Banyak Perbaikan, Warga Rasakan Efek Jokowi Ngantor di Bogor

4 March 2015

angkotDampak positif dari peningkatan aktivitas Presiden RI Joko Widodo yang berkantor di Istana Kenegaraan Bogor, dirasakan sebagian besar warga Kota Bogor.

Mereka sangat merasakan adanya peningkatan kenyamanan. Baik itu infrastruktur jalan, pedestrian, kebersihan, dan arus lalu lintas terutama di seputar kawasan Kebun Raya Bogor (KRB).

Seperti apa yang dikatakan Yulis, warga Babakan Fakultas, Kelurahan Tegallega, Bogor Tengah kepada heibogor.com, Rabu (04/03/15).

Dirinya mengaku, suasana dan pemandangan di sejumlah ruas jalan yang mengelilingi KRB kini sangat berbeda dengan sebelum adanya presiden berkantor Istana Kenegaraan Bogor.

“Iya, sekarang jelas lebih enak, nyaman. Jalanan juga bersih terus, macet juga sudah jarang terlihat. Di depan Mall BTM yang biasanya suka macet, sekarang lancar saja,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Daniel, warga Ciheuleut, Bogor Timur. Ia pun mengakui jika imbas dari keberadaan presiden di Kota Bogor ini memberikan hal yang positif untuk warganya.

“Cuma memang ya PKL yang di Jalan Otista masih saja tetap banyak dan berjualan di situ. Padahal bisa diarahkan saja masuk ke Pasar Bogor,” tuturnya seraya menambahkan sebaiknya penataan tak hanya dilakukan sebatas di kawasan seputar KRB.

Memang sejak peningkatan aktivitas presiden di Kota Bogor, Pemerintah Kota (Pemkot) pun langsung melakukan sejumlah upaya untuk menyambutnya agar presiden juga merasa nyaman.

Meski memang upaya itu pun sejalan dengan program dan skala prioritas Pemkot Bogor seperti penataan PKL, kebersihan, dan penataan sistem transportasi.

(Heibogor)

Jokowi Akan Hadiri Perayaan Cap Go Meh di Bogor

4 March 2015

Cap-Go-Meh-BogorPesta rakyat Cap Go Meh di Bogor Kamis (5/3/2015) di Bogor, akan dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kepastian orang nomor satu di Indonesia ini hadir di perayaan Pesta Rakyat Street Festival Cah Go Meh 2015, disampaikan Ketua Panitia, Arifin Hilmawan di Klenteng Dhanagun Kota Bogor Selasa (3/5) sore.

Berbagai persiapan telah dilakukan. Kapolres Bogor Kota, AKBP Irsan yang hadir pada jumpa pers ini, sekaligus memastikan, jika persiapan pengamanan jalur dan kenyamanan orang nomor satu di republik ini, harus benar-benar aman.

Kepala Biro Umum Sekretariat Negara, M Ari Setiawan membenarkan kehadiran presiden Jokowi di acara Cap Go Meh ini. Sekneg telah telah berkoordinasi dengan Ketua Panitia Arifin Himawan, Selasa (3/3).

“Hingga saat ini, tidak ada perubahan agenda. Presiden Jokowi dipastikan hadir pada street festival Cah Go Meh di Bogor,” katanya.

Pada kesempatan terpisah, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto menyampaikan Pemkot Bogor siap menyambut kedatangan presiden sekaligus mensukseskan event budaya tahunan warga Tionghoa ini.

Bima berharap seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan baik dan kesemarakan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Acara ini juga merupakan promosi budaya ke wisatawan lokal maupun manca negara.

“Street festival telah menjadi bagian internal masyarakat Kota Bogor. Ini menunjukan identitas Kota Bogor sebagai kota multi etnis dan multi budaya yang selama ini rukun,” ujar Bima.

Kapolres Bogor Kota, AKBP Irsan menuturkan, pihaknya menurunkan sekitar 500 personil aparat gabungan dari polisi, TNI, Sat Pol PP. Bahkan 30 menit sebelum acara dimulai pada pukul 16:00, beberapa jalur yang akan dilintasi seperti Jalan Suryakancana, Siliwangi, Padjajaran, Otista akan dilakukan rekayasa lalu lintas.

“Untuk pengamanan di ring 1, itu wewenang pasukan pengaman presiden (Paspampres). Kami hanya mengamankan jalur dan ring 3, dimana bapak Presiden dan keluarganya serta menteri dan pejabat tinggi negara lainnya yang mendampingi. Persiapan kami sudah matang,”tandas AKBP Irsan.

(Poskota)

Banyak Angkot Ngetem di BTM, DLLAJ Dinilai Cuek

3 March 2015

btmSaat jam pulang kerja sudah dipastikan banyak ruas jalan yang terkena macet. Terlebih di sekitaran mal BTM, banyak angkutan kota (angkot) yang dengan enaknya ngetem di tengah jalan tanpa peduli pengguna jalan lainnya. Pemandangan ini sudah biasa dan Anda bisa melihatnya di tiap sudut kota.

Kota Bogor jadi terkenal sebagai kota sejuta angkot akibat banyaknya angkot yang ada di kota ini, bahkan melebihi orang yang menggunakan angkot. Tanjakan Empang adalah salah satu titik macet yang tak kenal waktu, sejak pagi hingga malam hari jalanan tak hentinya dipadati oleh kendaraan.

Pintu samping dari mal BTM bisa dibilang sebagai biang keroknya, sebab banyak sopir angkot yang ngetem menunggu penumpang dari mal tersebut. Akibatnya, macet pun bisa mengular hingga Jalan Djuanda.

Akibat kemacetan panjang ini pun tentu banyak dikeluhkan oleh pengguna jalan di sekitarnya. “Kesel sih ini angkot macem enggak punya aturan. polisi sama DLLAJ juga kalaupun ada cuma ngatur-ngatur biasa doang,” keluh Riska Januardi, pegawai bank swasta.

Sopir angkot yang dinilai tak mengerti aturan ini, bisa diperparah dengan banyaknya pengendara yang saling salip sehingga menyumbang kemacetan yang semakin parah.

“Udah sopir angkotnya enggak tau aturan, yang bawa motor ga sabaran, ditambah lagi jalanan rusak. Udah komplit lah hidup kita jadi orang Bogor,” tambah wanita 25 tahun tersebut.

Tak hanya Riska, Taufik, seorang pengendara mobil pun mengeluhkan banyaknya sopir angkot yang masih di bawah umur. Dirinya mengungkapkan bahwa banyak sopir angkot yang membawa mobil asal-asalan akibat masih di bawah umur.

“Angkot yang maen seradak-seruduk biasanya yang bawa masih bocah tuh. Gue juga pengen mengkritisi sih petugas DLLAJ yang malah kayak takut sama sopir angkot, padahal jelas tuh angkot salah ngetem sembarangan, tapi nggak ditindak,” keluhnya kepada heibogor.com.

Kondisi jalanan Bogor yang sempit tak sebanding dengan jumlah kendaraan yang ada di kota ini sehingga wajar jika tiap sudut kota ini mengalami kemacetan.

(Heibogor)

Apartemen untuk Warga Miskin Kota Bandung Dipatok Rp 50 Juta

3 March 2015

apartemenApartemen khusus untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) berkonsep “Transit Apartment” mulai dibangun sekitar Juli-Agustus 2015. Apartemen rakyat yang diprioritaskan untuk warga Kota Bandung tersebut dibanderol dengan harga murah, disesuaikan dengan pendapatan MBR.

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, mengatakan harga satu unit apartemen rakyat akan dibanderol senilai Rp 50 juta. Satu unit apartemen tersebut nantinya dapat dicicil Rp 450.000 per bulan.

“Dengan cicilan Rp 450.000 per bulan, MBR sudah bisa mendapatkan satu unit apartemen seluas 24 meter persegi,” ungkap Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, saat ditemui di Balai Kota Bandung, Senin malam (2/3/2015).

Harga murah tersebut berkat subsidi pemerintah. Dengan nilai investasi sekitar Rp 300 miliar-Rp 400 miliar, sumber pembiayaan akan berasal dari BPJS Ketenagakerjaan, APBN, dan pengembang. Untuk pengembang sendiri, porsi pembiayaannya hanya sebesar 20 persen dari total nilai investasi.

“Kita akan lakukan lelang untuk tentukan pengembang yang mau menggarap proyek ini,” lanjut Emil.

Selain itu, subsidi juga berasal dari harga per unit apartemen. Emil menjelaskan subsidi akan disilangkan antara masyarakat kelas menengah ke atas, kelas menengah, dan MBR berdasarkan harga pasar.

“Harga murah ini juga datang dari subsidi silang karena dari satu apartemen, ada sepertiga unit yang di atas harga pasar, sepertiga sesuai harga pasar, dan sepertiga lagi di bawah harga pasar,” tandas Emil.

Hindari spekulasi

Agar tak terjadi praktik spekulasi, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bekerjasama dengan Universitas Padjadjaran membuat tim khusus yang akan menentukan kriteria penghuni apartemen. Selain itu, konsep apartemen juga dibuat agar sesuai dengan targetnya yang berasal dari kalangan MBR.

“Selain penentuan kriteria pembeli, kami juga hanya akan menyediakan parkir motor. Kalaupun ada parkir mobil, penghuni harus beli lahan lagi. Kalau memang dia punya mobil kan berarti dia mampu, berarti dia harus beli lahannya untuk parkir mobil. Kami juga akan prioritaskan apartemen rakyat ini untuk warga Kota Bandung,” tambah Emil.

Rencananya pada tahun 2015 ini, pembangunan akan difokuskan pada tiga lokasi, yaitu di Jalan Jakarta, Kiaracondong, dan Rancacili.

“Kami sudah menyiapkan 10 sampai 12 lokasi untuk apartemen rakyat. Tahun ini yang dibangun kemungkinan ada di tiga lokasi, yaitu di Jalan Jakarta, Kiaracondong, dan Rancacili,” sebut Emil.

(Kompas)

Hasil Pencarian:

Hanya 970 Tower BTS di Bogor Bayar Pajak

3 March 2015

tower1Meski sudah punya Perda No. 2 Tahun 2013 tentang Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi, faktanya Pemkab Bogor belum mampu memaksimalkan pajak dari keberdaan base tranceiver station (BTS) dan telekomunikasi tersebut. Buktinya dari 1.221  menara BTS  yang berizin, hanya 970 tower yang menyumbangkan PAD.

Di antara ratusan menara BTS atau telekomunikasi  yang tak menyumbang pajak alias liar itu terdapat di kawasan kaki  Gunung Salak, Kecamatan Tamansari. “Sudah kami lakukan pengecekan, lebih dari lima ower BTS liar di  kawasan itu. Tapi kami tak bisa berbuat banyak karena itu kewenangan Dinas Komunikasi dan Informasi Pemkab Bogor,” ujar ujar Kasi Pembangunan Kecamatan Tamansari  Sutradjo, Senin.

Kepala Diskominfo Kabuapten Bohgor Wawan M Sidik mengakui masih banyak tower  BTS liar lantaran terbatasnya peronelnya mendata dan melakukan cek ke lapangan. “Wajar saja, sebab tim survei lapangan hanya  tiga orang untuk memantau ribuan manara TBTS di  40 kecamatan di Kabupaten Bogor,” katanya.

Diakuinya,  pihaknya hanya menarik pajak  tower yang aktif, sedangkan di Kabupaten Bogor terdapat  251 tower yang tidak aktif. “Retribusi yang kita terima sekitar 6,4 juta per tower. Tapi besaran itu disesuaikan tinggi tower, lokasi dan jumlah. Kondisinya memang meski punya izin, banyak yang tidak berfungsi,” jelasnya.

Jika dikalkulasikan dari 251 tower yang tidak aktif maka potensi pajak yang hilang  Rp1.606.400.000, angka ini  belum ditambah jumlah tower yang tidak berizin. Namun, Wawan  berjanji, tahun ini menargetkan Rp3,2 miliar dari retribusi menara ini atau naik sekitar 10 persen dibanding tahuan lalu yang hanya Rp2,99 miliar.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Wawan Haikal Kurdi mendesal Dioskominfor, Badan Perizina Trepadau serta kecematan seharsua pro aktiof jika megetahui menara  BTS bodong atau tak berizin dilaporkan ke Satpol PP lau dirobohkan. “Perxuma dibutrakan perad tapi tak mampu mendondorkan PAD. Kami  akan panggil Diskominfo  kenapa masih ada menaraw BTS liar berdiri kokoh,” ujarnya.

(Poskota)

Hasil Pencarian:

Warga Bogor Timur, Dukung Optimalisasi Terminal Baranangsiang

3 March 2015

terminalLembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Baranangsiang bersama warga setempat menyatakan dukungannya terhadap kelanjutan rencana optimalisasi Terminal Baranangsiang, Bogor Timur.

Terkait soal ini, Ketua LPM Baranangsiang Aat Suganda, Senin (02/03/15) menyebutkan, bahwa pihaknya telah menemui dan berkomunikasi dengan para tokoh masyarakat serta pengurus RT dan RW untuk satu kesepakatan dalam mendukung kelanjutan optimalisasi Terminal Baranangsiang.

“Kami prihatin dengan kondisi Terminal Baranangsiang sekarang yang carut-marut, terbengkalai dan tidak terawat. Terminal kini sudah tidak layak menjadi lokasi pelayanan transportasi masyarakat,” ungkap Aat.

Adanya pro dan kontra yang menuai kontroversi, ia menuturkan bahwa hal itu tidak menjadi halangan bagi warga untuk menyamakan persepsi dan tujuan agar Terminal Baranangsiang menjadi lebih baik.

“Pada prinsipnya, warga Kelurahan Baranangsiang menyetujui dibangunnya terminal. Warga juga berharap agar terminal itu nantinya menjadi kebanggan warga sekitar, bukan hanya untuk Kota Bogor saja tapi juga tingkat nasional,” paparnya.

Atas dasar itulah, terang Aat, warga mendukung penuh pembangunan Terminal Baranangsiang dengan konsep apapun sesuai dengan kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

“Kami ingin terminal ini dibangun, dan semua warga yang ada di sekitar terminal diberikan pemahaman, sosialisasi serta diajak berdialog oleh pemerintah terkait perencanaan pembangunan terminal ini,” jelasnya.

Menurut Aat, pada intinya warga sekitar terminal harus dilibatkan. Karena, selama ini yang muncul ke permukaan selalu pihak yang mengatasnamakan warga terminal. “Padahal belum tentu mereka itu benar-benar warga terminal,” tandasnya.

Heibogor.com – Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Baranangsiang bersama warga setempat menyatakan dukungannya terhadap kelanjutan rencana optimalisasi Terminal Baranangsiang, Bogor Timur.

Terkait soal ini, Ketua LPM Baranangsiang Aat Suganda, Senin (02/03/15) menyebutkan, bahwa pihaknya telah menemui dan berkomunikasi dengan para tokoh masyarakat serta pengurus RT dan RW untuk satu kesepakatan dalam mendukung kelanjutan optimalisasi Terminal Baranangsiang.

“Kami prihatin dengan kondisi Terminal Baranangsiang sekarang yang carut-marut, terbengkalai dan tidak terawat. Terminal kini sudah tidak layak menjadi lokasi pelayanan transportasi masyarakat,” ungkap Aat.

Adanya pro dan kontra yang menuai kontroversi, ia menuturkan bahwa hal itu tidak menjadi halangan bagi warga untuk menyamakan persepsi dan tujuan agar Terminal Baranangsiang menjadi lebih baik.

“Pada prinsipnya, warga Kelurahan Baranangsiang menyetujui dibangunnya terminal. Warga juga berharap agar terminal itu nantinya menjadi kebanggan warga sekitar, bukan hanya untuk Kota Bogor saja tapi juga tingkat nasional,” paparnya.

Atas dasar itulah, terang Aat, warga mendukung penuh pembangunan Terminal Baranangsiang dengan konsep apapun sesuai dengan kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

“Kami ingin terminal ini dibangun, dan semua warga yang ada di sekitar terminal diberikan pemahaman, sosialisasi serta diajak berdialog oleh pemerintah terkait perencanaan pembangunan terminal ini,” jelasnya.

Menurut Aat, pada intinya warga sekitar terminal harus dilibatkan. Karena, selama ini yang muncul ke permukaan selalu pihak yang mengatasnamakan warga terminal. “Padahal belum tentu mereka itu benar-benar warga terminal,” tandasnya.
(Heibogor)

Tunggakan Pajak Jabar Senilai 105 Miliar

2 March 2015

nilai-tukar-rupiahKepala Kantor Wilayah DJP Jabar II, Angin Prayitno Aji, mengatakan pihaknya telah menargetkan sekitar 34 wajib pajak yang masih menunggak pajak. Menurutnya, nilai pajak yang ditunggak termasuk besar, melebihi 100 miliar.

“Untuk gijzling kita targetkan 34 lebih wajib pajak baik individu maupun badan. Sementara nilai tunggakan pajak itu Rp 105 miliar dan itu terus jalan,” katanya usai acara Pekan Panutan Penyampaian SPT PPh di Gedung Keuangan Kanwil DJP I Jalan Asia Afrika, Senin (2/3).

Pihaknya mengaku akan lebih bersemangat untuk menagih pajak dari para wajib pajak. Salah satunya dengan menerapkan sistim gijzeling tersebut.

“Kalau surat perintah gijzeling keluar itu mau ga mau (wajib pajak) harus bayar,” ujarnya. (tribunnews.com)

Tragis, Mahasiswa di Bandung Tewas Terseret Mobil Belasan Kilometer

28 February 2015

fotomayitFirman Hidayat (21), seorang mahasiswa tewas terseret mobil hingga belasan kilometer. Pengendara mobil sempat berusaha kabur.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Jumat malam (27/2/2015). Kepala PJR Tol Padaleunyi Otong Rustandi menjelaskan sekitar pukul 23.00 WIB, Firman yang menaiki sepeda motor bersenggolan dengan motor lainnya.

Firman terjatuh ke arah berlawanan dan pada saat bersamaan sebuah mobil Honda City Nopol D 1347 UI, yang dikendarai Yana (43), melintas.

“Korban kena mobil bagian depan kap mobilnya. Entah kenapa sopir mobil enggak berhenti, dia malah memacu kendaraannya dan masuk pintu Tol Pasirkoja,” ujar Otong saat dihubungi detikcom melalui telepon, Sabtu pagi (28/2/2015).

Jarak antara lokasi kejadian yaitu di Jalan Kebon Kopi hingga pintu tol Pasikoja sekitar 3 kilometer. Warga sekitar yang melihat kejadian itu mengejar mobil itu, namun mobil malah mempercepat lajunya.

“Menurut saksi yang melihat korban awalnya tersangkut di bagian depan kanan mobil,” kata dia.

Kemudian petugas PJR yang berpatroli mengejar mobil itu saat masuk tol. Kejar-kejaran pun terjadi. Petugas Laka Lantas Polsek Cikamuning juga ikut membantu pengejaran.

“Akhirnya mobil terhenti di KM 116.700. Itu jauh sekali. Pintu Tol Pasirkoja itu KM 132,” kata Otong.

Pada saat ditemukan, tangan korban masuk ke sayap belakang mobil bagian belakang. “Mukanya sudah hancur,” ungkap Otong.

Jenazah korban dibawa ke RS Cahya Kawaluyaan. Sementara sopirnya dibawa ke Polres Cimahi. “Kasus ini ditangani Polres Cimahi,” pungkasnya.

(detik.com)

Tertibkan PKL, KUKM Bangun Sentra Kuliner Makanan Kemasan

27 February 2015

pklDinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Kota Bogor yang beralamat di Jalan Dadali, Kelurahan Tanah Sareal, Kecamatan Tanah Sareal akan segera mengisi gedung sentra kuliner.
Kepala Bidang Penataan dan Pemberdayaan PKL KUKM Kota Bogor Priatna Samsyah menuturkan, Disbudpar telah mendapatkan bantuan dari provinsi sejak tahun 2014 dan gedung tersebut digunakan sebagai sentra kuliner.
“Pada tahun 2014, Disbudpar mendapatkan bantuan dari Provinsi Jawa Barat sebanyak kurang lebih Rp 2 miliar untuk pembangunan sentra kuliner dengan tujuan untuk mendukung destinasi wisata Puncak,” ujarnya kepada heibogor.com.
Ia juga menambahkan, rencana untuk pengisian kios gedung tersebut nantinya akan dibangun khusus untuk penempatan makanan siap saji dan makanan kemasan.
“Untuk lantai 2 akan dibangun 20 kios untuk makanan siap saji. Pada lantai 1 dibangun dengan 10 kios khusus untuk makanan kemasan,” ujar Priatna.
Priatna melanjutkan, untuk Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan sekitar gedung sentra kuliner di Jalan Bina Marga, Bogor Timur ini nantinya juga akan direlokasikan ke gedung tersebut.
“Kios tersebut nantinya akan diisi oleh para pedagang yang ada di zona tersebut, meski terbatas untuk para pedagang di sekitaran gedung sentra kuliner,” pungkasnya.

(Heibogor)

Bandung Jadi Tuan Rumah Peringatan KAA, Ini yang Bikin Ridwan Kamil Nervous

26 February 2015

emilKota Bandung akan dijadikan tempat penyelenggaraan peringatan Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika (KAA) yang ke-60. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil akan menggelar pesta rakyat saat perhelatan akbar tersebut.

Pria yang akrab disapa Emil ini mengatakan, Bandung dipastikan siap menyelenggarakan peringatan KAA. Sejumlah perbaikan infrastruktur pun saat ini tengah dikebut. Namun Bandung masih ‘grogi’ terkait soal keamanan.

“Bandung lebih nervous karena akan ada acara jalan kaki para kepala negara dari Hotel Huffman ke Gedung Merdeka, dari Gedung Merdeka ke Mesjid Raya, karena ada salat Jumat. Makanya dliburkan karena faktor VIP security, jadi agak berat,” kata Ridwan Kamil usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (26/2/2015).

Untuk itu, Pemkot Bandung akan meliburkan hari saat peringatan KAA berlangsung. Tak hanya itu, pihaknya pun akan menggelar pesat rakyat yang melibatkan peran aktif masyarakat.

“Bandung sudah siap, lagi perbaikan infrastruktur. Di Bandung akan dijadikan pesta rakyat, jadi RT RW merayakan Asia Afrika yang datangnya 10 tahun sekali,” kata pria berkacama ini.

Tak hanya itu, ribuan anak muda juga dilibatkan. Bahkan ribuan anak muda Bandung sudah mendaftarkan diri menjadi relawan.

“Yang sudah daftar relawan untuk acara ini sudah 7.000 orang. Jadi kalau orang Bandung diajak gotong royong, bikin komunitas, itu paling luar biasa. Saya bikin Twitter account-nya dua malam udah 3 ribu yang ingin jadi relawan,” katanya.
Ribuan anak muda itu pun akan dilibatkan menjadi panitia. “Kebanyakan akan jadi LO, karena yang datang bukan hanya VIP. Wartawan saja yang datang dihitung sudah lebih dari 1.000. Belum lagi delegasi lain, kali ada bawa keluarga juga,” katanya.

Lalu bagaiman soal anggaran?

Emil mengatakan, pihaknya sudah menganggarkan Rp 10 miliar dari APBD Pemkot Bandung. Namun, masih tetap butuh suntikan dana dari pemerintah pusat. Terlebih acara internasional ini merupakan hajatan dari pemerintah pusat.

“Tadi saya bilang ke Presiden, mohon didukung acara di sana, karena ini acara pusat yang ada di Bandung, bukan acara pemkot. Dana dari pusat. Kita ada dari APBD kita hampir Rp 10 miliar untuk urusan ini. Saya dengar total hampir Rp 200 miliar. Itu total di Kementerian Luar negeri, karena harus bayarin tiket, nginap, dan lain-lain. Kalau Bandung mah minta Rp 20 (miliar) aja,” katanya.

(Detik.com)

Next Page »