Mata Air Foundation Gelar Try Out SBMPTN 2016 di 56 Daerah

27 May 2016

BPUN 20163.500 pelajar dan santri di 56 kota/kabupaten mengikuti Try Out SBMPTN yang digelar oleh Mata Air Foundation. Kegiatan ini, dikatakan Muhammad A Idris, Direktur Program Mata Air, merupakan akhir dari pelaksanaan Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) 2016.

“Para pelajar dan satri ini telah mengikuti program Intensif Camp selama satu setengah bulan di Pondok Pesantren dibekali trik pengerjakan soal agar lulus Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) sekaligus perkuat ilmu agama dan nasionalisme,” katanya, (26/06)

Dikatakan, lokasi program diantaranya Pesantren Asyidiqiyah 10 Cianjur, Pesantren Al Kamal Kunir Blitar, Pesantren Al Hidayat Salaman Magelang, dll. Menurutnya, berbasis camp atau penginapan di pesantren dimaksudkan untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif.

“Peserta berasal dari Sekolah Menengah Atas (SMA) dapat kesempatan jadi santri dan peserta asal Madrasah bisa memiliki etos untuk kuliah di PTN dengan jurusan yang kompetitif,” tambahnya.

Harapannya, peserta yang telah mengikuti tryout ini selain lulus, juga nantinya bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi sesuai minat dan bakatnya seperti Informasi Teknologi, Ekonomi, Hukum dan Kedokteran. Dijelaskan juga, pasa peserta merupakan investasi untuk melahirkan generasi unggul yang berasal dari Pesantren.

“Menciptakan mahasiswa yang berkualitas. Keilmuannya bagus, rasa nasionalisme dan wawasan kegamaannya dapat diandalkan,” tambahnya.

Ia juga menegaskan, Bimbel tahunan yang dilaksanakan Mata Air disiapkan untuk Pelajar dan Santri pintar yang kurang mampu ekonominya untuk di dampingi agar dapat masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) jalur SBMPTN. Menurutnya, sudah ada 13.000 lebih alumni Bimbel MataAir yang sudah didampingi hingga masuk Universitas.

“Hanya dengan pendidikan kita bisa mengubah taraf hidup dan memutus mata rantai kemiskinan. Membuka akses pendidikan yang di lakukan Mata Air adalah komitmen untuk mengurai kesenjangan hidup masyarakat Indonesia. Do’anya agar para santri Lulus SBMPTN dan mendapatkan beasiswa Bidik Misi atau Scholarship lainnya,” pungkas Muhammad A Idris.

(jais/jarmed)

Aksi “Bullying” Kini Diganjar dengan Ketidaklulusan

10 May 2016

bullingSanksi bagi enam siswi kelas XII SMAN 3 Jakarta Selatan yang melakukan aksi perundungan atau bullying terhadap adik kelasnya telah dijatuhkan. Mereka dinyatakan tidak lulus sekolah karena dinilai memiliki perilaku yang tidak baik.

“Hasil rapat Dewan Guru memutuskan, sikap mereka yang berenam itu tidak baik karena terjadi pem-bully-an terhadap adik-adiknya sehingga Dewan Guru memutuskan bahwa anak yang terlibat bully itu dinyatakan tidak lulus,” ujar Kepala Sekolah SMAN 3 Jakarta, Ratna Budiarti, Senin (9/5/2016).

Keenam siswi tersebut juga tidak dapat mengulang di SMAN 3 karena pihak sekolah telah mengeluarkan dan mengembalikan mereka kepada orangtuanya. Bahkan, menurut Ratna, mereka tidak dapat mengulang di SMA negeri mana pun di Jakarta.

“Jadi kalau mereka mau mengulang di sekolah lain, di swasta. Karena berdasarkan surat dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta, siswa yang terlibat bullying, kekerasan, tawuran, tidak bisa diterima di (sekolah) negeri di DKI Jakarta. Alternatif kedua tidak mengulang tapi ikut ujian Paket C tahun depan, tahun 2017,” kata Ratna.

Sebelum pengumuman kelulusan kelas XII, pihak SMAN 3 sebenarnya telah memutuskan sanksi yang akan mereka berikan terhadap para siswi pelaku bullying. Mulanya sanksi yang diputuskan bukan soal kelulusan, melainkan sebatas penahanan ijazah.

“Sanksinya kita sepakati bersama bahwa yang kelas XII kalau mereka lulus, kan tinggal tunggu pengumuman, ijazahnya kami tahan sampai tidak ada lagi pihak-pihak yang menuntut atas kejadian ini,” ucap Ratna dalam kesempatan berbeda beberapa waktu lalu.

Namun, keputusan itu berubah setelah Dewan Guru mengadakan rapat kelulusan. Pihak sekolah langsung memutuskan bahwa mereka dinyatakan tidak lulus.

Sikap atau perilaku peserta didik kini menjadi salah satu indikator penentu kelulusan. Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sopan Adrianto menyatakan ada tiga hal yang menjadi indikator kelulusan.

“Kan kriteria kelulusan itu ada tiga di Permendikbud Nomor 5 Tahun 2015. Yang pertama itu yang bersangkutan sudah menyelesaikan seluruh program pembelajaran. Kedua punya perilaku yang baik. Nah yang ketiga itu lulus ujian sekolah,” ujar Sopan beberapa waktu lalu.

Bullying yang terjadi di SMAN 3 berawal saat para pelajar kelas XII mengetahui ada siswi kelas X yang mengunjungi sebuah kafe yang menyuguhkan penampilan DJ (disc jockey). Bagi mereka, para adik kelasnya itu belum pantas pergi ke tempat tersebut.

Para pelajar kelas XII kemudian memanggil para pelajar X tersebut. Di sebuah warung di depan sekolahnya, mereka memberikan hukuman kepada adik kelasnya itu. Korban antara lain disiram air teh dari kemasan botol dan abu rokok. Para korban juga mendapat kekerasan verbal.

(Kompas)

SBMPTN 2016 Pakai Dua Sistem, CBT dan PBT

22 April 2016

sbmptn-ilustrasixCalon mahasiswa yang akan mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016, tak perlu bingung dengan dua sistem tes yang ditawarkan. Ya, mulai tahun ini seleksi memakai sistem tes berbasis kertas (PBT) dan berbasis komputerisasi (CBT).

Peserta SBMPTN bebas memilih metode tes yang akan diikuti. Namun, tetap saja mereka tak bisa memilih keduanya sekaligus, pilih saja salah satu sekalipun hari pelaksanaan tes berbeda.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, saat peluncuran SNMPTN dan SBMPTN 2016 menyatakan, sejumlah telaah dan review atas seleksi serupa pada 2015, yang sebagian tempat menjadi lokasi uji coba pelaksanaan CBT.

“Beberapa bagian tentu perlu ada yang diperbaiki. Salah satu kendala misalnya dalam hal jaringan. Perbaikan tersebut dilakukan secara berkelanjutan,” papar Nasir, dalam sambutan peluncuran itu, Jumat (15/1/2016).

Apa bedanya?

Bila memilih sistem CBT, semua soal dan pengisian jawaban dilakukan di komputer. Bagi siswa-siswi yang sudah terbiasa dengan Ujian Nasional (UN) berbasis komputerisasi seharusnya mudah beradaptasi dengan sistem ini.

SBMPTN 2016 memang kali pertama CBT digelar secara nasional, sebagai opsi dari pelaksanaan seleksi. Itu pun, tak semua lokasi ujian menyediakan pilihan CBT.

Penggunaan sistem CBT diharapkan bisa menghemat biaya seleksi, terutama dari pencetakan lembar soal dan jawaban ujian beserta distribusinya. Namun, karena belum semua daerah memiliki infrastruktur memadai, PBT tetap ada dan bahkan masih mendominasi SBMPTN 2016.

Tidak usah bingung, pastikan saja mendapatkan informasi yang benar. (kompas.com)

10 Kampus Paling Diminati pada SBMPTN 2015

22 April 2016

sbmptn-ilustrasiSebentar lagi Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016 akan dibuka. Berkaca pada tahun lalu, ada sekitar 74 kampus negeri yang menyediakan kursi bagi calon mahasiswa lewat jalur seleksi ini.

Bagi Anda yang berniat mengikuti SBMPTN tahun ini, sebaiknya perlu tahu kampus negeri mana saja yang pada 2015 dipilih menjadi kampus idaman para calon mahasiswa peserta seleksi. Dikutip dari data panitia SBMPTN 2015, berikut ini daftarnya:

  1. Universitas Padjajaran (Unpad) dengan 85.879 peminat
  2. Universitas Hasanuddin (Unhas) dengan 75.155 peminat
  3. Universitas Brawijaya (UB) dengan 73.558 peminat
  4. Universitas Sumatera Utara (USU) dengan 70.568 peminat
  5. Universitas Indonesia (UI) dengan 67.136 peminat
  6. Universitas Diponegoro (Undip) dengan 62.649 peminat
  7. Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan 62.574 peminat
  8. Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan 58.002 peminat
  9. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dengan 54.889 peminat
  10. Universitas Andalas (Unand) dengan 54.060 peminat

Dari data ini, Anda yang berkeinginan melanjutkan kuliah bisa memperkirakan bobot persaingan yang akan dihadapi. Dari situ, strategi persiapan bisa lebih dimatangkan pula. (Baca juga: Siap-siap, Ada yang Beda di SBMPTN 2016)

Ingat, banyaknya peminat mendaftar ke suatu kampus bisa berdasarkan beragam pertimbangan. Selain kedekatan lokasi, bisa jadi membludaknya jumlah peminat juga ditopang pilihan jurusan yang tersedia.

Namun, ada satu lagi kemungkinan soal jumlah peminat ini, yaitu banyak orang memang mengidam-idamkan belajar di kampus itu. Intinya, yang mana pun alasan di balik jumlah peminat ini, persiapan terbaik dan strategi paling jitu akan jadi penentu lolos atau tidaknya seleksi. (Kompas)

Doa Menjelang Ujian

12 April 2016

DOA UJIANDoa bersama menjelang digelarnya ujian seakan menjadi sebuah tradisi tersendiri di lingkungan sekolah. Hal itu dilakukan sebagai upaya pemantapan mental siswa.

Agar kegiatan doa bersama itu tidak menjadi sekadar rutinitas hendaknya pihak sekolah melalui guru mata pelajaran pendidikan Agama Islam memahamkan kepada siswa tentang pentingnya doa. Sebab kesuksesan, termasuk dalam ujian, tidak ditentukan oleh kecerdasan siswa, melainkan adanya pertolongan Allah SWT (QS an-Nashr [110]: 1).

Siswa yang selalu berdoa –-bukan berdoa ketika lagi butuh– akan terinternalisasi dalam dirinya dan memahami bahwa manusia tidak memiliki kuasa. Manusia hanya dapat berencana dan Tuhan-lah yang menentukan kesuksesan itu, termasuk kesuksesan dalam ujian.

Karenanya sebelum, selama, dan setelah ujian pun siswa hendaknya terus berdoa. Melalui doa, siswa akan lebih tenang, rileks, dan lebih fokus dalam menghadapi ujian.

Terkait hal ini Rasulullah SAW memberikan tuntunan doa mengusir kegelisahan. ”Allahumma inni a’udzubika minal hammi wal hazan, wa a’udzubika minal ’ajzi wal kasal, wa a’udzubika minal jubni wal bukhl, wa a’udzubika min ghalabatid daini wa qahrir rijal.”

”Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari rasa sesak dada dan kesedihan, dan aku berlindung pada-Mu dari ketidakberdayaan dan kemalasan, dan aku berlindung pada-Mu dari sifat pengecut dan kikir, dan aku berlindung pada-Mu dari problem keuangan dan tekanan orang lain.” (HR Abu Dawud).

Pertanyaannya, kapan waktu yang tepat untuk berdoa? Terkait hal ini Rasulullah SAW menginsyaratkan waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa.

Di antaranya, yaitu pada sepertiga malam (HR Muslim), pada hari Jumat (HR Bukhari dan Muslim), sesudah shalat lima waktu (HR Tirmidzi), dan waktu antara adzan dan iqamat (HR Abu Dawud dan Tirmidzi).

Selain dengan penguatan melalui doa, siswa hendaknya berusaha (belajar) secara rutin dengan bimbingan guru di sekolah dan orang tua di rumah. Berdoa dan belajar bagi siswa harus dilakukan secara istikamah, bukan musiman.

Setelah itu lakukan tawakal, serahkan hasil akhir (lulus atau tidak lulus dalam UN) sepenuhnya kepada Allah SWT. Di sinilah perlunya internalisasi siswa melalui tradisi DUIT (Doa dan Usaha dilakukan secara Istikamah, lalu Tawakal).

Dan untuk membumikan tradisi tersebut pihak sekolah harus bekerja keras (berjihad) melawan tradisi yang sudah mendarah daging di kalangan siswa, yaitu tradisi SKS (Sistem Kebut Semalaman).

Untuk menghentikan tradisi SKS di lingkungan sekolah, pihak guru (di sekolah), orang tua (di rumah), dan masyarakat sebagai kontrol sosial hendaknya terus mengkampanyekan secara masif DUIT yes, SKS no.

Dengan demikian, jika tradisi DUIT ini dapat mengalahkan tradisi SKS di lingkungan sekolah maka tidak menutup kemungkinan akan dapat mengantarkan kepada kesuksesan siswa dalam menghadapi ujian dengan hasil yang terbaik. Semoga.

(Republika)

Bangganya Siswa SMA yang Karyanya Diangkut NASA dan Cita-cita Jadi Astronot

24 March 2016

SISWA SMA NASARasa bangga terpancar dari siswa-siswa SMA Unggul Del, Toba Samosir, Sumatera Utara. Hasil penelitian mereka dibawa oleh NASA ke luar angkasa dan mereka juga diapresiasi oleh Mendikbud Anies Baswedan.

Dalam telekonferensi di Kantor Kemendikbud, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (23/3/2016), Anies bertanya perasaan para siswa karena penelitian mereka dengan nama ‘Micro-Aerobic Fermentation In Space With Micro Gravity’ dibawa ke luar angkasa. Salah satu siswa, Gomos Manalu mengaku bangga karena mereka masih di bangku SMA.

“Kalau dari kami sendiri bangga baru SMA bisa ikut penelitian internasional bahkan peneliti ulung belum tentu ikut seperti ini,” kata Gomos.

Dia merupakan salah satu siswa yang mengikuti test flight bersama peneliti dari Amerika Serikat. Kepada Anies, Gomos mengatakan bahwa sebenarnya orang Indonesia tidak kalah hebat dengan peneliti asing.

“Sebenarnya orang Indonesia hebat tapi alat-alatnya itu susah dan terbatas,” ujarnya.

Anies lalu bertanya ke masing-masing siswa soal cita-cita mereka. Gomos mengaku ingin bekerja di pabrik kimia, ada pula yang ingin berprofesi sebagai electric engineer. Sementara seorang siswa bernama Hagai Raja Sinulingga mengaku ingin tak hanya karyanya yang ke luar angkasa, tapi juga dirinya sendiri.

“Kalau itu (cita-cita jadi astronot), saya. Saya dari kelas 3 SD sering baca buku tentang NASA,” ujar Hagai.

Hagai pun meminta bantuan kepada Anies untuk mewujudkan cita-citanya itu. Anies lalu berpesan bahwa ada tes-tes yang harus dilewati.

“Kalau anda mau jadi astronot, tapi harus lolos dulu seleksi,” tutur Anies.

Penelitian mereka itu bertujuan untuk mempelajari pertumbuhan ragi (yeast) di luar angkasa dalam kondisi near-zero gravity. Ada 10 orang siswa SMA dalam tim ini yang dibagi menjadi tiga yakni untuk konseptor, engineering, dan pemrogram. Eksperimen itu menjadi pijakan untuk penelitian berikutnya yang mereka beri judul ‘How to Grow Tempe in The Space’.

(Detik)

Mahasiswa Tunanetra UNS Ini Hapal 15 Juz Alquran

12 March 2016

MAHASISWANamanya Misbahul Arifin. Mahasiswa Prodi Pendidikan Khusus/ Luar Biasa FKIP UNS angkatan 2015 ini sejak kelas VI Madrasah Ibtidaiyah (SD) menjadi tunanetra. Namun pemuda asal Kudus yang pernah nyantri selama tiga tahun itu saat ini mampu menghapal Alquran (hafizh Qur’an) sebanyak 15 juz.

Misbah – panggilan akrab Misbahul Arifin – tampil sebagai salah satu peserta tasmi’ khataman Alquran yang digelar di Masjid Nurul Huda UNS Surakarta, Jumat (11/3). Acara tersebut dihadiri oleh Menristekdikti Moh Nasir dan mantan Mendiknas M Nuh.

Sungguh kuasa Allah luar biasa. Ayahnya Misbah juga tunanetra hapal Alquran 30 juz.

Bagaimanakah ayah dan anak itu belajar menghapal Alquran, sedangkan keduanya tuna netra. “Ayah belajar menghapal Alquran dengan cara mendengarkan MP3. Saya pun belajar menghapal Alquran dengan mendengarkan MP3 di HP atau laptop,” ujar Misbah.

Lalu, siapakah qari favorit Misbah? “MP3 favorit saya adalaj Syekh Misyari Rasyid, Syekh Bandar Balela dan Syekh Hanik Rifai,” ungkap Misbah yang merupakan alumnus Madrasah Aliyah Al-Mutaqin Pancasila Sakti Kudus.

Kegiatan Khotmil Qur’an dalam rangka lustrum ke-8 UNS dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Prof Dr Ravik Karsidi MS, Rabu (09/03). Selama tiga hari, secara bergantian 42 mahasiswa UNS yang juga merupakan penghafal Alqurn membacakan surat demi surat dalam Alquran.

Kegiatan semaan ini telah berlangsung selama dua periode, dan diharapkan bisa menjadi tradisi baik dalam kegiatan dies natalis UNS.

(Republika)

Astaga ! 63 Tahun SD Negeri di Bogor Ini Belum Dialiri Listrik

16 February 2016

SDDirektur Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Indonesia, Syamsuddin Alimsyah mengatakan, hingga saat ini masih banyak sekolah di Bogor yang kondisinya memprihatinkan.
Hal ini terbukti saat dilakukan survei oleh Kopel ke SDN Leuwibatu 01, di Desa Leuwibatu, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Sabtu (13/2/2016)
Berdasarkan hasil survei tersebut, kata dia, diketahui bahwa hingga saat ini, SDN Leuwibatu 01, belum dialiri listrik.
“Itu yang paling miris, ternyata sekolah yang sudah berdiri sekitar 63 tahun ini, belum mendapat aliran listrik,” ujarnya.
Selain itu, untuk menuju ke sekolah tersebut, harus melalui jalan setapak sekitar 50 meter, dari jalan poros Leuwibatu dan Leuwiliang.
Apalagi saat musim hujan seperti sekarang ini, jalannya yang masih tanah, menjadi becek dan licin.

“Lokasi sekolahnya menuju ke arah kebun milik warga, yang tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat. Pakai sepeda motor juga harus hati-hati, karena jalannya berliku, dan permukaannya tidak rata,” katanya.
SDN Leuwibatu 01 ini, kata dia, dibangun sejak Tahun 1953.
Namun, meski sudah berdiri sejak lama, keberadaan sekolah tidak dibarengi dengan perkembangan sarana prasarana di sekolah.
“Buktinya, sekolah ini kekurangan ruang kelas, dan kondisi salah satu ruangan kelasnya sangat memprihatinkan,” kata Syamsuddin.

Satu ruang kelas yang berada di depan ruangan Kepala Sekolah dan ruang guru itu, bangunannya sudah mulai diserang rayap, bahkan di beberapa titik sudah mengalami retak.
Menurut Syamsuddin, Kepala SDN Leuwibatu 01, yang ditemui di sekolah mengatakan, pihaknya sudah sering mengajukan permohonan bantuan ke pemerintah daerah.
“Tapi sampai saat ini belum ada realisasinya, menurut Bu Ati, Kepala SDN Leuwibatu 01,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan, saat ini jumlah siswa di SDN Leuwibatu 01 mencapai 126 siswa, dengan enam rombongan belajar (rombel).
“Namun ruangan kelas yang tersedia hanya ada empat saja, termasuk yang rusak berat. Sehingga antara jumlah ruang kelas dan rombel tidak ideal,” jelasnya.

Akibatnya, pihak memberlakukan jadwal sekolah pagi dan sekolah siang.

(Tribunnews)

Ditinggal ‘Kabur’ Pemborong, Pembangunan SMAN 1 Ciriu Mangrak

19 January 2016

SEKOLAHPembangunan SMAN 1 Cariu di Jalan Raya Jonggol-Cianjur, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor belum tuntas sudah ditinggal kabur pemborong. Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor memasukkan pemborongnya dalam daftar hitam atau blacklist.

“Pembangunan ruang kelas SMAN I Cariu senilai Rp1,18 miliar yang dikerjakan CV SM hingga batas kontrak berakhir, hasil pengerjaannya hanya sampai 32 persen. Pemborongnya tak mampu menyelesaikan sehinga kita black list,” ungkap Kabid Sarana dan Prasarana Disdik Kabupaten Bogor Anwar Anggana, Senin (18/1/2016)

Menurut Anwar, pembangunan SMAN I Cariu merupakan satu-satunya proyek Disdik yang gagal diselesaikan pada 2015. “Tahun lalu, Disidk diberi diberi 408 paket senilai Rp220 miliar untuk membanguyan dan merehabilitasi ruang kelas. Alhamdulillah hampir semuanya dituntaskan pekerjaanya, hanya SMAN I Cariu yang gagal,” bebernya.

Setelah diblaclist, lanjut Anwar, perusahaan tersebut dipastikan tak diizinkan mengikuti lelang proyek APBD mapun APBN. ”Pemborong yang diblacklist itu kita laporkan ke Kantor Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (KLPBJ) yang ditembuskan ke Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan nantinya dipublikasikan lewat laman LKPP,” tambahnya.

Sedangkan tiga pemborong lainnya yang membangunan SMPN 2 Tamansari, SMKN I Cileungsi dan SMPN I Bojonggede diberi kesempatan menyelesaikan pekerjaannya. “Tapi mereka didenda keterlambatan dan harus menyelesaikan pekerjaannya sampai 25 Januari 2016,” katanya.

(Poskota)

PR Besar… Di Luar Jawa, Hanya Dua Universitas yang Berakreditasi A!

17 November 2015

PR 1Hingga saat ini ketimpangan mutu pendidikan antara perguruan tinggi di Pulau Jawa dan luar Jawa masih terlihat jelas. Berdasarkan data Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) pada 2014, hanya ada dua perguruan tinggi di luar Jawa yang meraih akreditasi A.

Sementara itu, untuk akreditasi program studi hanya ada 223 yang telah mendapat nilai A. Jumlah tersebut masih tertinggal jauh dibanding perguruan tinggi di Jawa yang sekitar 1.478 prodinya telah meraih akreditasi A.

Lalu, apa yang harus dilakukan agar kualitas perguruan tinggi di luar daerah bisa memenuhi kualifikasi standar Indonesia? Untuk menjawab tantangan tersebut, pendidikan berbasis teknologi sebenarnya telah dicanangkan.

Pendidikan daring

Sejak dua tahun lalu pemerintah bersama beberapa perguruan tinggi telah meluncurkan portal Pendidikan Daring Terbuka dan Terpadu (PDITT). Lima universitas (UGM, UI, ITB, ITS, dan Bina Nusantara) yang menjadi pionir program ini mengunggah mata kuliah sesuai kualifikasi mereka ke portal tersebut sehingga bisa diakses kapan dan di mana saja.

“Apakah dosen UGM harus keliling (Indonesia) supaya sama (kualitas) materi perkuliahannya? Kan enggak mungkin. Energinya besar, biayanya juga sangat tinggi. Oleh karena itu dibuatlah portal,” tutur Engkos Achmad Kuncoro, Director of Binus Online Learning, saat ditemui Kompas.com di Kampus Syahdan, Jakarta, Senin (9/11/2015).

Cara kerjanya sederhana. Lima universitas tersebut melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi di daerah agar mahasiswanya bisa mengambil mata kuliah secara daring lewat portal PDITT.

Engkos mencontohkan, saat ini Universitas Binus telah melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi di Medan dan Batam. Mahasiswa dari perguruan tinggi tersebut bisa mengambil mata kuliah di Binus tanpa perlu datang ke kampus Binus di Jakarta.

“Dosennya dari Binus. Si mahasiswa cukup mengakses Learning Management atau semacam kelas maya. Nah, terjadilah pembelajaran,” ucapnya.

Dia juga menjelaskan, mata kuliah di dalam portal harus lengkap dari mulai perencanaan sampai ke evaluasi. Mahasiswa yang telah mengambil perkuliahan lewat PDITT tidak perlu lagi mengambil mata kuliah sama di kampusnya.

“(Jika sudah lulus mata kuliahnya) Langsung diterbitkan sertifikat di mata kuliah itu. (Bentuknya) Resmi,” kata Engkos.

Untuk info lebih lanjut bisa dilihat di http://kuliahdaring.dikti.go.id/

Online learning

Alternatif lain agar masyarakat luar Jawa bisa menikmati pendidikan tinggi bermutu adalah dengan memanfaatkan perkuliahan bersistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) atau dikenal juga dengan istilah online learning.

PR 2
“Nah, sejalan dengan itu (program PDITT) pemerintah juga membuka peluang untuk mendirikan program studi PJJ supaya tingkat aksesibilitas masyarakat untuk kuliah semakin tinggi,” kata Engkos.

Syarat mendirikan PJJ pun tidak sembarangan. Universitas terkait harus mampu menyediakan Unit Sumber Gelajar Jarak Jauh (USBJJ) atau semacam learning center di daerah. Penentuan wilayahnya pun wajib disesuaikan agar mudah diakses mahasiswa.

“Saat ini Binus sudah punya 5 learning center dari total target 15. Target ini kita kejar terus,” tuturnya.

Tidak hanya itu. Materi dan sistem pembelajaran pun disiapkan secara matang agar mahasiswa dapat dengan mudah beradaptasi dan tidak menemui kendala berarti. Penggunaan Learning Management System (LMS) sangat penting untuk menjaga kualitas pembelajaran.

“Materi online learning berbeda dari kuliah konvensional. Harus lebih detail dan dapat dimengerti tanpa tatap muka secara langsung,” kata Engkos.

Saat ini, Binus Online Learning telah membuka perkuliahan online untuk jurusan Management dan Sistem Informasi.

“Kita lagi pengajuan (izin) untuk Akuntansi dan Teknik Informatika,” ucap Engkos.

(Kompas)

Next Page »