Ditinggal ‘Kabur’ Pemborong, Pembangunan SMAN 1 Ciriu Mangrak

19 January 2016

SEKOLAHPembangunan SMAN 1 Cariu di Jalan Raya Jonggol-Cianjur, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor belum tuntas sudah ditinggal kabur pemborong. Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor memasukkan pemborongnya dalam daftar hitam atau blacklist.

“Pembangunan ruang kelas SMAN I Cariu senilai Rp1,18 miliar yang dikerjakan CV SM hingga batas kontrak berakhir, hasil pengerjaannya hanya sampai 32 persen. Pemborongnya tak mampu menyelesaikan sehinga kita black list,” ungkap Kabid Sarana dan Prasarana Disdik Kabupaten Bogor Anwar Anggana, Senin (18/1/2016)

Menurut Anwar, pembangunan SMAN I Cariu merupakan satu-satunya proyek Disdik yang gagal diselesaikan pada 2015. “Tahun lalu, Disidk diberi diberi 408 paket senilai Rp220 miliar untuk membanguyan dan merehabilitasi ruang kelas. Alhamdulillah hampir semuanya dituntaskan pekerjaanya, hanya SMAN I Cariu yang gagal,” bebernya.

Setelah diblaclist, lanjut Anwar, perusahaan tersebut dipastikan tak diizinkan mengikuti lelang proyek APBD mapun APBN. ”Pemborong yang diblacklist itu kita laporkan ke Kantor Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (KLPBJ) yang ditembuskan ke Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan nantinya dipublikasikan lewat laman LKPP,” tambahnya.

Sedangkan tiga pemborong lainnya yang membangunan SMPN 2 Tamansari, SMKN I Cileungsi dan SMPN I Bojonggede diberi kesempatan menyelesaikan pekerjaannya. “Tapi mereka didenda keterlambatan dan harus menyelesaikan pekerjaannya sampai 25 Januari 2016,” katanya.

(Poskota)

PR Besar… Di Luar Jawa, Hanya Dua Universitas yang Berakreditasi A!

17 November 2015

PR 1Hingga saat ini ketimpangan mutu pendidikan antara perguruan tinggi di Pulau Jawa dan luar Jawa masih terlihat jelas. Berdasarkan data Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) pada 2014, hanya ada dua perguruan tinggi di luar Jawa yang meraih akreditasi A.

Sementara itu, untuk akreditasi program studi hanya ada 223 yang telah mendapat nilai A. Jumlah tersebut masih tertinggal jauh dibanding perguruan tinggi di Jawa yang sekitar 1.478 prodinya telah meraih akreditasi A.

Lalu, apa yang harus dilakukan agar kualitas perguruan tinggi di luar daerah bisa memenuhi kualifikasi standar Indonesia? Untuk menjawab tantangan tersebut, pendidikan berbasis teknologi sebenarnya telah dicanangkan.

Pendidikan daring

Sejak dua tahun lalu pemerintah bersama beberapa perguruan tinggi telah meluncurkan portal Pendidikan Daring Terbuka dan Terpadu (PDITT). Lima universitas (UGM, UI, ITB, ITS, dan Bina Nusantara) yang menjadi pionir program ini mengunggah mata kuliah sesuai kualifikasi mereka ke portal tersebut sehingga bisa diakses kapan dan di mana saja.

“Apakah dosen UGM harus keliling (Indonesia) supaya sama (kualitas) materi perkuliahannya? Kan enggak mungkin. Energinya besar, biayanya juga sangat tinggi. Oleh karena itu dibuatlah portal,” tutur Engkos Achmad Kuncoro, Director of Binus Online Learning, saat ditemui Kompas.com di Kampus Syahdan, Jakarta, Senin (9/11/2015).

Cara kerjanya sederhana. Lima universitas tersebut melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi di daerah agar mahasiswanya bisa mengambil mata kuliah secara daring lewat portal PDITT.

Engkos mencontohkan, saat ini Universitas Binus telah melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi di Medan dan Batam. Mahasiswa dari perguruan tinggi tersebut bisa mengambil mata kuliah di Binus tanpa perlu datang ke kampus Binus di Jakarta.

“Dosennya dari Binus. Si mahasiswa cukup mengakses Learning Management atau semacam kelas maya. Nah, terjadilah pembelajaran,” ucapnya.

Dia juga menjelaskan, mata kuliah di dalam portal harus lengkap dari mulai perencanaan sampai ke evaluasi. Mahasiswa yang telah mengambil perkuliahan lewat PDITT tidak perlu lagi mengambil mata kuliah sama di kampusnya.

“(Jika sudah lulus mata kuliahnya) Langsung diterbitkan sertifikat di mata kuliah itu. (Bentuknya) Resmi,” kata Engkos.

Untuk info lebih lanjut bisa dilihat di http://kuliahdaring.dikti.go.id/

Online learning

Alternatif lain agar masyarakat luar Jawa bisa menikmati pendidikan tinggi bermutu adalah dengan memanfaatkan perkuliahan bersistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) atau dikenal juga dengan istilah online learning.

PR 2
“Nah, sejalan dengan itu (program PDITT) pemerintah juga membuka peluang untuk mendirikan program studi PJJ supaya tingkat aksesibilitas masyarakat untuk kuliah semakin tinggi,” kata Engkos.

Syarat mendirikan PJJ pun tidak sembarangan. Universitas terkait harus mampu menyediakan Unit Sumber Gelajar Jarak Jauh (USBJJ) atau semacam learning center di daerah. Penentuan wilayahnya pun wajib disesuaikan agar mudah diakses mahasiswa.

“Saat ini Binus sudah punya 5 learning center dari total target 15. Target ini kita kejar terus,” tuturnya.

Tidak hanya itu. Materi dan sistem pembelajaran pun disiapkan secara matang agar mahasiswa dapat dengan mudah beradaptasi dan tidak menemui kendala berarti. Penggunaan Learning Management System (LMS) sangat penting untuk menjaga kualitas pembelajaran.

“Materi online learning berbeda dari kuliah konvensional. Harus lebih detail dan dapat dimengerti tanpa tatap muka secara langsung,” kata Engkos.

Saat ini, Binus Online Learning telah membuka perkuliahan online untuk jurusan Management dan Sistem Informasi.

“Kita lagi pengajuan (izin) untuk Akuntansi dan Teknik Informatika,” ucap Engkos.

(Kompas)

Sekolah Rusak, Bupati Semprot Camat Ciampea

14 November 2015

bupatiBupati Bogor Nurhayanti semprot Camat Ciampea Djuanda Darmansyah terkait rusaknya SDN Cihideungilir 04, Desa Cihideungilir, Kecamatan Ciampea, saat melakukan Minggon di wilayah Ciampea, kemarin.
Nurhayanti kesal lantaran di wilayahnya masih ada sekolah rusak yang beroperasi tanpa ada jendela. “Saya tidak mengerti masih ada sekolah rusak, apalagi ada dua ruang kelas yang tidak memiliki jendela sama sekali. Ini tanggung jawab camat,” tegasnya kepada Metropolitan, kemarin.
Ia pun mempertanyakan kinerja dari camat dan UPTK Pendidikan Ciampea terkait masih adanya sekolah rusak di wilayah Ciampea. “Saya heran,  apakah mereka (camat dan UPTK, red) tidak pernah ke lapangan untuk meninjau sekolah tersebut. Saya minta instansi terkait mengajukan perbaikan di tahun depan,” ujar Nurhayanti.
Menanggapi hal ini, Camat Ciampea Djuanda Darmansyah mengatakan akan mengevaluasi kinerja instansinya sesuai arahan bupati. “Kami tidak tinggal diam dan akan melaksanakan perintah bupati,” kilahnya.
Dalam kegiatan Minggon kali ini, Nurhayanti pun mengunjungi central UKM baja dan tas yang ada di wilayah Ciampea.

(Metropolitan.id)

Wow… 243 Kampus Dinonaktifkan Kemenristek Dikti, Ini Daftar Lengkapnya!

2 October 2015

izazahKEMENRISTEK Dikti yang dipimpin Muhammad Nasir terus berupaya membereskan kampus-kampus yang bemasalah. Bahkan, sejumlah kamus pun diindentifikasi bermasah dengan menyelenggarakan pembelajaran yang tidak sesuai aturan, bahkan ada yang memperjual beikan ijazah.

Bahkan, kini muncul pengumuman yang menyatakan ada 243 kampus yang telah dinonaktifkan sejak 29 Maret lalu. Ratusan kampus itu diduga bermasalah.

Dalam situsnya, Kopertis XII mengumumkan nama-nama lengkap kamus yang dinonaktifkan tersebut. Dalam penjelasannya, Kopertis XII menyatakan kampus-kampus yang dinonaktifkan belum tentu abal-abal, tapi bisa juga kampus berizin namun melakukan pelanggaran beberapa pelanggaran.

Dalam situs resminya tertulis, adapun jenis pelanggaran kampus nonaktif adalah adanya masalah laporan kademik, masalah nisbah dosen/mahasiswa, masalah pelanggaran peraturan perundang-undangan, PDD/PJJ tanpa izin (kelas jauh), PRODI /PT tanpa izin, penyelenggaraan kelas Sabtu-Minggu, Jumlah mahasiswa over kuota (PRODI Kesehatan/kedokteran/dll), ijasah palsu/gelar palsu, masalah sengketa/konflik internal, kasus mahasiswa, kasus dosen (misal dosen status ganda), pemindahan/pengalihan mahasiswa tanpa izin Kopertis.

Nah, di sana juga tertulis bahwa kampus yang dinyatakan nonaktif tidak boleh menerima mahasiswa baru untuk tahun akademik baru. Selain itu tidak boleh melakukan wisuda. Selanjutnya adalah, kampus tersebut tidak memperoleh layanan Ditjen Dikti.

Menristek Dikti Muhammad Nasir membenarkan soal data tersebut. “Betul, yang diumumkan Kopertis sekitar 200-an lebih itu,” ujar Nasir seperti dilansir pojoksatu.id, Kamis (1/10).

Berikut daftar 243 kampus nonaktif sesuai pengumuman Kopertis XII:

1. STIT Tangerang Raya Yayasan Purgantorio Prop. Banten
2. STAI INSIDA Jakarta Timur Prop. D.K.I. Jakarta
3. STIT YAPIMA Muara Bungo Prop. Jambi
4. STIT YAPIS Manokwari Prop. Papua Barat
5. STAI Syarif Muhammad Raha, Muna, Sulawesi Tenggara Prop. Sulawesi Tenggara
6. STAI Al-Amanah Jeneponto, Sulawesi Selatan Prop. Sulawesi Selatan
7. STAI Ar-Rosyid Surabaya Prop. Jawa Timur
8. STAI Al-Qodiri Jember Prop. Jawa Timur
9. STAI Azzakiyah Ujungberung Bandung Prop. Jawa Barat
10. STIT Al-Hikmah Tebing Tinggi Sumatera Utara Prop. Sumatera Utara
11. STAI Al-Ikhlas Sidikalang, Dairi, Sumatera Utara Prop. Sumatera Utara
12. STAI Sultan Abdul Kahir Bima Prop. Nusa Tenggara Barat
13. STAI Raden Qosim Lamongan Prop. Jawa Timur
14. STAI Acprilesma Indonesia Prop. D.K.I. Jakarta
15. STEI Tiara Rawamangun Prop. D.K.I. Jakarta
16. Akademi kebidanan Meuligoe Nur Amin Prop. Aceh
17. Akademi Kebidanan Medica Bakti Nusantara
18. Akademi Keuangan Perbankan Nasional
19. Akademi Pertanian Iskandar Muda
20. Akademi Teknik Iskandar Muda
21. STIKES Bustanul Ulum Langsa Prop. Aceh
22. Universitas Darussalam Ambon Prop. Maluku
23. Akademi Teknologi Borneo Prop. Kalimantan Timur
24. Akademi Kebidanan Martapura Prop. Kalimantan Selatan
25. Akademi Bisnis Internasional Samarinda Prop. Kalimantan Timur
26. Akademi Pariwisata Nasional Samarinda Prop. Kalimantan Timur
27. ASMI KMPI Samarinda Prop. Kalimantan Timur
28. Akademi Manajemen Koperasi Barabai Prop. Kalimantan Selatan
29. STIE Prima Visi Prop. Kalimantan Timur
30. Sekolah Tinggi Bahasa Asing Dinamik Prop. Kalimantan Selatan
31. Politeknik Tri Dharma Prop. Sumatera Barat
32. Akademi Akuntansi Permata Harapan Batam
33. Akademi Bahasa Asing Permata Harapan
34. Akademi Manajemen Informatika Dan Komputer Gici
35. Akademi Bahasa Asing Jambi Prop. Jambi
36. Akademi Bahasa Asing Tanjung Pinang
37. Akademi Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pekanbaru Prop. Riau
38. Akademi Telekomunikasi Indonesia Jambi
39. Akademi Bahasa Asing Alaska Padang Prop. Sumatera Barat
40. Akademi Teknik Taman Siswa Prop. Sumatera Barat
41. Akademi Teknologi Pratama Prop. Sumatera Barat
42. Akademi Sekretari Dan Manajemen Jambi
43. Akademi Manajemen Koperasi Graha Karya Prop. Jambi
44. Akademi Sekretari Dan Manajemen Indonesia Padang
45. Akademi Koperasi Sumbar
46. STIE Prakarti Mulya Prop. Riau
47. STIE Widyaswara Indonesia
48. STKIP Widyaswara Indonesia
49. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karimun Prop. Kepulauan Riau
50. Sekolah Tinggi Teknik Bentara Persada Batam
51. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jambi Prop. Jambi
52. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sumbar Prop. Sumatera Barat
53. Politeknik Internasional Indonesia Makassar Prop. Sulawesi Selatan
54. Akademi Kebidanan Gunung Sari Makassar
55. Akademi Kebidanan Graha Rabita Anugerah Prop. Sulawesi Selatan
56. Akademi Kebidanan Bambapuang Prima Persada
57. Akademi Keperawatan Pemda Sengkang Prop. Sulawesi Selatan
58. Akademi Parawisata Kendari
59. Akademi Teknik Otomotive Makassar Prop. Sulawesi Selatan
60. Akademi Pertambangan Makassar
61. Akademi Analis Kimia Yapika Makassar
62. Akademi Bahasa Asing Barakati Kendari Prop. Sulawesi Tenggara
63. ASMI Yapika Makassar
64. Akademi Pariwisata Dian Rana Rantepao
65. Akademi Pariwisata YPAG Makassar
66. Akademi Manajemen Perusahaan Makassar
67. STIKES Muhammadiyah Sidrap Prop. Sulawesi Selatan
68. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene Prop. Sulawesi Barat
69. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yapika Prop. Sulawesi Selatan
70. STMIK Samudra Bitung
71. Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata Tamalatea Makassar Prop. Sulawesi Selatan
72. Sekolah Tinggi Teknik Mekongga Kolaka
73. Sekolah Tinggi Teknologi Dirgantara Makassar
74. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Panca Bhakti Palu, Sulawesi Tengah
75. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Swadaya Manado Prop. Sulawesi Utara
76. STMIK Matuari Prop. Sulawesi Utara
77. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Budi Utomo Manado Prop. Sulawesi Utara
78. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Al Gazali Soppeng Prop. Sulawesi Selatan
79. Institut Kesenian Makassar Prop. Sulawesi Selatan
80. Universitas Indonesia Timur Prop. Sulawesi Selatan
81. Universitas Sari Putra Indonesia Tomohon Prop. Sulawesi Utara
82. Universitas Alkhairaat Prop. Sulawesi Tengah
83. Universitas Veteran Republik Indonesia Prop. Sulawesi Selatan
84. Akademi Manajemen Surya Mataram
85. Akademi Teknik Bima Prop. Nusa Tenggara Barat
86. STIKES Yahya Bima Prop. Nusa Tenggara Barat
87. Sekolah Tinggi Teknik Bima Prop. Nusa Tenggara Barat
88. STKIP Indonesia Kupang
89. Sekolah Tinggi Teknologi Dan Kejuruan Gianyar
90. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jembrana Prop. Bali
91. Sekolah Tinggi Ilmu Teknologi Kelautan
92. Universitas PGRI Kupang Prop. Nusa Tenggara Timur
93. AMIK Aji Jaya Baya Prop. Jawa Timur
94. Akademi Pariwisata Bhakti Wiyata Prop. Jawa Timur
95. Akademi Peternakan PGRI Jember Prop. Jawa Timur
96. Akademi Bahasa Asing Webb Prop. Jawa Timur
97. Akademi Teknik Nasional Sidoarjo Prop. Jawa Timur
98. Akademi Teknologi Industri Tekstil Surabaya Prop. Jawa Timur
99. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pemuda Prop. Jawa Timur
100. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pemnas Indonesia Prop. Jawa Timur
101. Sekolah Tinggi Teknik Widya Darma Prop. Jawa Timur
102. Sekolah Tinggi Teknik Budi Utomo Prop. Jawa Timur
103. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sunan Giri Prop. Jawa Timur
104. STKIP Tri Bhuwana Prop. Jawa Timur
105. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Satya Widya
106. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Artha Bodhi Iswara
107. Institut Sains Dan Teknologi Palapa
108. IKIP PGRI Jember Prop. Jawa Timur
109. IKIP Budi Utomo Prop. Jawa Timur
110. Institut Teknologi Pembangunan Surabaya
111. Universitas Kahuripan Kediri Prop. Jawa Timur
112. Universitas Cakrawala Prop. Jawa Timur
113. Universitas PGRI Ronggolawe Prop. Jawa Timur
114. Universitas Nusantara PGRI Kediri Prop. Jawa Timur
115. Universitas Teknologi Surabaya Prop. Jawa Timur
116. Universitas Bondowoso Prop. Jawa Timur
117. Universitas Mochammad Sroedji Prop. Jawa Timur
118. Universitas Darul ulum Prop. Jawa Timur
119. Politeknik Surakarta Prop. Jawa Tengah
120. Politeknik Jawa Dwipa
121. AMIK PGRI Kebumen Prop. Jawa Tengah
122 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah Cilacap Prop. Jawa Tengah
123. Akademi Seni Rupa Dan Desain Akseri Prop. D.I. Yogyakarta
124. Akademi Teknologi Otomotif Nasional Prop. D.I. Yogyakarta
125. Akademi Sekretari Dan Manajemen Indonesia Bantul Prop. D.I. Yogyakarta
126. Akademi Keuangan Dan Perbankan YIPK Prop. D.I. Yogyakarta
127. Akademi Bahasa Asing YIPK Yogyakarta Prop. D.I. Yogyakarta
128. Akademi Kesejahteraan Sosial Tarakanita Prop. D.I. Yogyakarta
129. STMIK Pelita Nusantara Yogyakarta Prop. D.I. Yogyakarta
130. Politeknik LP3I Bandung Prop. Jawa Barat
131. Politeknik Manufaktur Igasa Pindad
132. Politeknik Industri Dan Niaga Bandung
133. Akademi Refraksi Optisi Polycore Indonesia
134. Akademi Kebidanan Al-Ishlah Cilegon Prop. Banten
135. Akademi Teknologi Telekomunikasi Bandung
136. AMIK PGRI Tangerang
137. Akademi Surtasdal-As Bogor Prop. Jawa Barat
138. Akademi Teknologi Aeronautika Siliwangi
139. Akademi Akuntansi Era 2020
140. Akademi Komunikasi Radio Dan Televisi Hutama
140. Akademi Komunikasi Radio Dan Televisi Hutama
141. Akademi Teknologi Bandung
142. Akademi Sekretari Dan Manajemen Al-Ma soem Prop. Jawa Barat
143. Akademi Teknologi Patriot
144. Akademi Kesenian Bogor Prop. Jawa Barat
145. Akademi Pariwisata Tadika Puri Prop. Jawa Barat
146. Akademi Bahasa Asing YPKK Tangerang Prop. Banten
147. Akademi Sekretari Dan Manajemen Bhakti
148. Akademi Manajemen Informatika Dan Komputer Yasika Prop. Jawa Barat
149. STIE ISM Prop. Banten
150. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah Depok Prop. Jawa Barat
151. Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Karawang
152. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Gici Prop. Jawa Barat
153. Sekolah Tinggi Teknologi Pratama Adi Prop. Jawa Barat
154. Sekolah Tinggi Teknologi Geusan Ulun Prop. Jawa Barat
155. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Indonesia
156. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Dharma Andhiga Prop. Jawa Barat
157. Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Bekasi Prop. Jawa Barat
158. Sekolah Tinggi Teknologi Mitra Karya Prop. Jawa Barat
159. Sekolah Tinggi Teknologi Telematika Cakrawala Prop. Jawa Barat
160. STMIK Triguna Utama Prop. Banten
161. STMIK Padjadjaran
162. Sekolah Tinggi Teknik Cikarang
163. Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Bandung
164. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Budi Bakti Prop. Jawa Barat
165. Sekolah Tinggi Teknologi Ar-rahmah Cianjur
166. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Putra Banjar Prop. Jawa Barat
167. STISIP Bina Putera Banjar Prop. Jawa Barat
168. Sekolah Tinggi Ilmu Teknik Bina Putra Prop. Jawa Barat
169. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tribuana Tambun Prop. Jawa Barat
170. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Cirebon Prop. Jawa Barat
171. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dharma Agung Bandung Prop. Jawa Barat
172. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Adhy Niaga Prop. Jawa Barat
173. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pandu Madania Prop. Jawa Barat
174. STMIK Mikar Prop. Jawa Barat
175. Universitas Purwakarta Prop. Jawa Barat
176. Universitas Majalengka Prop. Jawa Barat
177. Akademik Kebidanan Sulih Bangsa, Prop.D.K.I. Jakarta
178. Politeknik Bunda Kandung Prop. D.K.I. Jakarta
179. Akademi Perekam Medis Dan Informasi Kesehatan
180. Akademi Sekretari Dan Manajemen Pitaloka
181. Akademi Manajemen Informatika Dan Komputer Yapri
182. AMIK Mpu Tantular
183. Akademi Akuntansi Bentara Indonesia Prop. D.K.I. Jakarta
184. AMIK Andalan Jakarta
185. Akademi Sekretaris ISWI Jakarta
186. Akademi Pertamanan Interstudi
187. Akademi Sekretari Dan Manajemen Purnama
188. Akademi Keuangan Dan Perbankan LPI
189. Akademi Keuangan Dan Perbankan YPK Prop. D.K.I. Jakarta
190. Akademi Akuntansi Artawiyata Indo-lpi Prop. D.K.I. Jakarta
191. STMIK Eresha Prop. D.K.I. Jakarta
192. Sekolah Tinggi Desain Interstudi Prop. D.K.I. Jakarta
193. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Santa Ursula Prop. D.K.I. Jakarta
194. STIBA Indonesia LPI Prop. D.K.I. Jakarta
195. STKIP Suluh Bangsa Prop. Banten
196. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dwipa Wacana Prop. D.K.I. Jakarta
197. STKIP Albana Prop. D.K.I. Jakarta
198. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ganesha Prop. D.K.I. Jakarta
199. Sekolah Tinggi Manajemen Imni Prop. D.K.I. Jakarta
200. STISIP Pusaka Nusantara
201. Sekolah Tinggi Teknologi Kelautan Hatawana Prop. D.K.I. Jakarta
202. Sekolah Tinggi Manajemen Industri Indonesia
203. Sekolah Tinggi Teknologi Indonesia
204. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nasional Indonesia
205. Sekolah Tinggi Keuangan Niaga & Negara Pembangunan Prop. D.K.I. Jakarta
206. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yapann Prop. D.K.I. Jakarta
207. STKIP Purnama Prop. D.K.I. Jakarta
208. Universitas Kejuangan 45 Jakarta Prop. D.K.I. Jakarta
209. Universitas Islam Attahiriyah Prop. D.K.I. Jakarta
210. Universitas Ibnu Chaldun Prop. D.K.I. Jakarta
211. Akademi Kebidanan Sapta Karya Prop. Sumatera Selatan
212. Akademi Keperawatan Sapta Karya Prop. Sumatera Selatan
213. Akademi Perikanan Wachyuni Mandira Prop. Sumatera Selatan
214. Akademi Analis Kesehatan Widya Dharma Prop. Sumatera Selatan
215. Akademi Akuntansi Unggulan SMB Palembang Prop. Sumatera Selatan
216. STKIP Sera Prop. Sumatera Selatan
217. Politeknik Wilmar Busnis Indonesia Prop. Sumatera Utara
218. Politeknik Yanada Prop. Sumatera Utara
219. Politeknik Trijaya Krama Prop. Sumatera Utara
220. Politeknik Tugu 45 Medan Prop. Sumatera Utara
221. Politeknik Profesional Mandiri Prop. Sumatera Utara
222. Akademi Kebidanan Eunice Rajawali Binjai Prop. Sumatera Utara
223. Akademi Kebidanan Dewi Maya Prop. Sumatera Utara
224. Akademi Kesehatan Lingkungan Binalita Sudama Prop. Sumatera Utara
225. Akademi Kebidanan Jaya Wijaya Prop. Sumatera Utara
226. AMIK Intelcom Global Indo Kisaran Prop. Sumatera Utara
227. Akademi Manajemen Informatika Dan Komputer Medan Prop. Sumatera Utara
228. AMIK Stiekom Sumatera Utara Prop. Sumatera Utara
229. Akademi Sekretari Manajemen Lancang Kuning Prop. Sumatera Utara
230. Akademi Teknologi Lorena Prop. Sumatera Utara
231. Akademi Manajemen Gunung Leuser Prop. Sumatera Utara
232. Akademi Pertanian Gunung Sitoli Prop. Sumatera Utara
233. Akademi Keuangan Perbankan Swadaya Medan Prop. Sumatera Utara
234. Sekolah Tinggi Kelautan Dan Perikanan Indonesia Prop. Sumatera Utara
235. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Riama Prop. Sumatera Utara
236. Sekolah Tinggi Teknik Graha Kirana Prop. Sumatera Utara
237. Sekolah Tinggi Teknik Pelita Bangsa Prop. Sumatera Utara
238. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Benteng Huraba Prop. Sumatera Utara
239. Sekolah Tinggi Bahasa Asing Swadaya Medan Prop. Sumatera Utara
240. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Swadaya Medan Prop. Sumatera Utara
241. STKIP Riama Prop. Sumatera Utara
242. Universitas Setia Budi Mandiri Prop. Sumatera Utara
243. Universitas Preston Indonesia Prop. Sumatera Utara

(JPNN)

34 Madrasah di Kab Bogor Belum Usulkan Dana BOS

1 October 2015

bosSebanyak 34 madrasah di Kabupaten Bogor hingga saat ini belum menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sejak Januari hingga Mei 2015. Pasalnya, ke 34 madrasah tersebut belum mengusulkan laporan pertanggungjawaban penggunaan dana BOS. Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kab Bogor Mat Nur ketika menghadiri kegiatan Sosialisasi petunjuk teknis pencairan dana BOS di Wisma YPI Ciawi, Rabu (30/9).

Lebih jauh dia mengungkapkan, dengan tidak mengusulkan LPJ secara otomatis pencairan tidak akan dilaksanakan sehingga pihaknya tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi seperti itu.

“Mekanismennya mereka mengusulkan LPJ, kemudian LPJ itu kita bawa ke Kanwil KEmenag Prov Jabar, lalu diverifikasi dan kalau sesuai maka langsung dicairkan,” tandasnya.

Sejauh ini, untuk madrasah lainnya relative sudah banyak yang cair terutama BOS untuk bulan januari hingga Mei.

“Kita sedang menunggu pencairan yang bulan juni hingga agustus, informasinya itu akan segera cair,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Kemenag Kab Bogor Suhendra meminta kepada para pengelola madrasah baik MI, MTs dan MA yang ada di Kabupaten Bogor benar-benar memahami mekanisme perubahan pencairan dana BOS.

“Tentunya, mekanisme ini harus dipahami secara utuh. Jika dulu biasanya pencairan dulu baru LPJ, sekarang kan prosesnya sebaliknya,” kata Suhendra.

Untuk itu, tambah dia, harus ada kesepahaman bersama dalam hal pencairan BOS sehingga mekanisme pencairan tidak terhambat karena ada keterlambatan penyerahan LPJ.

“Karena LPJ merupakan bentuk pertanggungjawaban penggunaan keuangan Negara, maka itu menjadi kewajiban,” pungkasnya.

(Bogornews)

PGM Kab Bogor Gelar Pembelajaran Interaktif Berbasis IT

18 September 2015

bogor itPenguasaan teknologi Informasi (IT) dalam dunia pendidikan saat ini menjadi tuntutan. Untuk mewujudkan hal itu, Dewan Pengurus Daerah Persatuan Guru Madrasah (PGM) Kabupaten Bogor menyelenggarakan Pelatihan Pemanfaatan IT untuk Kegiatan Pembelajaran Interaktif dab Manajemen Arsip Sekolah Berbasis IT di Gedung Pusdai, Kamis (17/9).

“Kita menyelenggarakan kegiatan ini karena menjadi bagian tuntutan dunia pendidikan madrasah,” kata Ketua PGM Kabupaten Bogor, Agus Ridhalah.

PGM sebagai wadah profesi, tambah dia, tentunya dituntut memberi manfaat kepada anggotanya oleh karena itu sangat penting memberikan berbagai penunjang kegiatan yang berkaitan dengan para guru.

“Kita ingin memberi manfaat dan motivasi kepada para guru dalam mendukung profesi mereka,” ujarnya.

Sedangkan, Kepala Kemenag Kab Bogor Suhendra mengakui, bahwa memang banyak lembaga pendidikan madrasah yang belum melek teknologi kalaupun ada hanya sebagian kecil.

“Kegiatan ini jelas memberi angina segar kepada para guru dan lembaga madrasah untuk bisa menguasai IT,” kata Suhendra.

Untuk itu, dirinya berharap kegiatan ini menjadi langkah awal pengembangan teknologi di madrasah sehingga kedepan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bisa lebih maju lagi.

“Kita ingin mengembangkan nantinya madrasah berbasis IT,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) Kab Bogor Puguh Kuswanto mengungkapkan, merasa bangga bisa memberikan ilmu dibidang IT bagi guru-guru madrasah karena memang dunia pendidikan saat ini tengah berkembang kearah pemanfaatan teknologi.

“Hampir semua aspek kini tengah menggunakan aplikasi dan itu tentunya berkaitan dengan teknologi,” pungkasnya.

(Bogornews)

Empat Mahasiswa IPB Temukan Pembuatan Gula Berbahan Limbah Singkong

16 September 2015

singkongEmpat mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil menemukan pembuatan gula rendah kalori dari limbah singkong. Penemuan ini membuat mereka dianugerahi medali emas oleh WIFFA setelah bersaing dengan beberapa negara di Asia dan Eropa yang dilaksanakan di Macau, Hongkong, beberapa waktu lalu.

Keempat mahasiswa ini adalah Galih Nugraha (22) asal Tasikmalaya, Putri Vionita (21) asal Banyuwangi, Faraouq (22) asal Cilacap dan Abdul Aziz (22) asal Boyolali. Keempat mahasiswa ini pun mewakili Indonesia di kancah internasional dan membuat kagum mata dunia setelah berhasil dengan penemuannya dari limbah yang biasa dibuang oleh masyarakat Indonesia.

Galih Nugraha, salah seorang mahasiswa penemu gula rendah kalori dari limbah singkong itu mengatakan, awalnya mereka menilai banyaknya limbah singkong yang dibuang oleh para warga umumnya sudah tak bermanfaat dan akan mudah didapatkan jika dipakai bahan baku. Setelah melakukan beberapa riset dan penelitian, mereka pun berhasil membuat gula dari limbah singkong tersebut. Karena dalam limbah singkong itu terdapat kandungan glukosa yang sangat banyak.

“Kami awalnya melihat limbah singkong akan mudah didapatkan untuk bahan baku. Setelah kami melakukan penelitian, ditemukan kandunga glukosa dan bisa dibuat gula beku rendah kalori,” kata Galih kepada Kompas.com, di rumahnya di Tasikmalaya bersama rekannya, Selasa (15/9/2015).

Galih yang merupakan salah satu mahasiswa Fakultas Pertanian IPB ini pun menunjukkan pembuatan gula rendah kalorinya yang sangat sederhana tersebut. Tak seorang pun menyangka bahwa limbah kulit singkong bisa dijadikan gula rendah kalori selain dari tebu. Temuan ini pun membuat mereka ditunjuk untuk mewakili Indonesia di mata dunia sebagai inovator atas beberapa temuan oleh beberapa negara.

“Kami pun tak menyangka kalau temuan kami bisa membawa nama harum Indonesia di mata dunia,” kata Galih.

Mahasiswa penemu gula rendah kalori dari limbah singkong lainnya, Putri Vionita (21) asal Banyuwangi menuturkan, pembuatan gula rendah kalori dari singkong ini sangat mudah dan bisa dilakukan oleh semua orang. Kulit singkong dibersihkan dan dicuci hingga bersih kemudian direndam beberapa jam.

Kemudian, hasil pencucian digiling memakai Blender sampai halus dan didiamkan selama dua hari. Kemudian kulit singkong yang telah didiamkan dimasak dengan diberi enzim. Setelah proses pemasakan akan langsung menjadi gula dan didinginkan di lemari es sampai membeku dan bisa langsung dikonsumsi.

“Prosesnya sederhana dan mungkin sekali bisa diproduksi pasar. Ongkosnya pun sangat murah. Harapan kami kalau penemuan ini bisa diproduksi pasar tak usah impor gula lagi dari luar negeri,” tambah Putri.

Harapan para mahasiswa inovatif ini pun sangat terbuka lebar untuk pengurangan impor gula oleh Indonesia jika diproduksi secara masal. Pasalnya, Indonesia merupakan salah satu negara yang dikenal sebagai penghasil singkong di dunia.

(Kompas)

Kadisdik: Daya Tampung SMP dan SMA Kota Bogor Masih Besar

12 June 2015

sekolahDaya tampung SMP dan SMA di Kota Bogor untuk menampung peserta didik baru tahun ajaran 2015/2016 masih lebih besar dibandingkan jumlah lulusan SD dan SMP.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Edgar Suratman ketika mendampingi Wali Kota Bogor, pada Konferensi Pers PPDB Online, Kamis (11/06/15) di ruang tamu Wali Kota Bogor.

“Daya tampung SMP Negeri mencapai 5.632 siswa dan SMP Swasta mencapai 15.200 siswa. Sedangkan peserta Ujian Sekolah tingkat SD tahun ini ada 19.607 siswa. Dengan demikian, ada selisih daya tampung sebesar 1.225 siswa,” terang Edgar.

Begitu pun di tingkat SMA. Daya tampung SMA dan SMK Negeri, kata Edgar, mencapai 4.716 siswa. “Untuk SMA dan SMK swasta daya tampungnya mencapai 15.720 siswa. Jadi, masih ada selisih daya tampung sebesar 4.702 siswa,” jelasnya.

Untuk itu, Edgar berharap para orang tua murid di kota Bogor tidak perlu panik dan cukup mengikuti seluruh tahapan dan prosedur PPDB baik online maupun offline.

(Heibogor)

54.228 Peserta Ikuti Tes SBMPTN di Jakarta

9 June 2015

Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) digelar mulai hari ini. Sebanyak 54.228 peserta mengikuti tes SBMPTN di wilayah Jakarta.

Berdasarkan rilis yang diterima dari Panitia Lokal SBMPTN Jakarta, Selasa (9/6/2015), dari 54.228 peserta tersebut, 21.526 di antaranya peserta ujian Saintek dan sisanya Soshum serta Campuran.

Lokasi ujian SBMPTN Panlok Jakarta bertempat di 93 sekolah dan 6 Perguruan Tinggi. Ujian diselenggarakan mulai hari ini sampai 11 Juni 2015 mendatang.

Jumlah peserta tahun ini meningkat 11 persen dari tahun lalu. Khusus mereka yang memilih program studi ilmu seni dan keolahragaan, akan mengikuti ujian keterampilan yang diselenggarakan pada 10 dan 11 Juni 2015. Pengumuman SBMPTN yaitu tanggal 9 Juli 2015.

Menteri Ristek, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir hari ini melakukan peninjauan pelaksanaan SBMPTN di kampus IPB, Bogor. Ia juga sempet memantau kesiapan panitia SBMPTN di Universitas Indonesia, Depok.

(detik.com)

Trik Lulus Tercepat dengan IPK Tertinggi

6 June 2015

kuliahSetiap wisuda, kampus pasti akan mengumumkan lulusan tercepat, peraih IPK tertinggi dan wisudawan termuda. Mau mengikuti jejak mereka? Ini triknya.

Pada upacara wisuda Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) terakhir, Muhammad Sigit Antoni dari program studi Keolahragaan, berhasil meraih nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) tertinggi yaitu 3,90. Untuk bisa mendapatkan semua itu, Andi butuh perjuangan keras dengan belajar di sela kegiatannya yang padat. Selama kuliah, dia tercatat aktif di himpunan mahasiswa ilmu keolahragaan serta BEM FIK UNY.

Selain tekun belajar, Andi juga punya kiat lain. “Saya menyadari bahwa semester awal itu menentukan, sehingga saya selalu menjalin komunikasi yang baik dengan kakak angkatan dan dosen,” ungkap Andi, seperti dikutip dari laman UNY, Sabtu (6/6/2015).

Sementara itu, Jumrotul Hasanah meraih predikat lulusan tercepat dengan masa studi tiga tahun enam bulan. Bahkan, nilai IPK-nya juga sangat tinggi, yaitu 3,81.

Tidak berbeda dengan Sigit, Jumrotul juga aktif di berbagai kegiatan organisasi. Dua organisasi yang dimasukinya adalah Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara serta BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Bahasa Asing Safel UNY.

Trik gadis kelahiran 23 Mei 1993 agar cepat lulus adalah menargetkan untuk mengambil 24 SKS setiap semester. Bahkan, dia sudah memikirkan judul skripsi pada semester empat.

“Saya juga tidak pernah menunda tugas kuliah,” imbuhnya.

Predikat wisudawan termuda disematkan pada Nahida Rifa’atus. Gadis kelahiran 10 November 1994 itu berhasil mendapat gelar sarjana pada usia 20 tahun enam bulan.

Sejak duduk di bangku kelas satu Sekolah Dasar, Nahida memang sudah berprestasi. Dia mengambil kelas akselerasi di jenjang SMP sehingga masih berusia 16 tahun saat menyandang status mahasiswa. Pada saat wisuda, lulusan jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial tersebut mendapatkan IPK 3,57.

(Okezone)

Next Page »