web analytics

Anggota DPRD di Jabar Ramai-ramai Gadaikan SK ke Bank

16 September 2014   2 views

duitAnggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di sejumlah daerah di Jawa Barat ramai-ramai menggadaikan surat keputusan (SK) pengangkatan mereka sebagai anggota dewan setelah resmi dilantik.

Bahkan ada yang belum genap sebulan dilantik, sudah menggadaikan SK mereka. Besaran uang yang dipinjam pun cukup besar, antara Rp 100 juta hingga Rp 400 juta.

Di Kabupaten Cianjur, sekitar 60 persen anggota DPRD yang sudah menggadaikan SK pengangkatan ke pihak perbankan.

Hal itu dikatakan Kabag Humas Sekretariat DPRD Kabupaten Cianjur, Ugun Sugandi ketika dikonfirmasi Tribun, Senin (15/9/2014).

“Sekitar 30 orang yang menggadaikan SK-nya untuk meminjam uang ke bank. Nominalnya uang pinjaman berkisar Rp 100 juta sampai Rp 250 Juta,” kata Ugun. Adapun anggota DPRD Kabupaten Cianjur untuk lima tahun ke depan berjumlah 50 orang.

Diakui Ugun, anggota DPRD Kabupaten Cianjur memang sangat dimudahkan untuk meminjam uang di bank. Hal itu sesuai dengan prinsipnya perbankan yang memberikan kemudahan bagi pihak yang memiliki penghasilan tetap.

“Mereka yang jemput bola dengan datang langsung ke instansi kami. Mereka menawarkan pada saat tertentu dan kami hanya memfasilitasi saja. Jadi bukan datang personal. Ada yang tertarik dan ada yang tidak,” kata Ugun.

Dikatakan Ugun, hal tersebut merupakan hal yang biasa terjadi ketika terjadi penggantian anggota DPRD baru. Menurutnya, banyak anggota DPRD baru yang menggadaikan SK untuk meminjam uang di bank tidak hanya terjadi di Kabupaten Cianjur saja.

“Anggota DPRD periode sebelumnya juga sama. Jumlahnya juga hampir sama, tidak jauh beda dengan jumlah anggota DPRD yang meminjam periode sekarang. Ada yang buat investasi, ada yang buat mengembalikan uang kampanye, dan macam-macamlah. Tapi yang jelas bukan untuk konsumsi,” ujar Ugun.

Ketua Fraksi Gerakan Pembangunan Nasional, Sahli Saidi, mengaku, merasa terbantu dengan pinjaman sejumlah uang ke bank dengan menggadaikan SK-nya. Diakuinya, uang pinjaman dari bank itu dimanfaatkan untuk mengganti uang pinjaman sebelum menjadi anggota DPRD Kabupaten Cianjur yang digunakan untuk keperluan kampanye.

“Waktu sosialisasi itu kan pasti mengeluarkan anggaran. Ada uangnya dari yang minjem, gadai, dan lainnya. Waktu itu saya meminjam dengan agunan seperti tanah yang nilainya mencapai Rp 300 juta. Ketika punya SK ada manfaatnya untuk mengganti yang dipinjam kemarin dan menyelamatkan tanah yang menjadi jaminan itu,” kata Sahli ketika ditemui di ruang fraksi, Senin (15/9).

Sahli mengatakan, tidak begitu sulit untuk mendapatkan pinjaman ketika menjadi anggota DPRD. Cukup memberikan kartu keluarga (KK), kartu tanda penduduk (KTP), surat nikah, dan nomor pokok wajib pajak (NPWP). Tanpa survei, dalam sehari uang yang akan dipinjamkan langsung bisa dicairkan.

“Untuk mencicil per bulannya tinggal memotong gaji setiap bulannya. Untuk cicilan saya hampir Rp 7 juta per bulan dengan masa peminjaman sekitar 50 bulan,” kata kader Partai Gerindra itu seraya mengaku mendapatkan gaji per bulan sekitar Rp 13 juta.

Banyaknya anggota dewan yang menggadaikan SK diketahui Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Yadi Mulyadi. Pasalnya, selain persyaratan umum, peminjaman yang dilakukan anggota DPRD Kabupaten Cianjur harus disetujui dan diketahui pimpinan.

“Kalau jumlah anggota yang mengajukan persetujuan saya tidak menghitung tapi hampir semua sekitar 50 persen. Peruntukannya saya kurang paham karena masing-masing anggota memiliki kebutuhan yang berbeda. Saya hanya sekadar memberikan persetujuan dan mengetahui sebagai pimpinan. Dan tidak etis saya menghalangi anggota yang ingin meminjam uang ke bank,” kata Yadi ketika ditemui Tribun di ruang kerjanya, Senin (15/9).

Dikatakan Yadi, tidak ada aturan yang membatasi anggota DPRD Kabupaten Cianjur untuk melakukan peminjaman uang ke bank. Hanya saja, menurutnya, pihak bank terlalu memberi kemudahan untuk memberikan pinjaman kepada anggota DPRD. Hal itu dinilai tidak adil ketika masih banyak pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang kesulitan mendapatkan bantuan modal dari pihak perbankan.

“Ini juga bisa menjadi kesan negatif bagi anggota DPRD yang berbondong-bondong ke bank untuk meminjam uang. Ini juga harus jadi perhatian khusus buat pihak bank. Jangan sporadis dan harus berimbang. UKM yang butuh fasilitas kredit juga harus diperhatikan. Jangan sampai ada kesan diskrimnasi terhadap para pelaku usaha,” kata Yadi.

Hak Perorangan

Hal serupa juga terjadi di DPRD Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, dan Sumedang. Sedikitnya 35 anggota DPRD Kota Cimahi sudah menggadaikan SK pengangkatan sebagai anggota dewan periode 2014-2019 ke bank. Itu diakui oleh Sekretaris DPRD (Sekwan) Kota Cimahi HM Suryadi dan Ketua Sementara DPRD Kota Cimahi Achmad Gunawan saat ditemui Senin (15/9).

“Petikan SK anggota dewan sudah dibagi. Tapi kalau soal ada yang menggadaikan sebetulnya memang itu hak privasinya secara perorangan,” kata Suryadi.

Namun ia tidak mengetahui alasan para anggota dewan itu meminjam uang. “Setwan hanya memfasilitasi saja, sedangkan soal alasan meminjam uang itu sudah jadi urusan antara peminjam atau debitur dengan bank,” jelasnya.

Achmad Gunawan pun membenarkan terkait lebih dari setengah anggota DPRD Kota Cimahi sudah menggadaikan SK-nya ke bank. Namun dia menegaskan bahwa uang dari hasil menggadaikan SK itu bukan untuk menjadikan para anggota dewan hidup mewah, melainkan untuk menutupi segala kekurangan yang sudah dijalaninya pada masa kampanye pemilihan umum legislatif.

“Ya kami sudah kerja sama dengan pihak bank. Tapi sayangnya ketika dewan menggadaikan SK-nya selalu ada kesan negatif, untuk apa ya uangnya? Padahal tidak ada anggota dewan yang berniat untuk bermewah-mewah. Semua itu dilakukan untuk memutupi kekurangan yang dilakukan kemarin (Pileg, Red),” ujar pria yang akrab disapa Agun.

Menurutnya tidak ada anggota dewan yang kaya raya. Pasalnya gaji yang diterimanya hanya sekitar Rp 2,1 juta ditambah dengan berbagai tunjangan menjadikan penghasilannya perbulan sekitar Rp 17 juta.

Namun penghasilan itu pun tidak semuanya bisa dibawa ke rumah karena ada pos-pos yang harus ditutupi sesuai dengan janji kampanye dan janji kepada partai. Karenanya anggota dewan itu harus fokus memperjuangkan kemakmuran rakyat.

Wakil Ketua DPRD KBB, Syamsul Ma’arif menambahkan, anggota DPRD yang menggadaikan SK pengangkatan bukanlah fenomena baru. “Bukan hanya di KBB, di daerah lain pun saya kira hampir semuanya begitu (dijadikan jaminan ke bank),” ujarnya kepada Tribun di Padalarang, Senin (15/9).

Ia mengatakan, bukan rahasia umum dan cerita baru lagi bila PNS bahkan pejabat pemerintah, kerap menggadaikan atau menjadikan SK mereka sebagai jaminan di bank untuk memperoleh dana segar.

“Hampir semua (PNS dan anggota DPRD) menjadikan SK sebagai jaminan dan itu halal serta dibolehkan. Jangankan SK, BPKB saja bisa digadaikan,” ujar politisi PPP seraya mengakui ia pun menjaminkan SK untuk meminjam uang ke bank.

Hal senada juga diungkapkan anggota DPRD Kota Tasikmalaya dari Partai Demokrat, Anang Safaat. “Tidak ada masalah. Daripada SK disimpan, lebih baik dijadikan jaminan kredit. Uangnya bisa digunakan kebutuhan sehari-hari serta kebutuhan lain pasca pileg kemarin,” ujar Anang, kemarin.

“Periode kemarin saya meminjam Rp 100 juta dengan mengagunkan SK pengangkatan. Periode sekarang ini, tahun 2014-2019 alhamdulillah saya terpilih kembali dan kemungkinan besar kembali akan mengagunkan SK ke bank,” katanya.

(tribunnews)

Harga Singkong Naik Hampir 100 Persen

16 September 2014   2 views

truk-singkongIndustri kecil rumahan atau home industri mulai terusik dengan naiknya harga singkong sebagai bahan baku. Selain naik, keberadaan jenis penganan ringan yang sering dibuat combro dan keripik ini juga semakin langka.

“Sejak musim kemarau sebulan terakhir, harga singkong naik drastis hampir seratus persen dari Rp 1.500/kg jadi Rp 2.500/kg. Biasanya saya beli di Pasar Cikurubuk Tasikmalaya, sekarang singkong agak sulit didapat, kadang terpaksa nyarinya sampai ke Kawali Ciamis,” ujar Dadang, pengelola usaha rumah tangga pembuatan combro aneka rasa ‘Nungki Snack’ di Dusun Sukamaju, Desa/Kecamatan Sindangkasih, Ciamis, Senin (15/9/2014).

Setiap hari, kata Dadang, ia membutuhkan 25 kilogram singkong. Tiga pekerja dengan menggunakan mesin parut listrik, mengolah 25 kilogram singkong jadi 300 buah comro aneka rasa seperti rasa pedas, rasa gurih, dan rasa manis renyah. Ke-300 butir comro tersebut setiap hari terjual habis dititipkan di 10 warung/kios dengan harga jual Rp 500/biji comro.

Saat harga singkong masih tinggi, kata Dadang dalam seminggu terakhir muncul persoalan gas elpiji. “Harga gas tabung 3 kg naik drastis jadi Rp 19.000/tabung. Tapi barangnya susah di peroleh. Gara-gara barangnya sulit, gas elpiji beragam sekali harganya. Saya pernah beli Rp 20.000/tabung, bahkan sampai Rp 24.000/tabung juga pernah,” keluh Dadang.

Untuk menggoreng comro buatannya menurut Dadang setiap hari ia butuh 2 tabung gas elpiji 3 kg untuk dua kompor gas. “Gara-gara gas semakin sulit dan makin mahal, dua hari terakhir saya terpaksa banting stir terpaksa pakai kayu bakar. Menggoreng comronya pakai tungku (hawu),” katanya.

Ditengah naiknya harga singkong dan gas elpiji tersebut menurut Dadang, ia tidak menaikan harga jual comro. “Cuma ukuran comronya dikecil  sedikit. Habis mau bagaimana lagi, usaha harus tetap jalan dan mudah-mudahan ada untungnya,” ujar Dadang.

(tribunnews)

Menggandeng CMI, Perusahaan Asal Belgia Pindad Produksi Meriam

16 September 2014   1 views

pindadUntuk mengembangkan sistem turret (meriam), PT Pindad menggandeng perusahaan asal Belgia, Cockerill Maintenance & Ingeniere SA Defense (CMI). Langkah kerja sama ini diimplementasikan melalui penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara kedua perusahaan di hanggar produksi panser Anoa milik Pindad di Kiaracondong, Bandung, Senin (15/9).

Direktur Utama PT Pindad, Sudirman Said menyatakan, kerja sama ini merupakan langkah awal untuk masuk dalam global supply chain industri pertahanan bersama CMI. Pihaknya akan mengembangkan sistem persenjataan berkaliber besar, yaitu 90 dan 105 milimeter. Sistem persenjataan ini bermanfaat untuk melengkapi senjata sejumlah tank produksi Pindad, seperti Anoa dan Komodo.

“Kedua belah pihak juga akan melakukan serangkaian proses pertukaran data, assessment, penjajakan teknologi, dan potensi pasar,” katanya.

Pindad dan CMI akan membentuk komite untuk menyusun proses alih teknologi dan pelatihan teknis yang mendukung tujuan produksi turret kaliber besar. “Pindad juga memperoleh kesempatan mengirimkan beberapa putra-putri terbaik untuk belajar sistem persenjataan di CMI,” kata Sudirman.

Executive Vice President CMI, James Caudle mengatakan, kerja sama ini terjalin karena PT Pindad merupakan industri dengan potensi besar. “Yang dapat mendukung terbangunnya ketahanan nasional yang tangguh,” katanya.

Melalui kerja sama ini, akan dilakukan pengembangan teknologi persenjataan. CMI juga berkeinginan untuk membangun medium tank bersama PT Pindad.

“Akan ada pengembangan dalam kerja sama ini. Tidak hanya dalam pengembangan sistem persenjataan, tapi juga pembuatan tank medium,” ungkapnya.

Propelan

Selain dengan CMI, PT Pindad pun melakukan penandatanganan kesepahaman kerja sama dengan PT Dahana (Persero). Langkah ini dilakukan PT Pindad untuk memperkaya muatan lokal dalam produk amunisi dan senapan. PT Pindad sepakat membeli propelan dari BUMN ini.

Propelan adalah bahan peledak yang digunakan sebagai pembentuk gas pendorong pada peluru dan roket. Pindad setidaknya memproduksi 150 juta butir amunisi kaliber kecil per tahun. Untuk memenuhi keutuhan propelan bagi ratusan juta butir amunisinya, Pindad masih harus mengimpor dari luar negeri. Kebutuhan propelan dalam satu tahun mencapai 200-250 ton.

“Awalnya, kita mengimpor dari Belgia, kemudian Korea Selatan dan Taiwan. Kebutuhan propelan ini akan terus bertambah dan melebihi angka tersebut,” tegasnya.

Direktur Utama PT Dahana, F. Harry Sampurno menyatakan, perjanjian ini merupakan langkah strategis bagi perkembangan usaha Dahana. Pihaknya tengah merampungkan pembangunan pabrik propelan di Jawa Barat.

Pindad menetapkan sejumlah persyaratan teknis yang harus dipenuhi propelan produksi PT Dahana. Jika ternyata ada ketentuan teknis yang belum terpenuhi, Pindad boleh mengimpor propelan untuk mencukupi kebutuhan produksinya.

(galamedia/gambar: pikiran rakyat)

Ekskavasi Gunung Padang : Tim Temukan Logam Misterius

16 September 2014   0 views

gn padangPara arkeolog yang tergabung dalam tim nasional kembali menemukan benda kuno di Gunung Padang. Setelah sebelumnya ditemukan artefak yang diduga mirip kujang, kini ditemukan logam beraksara yang masih misterius asal-usulnya.

Erick Rizky, anggota tim menyebutkan logam ditemukan pada Senin (15/9) pagi. Posisinya terbenam di dalam tanah dengan kedalaman 11 meter. Warnanya hijau dan beraksara. “Coring di kedalaman 11 meter, subuh tadi ditemukan, bentuknya seperti logam beraksara yang tidak dikenal,” katanya.

Saat ini, temuan tersebut sudah diserahkan ke juru pelihara Gunung Padang dan dipelajari arkeolog dari Universitas Indonesia, Dr. Ali Akbar. Tim kemudian akan membawanya ke laboratorium dan menafsirkannya nanti.

Sebelumnya tim menemukan benda mirip senjata khas Jawa Barat, kujang. Benda ini diduga tak hanya dibuat asal-asalan. Namun menggunakan perhitungan matematis yang teliti.

“Bentuknya seperti senjata. Ada bagian pegangan, semacam pinggang, bagian bilah yang bifacial, tajamannya dibuat dari dua sisi,” katanya.

Menurut Ali, nama asli benda itu belum diketahui persis karena berasal dari masa prasejarah, yakni periode ketika manusia belum mengenal huruf.

Wakil Ketua Geologi Tim Gunung Padang, Danny Hilman menambahkan, artefak berukuran 22 x 7 cm ini mengingatkannya pada konstanta Phi. Selain itu, ada kandungan magnetik di dalam batu tersebut dan pori-porinya tidak bersambung, sehingga air tidak masuk.

“Jadi ini artefak yang tidak dibuat dengan sembarangan, tapi dengan rumus matematika,” paparnya.

Kuak misteri

Sementara itu, Wagub Jabar Deddy Mizwar usai menghadiri rapat pimpinan Pemprov Jabar di Gedung Sate mengatakan, untuk menguak misteri situs di Gunung Padang, Tim Nasional Peneliti Situs Gunung Padang berencana mengirim tim arkeolog pada 20 September ini.

Dikatakan Deddy, kehadiran tim arkeolog tersebut sangat penting sehingga proses penelitian bisa berjalan sebaik mungkin. Apalagi penelitian seperti ini banyak menimbulkan friksi di antara satu sama lain.

Pengamanannya pun melibatkan TNI, baik untuk menjaga keamanan penelitian maupun kawasan situs. Apalagi saat ini muncul berbagai opini terkait penelitian situs Gunung Padang, baik dari pihak yang setuju maupun yang menentang.

Dengan kehadiran TNI, lanjutnya, diharapkan tidak terjadi lagi insiden antara masyarakat dengan tim peneliti Gunung Padang. “Itu pentingnya TNI, mereka bisa membantu agar konstruksi tidak roboh saat ekskavasi. Kemudian bagaimana sosialisasinya kepada masyarakat, jangan sampai terjadi insiden kayak dulu,” katanya.

(galamedia)

Kim Kurniawan Berharap Tetap di PBR Musim Depan

16 September 2014   0 views

kim kurniawanKim Jeffrey Kurniawan merasa sangat betah di Pelita Bandung Raya (PBR). Gelandang blasteran Indonesia-Jerman ini pun berharap masih menjadi bagian dari skuat The Boys Are Back di Indonesia Super League (ISL) musim depan dan bahkan seterusnya.

“Saya belum tahu karena hal itu (perpanjangan kontrak) agen yang mengurus. Saya sendiri prioritas musim depan hanya PBR. Saya betah di sini dan secara pribadi memang tidak suka pindah-pindah klub. Saya nyaman bermain di sini dan ingin seterusnya di sini,” ungkap Kim Kurniawan belum lama ini.

Saat ini, masa depan Kim Kurniawan di PBR memang belum jelas. Namun, adik ipar Irfan Bachdim ini bertekad memberikan yang terbaik di babak 8 besar ISL 2014 nanti dengan harapan kontraknya diperpanjang.

  “Pasti ada beberapa pemain yang keluar, tapi mudah-mudahan musim depan tidak terlalu banyak perubahan. Saya juga sebetulnya belum tahu sampai kapan di sini, sekarang fokus dulu ke 8 besar, setelah itu baru urus kontrak,” ujar Kim Kurniawan.

Manajemen PBR sendiri tampaknya bakal tetap mempertahankan Kim Kurniawan untuk ISL musim depan. Pasalnya, kinerja esk pemain Persema Malang itu dinilai cukup memuaskan di sepanjang putaran pertama dan kedua ISL 2014 lalu.

Kim Kurniawan memang menjadi salah satu pemain andalan Dejan Antonic selama ini. Bersama Rizky Pellu dan Agus Indra Kurniawan, ia menjadi tumpuan di lini tengah PBR. Hasilnya, PBR pun secara mengejutkan lolos ke 8 besar, menyisihkan sejumlah tim besar seperti Persija Jakarta dan Sriwijaya FC.

(sidomi)

Diduga Aniaya Artis, Seorang Dosen Dilaporkan ke Polisi

16 September 2014   1 views

aniayaDosen tetap Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Institut Pertanian Bogor (IPB), DR Idwan Sudirman dilaporkan artis layar lebar asal Blora Jawa Tengah, Wiwin Agustina (38) atas dugaan penganiayaan dan perbuatan yang tidak menyenangakan, Jumat (12/09/14).

Informasi diperoleh menyebutkan, peristiwa dugaan tindak penganiayaan itu terjadi sekitar pukul 09.36 WIB, di ruang 6 FKH IPB, Kampus Dramaga, Kabupaten Bogor, Kamis (11/9).

“Awalnya saya mau minta pertanggungjawaban karena mobil saya diserempet mobilnya. Saya kejar ke kantornya (FKH IPB),” kata artis yang sempat bermain di Film Mengejar Setan, Senin (15/9).

Lebih lanjut ia menuturkan, niatnya berbicara baik-baik dengan pelaku agar mau mengganti rugi karena mobilnya lecet akibat diserempet mobil CRV .

“Eh dia malah maki-maki saya dan bersikap arogan, bahkan dia sempat berusaha menampar saya dihadapan Jawira dan Abdillah dua satpam IPB yang mengantar saya,” katanya.

Menurutnya dosen tersebut malah bilang tidak akan mengganti rugi sepeserpun. Bahkan menantang jika mau menempuh jalur hukum. “Saya hanya senyum dan bilang, kalau bapak mau lewat jalur hukum penyelesaiannya, saya minta nomor handphone atau telepon yang bisa dihubungi,” tuturnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dosen tersebut malah naik pitam dan mengatakan tidak akan kasih nomor dan balik menanyakan siapa dirinya. “Saya bilang, oke kalau begitu saya minta foto bapak saja, sambil mengeluarkan handphon dan saya foto, pelaku malah mau merebut handphone dan berusaha menampar saya, untung dihalangi sekurity kampus,” ungkapnya.

Tak bisa menampar, pelaku malah berusaha menutup dan membanting pintu. “Saya memaksa masuk karena urusan belum selesai, pelaku mendorong saya, sampai rusuk saya kena filling kabinet dan perut saya kena pegangan pintu,” katanya.

Keesokan harinya, Jumat (12/9) usai bangun tidur badannya sakit. “Bangun tidur saya merasakan nyeri di rusuk kanan, perut dan tangan kanan. Rusuk kanan sakit mungkin karena waktu kejadian kepentok file kabinet saat dia banting pintu mengusir dan perut sakit mungkin karena kena gagang pintu,” tandasnya.

Atas perlakuan sang Dosen, Wiwin segera melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian sektor Dramaga, Kabupaten Bogor untuk ditindaklanjuti melalui proses hukum. Bahkan pihanya langsung melakukan visum kepada pihak Rumah Sakit terkait dugaan penganiayaan dan perbuatan tidak menyenangkan tersebut.

(inilah bogor)

Penggalian Gunung Padang oleh TNI Dipersoalkan, Ada Prosedur yang Tak Sesuai

15 September 2014   4 views

gunung padang2Gunung Padang kembali menjadi perbincangan. Setelah muncul isu-isu mengenai legenda situs megalitikum di Cianjur itu, kini soal lain muncul. Foto-foto penggalian yang dilakukan TNI menjadi bahan perbincangan di sejumlah forum para pemerhati Gunung Padang.

“Ya foto itu beredar, dan memang kalau dilihat ada prosedur yang tak sesuai,” terang arkeolog, Luthfi Yondri saat berbincang, Senin (15/9/2014).

TNI memang dilibatkan dalam proses eskavasi yang kembali dimulai di Gunung Padang. Eskavasi kali ini dipimpim tim mandiri yang bekerja sama dengan Pemprov Jabar, Pemkab Cianjur, dan TNI.

Luthfi mengaku apa yang dilakukan TNI dengan menggali menggunakan pacul memang disayangkan. Dikhawatirkan, dalam penggalian lewat pacul itu ada bahan arkeologi yang hilang atau rusak.

“Kalau buat di arkeologi setiap senti lapisan menyimpan rekaman jejak masa lalu. Arkeologi itu tidak hanya memburu benda, tetapi juga memburu masa lalu,” imbuh dia.

Menurut arkeolog dari Balai Arkeologi Nasional ini, dari foto-foto penggaliannya ada prosedur, ada tahapan yang dilangkahi. Dalam arkeologi, saat kita menggali harus mengerti lahan yang kita gali, harus jelas semuanya.

“Di Gua Pawon saja, karena di sana banyak peninggalan, kita menggali dengan tusuk gigi,” terang dia.

Jadi, menurut Luthfi, yang perlu disadari apakah penggalian dengan pacul itu di lokasi yang sudah aman atau hanya asal gali saja. Luthfi memberi catatan soal penggalian yang dilakukan TNI itu.

“Saya bisa mengatakan, banyak hal yang ditinggalkan dari sisi arkeologi. Kemudian apakah di sana ada pengawasan, ada pencatatan, karena setiap lapisan tanah dibuka mesti ada pencatatan,” tutup dia.
(detik.com)

Warga Situ Gede Kesal Jalan Rusak dan PJU Gelap dibiarkan

13 September 2014   3 views

angkotJalan rusak menjadi sumber kekesalan masyarakat pada pemerintah. Seperti yang dialami warga Kelurahan Situ Gede Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor mengaku kesal kepada Pemerintah Kota Bogor yang belum juga memperbaiki jalan Cifor yang rusak parah. Kerusakan jalan Cifor diperparah dengan minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU)

“Pengendara sepeda motor kalau melintas jalan Cifor malam hari harus berhati – hati karena banyak lubang yang menganga. Kerusakan jalan disini juga diperparah dengan minimnya PJU,“ kata Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Bogor Eman Sulaeman Sabtu (13/9/2014).

Menurut Eman, ada puluhan lubang menganga di jalan Cifor mulai dari Terminal Bubulak hingga wilayah Situ Gede.  “Sudah sangat banyak pengguna jalan terutama pengendara  sepeda motor mengalami kecelakaan, (terjatuh, dan terperosok), “ kata dia.

Oleh karena itu. Kata Eman, warga Situ Gede mendesak pemerintah Kota Bogor untuk segera memperbaiki akses jalan Cifor tersebut. “ Beberapa bulan lalu memang sudah ada penambalan jalan oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, tapi sayangnya penambalan jalan tidak tuntas, karena baru dilakukan disekitar Terminal Bubulak. “ kata dia.

Eman  menyesalkan sikap pemerintah yang lamban dalam menangani kerusakan jalan termasuk memberikan fasilitas penerangan jalan. “ Bukankah Walikota Bogor telah mencanangkan Bogor terang, tapi pada kenyataan dilapangan masih banyak yang gelap. Semoga saja para pemangku kepentingan tak diam saja melihat warganya menjadi korban karena jalan berlubang, “ tutur Eman.

(bogornews)

Santi Menampakkan Diri jika Matahari Sudah Tinggi

13 September 2014   9 views

santiTim Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat Wilayah 1 Bogor, Jawa Barat, memberi nama Santi untuk seekor buaya air tawar. Buaya betina ini ditemukan di Desa Mekarsari, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.

Santi adalah salah satu jenis buaya yang dilindungi. Berbobot 80 kilogram dan memiliki panjang lebih dari 2 meter. Aktivitas harian buaya betina ini berjemur di kebun yang lokasinya tak jauh dari permukiman warga.

Sebuah lubang bekas galian pasir sedalam 50 meter di kawasan seluas 1 hektare, menjadi “rumah” Santi. Saat matahari sudah tinggi, Santi baru akan menampakkan diri, setiap hari, berjemur dengan mulut menganga.

Dipindahkan

Kehadiran buaya betina ini sempat meresahkan warga. Hewan ternak seperti itik kerap dia santap. Bila hewan sudah habis, warga khawatir Santi memangsa manusia.

Saat dipindahkan dari sarangnya selama ini, Santi tak banyak melakukan perlawanan. “Kalau saya amati, buaya ini memang sudah mengenali lingkungan di sana. Jadi ketika ditangkap, kami tidak kesulitan. Dugaan saya, ia sengaja dilepas oleh pemiliknya,” kata polisi kehutanan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat Wilayah 1 Bogor, Sudrajat, Jumat.

Menurut Sudrajat, buaa ini diduga sudah menjadi peliharaan orang. Santi sekarang sudah berada di pusat rehabilitasi hewan di wilayah Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor. Di sana, Santi akan dirawat sebelum dilepas ke habitatnya.

(tribunnews)

Empat Pimpinan DPRD Kota Bogor disumpah

13 September 2014   6 views

35Empat_PimpDPRD_beritaEmpat pimpinan DPRD Kota Bogor masa bakti 2014 -2019 dilantik dan diambil sumpahnya oleh Ketua Pengadilan Negeri Bogor Hj. Nirwana SH di Ruang Sidang DPRD Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor Jum’at (12/9/2014)

Pelantikan dan pengambilan  sumpah pimpinan DPRD  tersebut dihadiri Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto, dan Wakilnya Usmar Hariman, Jajaran Muspida, pimpinan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) serta organisasi masyarakat.

Empat pimpinan DPRD yakni Ketua DPRD Untung W Maryono, Wakil Ketua Hery Cahyono, Sopian SE dan Jajat Sudrajat mengucapkan sumpah dan janjinya  yang dipandu oleh Ketua Pengadilan Negeri Kota Bogor Hj. Nirwana SH.

Ketua DPRD Untung W Maryono  berjanji akan melakukan perubahan dan menciptakan sinergi antara Pemerintah Kota Bogor dengan DPRD dan menjadikan tombak utama dalam kebersamaan membangun Kota Bogor

Selain itu,  pihaknya juga berjanji akan meningkatkan kinerja DPRD Kota Bogor. “Program yang sudah berjalan baik, akan terus ditingkatkan. “Kami juga  mengajak seluruh kepada seluruh masyarakat Kota Bogor untuk berperan aktif membangun Kota Bogor, “ kata Untng.

Sementara itu, Walikota Bogor Bima Arya menyampaikan selamat kepada para pemimpin DPRD yang baru dilantik dan diambil sumpahnya.  “Kita membutuhkan kerja sama dalam membangun Kota Bogor, “ kata Bima.

(bogornews)

Next Page »