web analytics

Mendarat di Pangandaran, Menteri Susi Disambut Isak Tangis Karyawan Susi Air

1 November 2014   1 views

susi pangandaranMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tiba di kampung halamannya di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pagi ini. Susi tiba memakai helipoter Susi Air tipe Agusta 119 di helipad milik pribadi yang berada satu komplek dengan kediaman dan kantor Susi.

Susi tiba di Pangandaran pada pukul 07.30 WIB setelah terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma tadi pagi. Selanjutnya memakai mobil VW hitam, Susi diantar dari Helipad menuju halaman kantor dan rumah Susi di Jalan Merdeka, Pangandaran.

Saat tiba, Susi yang memakai baju kemeja putih dan celana terusan berwarna disambut lagu khusus yang dinyayikan oleh puluhan karyawannya. Lagu ini diciptakan langsung untuk Susi pada tahun 2011 oleh seniman asal Medan bernama Yamaro SP.

Tampak, air mata menetes dan mengalir dari wajah Susi ketika bersalaman dan merangkul karyawan. Dengan wajah memerah, Susi merangkul satu per satu karyawan, pria maupun wanita, yang menyambutnya. Hal ini membuat beberapa karyawan ikutan meneteskan air mata.

Salah satu karyawan meneteskan air mata adalah Enok. Wanita yang telah bekerja dengan Susi selama 17 tahun ini, mengenal sosok Menteri Kelautan Perikanan ini sebagai pribadi yang ramah, baik dan tegas. Ia pun menaruh rasa bangga ketika mengetahui Susi dipercaya sebagai anggota Kabinet Kerja era Presiden Jokowi.

“Bangga banget Bu Susi bisa jadi menteri,” kata Enok sambil mengusap air matanya kepada detikFinance di Pangandaran, Sabtu (1/11/2014).

Usai bersalaman, Susi masuk ke dalam kediaman pribadi yang asri dan dikelilingi oleh kolam. Awak media pun dibatasi untuk meliput aktivitas Susi saat berada di dalam rumah.

“Untuk sementara rekan media sampai sini. Nanti dilanjutkan setelah ibu makan dan beristirahat sejenak,” kata Humas Pemda Pangandaran dan juga panitia penyambutan Susi, Megi.
(detik.com)

Persib Bandung Memburu Oknum Suporter Berbaju Hitam

24 October 2014   2 views

suporterManajemen Persib Bandung memburu kelompok suporter berbaju hitam. Manajemen Persib Bandung, sebagaimana warta persib.co.id pada Kamis (23/10/2014), menaruh curiga pada tindakan kelompok ini.

“Mereka yang berbaju hitam selalu menyalakan flare,” kata Koordinator Panitia Pelaksana, Budhi Bram Rahman.

Sebagai gambaran, ulah kelompok berbaju hitam itu saat laga kandang melawan Persebaya Surabaya pada Rabu (22/10/2014) membuat Persib Bandung terancam bertanding tanpa pendukung setianya (Bobotoh) saat menjamu Mitra Kukar di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (26/10/2014).

Suporter tersebut juga menyanyikan lagu-lagu bernada rasial.

“Komisi Disiplin (Komdis) PSSI dan pengawas pertandingan sudah memberitahukan kepada kami bahwa hal itu (menyalakan flare dan menyanyikan lagu-lagu bernada rasial) sudah sering berulang,” kata Budhi.

Maka dari itulah, Budhi melanjutkan, pihaknya membidik kelompok itu melalui investigasi. Pihak Komdis, imbuh Budhi, berjanji memberikan keringanan hukuman andai kata Persib bisa menangkap para pelaku.

Budhi menambahkan, kelompok suporter berbaju hitam bertabiat seperti di atas tak hanya ada di Persib Bandung. Kelompok ini pun ada di antara suporter Arema Malang dan Martapura FC, Kalimantan Selatan.

(tribunnews)

Jasad Perempuan 30 Tahun Tergolek di Dalam Jurang

24 October 2014   1 views

jasadSesosok mayat ditemukan di pinggir Jalan Raya Cibeber atau tepatnya di Kampung Cilangkap, Desa Selagedang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Kamis (23/10/2014). Mayat itu berada di jurang dengan kedalaman sekitar tujuh meter, tepat persis berada di pinggir jalan penghubung Kecamatan Cibeber dengan Kecamatan Campaka.

Sesosok mayat itu diketahui berjenis kelamin wanita. Akan tetapi belum diketahui identitas mayat perempuan tersebut. Mayat pertama kali ditemukan seorang pria bernama Suhendi (35), warga RT 1/4 Kampung Cimenteng, Desa Selagedang, Kecamatan Cibeber. Suhendi menemukan mayat itu ketika tengah mencari gelas air mineral bekas yang dibuang di tepian jalan.

“Waktu itu saya sedang nyari gelas buat ngencleng uang receh di jalan sekitar pukul 08.30. Pas di tepian jurang, saya lihat ada tubuh seseorang di jurang,” kata Suhendi.

Melihat ada sesosok tubuh di jurang, Suhendi mencoba mencari tahu. Akan tetapi niatannya itu urung dilakukan lantaran mencium bau busuk. Ia pun langsung melaporkan hal itu ke temannya yang kemudian dilaporkan ke Polsek Cibeber.
“Di mayat itu juga ada biawak yang sudah memakan bagian tubuhnya. Saya usir pakai batu agar pergi,” ujar Suhendi.

Kapolsek Cibeber, Kompol Pardiyanto, belum memastikan penyebab kematian mayat wanita tersebut. “Penyebab kekerasan juga belum terlihat. Mudah-mudahan penyebab kematiannya bisa segera terungkap,” kata Pardiyanto.

Petugas Forensik RSUD Cianjur, Soni Irawan, mengatakan, waktu kematian mayat wanita itu diperkirakan lebih dari satu hari. Hal itu menyusul bau busuk yang sudah mulai menyeruak dari tubuhnya.

“Usianya sekitar 30 tahun. Postur tubuhnya gemuk, rambutnya ika hitam dan lebat. Kulitnya putih,” ujar Soni.

Menurut Soni, sejauh ini belum ditemukan tanda atau luka akibat kekerasan. Hanya saja, daging pada bagian tangan kanannya hilang yang diduga dimakan hewan. “Hanya telapak tangan yang masih utuh. Kalau mayatnya sendiri tengah proses pembusukan,” kata Soni.

(tribunnews)

Kemenhub Bantah Rilis Kota Termacet di Indonesia

24 October 2014   0 views

angkotBerdasar pemberitaan di sejumlah media massa tiga hari terakhir, disebutkan bahwa Kota Bogor menempati urutan teratas sebagai kota dengan volume to capacity (vc) ratio tertinggi di Indonesia dengan angka 0,86. Dengan kata lain, Kota Bogor adalah kota termacet dalam pemeringkatan kota dengan lalu lintas terpadat di Indonesia.Data ini disebut dikeluarkan Kementerian Perhubungan  (Kemenhub) RI.

Namun berdasarkan informasi tertulis resmi dari Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Darat dan Perkeretaapian pada Kementerian Perhubungan M. Yugi Hartiman  Kamis (23/10/2014), disampaikan bahwa pemberitaan terkait pemeringkatan kota macet di Indonesia tidak sesuai dengan substansi.

Dijelaskan bahwa,  21 Oktober 2014 lalu bertempat di Hotel Milenium Jakarta, Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Kementerian Perhubungan RI hadir sebagai narasumber dalam forum Wartawan Perhubungan pada forum diskusi tentang Rencana Penerapan ERP (electronic road pricing) di Indonesia.

Dalam forum tersebut dibahas rencana penerapan ERP untuk membatasi lalu lintas, dengan menggunakan data lalu lintas Direktorat BSTP Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Tahun 2010.

Ditegaskan oleh Yugi bahwa pada forum tersebut tidak membahas masalah kemacetan lalu lintas maupun pemeringkatan kota-kota macet di Indonesia.

“Pemberitaan terkait  pemeringkatan kota macet di Indonesia yang antara lain menempatkan Kota Bogor sebagai kota termacet tidak sesuai dengan hasil diskusi pada forum wartawan perhubungan tersebut,”katanya.

Selain itu, lanjut Yugi, pihaknya belum pernah merilis pemeringkatan kota-kota macet di Indonesia.

Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto yang ditemui di ruang kerjanya mengungkapkan, masalah transportasi sudah menjadi skala prioritas Pemerintah Kota Bogor. “Saya bersama jajaran Pemkot Bogor akan tetap fokus mengurai masalah kemacetan,”kata Bima.

(poskota)

Gubernur Jabar Minta Presiden Jokowi Lebih Memperhatikan Provinsi Jabar

23 October 2014   2 views

gubernurGubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan meminta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar lebih peduli dan memperhatikan Provinsi Jawa Barat dibandingkan provinsi lainnya.

“Tentu, kita berharap perhatian (Jokowi) kepada Jawa Barat harus proporsional, iyah kan?,” kata Heryawan di Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/10/2014).

Sebab, menurut Heryawan, Jawa Barat merupakan provinsi besar dengan penduduk terpadat di antara provinsi lainnya di Indonesia.

“Kalau Jokowi proporsional kepada Jawa Barat sama dengan menyelesaikan masalah besar di Indonesia atau menyelesaikan sebagian besar indonesia,” kata Heryawan.

Heryawan menjelaskan, jika pemerintah pusat mampu menyukseskan pembangunan di Jawa Barat, maka hal ini sama dengan keberhasilan seperlima wilayah Indonesia.

“Penghuni Jabar itu 20 persennya penduduk Indonesia. Jika mampu membawa Jawa Barat sukses dalam segala hal dan membawa Jawa Barat lebih sejahtera lagi, maka, ini sama dengan keberhasilan seperlima Indonesia, itu pentingnya,” pungkasnya.

(tribunnews)

Dua Polisi Itu Gugur Saat Menangkap Penjahat

23 October 2014   1 views

tabrakkamPolres Pelabuhan Tanjung Priok berduka. Dua anggota Tim Buser terbaiknya tewas dan dua rekannya kritis setelah mobil yang mereka gunakan kecelakaan di perlintasan kereta api, Desa Suci, Mundu, Cirebon, Rabu (22/10). Dua dari lima tersangka yang ikut dalam mobil APV hitam juga ikut tewas.

Rencananya, usai diotopsi zenajah, Bripka M. Irwandi Malik dan Brigadir Sutriono malam ini  dibawa ke rumah duka di kawasan Jakarta Timur. “Kita dengar mala mini rekan kita akan langsung dibawa ke rumahnya,” kata  satu anggota Polres Pelabuhan.

Dua tersangka yang tewas, Wartono, 34 th, pedagang, warga Desa Talun kecomberan, Cirebon dan Nana Kusmana, 40, Desa Ciputat, Kuningan juga  diserahkan kepada keluarganya.

Sedangkan, Iptu Martua Malau, 38 dan Briptu Mahmud Hadi Santoso, 24 kondisinya kritis dan masih dirawat RS Ciremai. Sedangkan mobil APV hitam B 1818 TR yang mereka kendarai diamankan di Polres Cirebon.

Kecelakaan terjadi, sekitar pukul:15.00 WIB. Menurut saksi mata, Bachtiar Edi Wibowo, 52, pekerja double track tak jauh dari lokasi perlintasan kereta api Desa Suci, Mundu, Cirebon saat melintasi rel diduga sang sopir tidak melihat kereta Tegal Bahari tujuan Jakarta-Tegal melaju hingga tersampar dan terseret sejauh 30 meter.

Anggota Polres Cirebon yang mendapat informasi kemudian memeriksa dan menemukan sembilan penumpang yang empat diantaranya meninggal. Dua diantara penumpang yang masih hidup langsung dievakuasi. Selain itu didalam mobil petugas mengamankan 2 pucuk senjata jenis revolver no. 679678 dan FN Soft gun. Ketiga orang yang selamat didalam mobil adalah Momom Rukmana, H. Ridad,  dan Rosi merupakan tersangka dan kini masih menjelani pemeriksaan di Mapolres Cirebon.

Menurut keterangan, empat anggota Polres Pelabuhan Tanjung Priok melakukan pengembangan kasus tindak pidana penipuan dengan  tersangka, Nana Kusmana, Mereka berangkat dari Jakarta , pada Rabu (22/10)  08.00 WIB. Kemudian menangkap Momom Rukmana, 50 (perantara penjualan kacang tanah),  di rumahnya Desa Gresik, Ciawi Gebang, Kuningan. Dari keterangannya petugas kembali menciduk H. Ridad (perantara), 53, dagang kacang tanah di Desa Sampiran Blok Kaligandu, RT02/04, Talun, Cirebon.

Kemudian berkembang lagi menangkap Wartono, 32 di Desa Kecomberan Blok Tegal Pondo, Talun, Cirebon. Selanjutnya, Rosi (perantara memberikan sample kacang k sdr. Amir), 30 di Desa Sampiran Blok Kaligandu, Talun, Cirebon dan terakhir Amir, 40, dagang kacang di Banjar Desa Setu, Cirebon.

(poskota)

Bogor Jadi Kota Termacet, Bima Arya: Itu Tren 10 Tahun Terakhir

22 October 2014   1 views

Wali kota Bogor Bima Arya memberikan tanggapannya mengenai hasil laporan Kementerian Perhubungan yang menyatakan bahwa Bogor menjadi kota termacet di Indonesia. Menurutnya kesemrawutan infrastruktur yang tak berbanding lurus dengan pertumbuhan penduduk menjadi salah satu permasalahan utama sejak 10 tahun terakhir.

“Itu adalah tren 10 tahun terakhir. Luas tempat terbatas, pembangunan infrastruktur yang tidak bisa mengimbangi pertumbuhan penduduk, hingga tata ruang yang tidak terkendali,” ujarnya saat dihubungi detikcom, Selasa (21/10/2014).

Selain hal tersebut, Bogor yang menjadi tujuan favorit untuk tempat tinggal dan pariwisata menjadi permasalahan lain yang membuat arus transportasi jalan di kota tersebut semakin macet dari hari ke hari.

“Di sisi lain Bogor juga menjadi tujuan favorit, baik untuk tempat tinggal pekerja dari Jakarta, peserta pelatihan maupun wisatawan di akhir minggu,” jelasnya.

Sehingga, lanjut Bima, penyelesaian kemacetan dan pembenahan transportasi publik akan menjadi prioritas utama pemerintah kota ke depannya. Pembenahan transportasi itu akan dilakukan melalui dua tahapan.

“Jangka pendek kita urai titik-titik kemacetan antara lain dengan melakukan penertiban kawasan, rekayasa lalu-lintas, hingga penataan PKL. Untuk jangka panjang, kita benahi transportasi umum dengan mengurangi angkot untuk koversi ke angkutan massal yang menyebar ke sentra ekonomi hingga wisata yang ada di pinggir kota,” tutupnya.

“Walau saya agak ragu kalau Bogor lebih macet dari Jakarta atau Bekasi ya,” tambahnya.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) merilis beberapa kota termacet atau lalu lintas terpadat di Indonesia. Peringkat teratas ditempati Kota Bogor, Jawa Barat. Berikut 10 kota termacet se-indonesia versi Kemenhub:

1. Bogor (15,32 km/jam) VC ratio 0,86
2. DKI Jakarta (10-20 km/jam) Vc Ratio 0,85
3. Bandung (14,3 km/jam) VC ratio 0,85
4. Surabaya (21 km/jam) VC ratio 0,83
5. Depok (21,4 km/jam) VC ratio 0,83
6. Bekasi (21,86 km/m) Vc Ratio 0,83
7. Tangerang (22 km/jam) VC Ratio 0,82
8. Medan (23,4 km/jam) VC ratio 0,76
9. Makassar (24,06 km/jam) VC Ratio 0,73
10. Semarang (27 km/jam) VC Ratio 0,72

(detik.com)

Kapal Kargo Terbalik di Perairan Karawang, 15 ABK Hilang

22 October 2014   2 views

airSebanyak 15 anak buah kapal (ABK) dikabarkan hilang di perairan utara Kabupaten Karawang, Jawa Barat, setelah kapal kargo yang mereka tumpangi tenggelam di perairan utara itu.

Kasat Polair Polres Karawang Kompol Mugi Raharjo, Rabu, mengatakan kapal kargo yang tenggelam itu panjangnya mencapai sekitar 50 meter dan lebar 10 meter, sedangkan bobot kapal tersebut mencapai puluhan ton.

“Petugas menemukan kapal itu tenggelam di perairan utara Karawang saat sedang melakukan aktivitas pengawalan kapal Pertamina pada beberapa hari lalu,” katanya.

Sebelumnya, kapal kargo bernama LCT Duta Anugrah Perdana pertama kali ditemukan tenggelam di koordinat 05 42″ 633″ Lintang Selatan dan bergeser pada koordinat 107 19″ 687 ” Lintang Timur pada Selasa (21/10).

Sesuai dengan foto yang diambil di lokasi, kapal kargo itu ditemukan di sekitar 25 kilometer dari bibir pantai, dalam kondisi terbalik. Petugas menduga, kapal itu tenggelam pertama kali pada Senin (20/10).

“Penyebab pasti kapal Kargo tenggelam belum pasti. Tetapi dari laporan di lapangan, kondisi kapal sudah terbalik,” katanya.

Diduga, kapal bermuatan barang tersebut membawa sekitar 15 anak buah kapal. Selanjutnya 15 anak buah kapal itu dinyatakan hilang.

Untuk mengetahui kondisi anak buah kapal itu, petugas masih melakukan pencarian.

(republika)

Di Polres Tasik, Koalisi Merah Putih dan Indonesia Hebat Akhirnya Bersatu

22 October 2014   0 views

kmpPolres Tasikmalaya berhasil mempersatukan dan mendamaikan perseteruan politik sebelumnya antara kubu Koalisi Merah Putih dan Indonesia Hebat di daerah Kabupaten Tasikmalaya.

Upaya perdamaian itu dilakukan melalui sebuah acara konsolidasi antara pengurus partai kedua koalisi di daerah yang disaksikan langsung oleh para ulama, pejabat, TNI dan Polri, bertempat di Mako Polres Tasikmalaya, Selasa (21/10/2014) malam.

Koalisi Merah Putih di Kabupaten Tasikmalaya dipimpin oleh Bupati setempat Uu Ruzhanul Ulum asal PPP, dan Koalisi Indonesia Hebat digawangi oleh Wakil Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto, asal PDIP. Dengan disaksikan para ulama dan berbagai unsur elemen masyarakat, pasangan kepala daerah yang sempat memanas karena berlawanan arah politik saat Pileg dan Pilpres kemarin, berikrar siap kembali lagi menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pemimpin rakyat.

“Setelah berakhirnya Pileg dan Pilpres, saya selaku pemimpin daerah akan fokus kembali kepada masyarakat. Apalagi sekarang presiden baru telah dilantik dan disahkan sebagai pemimpin Negara ini,” kata Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum, di hadapan seluruh unsur masyarakat yang hadir.

Begitu pun diungkapkan Wakil Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto, meskipun dirinya berbeda arah politik dengan bupati. Dirinya mengaku perbedaan itu sebagai kekuatan untuk bisa bersatu. Soalnya dengan perbedaan, Ade menilai persatuan akan terwujud untuk sebuah tujuan.

“Nah meskipun kita berbeda, tapi dengan beda itulah kita akan bersatu memiliki tujuan. Dalam hal ini yaitu bersatu melayani dan mensejahterakan masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya,” tambah Ade.

Bahkan, Ade menilai, pelaksanaan konsolidasi antara kedua kubu koalisi oleh pihak kepolisian seperti ini di seluruh Indonesia hanya baru dilaksanakan di Tasikmalaya. Sehingga ia pun berharap ide ini bisa dicontoh oleh daerah-daerah lainnya.

“Saya rasa adanya pertemuan langsung kedua koalisi di daerah seperti ini baru dilaksanakan di Tasik. Saya belum pernah mendengar seperti ini dilaksanakan oleh Polres di Indonesia,” ujar Ade.

Sementara itu, Kepala Polres Tasikmalaya AKBP Widjonarko menyatakan, acara konsolidasi ini berawal dari kondisi politik yang terjadi di Kabupaten Tasikmalaya. Langkah ini pun sebagai salah satu langkah untuk menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan setempat.

“Upaya mempertemukan dua kubu ini sebagai salah satu upaya untuk menjaga keamanan dan ketertiban saat pelaksanaan Pileg dan Pilpres kemarin. Nah, ide ini muncul saat melihat kondisi politik di sini,” ungkap Widjonarko.

Widjonarko pun mengaku langkahnya ini muncul dari sebuah gagasan internal Polres Tasikmalaya. Ide pun muncul setelah pihaknya mengetahui kondisi politik di daerah setempat saat pelaksanaan Pileg dan Pilpres sebelumnya. “Ini gagasan sendiri, bukan instruksi langsung dari atas,” tegas dia.

(kompas)

Paket Ganja ditemukan dalam tempat sampah Sekolah

22 October 2014   1 views

tempat sampahSepuluh paket ganja tersimpan dalam karung ditemukan tersimpan dalam tempat sampah sekolah SMP Negeri 1 Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (20/10/2014)

Selain sepuluh paket ganja seberat 10 kilo gram, dalam bungkusan karung tersebut juga terdapat ratusan butir pil koplo.

Menurut Kapolsek Kemang Kompol Pramono, temuan 10 kg paket ganja diketahui sekitar pukul 09.00 WIB saat aktivitas sekolah berlangsung.

“Awalnya sempat dimainkan oleh anak-anak, ditendang-tendang jadi mainan bola,” kata Kompol Pramono.

Saat dimainkan oleh siswa, salah satu pekerja di sekolah bernama Kurnia melarang aktivitas tersebut, lalu memeriksa temuan benda mencurigakan, yang diketahui berisi barang narkotika.

Lalu Kurnia melaporkan temuan tersebut kepada petugas keamanan sekolah. Oleh petugas keamanan bernama Jajo melaporkan kejadian kepada kepolisian terdekat.

“Kami menerima laporan dari Jajo, langsung melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara menyelidiki asal muasal benda tersebut,” kata Kompol Pramono.

Kompol Pramono mengatakan, hingga kini belum diketahui pemilik barang haram tersebut, diduga narkoba ganja dan pil komplo sengaja disembunyikan di tempat sampah sekolah.

“Saat ini baru tiga orang saksi yang kita minta keterangan, kita masih melakukan pengembangan dan barang sudah kita sita untuk penyelidikan,” kata Kompol Pramono.

(bogornews)

Next Page »