswa ilmu keolahragaan serta BEM FIK UNY.

Selain tekun belajar, Andi juga punya kiat lain. “Saya menyadari bahwa semester awal itu menentukan, sehingga saya selalu menjalin komunikasi yang baik dengan kakak angkatan dan dosen,” ungkap Andi, seperti dikutip dari laman UNY, Sabtu (6/6/2015).

Sementara itu, Jumrotul Hasanah meraih predikat lulusan tercepat dengan masa studi tiga tahun enam bulan. Bahkan, nilai IPK-nya juga sangat tinggi, yaitu 3,81.

Tidak berbeda dengan Sigit, Jumrotul juga aktif di berbagai kegiatan organisasi. Dua organisasi yang dimasukinya adalah Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara serta BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Bahasa Asing Safel UNY.

Trik gadis kelahiran 23 Mei 1993 agar cepat lulus adalah menargetkan untuk mengambil 24 SKS setiap semester. Bahkan, dia sudah memikirkan judul skripsi pada semester empat.

“Saya juga tidak pernah menunda tugas kuliah,” imbuhnya.

Predikat wisudawan termuda disematkan pada Nahida Rifa’atus. Gadis kelahiran 10 November 1994 itu berhasil mendapat gelar sarjana pada usia 20 tahun enam bulan.

Sejak duduk di bangku kelas satu Sekolah Dasar, Nahida memang sudah berprestasi. Dia mengambil kelas akselerasi di jenjang SMP sehingga masih berusia 16 tahun saat menyandang status mahasiswa. Pada saat wisuda, lulusan jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial tersebut mendapatkan IPK 3,57.

(Okezone)

Tunjangan Profesi Guru dan BOS Sudah Bisa dicairkan

2 June 2015

Kegiatan siswa Madrasah setiap hari

Kegiatan siswa Madrasah setiap hari (foto: fb Maria Ufeh)

Tunjangan profesi guru madrasah swasta dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk madrasah seharusnya sudah bisa dicairkan sesuai SK penetapan penerimaan tunjangan profesi di Madrasah oleh satker di masing-masing Kanwil Provinsi yang berkoordinasi dengan Kankemenag Kabupaten/Kota. Hal itu disampaikan Direktur Pendidikan Madrasah M Nur Kholis Setiawan kepada Pinmas di ruang kerjanya, Jakarta, Senin (1/6).

“Tunjangan Profesi Guru dan BOS sudah bisa dicairkan,”kata Nur Kholis.

Dikatakan Nur Kholis, tentang aturan tentang pencairan tunjangan profesi guru Madrasah ini, Kemenag sudah mengirimkan surat pada akhir Maret 2015 kepada Kakanwil setiap provinsi bagaimana Petunjuk Teknis (Juknis) terkait tunjangan profesi guru Madrasah, PNS dan bukan PNS.

Oleh karena itu, Nur Kholis minta agar Kanwil berkoordinasi dengan Kankemenag untuk dapat memastikan realisasi pencairan tunjangan profesi guru pada awal semester 2015.

Terkait Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Nur Kholis menyampaikan, dari 33 Provinsi, 27 provinsi anggarannya sudah berada di Kanwil Kemenag, dan 6 provinsi sedang relokasi anggaran di Kankemenag Kabupaten/Kota dan bendahara pembantu sedang merekapnya.

Perlu diketahui juga, lanjut Nur Kholis, bahwa lima Provinsi tersebut (Jateng, Gorontalo, Lampung, Banten dan Sumsel) sudah dicairkan sesuai dengan mekanisme pencairan PMK 81/2012 dari rekening Madrasah dengan rincian Jateng 250 milyar, Gorontalo sebesar 5,7 milyar, Lampung sebesar 58,7 milyar, Banten sebesar 9,9 milyar dan Sumsel sebesar 30 milyar.

“Selain itu, provinsi Kalbar sebesar 5,7 milyar dan Kepulauan Riau sebesar 3,3 milyar, itu sudah cair untuk tahap I dengan mekanisme PMI 190/2012 dengan sistem uang persediaan,” ujar Nur Kholis.

Dan provinsi lainnya, seperti DIY sudah mendapat persetujuan DJPB sebesar 7 milyar dan provinsi lainya sedang pada tahap proses penetapan PPK dan BPP di Kabupaten. (kemenag/az)

Siswa Madrasah Wakili Indonesia di Olimpiade Internasional 2015

1 June 2015

fadilMadrasah kembali membawa nama harum Indonesia di kancah Internasional. Setelah berhasil meraih prestasi pada olimpiade sains nasional yang berlangsung di Yogyakarta beberapa hari lalu, salah satu siswa madrasah didaulat menjadi duta Indonesia di kancah olimpiade sains tingkat dunia.

Adalah Muhammad Ahdillah Fadlila Dayajati, siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Gorontalo terpilih menjadi salah satu duta Indonesia dalam International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) tahun 2015. Ajang bergengsi tingkat dunia ini akan berlangsung di Magelang pada tanggal 26 juli – 4 Agustus 2015.

Perjuangan Fadhil, begitu biasanya ia disapa, tidaklah mudah. Dia memulai prestasi olimpiade sejak masih duduk di kelas X dan XI di MAN Insan Cendekia Gorontalo. Saat itu, Fadhil berhasil mendapatkan medali perunggu dalam ajang OSN tahun 2013 di Bandung. Setahun kemudian ia mendapat medali emas dalam ajang OSN 2104 yang berlangsung di Mataram NTB.

Mendapat medali emas OSN 2014 bukanlah akhir dari perjuangan Fadhil. Setidaknya ada tiga tahapan seleksi menuju IOAA yang harus dilaluinya, yaitu: pelatnas tahap 1 atau 30 besar yang diadakan di Bandung pada Oktober – November 2014, pelatnas tahap 2 atau 22 besar pada Maret 2015, dan pelatnas tahap 3 atau 16 besar pada April – Mei 2015.

Setelah mengikuti pelatnas ketiga yang merupakan penentu ke tahap internasional, akhirnya Muhammad Ahdillah Fadlilla DJ berhasil menjadi yang terbaik dan masuk sebagai Main Team (Tim Utama) yang akan berlaga di ajang IOAA tahun 2015 bersama beberapa siswa lainnya.

Tim Nasional Indonesia untuk IOAA 2015 di Magelang tanggal 26 Juli – 4 Agustus 2015 terdiri atas 10 siswa yang terbagi dalam 2 Tim (Main Team dan Guest Team) dan masing-masing terdiri atas 5 (lima) siswa.

Prestasi Muh. Ahdillah Fadlilla DJ tak luput dari perhatian Direktur Pendidikan Madrasah kemenag RI.

“Kami sangat mengapresiasi prestasi ananda Muh. Fadlilla yang mampu bersaing dan menjadi duta Indonesia dalam ajang IOAA tahun ini. Kami senantiasa mendorong madrasah untuk terus berprestasi dan menjadi kiblat pendidikan di Tanah Air,” papar M. Nur Kholis, Jakarta, Senin.

Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini berpesan agar prestasi yang ditorehkan siswa MAN Insan Cendekia Gorontalo ini dapat memacu semangat madrasah lain agar terus berprestasi.

Sementara itu, Kepala MAN IC Gorontalo Moh. Naim mengatakan bahwa prestasi tersebut merupakan buah dari kerja keras semua pihak, khususnya tim olimpiade dan guru pembina olimpiade dalam menggembleng peserta didik sejak kelas X.

“Terima kasih kepada semua pihak dan mohon doanya agar ananda Fadlilla bisa sukses memperoleh medali di ajang IOAA 2015 ini,” harapnya seperti dikutip kemenag.go.id. (antaranews)

Pendaftaran SBMPTN Ditutup Malam Ini

30 May 2015

sbmptnJumlah pendaftar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri mencapai 90 persen dari target. Jumat (29/5) ini pukul 22.00, pendaftaran akan ditutup meski target belum mencapai 100 persen.

Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dilakukan untuk menyaring para peminat yang ingin memasuki 134 PTN di Indonesia, tidak termasuk perguruan tinggi keagamaan milik negara. Umumnya setiap PTN merekrut 30 persen mahasiswa dari jalur ini. Adapun 50 persen direkrut dari Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) atau disebut sebagai jalur undangan. Sementara 20 persen sisanya dari ujian masuk yang diselenggarakan oleh PTN secara mandiri.

Tahun 2015, panitia penyelenggara SBMPTN menyiapkan kuota 700.000 kursi. Apabila orang-orang yang menerima undangan SNMPTN memutuskan untuk menolak, jatah kursi mereka akan dimasukkan ke kuota SBMPTN. Dengan begitu, total kursi yang tersedia sekarang meningkat 15 persen dibandingkan tahun 2014.

“Data sampai Kamis pukul 17.00, sudah ada 682.231 pendaftar,” kata Ketua Panitia SBMPTN Rochmat Wahab ketika dihubungi di Jakarta, Jumat.

Dari jumlah tersebut, 599.000 orang sudah membayar biaya untuk ikut ujian seleksi. Terdapat pula para pendaftar yang masuk melalui jalur Bidikmisi, yaitu beasiswa yang diberikan untuk orang-orang dari kalangan ekonomi lemah. Jumlah sementara penerima Bidikmisi adalah 83.231 orang. Rochmat memperkirakan, 80-85 persen dari jumlah total tersebut (SBMPTN dan Bidikmisi) akan mendaftar ulang.

Sesuai kuota

“Meski jumlahnya meningkat, pendaftar masih sesuai dengan kuota kursi PTN yang kami sediakan,” kata Rochmat. Ia menuturkan, kuota tidak akan ditambah secara drastis karena perbandingan antara jumlah dosen dan mahasiswa harus seimbang, yaitu satu banding 20 untuk jurusan eksakta dan satu banding 30 untuk jurusan ilmu sosial.

Karena itu, panitia sangat mengawasi kuota dari setiap PTN, terutama PTN baru. Ia mengatakan, jangan sampai PTN-PTN yang dulu perguruan tinggi swasta tetap menganut mental mencari mahasiswa sebanyak-banyaknya. Panitia SBMPTN berusaha memberi pemahaman kepada mereka bahwa kelebihan jumlah mahasiswa berdampak pada standar kualitas PTN tersebut.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Subdirektorat Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Widyo Winarso menyatakan, fakultas yang melanggar ketentuan kuota dari Dikti akan dikenai sanksi, antara lain penghentian hibah, promosi dosen, dan beasiswa.

“Memang berat karena kesalahan satu fakultas harus ditanggung oleh PTN secara keseluruhan. Namun, hal ini diperlukan agar PTN berdisiplin,” ujarnya.

(Kompas)

PRT ini Berjuang Kuliah Hingga Cum Laude, yang Beli Ijazah Masa Enggak Malu?

22 May 2015

wisudaDecak kagum muncul bila melihat perjuangan Darwati (23) untuk lulus kuliah tepat waktu dengan predikat cum laude. Gelar itu ia raih di sela-sela bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di Semarang. Di sisi lain, masih ada oknum yang mengambil langkah mudah dengan membeli ijazah. Masa enggak malu?

Darwati sehari-hari bekerja sebagai PRT di rumah seorang dokter di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Ia memanfaatkan waktu dan gaji agar bisa meraih gelar sarjana di jurusan Administrasi Niaga Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang dan diwisuda pada Kamis (21/5/2015).

Perempuan asal Desa Gunungan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah ini meraih IPK 3,68 dan predikat cum laude. Hal ini tentu saja membanggakan.

“Memang sudah sejak lulus SMA ingin kuliah, tapi terhalang biaya, terus saya cari-cari kerja dulu,” kata Darwati saat berbincang dengan detikcom di sela acara wisudanya di aula Masjid Agung Jawa Tengah.

Putri seorang petani ini sempat mencari peruntungan di Jakarta, namun tak betah. Darwati lalu pulang ke kampung halaman lalu bekerja pada drg Lely Atasti Bachrudin sebagai pembantu rumah tangga sejak 16 Agustus 2010 silam.

Rupanya majikan tahu Darwati bersemangat ingin kuliah. Ia mengizinkan Darwati kuliah sambil bekerja. Dosen pembimbing Darwati, Slamet Riyono, mengapresiasi usaha mahasiswinya itu. Ia kagum karena Darwati termasuk mahasiswi yang rajin karena rela menempuh jarak 50 Km dari Grobogan ke Semarang hanya untuk belajar mata kuliah yang tidak dimengertinya.

“Dia itu benar-benar mau belajar, mana yang tidak bisa diakui. Dia kemudian cari dari teman-temannya atau tanya saya. Skripsinya lancar, dia patuh,” kata Slamet.

Di sisi lain, dunia pendidikan sedang digegerkan dengan maraknya praktik jual beli ijazah. Menristek Dikti M Nasir yang melakukan sidak ke dua kampus pun menemukan ijazah palsu tersebut.

Yang pertama, Nasir mendatangi Kampus STIE Adhy Niaga Bekasi terkait laporan adanya jual beli ijazah di kampus tersebut. Selanjutnya, mantan Rektor Undip ini sidak ke University of Berkley Michigan America di Lantai 2 Gedung Yarnati, Jl Proklamasi No 44, Pegangsaan, Menteng.

Di University of Berkley, Nasir menemukan ijazah palsu. Dari hasil sidak, terungkap pula bahwa kampus tersebut hanya memiliki izin tempat kursus. University of Berkley pun akan ditutup dan dilaporkan ke polisi. Mendapati dua temuan ini, Menristek bertekad akan memburu dan menumpas seluruh kampus bodong yang ada di Indonesia.

“Kami tidak akan berhenti sampai di sini. Kami akan terus mencari segala lembaga pendidikan palsu,” ucap Nasir.

(Detiknews)

Pengumuman SNMPTN 2015 dapat dilihat Hari Ini

9 May 2015

 

pengumuman-snmptn-2015Hari ini (9 Mei 2015) pengumuman SNMPTN 2015 bisa di akses mulai  jam 17.00 WIB/18.00 WITA/19.00 WIT di website resminya SNMPTN.AC.ID

Saat ini terdapat 852.093 siswa pendaftar SNMPTN 2015 yang berasal dari 15.317 sekolah, baik di dalam maupun Sekolah Republik Indonesia (SRI) di luar negeri. Dari jumlah tersebut, sebanyak 153.229 siswa di antaranya adalah pemohon atau pendaftar bantuan biaya pendidikan Bidikmisi.

“Jumlah pendaftar tahun ini meningkat 9,5 persen dibandingkan tahun lalu, yang ditandai dengan peningkatan jumlah unit sekolah yang mengisi PDSS di semua provinsi,” ujar Ketua Umum SNMPTN 2015, Prof Rochmat Wahab, dalam siaran pers di Jakarta, Senin (16/3/2015) lalu.

Dia menambahkan, secara khusus, peningkatan signifikan juga terjadi untuk kawasan Indonesia Timur. Kenaikan itu terjadi di Provinsi Sulawesi Utara sebanyak 31,2 persen, Sulawesi Tengah 37,5 persen, Sulawesi Barat 39,2 persen, Papua 39,8 persen, Maluku Utara 43,6 persen, Nusa Tenggara Timur 51,6 persen, Papua Barat 59,3 persen, serta Maluku 73,1 persen.

Peningkatan jumlah unit sekolah yang mengisi PDSS di kawasan Timur Indonesia tersebut dibarengi pula dengan peningkatan jumlah siswa yang mendaftar, yaitu di atas 20 persen. Bahkan, peningkatan di Provinsi Maluku Utara naik sebanyak 70,8 persen. (kompas.com)

Surati Google, Mendikbud minta link soal UN ditutup

16 April 2015

suratMendikbud Anies Baswedan mengirimkan surat kepada Google Inc terkait kebocoran soal Ujian Nasional (UN) melalui Google Drive, aplikasi penyimpan data online yang diciptakan perusahaan asal AS tersebut. Surat dikirimkan pada 13 April 2015 ke kantor Google di 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA94043, USA.

Dalam salinan surat yang diterima merdeka.com, Kamis (16/4), Anies menjelaskan bahwa ada sebagian materi UN yang diunggah oleh seseorang ke Google Drive. Padahal, materi tersebut adalah rahasia negara yang diatur oleh Permendikbud Nomor 5 Tahun 2015 pasal 23 ayat 5 dan UU Keterbukaan Informasi Publik pasal 17 J dan pasal 54.

Dalam surat itu, Menteri Anies juga mengirimkan link atau URL tempat data itu tersimpan di Google Drive. “Dengan ini kami memohon kepada Google Inc untuk mengambil langkah penting dengan menutup akses ke semua dokumen ini,” tulis Anies.

Anies juga menjelaskan bahwa peserta UN dari SMA yang digelar pada 13-17 April 2015 adalah sekitar 2,8 juta siswa.

“Oleh karenanya, saya membutuhkan bantuan Anda untuk menyediakan semua informasi tentang jumlah traffic, download, dan semua data yang berguna untuk mengambil langkah lebih jauh dari aksi kriminal ini,” ujar Anies.

Kepada Google, Anies juga menjelaskan, pihaknya telah menempuh langkah hukum terkait kebocoran soal UN lewat aplikasinya. “Jadi bantuan Anda dalam waktu dekat akan sangat kami hargai,” tutup Anies dalam suratnya.

Semalam, sejumlah petugas dari Bareskrim Polri menggeledah kantor Percetakan Negara, Jakarta Pusat, terkait kebocoran soal UN ini. Polisi menduga karyawan BUMN tersebut yang mengunggah soal UN ke Google Drive. Dalam penggeledahan itu, polisi membawa sejumlah bukti dan saksi untuk diperiksa lebih lanjut.

(Merdeka)

Penuhi Persyaratan, 3 Sekolah Kabupaten Bogor Siap Ujian Online

7 April 2015

skolahSebanyak 1.050 pelajar dari tiga sekolah di Kabupaten Bogor, akan mengikuti Ujian Nasional (UN) secara online pada tanggal 13 April 2015 mendatang.

Menurut Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor, Amsohi, tiga sekolah yang akan menerapkan sistem ujian secara online atau Computer Based Test (CBT) tersebut adalah SMKN 1 Cibinong, SMK Triple J Citeureup, dan SMAN 2 Cibinong.

“Tiga sekolah ditunjuk untuk menggelar ujian online karena sudah memenuhi segala persyaratan. Di antaranya adalah 10 persen penyediaan sarana dan prasarana ujian disiapkan oleh pihak sekolah,” ujar Amsohi, Senin (06/04/15).

Amsohi melanjutkan, ada perbedaan secara teknis antara sistem ujian online atau CBT dengan sistem Paper Based Test (PBT), di mana waktu ujian dengan sistem CBT akan dilakukan secara bergelombang.

“Kalau ujian PBT waktu ujiannya dilakukan dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, sementara untuk sistem CBT, dibagi menjadi tiga gelombang,” jelasnya

Karena, sambung Amsohi, masih terbatasnya sarana yang dimiliki dan disiapkan oleh pihak sekolah, tapi secara keseluruhan untuk ketiga sekolah ini sudah siap menggelar ujian.

Bahkan, masih Amsohi, Disdik mendapatkan informasi jika hari ini (Senin, 06/04/15) ada salah satu sekolah yang sudah mengadakan try out dengan menggunakan sistem online.

Ditambahkan dia, mengenai sistem pengawasan ujian yang dilakukan oleh siswa sendiri, masing-masing siswa memiliki password atau kode sendiri untuk mengaksesnya.

“Dengan adanya sistem ini, akan dibangun suatu sistem ujian online dengan pengawasan, di mana para pengawas bisa langsung mengamati dan mengontrol para peserta ujian langsung pada komputer pengawas, dengan memakai jaringan LAN atau nirkabel,” pungkasnya.

(Heibogor)

Next Page »