Minim PJU, Jalan di Kabupaten Bogor Ini Rawan Begal dan Sampah Liar

10 May 2016

cikoleangRuas Jalan Raya Lapan-Cicangkal Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, sudah hampir enam tahun gelap gulita. Meski begitu, belum ada perhatian dari Pemkab Bogor walau sering dikeluhkan masyarakat.

Warga Kampung Cikoleang, Desa Sukamulya, Agus Santoni (34) mengatakan, jalan tersebut jika malam tiba gelap gulita. Hanya cahaya dari kendaraan bermotor yang membuat kondisi jalan terang. Namun, tak mampu menghindari dari kecelakaan lalu lintas.

Selain soal lampu penerangan jalan umum (PJU), warga juga mengeluhkan adanya sampah dari Tangerang Selatan yang dibuang di Rumpin.

“Sangat lelusa mereka membuang apa saja saking gelapnya. Padahal, ada beberapa tiang lampu PJU di sini. Soalnya sangat gelap gulita, tidak ada sama sekali penerangan meski tiang-tiang lampu ada di sepanjang jalan ini,” keluhnya kepada Radar Bogor Minggu (08/05/2016).

Sementara itu, Kepala Desa Sukamulya, Suganda HM menjelaskan, pihaknya berulang kali meminta pemasangan lampu PJU di Jalan Raya Lapan-Cicangkal. Namun, hingga detik ini tak kunjung ada perhatian.

“Sudah enam tahun selalu gelap,” ucapnya.

Menurutnya, di ruas jalan ini sering terjadi kecelakaan lalu lintas. Pemasangan PJU menjadi kebutuhan paling mendesak dalam rencana pembangunan di desanya.

Tak hanya itu, Suganda juga menuturkan kondisi Lapan-Cicangkal yang gelap, memudahkan pelaku tindak kejahatan beraksi. Seperti pembegalan maupun pencurian kendaraan bermotor.

“Sampah dari luar Rumpin juga sering dibuang oleh warga asal Tangerang,” tandasnya.

(Radar Bogor)

Kammi dan Pemuda Karawang Gelar Aksi Kemanusiaan Untuk Aleppo

10 May 2016

ALEPPOKonflik yang terjadi di Aleppo – suriah tak kunjung menemui titik temu. Pemboman dan penyerangan yang terus dilakukan dalam sepuluh hari terakhir dan terus dihujani roket oleh Rezim bashar Assad dan sekutunya dari udara. Sehingga lebih dari 250 korban jiwa dari kalangan sipil berjatuhan. Membuat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Karawang dan pemuda Karawang yang terdiri dari YADISKA, Aku Berdonasi (AB) FLP Karawang, Heroka menggelar aksi kemanusiaan pada hari minggu, 08 Mei 2016 di Karang Pawitan, Karawang.

Dalam orasinya, Novia Permatasari selaku koordinator Aksi mengatakan bahwa “Saat ini saudara muslim kita membutuhkan pertolongan kita, maka KAMMI mengajak masyarakat Karawang berdonasi untuk meringankan beban saudara kita di Aleppo”

Selain itu Sekjend KAMMI Karawang Soni Saepuloh menyampaikan bahwa aksi ini bertujuan menggalang dana dari masyarakat Karawang dan memberitahukan kepada warga bahwasanya saat ini telah terjadi pembantaian besar – besaran di Kota Aleppo Suriah.

“Masih banyak masyarakat yang belum tahu. Hal itu disebabkan karena media – media banyak yang bungkam dengan peristiwa tersebut. Kami tergerak untuk memberitahu warga kenyataan yang terjadi, dan menghimpun dana untuk selanjutnya disumbangkan ke Aleppo melalui lembaga sosial kemanusiaan, ungkapnya.

Aksi dengan massa 60 orang ini dilaksanakan dengan agenda orasi, penggalangan dana, tanda tangan dukungan di area car free day, Karang pawitan yang diteruskan dengan longmarch menuju perempatan lampu merah PEMDA Karawang dan diakhiri dengan doa bersama di kompleks masjid Al Jihad, Karawang.

(Jais/Jabar Media)

Pemkot Bandung Siapkan Aturan Larangan Pelajar Bawa Kendaraan Pribadi

28 April 2016

pelajarPemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah menyiapkan aturanlarangan membawa kendaraan pribadi ke sekolah bagi pelajar. Saat ini, aturan tersebut masih dalam kajian oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung.

Menurut Kadishub Kota Bandung Didi Ruswandi, aturan larangan ini perlu dikeluarkan untuk menekan angka kecelakaan di kalangan pelajaran.

“ Selama ini kesadaran dan pemahaman pelajar berlalu lintas masih sangat rendah dan minim,” ujar Didi kepada wartawan, Rabu (27/04/2016).

Selain itu, banyak pelajar yang belum cukup umur nekat membawa kendaraan pribadi, terutama motor ke sekolah.

Nantinya jika aturan ini diberlakukan, pelajar bisa memanfaatkan kendaraan umum atau antar jemput sekolah, termasuk menggunakan sepeda.

(jabar.pojoksatu.id)

Angin Kencang Terjang Perkampungan Warga di Sukabumi, 1 Rumah Nyaris Ambruk

28 April 2016

angin sukabumiHujan disertai angin melanda sebagian besar wilayah Sukabumi, Jawa Barat Rabu (27/4/2016) sore. Selain banjir sejumlah pohon tumbang melintang jalan di beberapa tempat di Kota Sukabumi, lima rumah warga mengalami kerusakan satu di antaranya nyaris ambruk di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Informasi yang dihimpun detikcom, bencana angin kencang terjadi di Kampung Undrus RT 03 RW 01 Desa Caringin Wetan Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi. Lima rumah milik warga terkena terjangan angin kencang, satu di antaranya mengalami kerusakan parah.

“Satu rumah milik warga bernama Sudiro Haryanto ambruk di beberapa bagian, sejumlah relawan sudah melakukan penanganan sementara di lokasi. Untuk tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mungkin baru besok ke lokasi,” kata Usman Susilo Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi kepada detikcom.

Saat kejadian, pemilik rumah tengah berkumpul di ruang tengah. Begitu mendengar ada suara keras menghantam atap rumahnya pemilik rumah kemudian membawa anggota keluarganya mengungsi ke tetangga.

“Semua selamat, ada 4 jiwa yang tinggal dirumah tersebut. Sementara mengungsi ke tetangganya,” lanjut Usman.

Banjir setinggi betis juga terjadi di Suryakencana, Kota Sukabumi. Menurut sejumlah warga banjir diakibatkan mampetnya got yang berada di sekitar lokasi dan bahu jalan.

“Gotnya mampet, sudah beberapa kali kita komplen tapi belum juga ada penanganan. Disini jadi langganan banjir kalau tiap hujan deras,” kata Andriana (34) salah seorang warga.

(Detik)

Ratusan Narapidana Lapas Banceuy Bandung Diborgol dan Dipindahkan

27 April 2016

NAPI BANCEUYRatusan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Banceuy dipindahkan menggunakan tiga bus besar dan tiga bus kecil.

Warga binaan yang dipindahkan dalam kondisi tangan terborgol masuk ke dalam bus dengan pengawalan dua personel Sat Brimob Polda Jabar bersenjata lengkap.

Personel Brimob yang mengawal bus pemindahan menggunakan motor trail hingga ke Rutan Kebon Waru, dibantu Patwal Polrestabes Bandung.

Pemindahan warga binaan Lapas Banceuy ke Rutan Kebon Waru telah direncanakan. Sebelumnya, sebanyak 500 warga binaan lainnya dipindahkan ke blok baru di Lapas Banceuy.

“Kami pindahkan (warga binaan, red) dengan pengawalan yang ketat,” ujar Kadiv Pemasyarakatan Kakanwil Kemenkum HAM Jabar, Agus Toyib, di Lapas Banceuy, Selasa (26/4).

Pemindahan dilakukan berdasarkan beberapa pertimbangan. Petugas lapas mulai mendistribusikan kasur untuk warga binaan yang akan ditempatkan di blok baru.

Kasur-kasur itu diangkut dengan menggunakan mobil ambulans. Adapun ukuran kasur itu memiliki tebal sekitar lima sentimeter dan hanya bisa dipakai seorang warga binaan.

“Sekali angkut ada 50 puluh kasur,” kata petugas Lapas Banceuy, Ryan. Setidaknya mobil pengangkut kasur itu sudah dua kali keluar dan masuk ke dalam lapas.

(jabar.pojoksatu.id)

Pecinta Alam Bersihkan Gunung Munara

27 April 2016

gunung-munaraRatusan pecinta alam yang berasal dari puluhan komunitas se-Jabodetabek lakukan bersih gunung di Situs Gunung Munara, Desa Kampung Sawah, Kecamatan Rumpin, Minggu (24/3). Kegiatan ini dilakukan lantaran prihatin melihat kondisi hutan yang sudah dipenuhi sampah.

Tak hanya itu, dalam Bersih-bersih sampah ini para peserta juga melakukan aksi penghijauan dengan menanam seribu pohon dari bermacam jenis. Acara ini dibuka langsung Ketua Pengelola Gunung Munara Edi Koswara.

Acara yang dicetuskan Kepala Desa Kampumg Sawang Oco Santoso ini untuk mengatur dan membenahi tempat wisata Situs Gunung Munara. Ia mengatakan, di acara Bersih-bersih ini juga akan ditanami sekitar ratusan pohon bermacam jenis. ”Ratusan pohon telah ditanam di lahan gundul di kawasan Situs Gunung Munara. Kami berhasil membawa turun sekitar delapan ton sampah dari Situs Gunung Munara,” ujarnya.

Bukan hanya komunitas pecinta alam, komunitas Vespa BSR dan Yayasan Lintas Sungai Abadi (Yalisa) Cisadane cabang Rumpin pun berpartisipasi. Termasuk puluhan mahasiswa dari berbagai kampus di Jakarta, seperti UIN Syarif Hidayatullah dan BSI Ciputat. ”Semoga dengan acara ini Situs Gunung Munara bersih dari sampah. Kita akan rawat situs peninggalan para wali Allah dan sistem cara mengelolanya,” kata Ketua Pengelola Gunung Edi Koswara.

Salah satu peserta asal Jakarta, Faisal Zainudin berharap Situs Gunung Munara bersih dari sampah. Apalagi, kegiatan ini sejalan dengan Hari Bumi. ”Kita sebagian ada penanaman pohon bermacam jenis dan semoga di 2017

Rumpin hijau seperti tema acara ini, Earth Day 2016,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Pendaki Gunung Regional Depok OFSSI Itta Belleran menyampaikan kondisi Gunung Munara sedang darurat sampah. Menurutnya, masyarakat harus lebih sadar akan bahaya sampah yang dapat merusak kelestarian alam. ”Munara memang sedang darurat sampah dan kami sadar bahaya sampah yang lama kelamaan akan menumpuk seperti itu. Kami juga sadar bahwa kami butuh alam untuk hidup. Makanya, saya dukung kegiatan ini,” ucap dia.

Ia pun berniat mengubah pandangan miring tentang Gunung Munara sendiri. ”Sedikit demi sedikit kami pulihkan kondisi Gunung Munara. Kesulitannya masih seputar sampah yang di sisi jurang dan yang berserakan luas di belakang warung,” pungkasnya.

(Metropolitan.id)

Kepala Pengamanan Lapas Banceuy Bandung Jadi Tersangka

26 April 2016

banceuySeorang Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) berinisial K menyandang status tersangka usai kerusuhan di Lapas Banceuy, Sabtu (23/4/2016) pekan lalu.
Status tersangka disematkan polisi setelah memeriksa tujuh petugas dan satu warga binaan.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tujuh orang, tiga petugas dan satu warga binaan sudah dikembalikan. Sementara itu, yang empat petugas kami proses, dan sudah kami naikkan statusnya jadi tersangka,” ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Angesta Romano Yoyol saat ditemui di Markas Polda Jawa Barat, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (25/4/2016).
Menurutnya, tiga petugas yang menjadi tersangka berinisial R, G dan L. Mereka ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan melakukan penganiayaan terhadap Undang Kosim (54), warga binaan yang tewas di sel pengasingan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banceuy.
Yoyol mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan terhadap empat petugas lapas yang ditetapkan sebagai tersangka.
“Empat orang masih kami proses lanjut sejauh mana keterlibatannya masing-masing, serta perannya masing-masing. Ini kan perlu crosscheck dan pemeriksaan,” katanya seraya menjelaskan, langkah itu sesuai dengan komitmen Lapas dan petuah Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.
“Sesuai komitmen Lapas dan Pak Menteri (Kemenkumham) siapapun yang bersalah, harus sesuai aturan yang berlaku,” ungkapnya.

Keluarga Undang Kosim menilai kematian Undang Kosim janggal. Keluarga yakin Undang tewas disiksa setelah mendapati luka lebam di beberapa bagian tubuh Undang Kosim. Undang Kosim diduga tewas akibat benda tumpul.
Kabid Dokkes Polda Jabar, Kombes Pol Priyok Kuncoro mengatakan, memang ada luka memar dan lecet di tubuh Undang berdasarkan hasil pemeriksaan luar.
Pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan dalam dengan membedah bagian tubuhnya.
“Kini kami mencari tahu apakah luka di luar ada kaitannya dengan kenyataan setelah kami bedah,” ujar Priyo.
Priyok menegaskan, penyebab tewasnya Undang diduga akibat trauma benda tumpul dan tersumbatnya jalan nafas sehingga kekurangan oksigen.
Namun soal Undang tewas akibat gantung diri atau hal lain itu masuk ranah penyidikan.
“Kami melihat mati tergantung, sebelum tergantung korban dalam keadaan hidup. Semua sudah kita catat detil soal ukuran dan kedalaman luka,” ujar Priyo.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly mengatakan, para napi di Lembaga Pemasyarakatan Banceuy segera dipindahkan ke gedung baru yang juga berada di wilayah Banceuy, Bandung.
Pemindahan ini dilakukan pasca-kerusuhan yang terjadi di Lapas Narkoba Kelas II A itu pada Sabtu (23/4/2016) pagi.
“Dipindahkan segera. Di Banceuy juga. Kan ada gedung baru yang dibangun untuk (kapasitas) 400 orang,” kata Yasonna.
Ia menjelaskan, gedung yang terbakar saat kerusuhan beberapa waktu lalu itu sebenarnya masih bisa digunakan. Namun, karena gedung itu bangunan lama, maka sementara ini akan ditutup untuk diperbaiki.
Yasonna mengatakan, kantor lapas untuk sementara akan dipindahkan di aula. Kemudian, untuk pelayanan kunjungan keluarga dari para napi juga sudah dipikirkan.
“Penerimaan tamu akan kami buat tenda nanti di tengah. Karena tetap juga kami hargai hak para napi untuk dikunjungi keluarga. Itu hak, maka kami buat tenda,” ujarnya.
Namun yang jadi persoalan nanti terkait kunjungan keluarga para napi adalah soal penjagaan. Pihak lapas akan memperketat agar tidak terjadi penyelundupan barang atau hal apa pun karena memanfaatkan situasi saat ini.

“Bagaimana barang masuk di dalam, handphone, dan lain-lain memang menjadi ekstra hati-hati karena memang di dalam tenda,” kata Yasonna.
Kerusuhan terjadi di Lapas Banceuy dipicu adanya seorang warga binaan lapas yang diduga tewas akibat bunuh diri setelah mendapatkan kekerasan dari sipir lapas. Napi tersebut bernama Undang Kosim.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat I Wayan Sukerta sebelumnya mengatakan, kematian Undang bukan karena penyiksaan dengan kekerasan oleh petugas lapas.
“Penyebab meninggalnya bukan karena kekerasan. Lebam ada, di paha. Nanti diperiksa sampai di mana kekeliruan yang mereka (petugas) lakukan,” kata dia.

(Tribunnews)

Bupati Mau Dikasih Rapor Merah

26 April 2016

rapor merah bupatiBanyaknya program yang tidak terealisasi dianggap jadi biang kerok membengkaknya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) di APBD Kabupaten Bogor 2015 hingga mencapai Rp1,13 triliun. Selain itu, ditambah adanya kemalasan birokrat. Sebab, realisasi anggaran belum menguntungkannya hingga membuat Silpa kian membengkak dan masyarakatlah yang jadi korban.

“Banyak sekali birokrat yang melakukan hal seperti itu. Maka bupati jangan diam, harus berani memperingatkan bahkan mengganti kepala SKPD yang tidak memenuhi target penyerapan anggaran agar tidak terulang ke depannya,” kata pengamat kebijakan publik Uchok Sky Khadafi kepada Metropolitan, kemarin.

Sementara membengkaknya Silpa juga membuat Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Eko Syaeful Rohman geram. Ia menganggap Pemkab Bogor tidak serius membenahi infrastruktur yang selama ini belum terselesaikan. Terlebih, banyak dari program pembangunan infrastruktur yang tidak terealisasi membuat Silpa menjadi bengkak.

Eko mengatakan, jika Silpa yang ada merupakan hasil efisiensi, pihaknya dapat menoleransi. Namun jika Silpa tersebut akibat gagal lelang atau banyaknya program yang tidak terealisasi, pihaknya akan memanggil Bupati Bogor Nurhayanti dan setiap kepala SKPD yang dinasnya mempunyai Silpa besar. Sebab, rendahnya serapan anggaran oleh SKPD akan berdampak buruk pada masyarakat. “Kita harus benar-benar evaluasi secara menyeluruh. Sebab, Silpa tinggi ini sudah terjadi dua kali berturut-turut,” tegasnya.

Politisi PKS ini menambahkan, jika ada beberapa program yang tidak terealisasi, hal itu merupakan lemahnya perencanaan yang dilakukan Pemkab Bogor. Sehingga, bupati harus berani menindak anak buahnya. “Silpa saat ini menjadi pembahasan kita. Bahkan, ia pun sudah membuat tim on the spot untuk sidak dan memanggil beberapa SKPD yang mempunyai anggaran besar namun tidak terserap,” terang wakil rakyat asal dapil dua itu.

Dia menuturkan, saat ini pihaknya menunggu hasil kajian tim untuk memberikan rapor merah kepada bupati.

Bahkan jika hasil pembahasan dengan beberapa SKPD dianggap kurang memenuhi, pihaknya akan memanggil bupati untuk menjelaskan penyebab terjadinya Silpa yang tinggi tersebut. “Pemkab mempunyai Silpa tinggi, namun masih banyak pembangunan prioritas belum dilaksanakan. Kita tinggal berikan catatan merah atau hitam ke bupati,” pungkasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, di tengah membengkaknya Silpa mencapai lebih dari Rp1,13 triliun, fakta di lapangan banyak kebutuhan warga yang tidak terpenuhi. Salah satunya dalam persoalan infrastruktur jalan.

Pantauan Harian Metropolitan, banyak jalan di Kabupaten Bogor yang rusak parah hingga berlubang dan berkubang. Sejumlah titik jalan yang rusak tersebut di antaranya di Bojongkulur, Kecamatan Cileungsi, Jalan Mayor Oking, Citeureup-Cibinong, Jalan Raya Gunungsindur, Jalan Raya Bojonggede-Citayam-Cibinong, Jalan Raya Citeureup-Sentul dan masih banyak lagi.

(Metropolitan.id)

Gelar Pelantikan, KAMMI Karawang Siap berkolaborasi

26 April 2016

20160424180722Mengawali gerakan pada periode 2016 – 2018, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Karawang mengadakan Pelantikan Pengurus Daerah KAMMI Karawang periode 2016 – 2018 di gedung KNPI Karawang pada sabtu 23 April 2016. Acara ini bertema “Semangat Kolaborasi Gerakan KAMMI Untuk Jayakan Karawang”.
Pelantikan KAMMI Karawang ini dihadiri oleh Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana dan sejumlah tokoh yakni, H. Jajat Sudrajat, Lc. MA Anggota DPRD Kab. Karawang, M. Wasis, SH. Kasubag Hukum POLRES Karawang dan turut pula di hadiri oleh Pembina KAMMI Karawang H. Dedi Sudrajat, S.IP. MM., Ketua Umum Pengurus Pusat KAMMI Kartika Nur Rakhman, SP. dan tamu undangan dari organisasi kepemudaan yang ada di Kab. Karawang.
Pada pelantikan ini, Ketua Umum dan Pengurus KAMMI Karawang 2016 – 2018 dilantik dan pengucapan ikrar pengurus oleh Ketua Umum Pengurus Pusat KAMMI Kartika Nur Rakhman, SP.
“Pelantikan KAMMI Karawang adalah momentum selain untuk mengesahkan dan pengucapan ikrar tetapi untuk menyatakan bahwa KAMMI Karawang siap berkolaborasi dengan seluruh organisasi yang ada di Kabupaten Karawang membantu pemerintah dalam upaya jayakan Karawang”. Ujar Arief Riyanto selaku ketua umum KAMMI Karawang 2016 – 2018.
Selain itu Ketua Panitia, Yanti Lestari mengatakan “Berhimpun dan bersinergi organisasi kepemudaan se-Karawang, menjadi hal yang teramat penting dalam momen pelantikan KAMMI Karawang”
Dalam sambutannya Bupati Kab. Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana mengatakan, “Saya yakin KAMMI Karawang memiliki gagasan yang konstruktif dan bisa kami adopsi untuk kemajuan Karawang”.

(Jais)

Mau Tahu Daerah Kasus DBD Tertinggi di Kota Bogor? Silahkan Cek

23 April 2016

DBD DATAData terbaru kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Bogor yang dirilis Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor per tanggal 22 April 2016 memang mencengangkan. Selain total sementara kasus DBD yakni sebanyak 585 kasus, juga ada enam orang korban meninggal dunia yang semuanya adalah anak kecil dari usia 2 sampai 9 tahun.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Rubaeah mengatakan, kendat angkanya cenderung mengalami peningkatan dari bulan Januari ke Februari lalu turun lagi hingga April, dirinya belum dapat mengatakan bahwa kasus ini adalah kejadian luar biasa (KLB).

“Kasus DBD di Kota Bogor belum dapat dikatakan kejadian luar biasa,” kata Rubaeah kepada Pojokjabar, Jumat (22/4/2016).

Rubaeah menjelaskan, dari 585 kasus DBD tersebut berasal dari enam kecamatan se-Kota Bogor, yakni Tana Sareal, Bogor Utara, Bogor Timur, Bogor Tengah, Bogor Barat, dan Bogor Selatan.
“Jika dilihat dari data kasus sementara, kecamatan dengan kasus tertinggi adalah Tanah Sareal sebanya 139 kasus sementara yang terendah adalah Bogor Selatan yaitu 62 kasus,” papar Rubaeah.

Sementara, jika dipecah lagi di tingkat kelurahan, setidaknya ada 10 kelurahan dengan kasus DBD tertinggi di Kota Bogor. “Di kelurahan, yang paling tinggi adalah Baranang Siang dengan 31 kasus dan yang terendah adalah Sindang Barang yakni 18 kasus,” sebut Rubaeah.

Atas kejadian ini, Rubaeah mengatakan, pihaknya meminta kepada setiap Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) DBD Kecamatan dan Pokjanal DBD Kelurahan agar menggerakkan warga sekitarnya untuk melakukan Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (GERTAK PSN).

“Kami mengimbau kepada setiap Pokjanal DBD kecamatan dan pokja DBD kelurahan untuk dapat menggerakkan warganya agar melakukan GERTAK PSN setiap sepekan sekali di rumah masing-masing dengan menerapkan 3M Plus. Hal ini dimaksudkan agar penyebaran kasus DBD di Kota Bogor dapat dikendalikan,” tukasnya.

Jumlah kasus DBD per kecamatan:

– Tanah Sareal :139
– Bogor Utara :125
– Bogor Tengah :74
– Bogor Selatan :62
– Bogor Timur :65
– Bogor Barat :120

Jumlah kasus DBD tertinggi per kelurahan:

1. Baranang Siang : 31
2. Ciluar : 20
3. Kedung Badak : 23
4. Tegal gundil : 23
5. Ciparigi : 19
6. Sindang Barang : 18
7. Bantar Jati : 23
8. Katulampa : 23
9. Babakan : 20
10. Cibadak : 23

(jabar.pojoksatu.id)

Next Page »