web analytics

UN Online Akan Diuji Coba pada 2015

19 April 2014   22 views

un-onlineKementerian Pendidikan dan Kebudayaan mulai mencanangkan penerapan Ujian Nasional (UN) online bagi siswa. Namun, pelaksanaan ujian ini tidak serta-merta dilakukan sekaligus karena masih memerlukan penyesuaian, terutama mengenai kesiapan infrastruktur teknologi di berbagai daerah.

Plt Kepala Puspendik Kemendikbud Nizam mengatakan, sekolah-sekolah di daerah di Indonesia menyambut adanya UN online ini. Sekolah-sekolah itu cukup antusias karena banyak sekolah yang sudah lengkap sistem komputernya.

“Sudah banyak yang menulis pakai komputer daripada pakai tangan,” ujarnya saat ditemui seusai sidang Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta, Kamis (6/3/2014).

Dia menuturkan, komputerisasi sudah menjangkau beberapa daerah di wilayah Indonesia timur. Beberapa sekolah, di Papua misalnya, sudah mulai menggunakan komputer.

Nizam mengatakan, pelaksanaan UN online akan dipersiapkan secara bertahap. Tahun ini, pelaksanaannya mulai diterapkan pada sekolah-sekolah Indonesia yang ada di luar negeri, seperti Malaysia, Singapura, dan Belanda.

“Tahun ini kita coba untuk sekolah-sekolah Indonesia di luar negeri. Kita kirim soal ke luar negeri karena di sana yang sudah siap dengan infrastrukturnya,” imbuh Nizam.

Untuk menyambut ujian online ini, beberapa sekolah juga telah diujikan secara terbatas. Ujian secara online sudah mulai diterapkan bagi siswa, misalnya, dengan menggelar ulangan harian secara online.

“Beberapa sekolah sudah mulai melakukan itu meski bukan untuk UN, tapi untuk ujian kelas,” katanya.

Selanjutnya, pada sekolah yang sudah siap tadi, menurut Nizam, Kemendikbud berencana akan melakukan uji coba UN online pada 2015 nanti.

“Prototipenya sudah siap, baik itu sistem maupun bentuk soalnya. UN online 2015 kita buat sebagai pilot project. Kalau nanti dari perkembangannya dilihat bisa lebih baik, kalau berhasil, kita coba 2016 secara bertahap. Kita lihat kondisi di lapangan,” ujar Nizam.

Menurut dia, penerapan UN online merupakan salah satu pemanfaatan teknologi informasi yang kian pesat saat ini. Hal demikian, lanjut Nizam, guna mencegah beberapa masalah yang kerap terjadi saat UN, yaitu pemborosan penggunaan kertas, keamanan, dan kebocoran soal.

kompas.com

Dana UN Bandung Belum Cair

16 April 2014   22 views

un bandungUjian Nasional (UN) 2014 sudah dua hari digelar, tapi hingga kemarin dana UN 2014 untuk Kota Bandung belum cair. Padahal, seharusnya dana itu cair sebelum UN digelar.
“Dana UN itu untuk biaya selama pelaksanaan UN. Dana tersebut diambil dari APBN yang seharusnya sudah cair karena sudah masuk APBN untuk pendanaan UN 2014,” kata Sekjen Forum Guru Independen Indonesia (FGII) Iwan Hermawan di Bandung, Selasa (15/4).
Menurut Iwan, beberapa pihak sudah mempertanyakan soal dana sekitar Rp 100 juta tersebut. Namun Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, kata Iwan, juga masih menunggu informasi dari pusat (Jakarta). Padahal, dana tersebut diperlukan untuk membayar honor pengawas silang, honor panitia penyelenggara yang berasal dari kalangan guru, dan biaya operasional pelaksanaan UN.
“Seharusnya pengawasan bukan hanya soal UN dan distribusi UN, tapi pengawasan menyeluruh, termasuk pengawasan terhadap anggaran pelaksanaan UN,” kata Iwan, yang juga Koordinator Titik Bongkar UN SMA Kota Bandung.
Sejak Senin (14/4), UN digelar serentak di seluruh Indonesia. Menurut Iwan, semua kabupaten/kota mendapat anggaran atau dana untuk pelaksanaan UN. Ia tidak tahu apakah dana untuk kabupaten/kota di provinsi lain sudah cair atau belum. “Saya tidak hafal. Tapi untuk Kota Bandung, sampai siang ini (kemarin siang, Red) belum cair,” katanya.
Iwan menambahkan, terlambatnya dana pelaksanaan UN hampir terjadi setiap tahun, padahal dana tersebut sangat diperlukan khususnya untuk pengawas silang yang bertugas di ruang ujian. “Jadi, kalau besok (hari ini, Red) belum cair juga, pastinya sekolah akan mencari dana untuk memenuhi kebutuhan biaya pelaksanaan UN,” katanya.

(Tribunnews.com)

KPAI: Biografi Jokowi di Naskah UN, Penyusupan Politik Praktis!

15 April 2014   47 views

soal-jokowiMasuknya nama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dalam naskah soal Bahasa Indonesia di Ujian Nasional tingkat SMA, Senin (14/4/2014), dinilai sebagai tindakan yang mengotori pendidikan dengan urusan politik praktis. Politisasi pun rentan terjadi dengan pemuatan nama bakal calon presiden dari PDI-P tersebut.

“Wow. Ini masih perlu investigasi lebih lanjut terkait temuan nama Jokowi di dalam bacaan. (Namun) ada unsur bernuansa politik,” ucap Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Asrorun Niam Sholeh, lewat layanan pesan, Senin (14/4/2014).

Asrorun mengatakan ranah pendidikan tak boleh disusupi kepentingan politik praktis. Dia menilai ada indikasi tim pembuat naskah soal bermain di tataran politik praktis itu, dengan menjadikan momentum ujian nasional sebagai sasaran kampanye hitam.

Sebelumnya beredar foto di jejaring sosial yang memuat biografi Jokowi dalam soal Bahasa Indonesia UN tingkat SMA di DKI Jakarta. Berdasarkan foto itu, ada dua paragraf biografi Jokowi sebagai acuan untuk pertanyaan soal-soal berikutnya yang harus dijawab berdasarkan naskah tersebut.

Asrorun, dalam siaran pers-nya kemudian mengatakan KPAI akan meminta dilakukan investigasi atas temuan ini. KPAI, ujar dia, sudah menelaah soal ujian itu. “Jelas terindikasi ada susupan politik,” tegas Asrorun.

Berdasarkan kajian KPAI, ujar Asrorun, cerita yang dimuat dalam soal itu mengandung pembingkaian (framing) dan penggiringan opini. “UN adalah instrumen akademik sehingga bermasalah jika ditunggangi kepentingan politik.”

Karenanya, kata Asrorun, KPAI akan meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai penanggung jawab Ujian Nasional untuk melakukan investigasi lebih lanjut atas temuan ini. “Siapa pembuatnya, apa motivasinya, dan dengan gentle bertanggung jawab,” ujar dia.

Menurut Asrorun, harus ada sanksi tegas atas masalah ini untuk mencegah terulang kembali. Kabalitbang dan Ketua BSNP, ujar dia, juga tak boleh lepas tangan. “Pelakunya jelas tak beretika.”

Sejauh ini, kata dia, KPAI sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta serta berkomunikasi dengan Kepala PIH Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, untuk meminta dilakukannya investigasi. (Kompas)

Sebelum UAN, Mendikbud Semangati Siswa Siswi SLB

14 April 2014   27 views

nuhdansiswislbSebelum dimulainya Ujian Akhir Nasional (UAN), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M. Nuh menyambangi Sekolah Luar Biasa (SLB) Bagian B Pangudi Luhur. Nuh mengecek kesiapan siswa-siswi SLB tersebut dalam mengikuti UAN.

“Berjuang ya agar nilainya bagus-bagus,” ujar M. Nuh di depan salah satu murid SLB, di jalan Pesanggrahan, Kembangan, Jakbar, Senin (14/4/2014).

Selain itu, M. Nuh juga sempat memberikan beberapa pertanyaan mata pelajaran yang akan diujikan Bahasa Indonesia kepada siswi tuna rungu. Dengan didampingi guru, siswi bernama Anisa dapat menjawab pertanyaan mantan Rektor ITS tersebut dengan benar.

“Apakah arti sambil menyelam minum air?” tanya M. Nuh.

“Dapat mengerjakan dua pekerjaan sekaligus,” ujar Anisa sambil dijelaskan pendamping.

Dalam setiap ruangan kelas terdapat 12 murid SLB yang mengikuti Ujian Nasional. Semua siswa pun tak luput mendapat pertanyaan M. Nuh dan ucapan semangat.

“Ganbate Kudassai (Ayo Semangat),” ucap Nuh.
(sumber: detik.com)

Saeful Rohman Juara Kontes Mekanik SMK se-Jabar

14 April 2014   35 views

Pelajar SMK Karya Nasional Kabupaten Kuningan, Saeful Rohman menjuarai kontes mekanik “Technical Skill Contest 2014″ antar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tingkat Jawa Barat.

“Kegiatan tahunan ini diharapkan dapat mendorong siswa se-Jawa Barat untuk selalu mengasah pengetahuan dan keterampilan,” kata Technical Development Manager PT Daya Adira Mandiri (DAM) Yudi Heriyadi di Bandung, Senin.

Menurut dia, hasil dari ajang itu para siswa mampu menjadi lulusan yang siap pakai dan memberikan kontribusi positif untuk kemajuan.

Sementara itu juara dua dan tiga kegiatan yang digagas oleh pabrikan sepeda motor Honda itu diborong siswa Kuningan lainnya yakni Deni (SMK Karya Nasional) dan Fajar Risalatul (SMK Negeri 3 Kuningan).

Tahun sebelumnya, juara bertahan adalah SMK Negeri 8 Bandung yang tahun ini harus puas menempati peringkat juara harapan melalui Andriana dan Egi Pratama.

Pada kontes mekanik antar SMK se-Jabar itu peserta mengikuti uji kemampuan teknik, yang meliputi ujian teori, ujian kerja bangku (analisa teknik) dan ujian trouble shooting.

Dengan perkembangan sepeda Motor injeksi, maka kontes Siswa SMK ini di arahkan untuk bisa menyelesaikan trouble shooting motor injeksi,” katanya.

Saeful Rohman dan Fajar RA sebagai pemenang pertama dan kedua akan mewakili Jawa Barat untuk mengikuti Kontes Tingkat Nasional di Jakarta yang akan dilaksanakan pada Juni 2014.
(sumber:antarajawabarat.com)

Mendikbud: UN Bagian dari Standar Nasional Pendidikan

12 April 2014   29 views

Gambar cyber4rt.com

Gambar cyber4rt.com

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menyiapkan pelaksanaan ujian nasional tahun pelajaran 2013/2014 dengan sangat matang. Mulai dari percetakan naskah ujian, distribusi, pengamanan dan pengawasan, serta pemindaian. Persiapan yang baik ini menunjukkan komitmen Kemdikbud untuk melaksanakan UN sebagai bagian dari delapan standar nasional pendidikan.

“Kenapa UN harus dilakoni dengan sangat serius? Karena UN bagian dari delapan standar nasional pendidikan, yaitu standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar evaluasi, standar pembiayaan, dsb. UN adalah bagian dari standar evaluasi. Itulah kenapa konsep UN kita kembangkan betul,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, saat diwawancarai Metro TV, Jum’at (11/04/2014) siang.

Selain sebagai bagian dari standar nasional pendidikan, Mendikbud mengatakan, UN harus dilakukan untuk pemetaan, perbaikan mutu, tiket masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dan salah satu penentu kelulusan. UN, kata dia, merupakan anak tangga bagi para siswa untuk meniti karir ke jenjang pendidikan berikutnya.

Mendikbud menjelaskan, untuk melakukan perbaikan pendidikan diperlukan pemetaan spesifik bagian mana saja yang perlu diperbaiki. Ibarat pasien, kata dia, dokter perlu mengetahui secara spesifik penyakit yang diderita pasien. “Kalau kita ke dokter, pak saya sakit, itu tidak cukup. Harus tahu sebelah mana yang sakit. Sama seperti pendidikan, untuk bisa melakukan perbaikan secara optimal, perlu dilakukan pemetaan yang lebih rinci lagi,” katanya.

Menjawab pertanyaan mengapa evaluasi tidak bisa hanya dilakukan oleh sekolah, Mendikbud menjelaskan, UN bukan sekadar evaluasi apa yang telah didapat siswa selama sekolah, tapi untuk evaluasi apakah standar nasional telah dicapai atau belum oleh siswa. Dengan UN, diketahui ada sekolah yang telah melampaui standar, ada juga yang masih di bawah standar.

UN tahun ini juga dijadikan tiket bagi lulusan SMA/sederajat untuk masuk ke perguruan tinggi negeri. Sepanjang sejarah, kata dia, baru sekarang UN bisa diintegrasikan secara vertikal ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. “Sekarang kita bersyukur betul, sepanjang sejarah kita itu mengawinkan dan mengintegrasikan secara vertikal. Jadi sudah saling percaya, PTN sudah menerima UN sebagai alat masuk ke perguruan tinggi,” katanya.

Untuk memperkuat rasa saling percaya jenjang pendidikan menengah dan pendidikan tinggi, perguruan tinggi ikut terlibat dalam setiap tahapan ujian nasional. Mulai dari pembuatan soal, pengawasan, hingga pemindaian. “Kita libatkan PTN agar mereka tahu seperti apa kualitas UN,” tandasnya. (Aline Rogeleonick)
sumber: kemendikbud.go.id

Mendorong UN yang Jujur

11 April 2014   22 views

pertama ujian nasionalPelaksanaan ujian nasional (UN) tahun ini diharapkan berjalan lancar. Plt Kepala Puspendik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nizam mengatakan, pelaksanaan UN bertujuan untuk memetakan kompetensi siswa dari tiap daerah di Indonesia.

“Kita harus punya ukuran sehingga UN itu sebagai diagnosis. Nantinya kita akan mengetahui bidang-bidang tertentu yang unggul dikuasai oleh siswa. UN untuk melihat mana yang perlu peningkatan, mana yang sudah bagus, termasuk sampai ke tingkat kompetensi per mata pelajaran,” kata Nizam, Kamis (13/3/2014).

Nizam pun menjelaskan, pemetaan kompetensi kemampuan tersebut dilakukan melalui soal-soal dalam UN seperti mata pelajaran matematika yang di dalamnya mengandung soal rumusan geometri, logika, dan aljabar.

“Nanti kita bisa petakan per poinnya. Contoh, si X nilai rata-rata matematikanya 7, tapi logika matematika ternyata kurang, dan dia unggul di aljabar. Nah, dari situ bisa kita identifikasi melalui ujian, dia ini unggul di bidang apa,” papar Nizam.

Pemetaan per siswa semacam itu, lanjut Nizam, nantinya akan dilanjutkan dengan pemetaan per sekolah hingga per wilayah. Hasil akhirnya akan diketahui, wilayah mana yang memerlukan pembinaan mutu pendidikan, baik dari sisi tenaga pengajar maupun sarana dan prasarana sekolah.

“Peningkatan mutu bisa lebih terencana dengan baik dengan mengetahui petanya,” katanya.

Adapun dalam teknis pelaksanaannya, Nizam mengatakan setiap pihak terkait dengan UN harus bersikap jujur.

“Yang kita dorong dalam pelaksanaan UN itu adalah sikap jujur. Anaknya jujur, gurunya jujur, kepala sekolah jujur, pengawasnya jujur, semuanya,” ucapnya. (sumber: kompas.com)

Demi Jaga Lingkungan, Murid SDN 1 Cijeungjing Tak Segan Tegur Guru

29 March 2014   53 views

sdn-1-cijeunjing-bersih-asriSDN 1 Cijeunjing, Ciamis, yang berada di sisi lapangan Desa Cijeungjing, tak jauh dari tugu selamat datang (Gapura Ciamis) di Jalan Raya Ciamis-Banjar, terlihat asri, Kamis (27/3) siang. Di sebelah lapangan parkir sekolah yang luas, terlihat tanaman cabai rawit yang tumbuh subur dalam polibag. Ada pula kangkung, tomat, terong, sawi, dan pohon pepaya yang membuat lingkungan SDN 1 Cijeunjing tersebut semakin hijau, sejuk segar, dan kaya oksigen.

Keramik putih tiap lorong gedung sekolah dasar yang dulu bernama SDN Gentra Masekdas tersebut bersih mengilat, nyaris tidak ada sampah yang berserakan. Dinding-dinding ruang kelas, ruang guru, musala, dan perpustakaan tampak mulus tanpa corat-coret tanpa makna (vandalisme).

Bangku, meja belajar, dan lemari pun tertata rapi di dalam kelas. Hampir tidak ada tulisan atau coretan di bangku atau meja belajar, baik dengan menggunakan pulpen, spidol, pensil, maupun tip-ex.

“Murid-murid yang kedapatan melakukan corat-coret di meja belajar, bangku, atau dinding kelas kena denda Rp 1.000. Dan coretannya harus dihapus, dibersihkan. Yang kedapatan membuang sampah sembarangan juga akan kena denda Rp 1.000. Sejak ketentuan ini diberlakukan setahun yang lalu, alhamdulillah sampai hari ini belum ada yang kena denda,” ujar Tini Suhartini SPd, kepala SDN 1 Cijeungjing, kepada Tribun, kemarin.

Ketentuan denda tersebut juga berlaku bagi guru atau petugas sekolah yang membuang sampah di sembarang tempat. “Murid-murid di sekolah kami tak segan-segan menegur gurunya yang merokok atau buang sampah sembarangan,” katanya.

Untuk menampung sampah, tiap ruang kelas dan di depan ruang kerja guru disediakan tiga tong sampah dengan warna yang berbeda-beda. Tong dengan warna hijau untuk menyimpan sampah organik, tong warna kuning untuk sampah anorganik, dan tong berwarna merah guna menampung sampah berbahaya (B-3).

Di bagian belakang, ada bak khusus guna menampung sampah-sampah yang bisa dimanfaatkan atau dijual ke penampung rongsokan.

“Bak itu khusus untuk bank sampah. Sampah-sampah yang bisa dijual akan dijual ke rongsokan. Di bak tersebut sampah-sampah disortir. Bank sampah tidak hanya menampung sampah-sampah dari ruang kelas dan lingkungan sekolah. Tiap hari, tiap murid membawa satu botol bekas kemasan air mineral,” ujar Tini.

Tiap bulan, pada upacara bendera, kata Tini, diumumkan kelas-kelas yang meraih hasil penjualan sampah terbanyak. Tiap pelaksanaan upacara hari Senin juga diumumkan ruang kelas terbersih dan terkotor.

“Uang hasil penjualan sampah digunakan untuk membeli sapu, soklin, dan cairan pembersih lantai yang dibagikan ke tiap kelas. Dari hasil penjualan sayur-mayur kebun sekolah juga digunakan untuk kepentingan sekolah. Kadang-kadang kami panen cengek (cabai rawit) untuk ngaliwet makan bersama di sekolah,” katanya.

Membudayakan lingkungan bersih di SDN 1 Cijeungjing ini, kata Tini, bukanlah hal yang gampang. “Kami sudah memulainya tahun 2006 melalui program Sekolah Berbasis Lingkungan (SBL). Kami terus berupaya menanamkan kebiasaan bagi anak-anak untuk menjaga kebersihan dirinya, ruang kelas masing-masing, dan lingkungan sekolah. Diharapkan anak-anak juga membiasakannya di rumah dan lingkungan masing-masing,” ujar Tini.

SDN 1 Cijeungjing 1 Ciamis ini berdiri tahun 1954. Tahun 1994, bangunan tua SDN 1 Cijeungjing tersebut  diratakan dengan tanah dan dibangun kembali bangunan sekolah baru melalui program Gerakan Cinta Almamater Sekolah Dasar (Gentra Masekdas). Ini merupakan satu-satunya SD Gentramasekdas di Kabupaten Ciamis. Memiliki enam ruang kelas, satu ruang kerja guru, dan satu ruang kepala sekolah berikut musala.

Bangunan SD ini berdiri megah di lahan seluas 13.095 meter persegi yang berbatasan langsung dengan lembah Bumi Perkemahan Majaprana. Di belakang sekolah terdapat lima petak kolam milik sekolah. Semua bangunan dan ruang kelas yang dibangun melalui program Gentra Masekdas tahun 1994 tersebut masih kokoh dan megah.

“Belum ada kerusakan berarti, belum pernah direhab. Beda dengan satu ruang kelas tambahan di bagian samping sekolah yang dibangun tahun 2000 malah sudah pernah direhab,” ujar Tini.

Pascareformasi, SDN Gentramasekdas Cijeungjing ini pun berganti nama jadi SDN 1 Cijeungjing, yang kini memiliki 176 murid dengan tujuh rombongan belajar, dengan sembilan orang guru PNS, tiga guru honorer, dan seorang penjaga sekolah (PNS).

Setelah menanam pola budaya berbasis lingkungan sejak tahun 2006, tahun 2014 ini SDN 1 Cijeungjing terpilih sebagai SD terbersih dan berbudaya lingkungan mewakili Jawa Barat untuk meraih anugerah Adiwiyata (sekolah terbersih) tingkat nasional.

“Tahun 2013 lalu kami keluar sebagai SD peraih Adiwiyata tingkat Jawa Barat. Tahun 2014 ini SDN 1 Cijeungjing, alhamdulillah dipercaya mewakili Provinsi Jawa Barat untuk penilaian anugerah Adiwiyata tingkat nasional,” kata Tini yang sudah empat tahun menjadi Kepala SDN 1 Cijeungjing.(tribunnews.com)

Jadwal Pendaftaran Sbmptn 2014

29 March 2014   21 views

jadwal-pendaftaran-sbmptn-2014Pemerintah sudah memulai membuka pendaftaran seleksi PTN melalui sistem Snmptn untuk tahun akademik 2014/2015 sementara Seleksi Sbmptn seperti biasanya akan dijadwalkan kemudian setelah gelaran Ujian nasional(UN) tingkat SMA/MA, SMK/MAK sederajat usai.

Berdasarkan pengalaman yang sangat bernilai dalam melaksanakan seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui ujian tertulis, maka pada tahun 2014, Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) tetap menyelenggarakan ujian tertulis sebagai salah satu bentuk seleksi masuk PTN selain Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang dkenal handal memprediksikan kemampuan akademik calon mahasiswa. Seleksi yang mengedepankan asas kepercayaan dan kebersamaan ini biasa kita sebut dengan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Selain untuk lulusan tahun Sekolah Menengah Tahun 2014, SBMPTN dilaksanakan untuk memberi kesempatan kepada lulusan SMA/MA/SMK/MAK tahun 2012 dan 2013, untuk mengikuti seleksi pada tahun 2013.

Jadwal sementara (general) yang dirilis di laman resmi sbmptn.or.id menyebutkan bahwa Pendaftaran SBMPTN 2014 akan dibuka pada bulan Mei tahun 2014.

Ujian tertulis akan menggunakan soal ujian yang dikembangkan oleh para pakar penulis dari perguruan tinggi negeri (PTN) yang ditunjuk. Soal ujian tertulis SBMPTN dirancang untuk mengukur kemampuan umum (general ability) yang ditaksir menentukan keberhasilan calon mahasiswa di semua program studi, yakni kemampuan penalaran tingkat tinggi (higher order thinking), yang meliputi potensi akademik, penguasaan bidang studi dasar, bidang saintek, bidang sosial dan atau humaniora. Selain mengikuti ujian tertulis, peserta yang memilih program studi Ilmu Seni dan/atau Keolahragaan diwajibkan mengikuti ujian keterampilan.

Oleh karena itu kami mengajak pada para calon pendaftar, untuk mempersiapkan diri sedini mungkin dengan belajar yang efisien dan efektif. Terkait biaya Seleksi Ujian Tertulis dan Keterampilan pada Sbmptn belum ada ketentuan baru, namun sebagai patokan dari seleksi sebelumnya bahwa biaya seleksi peserta SBMPTN ujian tertulis untuk kelompok ujian Saintek atau Soshum sebesar Rp. 175.000,00, sedangkan untuk kelompok ujian Campuran atau dulu disebut IPC sebesar Rp 200.000,00.

Biaya seleksi untuk ujian keterampilan patokannya adalah sebesar Rp 150.000,00 per jenis ujian keterampilan. Semoga informasi awal Pendaftaran Sbmptn yang kami sajikan bermanfaat, Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin!

(http://www.sbmptn2014.com)

Persyaratan berat, pendaftar SNMPTN 2014 turun

19 March 2014   22 views

muEpnNnSASJumlah pendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di tiga PTN di DIY mengalami penurunan jika dibandingkan tahun lalu.

Hal tersebut dikarenakan adanya sejumlah persyaratan yang dianggap memberatkan para siswa SMA/MA/SMK.

“Sejumlah syarat yang memberatkan siswa dimungkinkan memang menjadi faktor turunnya pendaftar SNMPTN tahun ini. Di antaranya, syarat ketunaan yang membuat peserta difabel urung mendaftar SNMPTN. Karenanya, PTN termasuk kami di DIY kemudian melakukan revisi terkait kriteria ketunaan ini. Diharapkan upaya ini bisa meningkatkan jumlah pendaftar SNMPTN,” jelas Kepala Humas UNY Dr Anwar Effendi Selasa (18/3).

Kepada wartawan di Kampus UIN Sunan Kalijaga, selain syarat ketunaan, menurut Anwar, persyaratan bagi siswa SMK yang harus mendaftar program studi (prodi) sebidang dengan program keahliannya di SMK juga membuat mereka tidak lagi bisa leluasa mendaftar SNMPTN.

Apalagi, persaingan kursi di PTN dari jalur SNMPTN di tingkat nasional juga semakin ketat karena memasukkan syarat nilai akademik seperti nilai raport selain Ujian Nasional (UN).

“Banyak siswa yang kemudian merasa pesimis untuk bersaing dalam memperebutkan kursi PTN yang terbatas tersebut. Kami berharap sekolah dan siswa bisa segera mendaftar SNMPTN karena pendaftaran akan ditutup dua minggu lagi pada 31 Maret mendatang,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor I UIN Sunan Kalijaga Dr Sekar Ayu Aryani MAg mengungkapkan, meskipun telah dibuka sejak 17 Februari 2014, belum ada setengah pendaftar SNMPTN dari target yang diharapkan panitia SNMPTN.

Di tingkat nasional dari target 1.401.069 peserta SNMPTN, hingga 17 Maret 2014 baru masuk 364.885 orang yang mendaftar.

“Untuk 3 PTN di DIY, yang melakukan pendaftaran baru sekitar 40-45% saja. Kondisi ini ternyata tidak hanya terjadi di DIY, tapi PTN di kota-kota lain juga mengalami hal yang sama. Karenanya kami berharap para siswa segera mendaftarkan diri, jangan menunggu sampai penutupan karena bisa terjadi kemacetan jaringan seperti tahun lalu, yang akhirnya merugikan mereka sendiri,” ujarnya.

Sekar menuturkan, hingga Selasa kemarin, pendaftar SNMPTN di UIN Sunan Kalijaga baru sekitar 6.661 siswa dari daya tampung 1.169 mahasiswa. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, jumlah pendaftar SNMPTN capai lebih dari 13.000 siswa.

Kondisi yang sama juga terjadi di UNY dan UGM. Di UNY hingga Selasa (18/3) pagi pukul 09.00 WIB baru sebanyak 20.789 siswa yang mendaftar SNMPTN.

Jumlah ini menurun drastis dibandingkan tahun 2013 sebanyak 46.509 orang di waktu 2 minggu jelang penutupan pendaftaran.

Sedangkan di UGM, hingga Senin (17/3) malam pukul 20.25 WIB, baru sebanyak 29.766 pendaftar SNMPTN dari total daya tampung SNMPTN 3.316 mahasiswa. Padahal tahun lalu pada periode yang sama bisa jumlah pendaftar telah mencapai angka 40.000.

Direktur Akademik UGM Dr Agr Ir Sri Peni Wastutingsih menambahkan, ketiga PTN di DIY tersebut sebenarnya sudah menghubungi sekolah-sekolah untuk aktif mendaftar SNMPTN.

Namun banyak sekolah yang beralasan tengah mengadakan Ujian Tengah Semester (UTS) dan mempersiapkan UN sehingga belum mempunyai waktu untuk mendaftar SNMPTN.

“Sampai saat ini pun kami terus mencari tahu alasan pendaftaran melambat pada tahun ini. Dari kunjungan ke sekolah-sekolah, jawaban mereka karena masih UTS dan mempersiapkan UN,” imbuhnya.(sindonews.com)

Next Page »

PERSIB

Sejarah Hari Ini (17 April): Persib Juara Perserikatan Terakhir, 1994

Tepat hari ini, 20 tahun yang lalu digelar laga bersejarah di kompetisi sepakbola... 

Persib Bandung Siap Hadapi Tantangan Ajax Amsterdam

Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman mengaku senang timnya direncanakan akan... 

Hari Ini Bobotoh-The Jack Mania Berdamai di Bogor

Pendukung Persib Bandung (Bototoh) dan suporter Persija Jakarta (The Jack Mania)... 

Informasi Sebelumnya