SBMPTN 2016 Pakai Dua Sistem, CBT dan PBT

22 April 2016

sbmptn-ilustrasixCalon mahasiswa yang akan mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016, tak perlu bingung dengan dua sistem tes yang ditawarkan. Ya, mulai tahun ini seleksi memakai sistem tes berbasis kertas (PBT) dan berbasis komputerisasi (CBT).

Peserta SBMPTN bebas memilih metode tes yang akan diikuti. Namun, tetap saja mereka tak bisa memilih keduanya sekaligus, pilih saja salah satu sekalipun hari pelaksanaan tes berbeda.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, saat peluncuran SNMPTN dan SBMPTN 2016 menyatakan, sejumlah telaah dan review atas seleksi serupa pada 2015, yang sebagian tempat menjadi lokasi uji coba pelaksanaan CBT.

“Beberapa bagian tentu perlu ada yang diperbaiki. Salah satu kendala misalnya dalam hal jaringan. Perbaikan tersebut dilakukan secara berkelanjutan,” papar Nasir, dalam sambutan peluncuran itu, Jumat (15/1/2016).

Apa bedanya?

Bila memilih sistem CBT, semua soal dan pengisian jawaban dilakukan di komputer. Bagi siswa-siswi yang sudah terbiasa dengan Ujian Nasional (UN) berbasis komputerisasi seharusnya mudah beradaptasi dengan sistem ini.

SBMPTN 2016 memang kali pertama CBT digelar secara nasional, sebagai opsi dari pelaksanaan seleksi. Itu pun, tak semua lokasi ujian menyediakan pilihan CBT.

Penggunaan sistem CBT diharapkan bisa menghemat biaya seleksi, terutama dari pencetakan lembar soal dan jawaban ujian beserta distribusinya. Namun, karena belum semua daerah memiliki infrastruktur memadai, PBT tetap ada dan bahkan masih mendominasi SBMPTN 2016.

Tidak usah bingung, pastikan saja mendapatkan informasi yang benar. (kompas.com)

10 Kampus Paling Diminati pada SBMPTN 2015

22 April 2016

sbmptn-ilustrasiSebentar lagi Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016 akan dibuka. Berkaca pada tahun lalu, ada sekitar 74 kampus negeri yang menyediakan kursi bagi calon mahasiswa lewat jalur seleksi ini.

Bagi Anda yang berniat mengikuti SBMPTN tahun ini, sebaiknya perlu tahu kampus negeri mana saja yang pada 2015 dipilih menjadi kampus idaman para calon mahasiswa peserta seleksi. Dikutip dari data panitia SBMPTN 2015, berikut ini daftarnya:

  1. Universitas Padjajaran (Unpad) dengan 85.879 peminat
  2. Universitas Hasanuddin (Unhas) dengan 75.155 peminat
  3. Universitas Brawijaya (UB) dengan 73.558 peminat
  4. Universitas Sumatera Utara (USU) dengan 70.568 peminat
  5. Universitas Indonesia (UI) dengan 67.136 peminat
  6. Universitas Diponegoro (Undip) dengan 62.649 peminat
  7. Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan 62.574 peminat
  8. Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan 58.002 peminat
  9. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dengan 54.889 peminat
  10. Universitas Andalas (Unand) dengan 54.060 peminat

Dari data ini, Anda yang berkeinginan melanjutkan kuliah bisa memperkirakan bobot persaingan yang akan dihadapi. Dari situ, strategi persiapan bisa lebih dimatangkan pula. (Baca juga: Siap-siap, Ada yang Beda di SBMPTN 2016)

Ingat, banyaknya peminat mendaftar ke suatu kampus bisa berdasarkan beragam pertimbangan. Selain kedekatan lokasi, bisa jadi membludaknya jumlah peminat juga ditopang pilihan jurusan yang tersedia.

Namun, ada satu lagi kemungkinan soal jumlah peminat ini, yaitu banyak orang memang mengidam-idamkan belajar di kampus itu. Intinya, yang mana pun alasan di balik jumlah peminat ini, persiapan terbaik dan strategi paling jitu akan jadi penentu lolos atau tidaknya seleksi. (Kompas)

Doa Menjelang Ujian

12 April 2016

DOA UJIANDoa bersama menjelang digelarnya ujian seakan menjadi sebuah tradisi tersendiri di lingkungan sekolah. Hal itu dilakukan sebagai upaya pemantapan mental siswa.

Agar kegiatan doa bersama itu tidak menjadi sekadar rutinitas hendaknya pihak sekolah melalui guru mata pelajaran pendidikan Agama Islam memahamkan kepada siswa tentang pentingnya doa. Sebab kesuksesan, termasuk dalam ujian, tidak ditentukan oleh kecerdasan siswa, melainkan adanya pertolongan Allah SWT (QS an-Nashr [110]: 1).

Siswa yang selalu berdoa –-bukan berdoa ketika lagi butuh– akan terinternalisasi dalam dirinya dan memahami bahwa manusia tidak memiliki kuasa. Manusia hanya dapat berencana dan Tuhan-lah yang menentukan kesuksesan itu, termasuk kesuksesan dalam ujian.

Karenanya sebelum, selama, dan setelah ujian pun siswa hendaknya terus berdoa. Melalui doa, siswa akan lebih tenang, rileks, dan lebih fokus dalam menghadapi ujian.

Terkait hal ini Rasulullah SAW memberikan tuntunan doa mengusir kegelisahan. ”Allahumma inni a’udzubika minal hammi wal hazan, wa a’udzubika minal ’ajzi wal kasal, wa a’udzubika minal jubni wal bukhl, wa a’udzubika min ghalabatid daini wa qahrir rijal.”

”Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari rasa sesak dada dan kesedihan, dan aku berlindung pada-Mu dari ketidakberdayaan dan kemalasan, dan aku berlindung pada-Mu dari sifat pengecut dan kikir, dan aku berlindung pada-Mu dari problem keuangan dan tekanan orang lain.” (HR Abu Dawud).

Pertanyaannya, kapan waktu yang tepat untuk berdoa? Terkait hal ini Rasulullah SAW menginsyaratkan waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa.

Di antaranya, yaitu pada sepertiga malam (HR Muslim), pada hari Jumat (HR Bukhari dan Muslim), sesudah shalat lima waktu (HR Tirmidzi), dan waktu antara adzan dan iqamat (HR Abu Dawud dan Tirmidzi).

Selain dengan penguatan melalui doa, siswa hendaknya berusaha (belajar) secara rutin dengan bimbingan guru di sekolah dan orang tua di rumah. Berdoa dan belajar bagi siswa harus dilakukan secara istikamah, bukan musiman.

Setelah itu lakukan tawakal, serahkan hasil akhir (lulus atau tidak lulus dalam UN) sepenuhnya kepada Allah SWT. Di sinilah perlunya internalisasi siswa melalui tradisi DUIT (Doa dan Usaha dilakukan secara Istikamah, lalu Tawakal).

Dan untuk membumikan tradisi tersebut pihak sekolah harus bekerja keras (berjihad) melawan tradisi yang sudah mendarah daging di kalangan siswa, yaitu tradisi SKS (Sistem Kebut Semalaman).

Untuk menghentikan tradisi SKS di lingkungan sekolah, pihak guru (di sekolah), orang tua (di rumah), dan masyarakat sebagai kontrol sosial hendaknya terus mengkampanyekan secara masif DUIT yes, SKS no.

Dengan demikian, jika tradisi DUIT ini dapat mengalahkan tradisi SKS di lingkungan sekolah maka tidak menutup kemungkinan akan dapat mengantarkan kepada kesuksesan siswa dalam menghadapi ujian dengan hasil yang terbaik. Semoga.

(Republika)

Bangganya Siswa SMA yang Karyanya Diangkut NASA dan Cita-cita Jadi Astronot

24 March 2016

SISWA SMA NASARasa bangga terpancar dari siswa-siswa SMA Unggul Del, Toba Samosir, Sumatera Utara. Hasil penelitian mereka dibawa oleh NASA ke luar angkasa dan mereka juga diapresiasi oleh Mendikbud Anies Baswedan.

Dalam telekonferensi di Kantor Kemendikbud, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (23/3/2016), Anies bertanya perasaan para siswa karena penelitian mereka dengan nama ‘Micro-Aerobic Fermentation In Space With Micro Gravity’ dibawa ke luar angkasa. Salah satu siswa, Gomos Manalu mengaku bangga karena mereka masih di bangku SMA.

“Kalau dari kami sendiri bangga baru SMA bisa ikut penelitian internasional bahkan peneliti ulung belum tentu ikut seperti ini,” kata Gomos.

Dia merupakan salah satu siswa yang mengikuti test flight bersama peneliti dari Amerika Serikat. Kepada Anies, Gomos mengatakan bahwa sebenarnya orang Indonesia tidak kalah hebat dengan peneliti asing.

“Sebenarnya orang Indonesia hebat tapi alat-alatnya itu susah dan terbatas,” ujarnya.

Anies lalu bertanya ke masing-masing siswa soal cita-cita mereka. Gomos mengaku ingin bekerja di pabrik kimia, ada pula yang ingin berprofesi sebagai electric engineer. Sementara seorang siswa bernama Hagai Raja Sinulingga mengaku ingin tak hanya karyanya yang ke luar angkasa, tapi juga dirinya sendiri.

“Kalau itu (cita-cita jadi astronot), saya. Saya dari kelas 3 SD sering baca buku tentang NASA,” ujar Hagai.

Hagai pun meminta bantuan kepada Anies untuk mewujudkan cita-citanya itu. Anies lalu berpesan bahwa ada tes-tes yang harus dilewati.

“Kalau anda mau jadi astronot, tapi harus lolos dulu seleksi,” tutur Anies.

Penelitian mereka itu bertujuan untuk mempelajari pertumbuhan ragi (yeast) di luar angkasa dalam kondisi near-zero gravity. Ada 10 orang siswa SMA dalam tim ini yang dibagi menjadi tiga yakni untuk konseptor, engineering, dan pemrogram. Eksperimen itu menjadi pijakan untuk penelitian berikutnya yang mereka beri judul ‘How to Grow Tempe in The Space’.

(Detik)

Mahasiswa Tunanetra UNS Ini Hapal 15 Juz Alquran

12 March 2016

MAHASISWANamanya Misbahul Arifin. Mahasiswa Prodi Pendidikan Khusus/ Luar Biasa FKIP UNS angkatan 2015 ini sejak kelas VI Madrasah Ibtidaiyah (SD) menjadi tunanetra. Namun pemuda asal Kudus yang pernah nyantri selama tiga tahun itu saat ini mampu menghapal Alquran (hafizh Qur’an) sebanyak 15 juz.

Misbah – panggilan akrab Misbahul Arifin – tampil sebagai salah satu peserta tasmi’ khataman Alquran yang digelar di Masjid Nurul Huda UNS Surakarta, Jumat (11/3). Acara tersebut dihadiri oleh Menristekdikti Moh Nasir dan mantan Mendiknas M Nuh.

Sungguh kuasa Allah luar biasa. Ayahnya Misbah juga tunanetra hapal Alquran 30 juz.

Bagaimanakah ayah dan anak itu belajar menghapal Alquran, sedangkan keduanya tuna netra. “Ayah belajar menghapal Alquran dengan cara mendengarkan MP3. Saya pun belajar menghapal Alquran dengan mendengarkan MP3 di HP atau laptop,” ujar Misbah.

Lalu, siapakah qari favorit Misbah? “MP3 favorit saya adalaj Syekh Misyari Rasyid, Syekh Bandar Balela dan Syekh Hanik Rifai,” ungkap Misbah yang merupakan alumnus Madrasah Aliyah Al-Mutaqin Pancasila Sakti Kudus.

Kegiatan Khotmil Qur’an dalam rangka lustrum ke-8 UNS dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Prof Dr Ravik Karsidi MS, Rabu (09/03). Selama tiga hari, secara bergantian 42 mahasiswa UNS yang juga merupakan penghafal Alqurn membacakan surat demi surat dalam Alquran.

Kegiatan semaan ini telah berlangsung selama dua periode, dan diharapkan bisa menjadi tradisi baik dalam kegiatan dies natalis UNS.

(Republika)

Astaga ! 63 Tahun SD Negeri di Bogor Ini Belum Dialiri Listrik

16 February 2016

SDDirektur Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Indonesia, Syamsuddin Alimsyah mengatakan, hingga saat ini masih banyak sekolah di Bogor yang kondisinya memprihatinkan.
Hal ini terbukti saat dilakukan survei oleh Kopel ke SDN Leuwibatu 01, di Desa Leuwibatu, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Sabtu (13/2/2016)
Berdasarkan hasil survei tersebut, kata dia, diketahui bahwa hingga saat ini, SDN Leuwibatu 01, belum dialiri listrik.
“Itu yang paling miris, ternyata sekolah yang sudah berdiri sekitar 63 tahun ini, belum mendapat aliran listrik,” ujarnya.
Selain itu, untuk menuju ke sekolah tersebut, harus melalui jalan setapak sekitar 50 meter, dari jalan poros Leuwibatu dan Leuwiliang.
Apalagi saat musim hujan seperti sekarang ini, jalannya yang masih tanah, menjadi becek dan licin.

“Lokasi sekolahnya menuju ke arah kebun milik warga, yang tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat. Pakai sepeda motor juga harus hati-hati, karena jalannya berliku, dan permukaannya tidak rata,” katanya.
SDN Leuwibatu 01 ini, kata dia, dibangun sejak Tahun 1953.
Namun, meski sudah berdiri sejak lama, keberadaan sekolah tidak dibarengi dengan perkembangan sarana prasarana di sekolah.
“Buktinya, sekolah ini kekurangan ruang kelas, dan kondisi salah satu ruangan kelasnya sangat memprihatinkan,” kata Syamsuddin.

Satu ruang kelas yang berada di depan ruangan Kepala Sekolah dan ruang guru itu, bangunannya sudah mulai diserang rayap, bahkan di beberapa titik sudah mengalami retak.
Menurut Syamsuddin, Kepala SDN Leuwibatu 01, yang ditemui di sekolah mengatakan, pihaknya sudah sering mengajukan permohonan bantuan ke pemerintah daerah.
“Tapi sampai saat ini belum ada realisasinya, menurut Bu Ati, Kepala SDN Leuwibatu 01,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan, saat ini jumlah siswa di SDN Leuwibatu 01 mencapai 126 siswa, dengan enam rombongan belajar (rombel).
“Namun ruangan kelas yang tersedia hanya ada empat saja, termasuk yang rusak berat. Sehingga antara jumlah ruang kelas dan rombel tidak ideal,” jelasnya.

Akibatnya, pihak memberlakukan jadwal sekolah pagi dan sekolah siang.

(Tribunnews)

Ditinggal ‘Kabur’ Pemborong, Pembangunan SMAN 1 Ciriu Mangrak

19 January 2016

SEKOLAHPembangunan SMAN 1 Cariu di Jalan Raya Jonggol-Cianjur, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor belum tuntas sudah ditinggal kabur pemborong. Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor memasukkan pemborongnya dalam daftar hitam atau blacklist.

“Pembangunan ruang kelas SMAN I Cariu senilai Rp1,18 miliar yang dikerjakan CV SM hingga batas kontrak berakhir, hasil pengerjaannya hanya sampai 32 persen. Pemborongnya tak mampu menyelesaikan sehinga kita black list,” ungkap Kabid Sarana dan Prasarana Disdik Kabupaten Bogor Anwar Anggana, Senin (18/1/2016)

Menurut Anwar, pembangunan SMAN I Cariu merupakan satu-satunya proyek Disdik yang gagal diselesaikan pada 2015. “Tahun lalu, Disidk diberi diberi 408 paket senilai Rp220 miliar untuk membanguyan dan merehabilitasi ruang kelas. Alhamdulillah hampir semuanya dituntaskan pekerjaanya, hanya SMAN I Cariu yang gagal,” bebernya.

Setelah diblaclist, lanjut Anwar, perusahaan tersebut dipastikan tak diizinkan mengikuti lelang proyek APBD mapun APBN. ”Pemborong yang diblacklist itu kita laporkan ke Kantor Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (KLPBJ) yang ditembuskan ke Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan nantinya dipublikasikan lewat laman LKPP,” tambahnya.

Sedangkan tiga pemborong lainnya yang membangunan SMPN 2 Tamansari, SMKN I Cileungsi dan SMPN I Bojonggede diberi kesempatan menyelesaikan pekerjaannya. “Tapi mereka didenda keterlambatan dan harus menyelesaikan pekerjaannya sampai 25 Januari 2016,” katanya.

(Poskota)

PR Besar… Di Luar Jawa, Hanya Dua Universitas yang Berakreditasi A!

17 November 2015

PR 1Hingga saat ini ketimpangan mutu pendidikan antara perguruan tinggi di Pulau Jawa dan luar Jawa masih terlihat jelas. Berdasarkan data Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) pada 2014, hanya ada dua perguruan tinggi di luar Jawa yang meraih akreditasi A.

Sementara itu, untuk akreditasi program studi hanya ada 223 yang telah mendapat nilai A. Jumlah tersebut masih tertinggal jauh dibanding perguruan tinggi di Jawa yang sekitar 1.478 prodinya telah meraih akreditasi A.

Lalu, apa yang harus dilakukan agar kualitas perguruan tinggi di luar daerah bisa memenuhi kualifikasi standar Indonesia? Untuk menjawab tantangan tersebut, pendidikan berbasis teknologi sebenarnya telah dicanangkan.

Pendidikan daring

Sejak dua tahun lalu pemerintah bersama beberapa perguruan tinggi telah meluncurkan portal Pendidikan Daring Terbuka dan Terpadu (PDITT). Lima universitas (UGM, UI, ITB, ITS, dan Bina Nusantara) yang menjadi pionir program ini mengunggah mata kuliah sesuai kualifikasi mereka ke portal tersebut sehingga bisa diakses kapan dan di mana saja.

“Apakah dosen UGM harus keliling (Indonesia) supaya sama (kualitas) materi perkuliahannya? Kan enggak mungkin. Energinya besar, biayanya juga sangat tinggi. Oleh karena itu dibuatlah portal,” tutur Engkos Achmad Kuncoro, Director of Binus Online Learning, saat ditemui Kompas.com di Kampus Syahdan, Jakarta, Senin (9/11/2015).

Cara kerjanya sederhana. Lima universitas tersebut melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi di daerah agar mahasiswanya bisa mengambil mata kuliah secara daring lewat portal PDITT.

Engkos mencontohkan, saat ini Universitas Binus telah melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi di Medan dan Batam. Mahasiswa dari perguruan tinggi tersebut bisa mengambil mata kuliah di Binus tanpa perlu datang ke kampus Binus di Jakarta.

“Dosennya dari Binus. Si mahasiswa cukup mengakses Learning Management atau semacam kelas maya. Nah, terjadilah pembelajaran,” ucapnya.

Dia juga menjelaskan, mata kuliah di dalam portal harus lengkap dari mulai perencanaan sampai ke evaluasi. Mahasiswa yang telah mengambil perkuliahan lewat PDITT tidak perlu lagi mengambil mata kuliah sama di kampusnya.

“(Jika sudah lulus mata kuliahnya) Langsung diterbitkan sertifikat di mata kuliah itu. (Bentuknya) Resmi,” kata Engkos.

Untuk info lebih lanjut bisa dilihat di http://kuliahdaring.dikti.go.id/

Online learning

Alternatif lain agar masyarakat luar Jawa bisa menikmati pendidikan tinggi bermutu adalah dengan memanfaatkan perkuliahan bersistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) atau dikenal juga dengan istilah online learning.

PR 2
“Nah, sejalan dengan itu (program PDITT) pemerintah juga membuka peluang untuk mendirikan program studi PJJ supaya tingkat aksesibilitas masyarakat untuk kuliah semakin tinggi,” kata Engkos.

Syarat mendirikan PJJ pun tidak sembarangan. Universitas terkait harus mampu menyediakan Unit Sumber Gelajar Jarak Jauh (USBJJ) atau semacam learning center di daerah. Penentuan wilayahnya pun wajib disesuaikan agar mudah diakses mahasiswa.

“Saat ini Binus sudah punya 5 learning center dari total target 15. Target ini kita kejar terus,” tuturnya.

Tidak hanya itu. Materi dan sistem pembelajaran pun disiapkan secara matang agar mahasiswa dapat dengan mudah beradaptasi dan tidak menemui kendala berarti. Penggunaan Learning Management System (LMS) sangat penting untuk menjaga kualitas pembelajaran.

“Materi online learning berbeda dari kuliah konvensional. Harus lebih detail dan dapat dimengerti tanpa tatap muka secara langsung,” kata Engkos.

Saat ini, Binus Online Learning telah membuka perkuliahan online untuk jurusan Management dan Sistem Informasi.

“Kita lagi pengajuan (izin) untuk Akuntansi dan Teknik Informatika,” ucap Engkos.

(Kompas)

Sekolah Rusak, Bupati Semprot Camat Ciampea

14 November 2015

bupatiBupati Bogor Nurhayanti semprot Camat Ciampea Djuanda Darmansyah terkait rusaknya SDN Cihideungilir 04, Desa Cihideungilir, Kecamatan Ciampea, saat melakukan Minggon di wilayah Ciampea, kemarin.
Nurhayanti kesal lantaran di wilayahnya masih ada sekolah rusak yang beroperasi tanpa ada jendela. “Saya tidak mengerti masih ada sekolah rusak, apalagi ada dua ruang kelas yang tidak memiliki jendela sama sekali. Ini tanggung jawab camat,” tegasnya kepada Metropolitan, kemarin.
Ia pun mempertanyakan kinerja dari camat dan UPTK Pendidikan Ciampea terkait masih adanya sekolah rusak di wilayah Ciampea. “Saya heran,  apakah mereka (camat dan UPTK, red) tidak pernah ke lapangan untuk meninjau sekolah tersebut. Saya minta instansi terkait mengajukan perbaikan di tahun depan,” ujar Nurhayanti.
Menanggapi hal ini, Camat Ciampea Djuanda Darmansyah mengatakan akan mengevaluasi kinerja instansinya sesuai arahan bupati. “Kami tidak tinggal diam dan akan melaksanakan perintah bupati,” kilahnya.
Dalam kegiatan Minggon kali ini, Nurhayanti pun mengunjungi central UKM baja dan tas yang ada di wilayah Ciampea.

(Metropolitan.id)

Wow… 243 Kampus Dinonaktifkan Kemenristek Dikti, Ini Daftar Lengkapnya!

2 October 2015

izazahKEMENRISTEK Dikti yang dipimpin Muhammad Nasir terus berupaya membereskan kampus-kampus yang bemasalah. Bahkan, sejumlah kamus pun diindentifikasi bermasah dengan menyelenggarakan pembelajaran yang tidak sesuai aturan, bahkan ada yang memperjual beikan ijazah.

Bahkan, kini muncul pengumuman yang menyatakan ada 243 kampus yang telah dinonaktifkan sejak 29 Maret lalu. Ratusan kampus itu diduga bermasalah.

Dalam situsnya, Kopertis XII mengumumkan nama-nama lengkap kamus yang dinonaktifkan tersebut. Dalam penjelasannya, Kopertis XII menyatakan kampus-kampus yang dinonaktifkan belum tentu abal-abal, tapi bisa juga kampus berizin namun melakukan pelanggaran beberapa pelanggaran.

Dalam situs resminya tertulis, adapun jenis pelanggaran kampus nonaktif adalah adanya masalah laporan kademik, masalah nisbah dosen/mahasiswa, masalah pelanggaran peraturan perundang-undangan, PDD/PJJ tanpa izin (kelas jauh), PRODI /PT tanpa izin, penyelenggaraan kelas Sabtu-Minggu, Jumlah mahasiswa over kuota (PRODI Kesehatan/kedokteran/dll), ijasah palsu/gelar palsu, masalah sengketa/konflik internal, kasus mahasiswa, kasus dosen (misal dosen status ganda), pemindahan/pengalihan mahasiswa tanpa izin Kopertis.

Nah, di sana juga tertulis bahwa kampus yang dinyatakan nonaktif tidak boleh menerima mahasiswa baru untuk tahun akademik baru. Selain itu tidak boleh melakukan wisuda. Selanjutnya adalah, kampus tersebut tidak memperoleh layanan Ditjen Dikti.

Menristek Dikti Muhammad Nasir membenarkan soal data tersebut. “Betul, yang diumumkan Kopertis sekitar 200-an lebih itu,” ujar Nasir seperti dilansir pojoksatu.id, Kamis (1/10).

Berikut daftar 243 kampus nonaktif sesuai pengumuman Kopertis XII:

1. STIT Tangerang Raya Yayasan Purgantorio Prop. Banten
2. STAI INSIDA Jakarta Timur Prop. D.K.I. Jakarta
3. STIT YAPIMA Muara Bungo Prop. Jambi
4. STIT YAPIS Manokwari Prop. Papua Barat
5. STAI Syarif Muhammad Raha, Muna, Sulawesi Tenggara Prop. Sulawesi Tenggara
6. STAI Al-Amanah Jeneponto, Sulawesi Selatan Prop. Sulawesi Selatan
7. STAI Ar-Rosyid Surabaya Prop. Jawa Timur
8. STAI Al-Qodiri Jember Prop. Jawa Timur
9. STAI Azzakiyah Ujungberung Bandung Prop. Jawa Barat
10. STIT Al-Hikmah Tebing Tinggi Sumatera Utara Prop. Sumatera Utara
11. STAI Al-Ikhlas Sidikalang, Dairi, Sumatera Utara Prop. Sumatera Utara
12. STAI Sultan Abdul Kahir Bima Prop. Nusa Tenggara Barat
13. STAI Raden Qosim Lamongan Prop. Jawa Timur
14. STAI Acprilesma Indonesia Prop. D.K.I. Jakarta
15. STEI Tiara Rawamangun Prop. D.K.I. Jakarta
16. Akademi kebidanan Meuligoe Nur Amin Prop. Aceh
17. Akademi Kebidanan Medica Bakti Nusantara
18. Akademi Keuangan Perbankan Nasional
19. Akademi Pertanian Iskandar Muda
20. Akademi Teknik Iskandar Muda
21. STIKES Bustanul Ulum Langsa Prop. Aceh
22. Universitas Darussalam Ambon Prop. Maluku
23. Akademi Teknologi Borneo Prop. Kalimantan Timur
24. Akademi Kebidanan Martapura Prop. Kalimantan Selatan
25. Akademi Bisnis Internasional Samarinda Prop. Kalimantan Timur
26. Akademi Pariwisata Nasional Samarinda Prop. Kalimantan Timur
27. ASMI KMPI Samarinda Prop. Kalimantan Timur
28. Akademi Manajemen Koperasi Barabai Prop. Kalimantan Selatan
29. STIE Prima Visi Prop. Kalimantan Timur
30. Sekolah Tinggi Bahasa Asing Dinamik Prop. Kalimantan Selatan
31. Politeknik Tri Dharma Prop. Sumatera Barat
32. Akademi Akuntansi Permata Harapan Batam
33. Akademi Bahasa Asing Permata Harapan
34. Akademi Manajemen Informatika Dan Komputer Gici
35. Akademi Bahasa Asing Jambi Prop. Jambi
36. Akademi Bahasa Asing Tanjung Pinang
37. Akademi Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pekanbaru Prop. Riau
38. Akademi Telekomunikasi Indonesia Jambi
39. Akademi Bahasa Asing Alaska Padang Prop. Sumatera Barat
40. Akademi Teknik Taman Siswa Prop. Sumatera Barat
41. Akademi Teknologi Pratama Prop. Sumatera Barat
42. Akademi Sekretari Dan Manajemen Jambi
43. Akademi Manajemen Koperasi Graha Karya Prop. Jambi
44. Akademi Sekretari Dan Manajemen Indonesia Padang
45. Akademi Koperasi Sumbar
46. STIE Prakarti Mulya Prop. Riau
47. STIE Widyaswara Indonesia
48. STKIP Widyaswara Indonesia
49. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karimun Prop. Kepulauan Riau
50. Sekolah Tinggi Teknik Bentara Persada Batam
51. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jambi Prop. Jambi
52. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sumbar Prop. Sumatera Barat
53. Politeknik Internasional Indonesia Makassar Prop. Sulawesi Selatan
54. Akademi Kebidanan Gunung Sari Makassar
55. Akademi Kebidanan Graha Rabita Anugerah Prop. Sulawesi Selatan
56. Akademi Kebidanan Bambapuang Prima Persada
57. Akademi Keperawatan Pemda Sengkang Prop. Sulawesi Selatan
58. Akademi Parawisata Kendari
59. Akademi Teknik Otomotive Makassar Prop. Sulawesi Selatan
60. Akademi Pertambangan Makassar
61. Akademi Analis Kimia Yapika Makassar
62. Akademi Bahasa Asing Barakati Kendari Prop. Sulawesi Tenggara
63. ASMI Yapika Makassar
64. Akademi Pariwisata Dian Rana Rantepao
65. Akademi Pariwisata YPAG Makassar
66. Akademi Manajemen Perusahaan Makassar
67. STIKES Muhammadiyah Sidrap Prop. Sulawesi Selatan
68. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene Prop. Sulawesi Barat
69. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yapika Prop. Sulawesi Selatan
70. STMIK Samudra Bitung
71. Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata Tamalatea Makassar Prop. Sulawesi Selatan
72. Sekolah Tinggi Teknik Mekongga Kolaka
73. Sekolah Tinggi Teknologi Dirgantara Makassar
74. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Panca Bhakti Palu, Sulawesi Tengah
75. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Swadaya Manado Prop. Sulawesi Utara
76. STMIK Matuari Prop. Sulawesi Utara
77. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Budi Utomo Manado Prop. Sulawesi Utara
78. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Al Gazali Soppeng Prop. Sulawesi Selatan
79. Institut Kesenian Makassar Prop. Sulawesi Selatan
80. Universitas Indonesia Timur Prop. Sulawesi Selatan
81. Universitas Sari Putra Indonesia Tomohon Prop. Sulawesi Utara
82. Universitas Alkhairaat Prop. Sulawesi Tengah
83. Universitas Veteran Republik Indonesia Prop. Sulawesi Selatan
84. Akademi Manajemen Surya Mataram
85. Akademi Teknik Bima Prop. Nusa Tenggara Barat
86. STIKES Yahya Bima Prop. Nusa Tenggara Barat
87. Sekolah Tinggi Teknik Bima Prop. Nusa Tenggara Barat
88. STKIP Indonesia Kupang
89. Sekolah Tinggi Teknologi Dan Kejuruan Gianyar
90. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jembrana Prop. Bali
91. Sekolah Tinggi Ilmu Teknologi Kelautan
92. Universitas PGRI Kupang Prop. Nusa Tenggara Timur
93. AMIK Aji Jaya Baya Prop. Jawa Timur
94. Akademi Pariwisata Bhakti Wiyata Prop. Jawa Timur
95. Akademi Peternakan PGRI Jember Prop. Jawa Timur
96. Akademi Bahasa Asing Webb Prop. Jawa Timur
97. Akademi Teknik Nasional Sidoarjo Prop. Jawa Timur
98. Akademi Teknologi Industri Tekstil Surabaya Prop. Jawa Timur
99. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pemuda Prop. Jawa Timur
100. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pemnas Indonesia Prop. Jawa Timur
101. Sekolah Tinggi Teknik Widya Darma Prop. Jawa Timur
102. Sekolah Tinggi Teknik Budi Utomo Prop. Jawa Timur
103. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sunan Giri Prop. Jawa Timur
104. STKIP Tri Bhuwana Prop. Jawa Timur
105. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Satya Widya
106. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Artha Bodhi Iswara
107. Institut Sains Dan Teknologi Palapa
108. IKIP PGRI Jember Prop. Jawa Timur
109. IKIP Budi Utomo Prop. Jawa Timur
110. Institut Teknologi Pembangunan Surabaya
111. Universitas Kahuripan Kediri Prop. Jawa Timur
112. Universitas Cakrawala Prop. Jawa Timur
113. Universitas PGRI Ronggolawe Prop. Jawa Timur
114. Universitas Nusantara PGRI Kediri Prop. Jawa Timur
115. Universitas Teknologi Surabaya Prop. Jawa Timur
116. Universitas Bondowoso Prop. Jawa Timur
117. Universitas Mochammad Sroedji Prop. Jawa Timur
118. Universitas Darul ulum Prop. Jawa Timur
119. Politeknik Surakarta Prop. Jawa Tengah
120. Politeknik Jawa Dwipa
121. AMIK PGRI Kebumen Prop. Jawa Tengah
122 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah Cilacap Prop. Jawa Tengah
123. Akademi Seni Rupa Dan Desain Akseri Prop. D.I. Yogyakarta
124. Akademi Teknologi Otomotif Nasional Prop. D.I. Yogyakarta
125. Akademi Sekretari Dan Manajemen Indonesia Bantul Prop. D.I. Yogyakarta
126. Akademi Keuangan Dan Perbankan YIPK Prop. D.I. Yogyakarta
127. Akademi Bahasa Asing YIPK Yogyakarta Prop. D.I. Yogyakarta
128. Akademi Kesejahteraan Sosial Tarakanita Prop. D.I. Yogyakarta
129. STMIK Pelita Nusantara Yogyakarta Prop. D.I. Yogyakarta
130. Politeknik LP3I Bandung Prop. Jawa Barat
131. Politeknik Manufaktur Igasa Pindad
132. Politeknik Industri Dan Niaga Bandung
133. Akademi Refraksi Optisi Polycore Indonesia
134. Akademi Kebidanan Al-Ishlah Cilegon Prop. Banten
135. Akademi Teknologi Telekomunikasi Bandung
136. AMIK PGRI Tangerang
137. Akademi Surtasdal-As Bogor Prop. Jawa Barat
138. Akademi Teknologi Aeronautika Siliwangi
139. Akademi Akuntansi Era 2020
140. Akademi Komunikasi Radio Dan Televisi Hutama
140. Akademi Komunikasi Radio Dan Televisi Hutama
141. Akademi Teknologi Bandung
142. Akademi Sekretari Dan Manajemen Al-Ma soem Prop. Jawa Barat
143. Akademi Teknologi Patriot
144. Akademi Kesenian Bogor Prop. Jawa Barat
145. Akademi Pariwisata Tadika Puri Prop. Jawa Barat
146. Akademi Bahasa Asing YPKK Tangerang Prop. Banten
147. Akademi Sekretari Dan Manajemen Bhakti
148. Akademi Manajemen Informatika Dan Komputer Yasika Prop. Jawa Barat
149. STIE ISM Prop. Banten
150. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah Depok Prop. Jawa Barat
151. Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Karawang
152. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Gici Prop. Jawa Barat
153. Sekolah Tinggi Teknologi Pratama Adi Prop. Jawa Barat
154. Sekolah Tinggi Teknologi Geusan Ulun Prop. Jawa Barat
155. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Indonesia
156. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Dharma Andhiga Prop. Jawa Barat
157. Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Bekasi Prop. Jawa Barat
158. Sekolah Tinggi Teknologi Mitra Karya Prop. Jawa Barat
159. Sekolah Tinggi Teknologi Telematika Cakrawala Prop. Jawa Barat
160. STMIK Triguna Utama Prop. Banten
161. STMIK Padjadjaran
162. Sekolah Tinggi Teknik Cikarang
163. Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Bandung
164. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Budi Bakti Prop. Jawa Barat
165. Sekolah Tinggi Teknologi Ar-rahmah Cianjur
166. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Putra Banjar Prop. Jawa Barat
167. STISIP Bina Putera Banjar Prop. Jawa Barat
168. Sekolah Tinggi Ilmu Teknik Bina Putra Prop. Jawa Barat
169. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tribuana Tambun Prop. Jawa Barat
170. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Cirebon Prop. Jawa Barat
171. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dharma Agung Bandung Prop. Jawa Barat
172. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Adhy Niaga Prop. Jawa Barat
173. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pandu Madania Prop. Jawa Barat
174. STMIK Mikar Prop. Jawa Barat
175. Universitas Purwakarta Prop. Jawa Barat
176. Universitas Majalengka Prop. Jawa Barat
177. Akademik Kebidanan Sulih Bangsa, Prop.D.K.I. Jakarta
178. Politeknik Bunda Kandung Prop. D.K.I. Jakarta
179. Akademi Perekam Medis Dan Informasi Kesehatan
180. Akademi Sekretari Dan Manajemen Pitaloka
181. Akademi Manajemen Informatika Dan Komputer Yapri
182. AMIK Mpu Tantular
183. Akademi Akuntansi Bentara Indonesia Prop. D.K.I. Jakarta
184. AMIK Andalan Jakarta
185. Akademi Sekretaris ISWI Jakarta
186. Akademi Pertamanan Interstudi
187. Akademi Sekretari Dan Manajemen Purnama
188. Akademi Keuangan Dan Perbankan LPI
189. Akademi Keuangan Dan Perbankan YPK Prop. D.K.I. Jakarta
190. Akademi Akuntansi Artawiyata Indo-lpi Prop. D.K.I. Jakarta
191. STMIK Eresha Prop. D.K.I. Jakarta
192. Sekolah Tinggi Desain Interstudi Prop. D.K.I. Jakarta
193. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Santa Ursula Prop. D.K.I. Jakarta
194. STIBA Indonesia LPI Prop. D.K.I. Jakarta
195. STKIP Suluh Bangsa Prop. Banten
196. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dwipa Wacana Prop. D.K.I. Jakarta
197. STKIP Albana Prop. D.K.I. Jakarta
198. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ganesha Prop. D.K.I. Jakarta
199. Sekolah Tinggi Manajemen Imni Prop. D.K.I. Jakarta
200. STISIP Pusaka Nusantara
201. Sekolah Tinggi Teknologi Kelautan Hatawana Prop. D.K.I. Jakarta
202. Sekolah Tinggi Manajemen Industri Indonesia
203. Sekolah Tinggi Teknologi Indonesia
204. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nasional Indonesia
205. Sekolah Tinggi Keuangan Niaga & Negara Pembangunan Prop. D.K.I. Jakarta
206. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yapann Prop. D.K.I. Jakarta
207. STKIP Purnama Prop. D.K.I. Jakarta
208. Universitas Kejuangan 45 Jakarta Prop. D.K.I. Jakarta
209. Universitas Islam Attahiriyah Prop. D.K.I. Jakarta
210. Universitas Ibnu Chaldun Prop. D.K.I. Jakarta
211. Akademi Kebidanan Sapta Karya Prop. Sumatera Selatan
212. Akademi Keperawatan Sapta Karya Prop. Sumatera Selatan
213. Akademi Perikanan Wachyuni Mandira Prop. Sumatera Selatan
214. Akademi Analis Kesehatan Widya Dharma Prop. Sumatera Selatan
215. Akademi Akuntansi Unggulan SMB Palembang Prop. Sumatera Selatan
216. STKIP Sera Prop. Sumatera Selatan
217. Politeknik Wilmar Busnis Indonesia Prop. Sumatera Utara
218. Politeknik Yanada Prop. Sumatera Utara
219. Politeknik Trijaya Krama Prop. Sumatera Utara
220. Politeknik Tugu 45 Medan Prop. Sumatera Utara
221. Politeknik Profesional Mandiri Prop. Sumatera Utara
222. Akademi Kebidanan Eunice Rajawali Binjai Prop. Sumatera Utara
223. Akademi Kebidanan Dewi Maya Prop. Sumatera Utara
224. Akademi Kesehatan Lingkungan Binalita Sudama Prop. Sumatera Utara
225. Akademi Kebidanan Jaya Wijaya Prop. Sumatera Utara
226. AMIK Intelcom Global Indo Kisaran Prop. Sumatera Utara
227. Akademi Manajemen Informatika Dan Komputer Medan Prop. Sumatera Utara
228. AMIK Stiekom Sumatera Utara Prop. Sumatera Utara
229. Akademi Sekretari Manajemen Lancang Kuning Prop. Sumatera Utara
230. Akademi Teknologi Lorena Prop. Sumatera Utara
231. Akademi Manajemen Gunung Leuser Prop. Sumatera Utara
232. Akademi Pertanian Gunung Sitoli Prop. Sumatera Utara
233. Akademi Keuangan Perbankan Swadaya Medan Prop. Sumatera Utara
234. Sekolah Tinggi Kelautan Dan Perikanan Indonesia Prop. Sumatera Utara
235. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Riama Prop. Sumatera Utara
236. Sekolah Tinggi Teknik Graha Kirana Prop. Sumatera Utara
237. Sekolah Tinggi Teknik Pelita Bangsa Prop. Sumatera Utara
238. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Benteng Huraba Prop. Sumatera Utara
239. Sekolah Tinggi Bahasa Asing Swadaya Medan Prop. Sumatera Utara
240. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Swadaya Medan Prop. Sumatera Utara
241. STKIP Riama Prop. Sumatera Utara
242. Universitas Setia Budi Mandiri Prop. Sumatera Utara
243. Universitas Preston Indonesia Prop. Sumatera Utara

(JPNN)

Next Page »