Bakar Petasan, Kolong Rel di Bekasi Membara

11 June 2016

petasan bekasiAksi main petasan di tepi rel kereta api berujung kebakaran. Itu yang terjadi di lintasan rel KM22+9, Kampung Rawabebek, Bekasi Barat, Jumat (10/6). Api yang membesar diduga karena petasan yang menyala di tumpukan sampah yang berada di kolong jembatan rel kereta api.

Kapolsek Bekasi Kota AKP S Seto mengungkapkan, pihaknya tengah menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. Apakah ada unsur kesengajaan untuk menghambat laju transportasi kereta api atau tidak.

Selain itu, kata Seto, ada dua saksi yang mengetahui awal kejadian hingga terjadi kebakaran di kolong jembatan rel kereta api dan masih dimintai keterangannya. “Anggota sudah dikerahkan guna mengungkap kasus kebakaran ini. Karena berimbas terhambatnya transportasi kereta api karena asap yang tebal,” kata Seto.

Seto melanjutkan menurut keterangan saksi, ada sekelompok anak-anak bermain petasan atau kembang api di sekitar kolong rel kereta api. Sementara di bawah kolong jembatan tersebut dipenuhi sampah yang mudah terbakar. Diduga percikan api dari petasan itu mengenai sampah dan langsung merembet, membesar hingga mengeluarkan asap tebal.

Melihat kejadian tersebut beberapa warga ikut memadamkan api dengan air yang diambilnya dari aliran Kali Baru. “Saksi mengatakan kebakaran akibat anak-anak main petasan, dan mengenai sampah yang mudah terbakar. Untuk menentukan apakah ada unsur pidana atau tidak masih sedang kami dalami. Tapi tidak ada kabel sinyal KRL yang terbakar,” ungkap Seto.

Seto menambahkan agar peristiwa tersebut tidak terulang lagi, pihaknya akan mengerahkan 10 personel yang akan berpatroli di lokasi yang dianggap rawan anak-anak bermain petasan usai salat subuh.

“Anggota kami akan patroli menyisir lokasi yang kami anggap rawan petasan bahkan tawuran. Untuk sistemnya anggota akan bergantian melakukan penyisiran, biasanya menjelang sahur dan setelah salat subuh,” ujar Seto.

(Sumber : Jabar.pojoksatu.id)

Setelah Telur Busuk, Giliran Mi Glosor dan Tahu Formalin

10 June 2016

mie glosorSetelah menemukan ribuan telur busuk, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor kini menyita mi glosor dan tahu yang diduga mengandung formalin. Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Bogor Mangahit Sinaga mengatakan, pihaknya mengambil beberapa sampel mi glosor dan tahu yang diduga dibuat menggunakan bahan pengawet formalin. “Harusnya mi putus-putus, tapi ini terlalu fleksibel. Makanya kami ambil sampel untuk diteliti,” ujarnya.

Selain mi dan tahu, petugas kembali menyita 9.400 butir telur busuk dari Pasar Bogor dan empat titik di Pasar Anyar, Kota Bogor, kemarin. Disperin­dag juga menemukan lokasi penggilingan telur namun tidak sedang beraktivitas.

Diberitakan sebelumnya, Disperindag Kota Bogor meng­gagalkan peredaran tiga ribu telur busuk di Pasar Lawang Saketeng, Kota Bogor. “Telur ini akan dikirim ke tempat penggilingan untuk isi bakso, cumi, siomay dan masakan di warteg,” kata Mangahit.

Menurut Mangahit, pihaknya mendapat telur ayam yang sudah busuk ini setelah mela­kukan investigasi selama be­berapa hari di sejumlah pasar selama Ramadan. Petugas juga mengamankan barang bukti seperti satu mobil pikap, tiga ribu telur busuk dan dua pengendara mobil pikap untuk dimintai keterangan.

Pemilik telur rebus busuk itu menurut Mangahit berasal dari Cimande, Caringin, Ka­bupaten Bogor. Lantaran asal telur berada di wilayah Kabu­paten Bogor, Mangahit berko­ordinasi dengan Diskoperindag Kabupaten Bogor untuk me­nindaklanjuti kasus tersebut.

Di tempat terpisah, Dinas Koperasi, UMKM, Perindu­strian dan Perdagangan (Dis­koperindag) Kabupaten Bogor bertindak cepat mengantisi­pasi beredarnya telur busuk di wilayah Kabupaten Bogor.

Kepala Seksi (Kasi) Perlin­dungan Konsumen Diskoperin­dag Kabupaten Bogor Jaya Sanirin mengatakan, dirinya sudah menerjunkan untuk melakukan pemantauan ter­hadap telur busuk yang dijual di pasaran. Terlebih sebelum­nya dengan adanya penemu­an telur busuk ini sangat meng­gegerkan masyarakat Bogor yang sedang berpuasa. “Jangan sampai telur ini beredar juga di wilayah Kabupaten Bogor. Maka dari itu, kami mener­junkan tim untuk memantau­nya,” ujarnya.

Dengan adanya penemuan telur busuk di Kota Bogor, menurut Jaya Sanirin belum mendapat aduan dari warga Kabupaten Bogor. Meski de­mikian, pihaknya tetap mengantisipasi hal tersebut dan ingin memastikan di sejumlah pasar di Kabupaten Bogor tidak ada yang menjual telur-telur busuk.

Di tempat yang sama, Kasi Perdagangan Dalam Negeri Jona Sijabat menjelaskan, pi­haknya telah mengirimkan ke sejumlah pasar untuk melaku­kan pengecekan. Selain itu, ia telah mengirim tim ke wilayah Cimande dan Caringin yang diduga merupakan sumber adanya telur busuk tersebut.

Jona mengaku akan menga­jak Diskoperindag Kota Bo­gor melakukan sidak ber­sama di wilayah penyuplai telur busuk itu.

POLISIKAN PELAKU

Sementara itu, peredaran tiga ribu telur busuk di Pasar Lawang Saketeng, Kota Bogor, mem­buat DPRD Kota Bogor geram. Wakil rakyat ini pun mendesak polisi melakukan tindakan tegas.

“Harus fokus, mengingat apa pun akan mereka (pedagang nakal) lakukan demi mencari untung. Kami juga pantau te­rus terkait peredaran kon­sumsi masyarakat yang halal atau tidak,” kata Ketua Komisi D DPRD Kota Bogor Dodi Se­tiawan, kemarin.

Lelaki yang akrab disapa Odoy ini mendorong aparat penegak hukum menindak tegas para pelaku penjual telur busuk sesuai aturan yang berlaku. Kalau bisa, kata dia, jika dike­tahui telah menjual telur busuk lebih dari satu kali, sebaiknya hukum dan pidanakan.

“Kalau sampai dua kali langsung jebloskan, karena sudah masuk ke dalam penipuan. Telur busuk masih sebagian kecil, belum ada daging gelondongan dan ayam mati kemaren (tiren),” desak po­litisi Demokrat itu.

Dia berharap seluruh peda­gang dapat berjualan dengan jujur. Mengingat, dampak dari peredaran telur busuk ini tidak baik untuk kesehatan tubuh manusia.

Senada dengan Odoy, ang­gota Komisi D DPRD Kota Bogor Atmadja mengatakan untuk pelaku segera dilaporkan kepada pihak berwajib. Ka­renakata dia, jika dibiarkan akan sangat membahayakan.

(Metropolitan.id)

Jalur Mudik di Kalimalang Ditinjau Ulang Terkait Pengerjaan Proyek Becakayu

10 June 2016

becakayuPara pengendara sepeda motor yang biasa menggunakan jalan Kalimalang sebagai lintasan jalur mudik, tahun ini tampaknya harus berpikir ulang untuk melintas di jalur tersebut.

Pasalnya, lokasi yang biasa menjadi jalur mudik itu, kini kondisinya sedang dikaji ulang oleh Pemkot Bekasi. Itu terkait dengan pengerjaan proyek Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) yang sedang dikebut pengerjaannya agar tuntas tahun 2017 nanti.

Pemkot Bekasi mengaku tidak ingin jalur mudik yang dilalui para pengendara sepeda motor itu justru menjadi ‘neraka’ jalanan dan menelan korban jiwa para pemudik bermotor.

“Kami akan melakukan kajian apakah layak atau tidak untuk dijadikan koridor mudik tahun 2016. Mumpung masih jauh-jauh hari. Agar keselamatan pemudik selalu terjaga,” kata Wali Kota Rahmat Effendi, kemarin.

Rahmat melanjutkan kajian tersebut akan meliputi keselamatan pengendara. Hingga dua minggu sebelum lebaran dengan pemasangan sejumlah rambu peringatan bagi pengendara di sepanjang proyek pembangunan.

Diakuinya, sejak ada pengerjaan Becakayu, banyak jalan yang rusak serta berpasir yang dapat menyebabkan kecelakaan. “Jalan banyak yang rusak atau tidak layak karena ada pembangunan Becakayu. Dengan jumlah volume kendaraan yang meningkat kalau tidak dikaji ulang, dikuatirkan menimbulkan kecelakaan,” tutur Rahmat.

Walikota yang akrab disapa Pepen ini juga akan melayangkan surat ke pihak Kementerian PU agar menghentikan proses pengerjaan selama musim mudik. Dan alat berat yang selama ini aktif selama 24 jam akan dihentikan terlebih dahulu, terutama yang posisinya menghalangi jalan.

“Uji lalinnya akan dilakukan Dishub. Kalau memang nanti harus dihentikan pengerjaan Becakayu maka kami akan meminta untuk dihentikan sementara,” ujarnya.

Data yang diperoleh Radar Bekasi, pengerjaan proyek Becakayu sepanjang 21,04 kilometer di atas Kalimalang ini akan selesai tahun 2017. Nantinya akan menghubungkan dua daerah, yakni Kota Bekasi dan Jakarta Timur. Jalan yang berpasir dan berdebu akibat pengerjaan proyek Becakayu dapat membahayakan pengguna kendaraan dengan volume tinggi.

(jabar.pojoksatu.id)

Gawat! 40 Persen Warga di Wilayah Kabupaten Bekasi Ini Terserang ISPA

4 June 2016

ispaPenyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mulai menyerang warga di Kecamatan Bojongmangu. Berdasarkan data dari puskesmas setempat, saat ini ada sekitar 40 persen warga Bojongmangu yang terserang ISPA.

Kepala Puskesmas Bojongmangu, Dadan Mulyana, mengatakan tren penyakit ISPA di wilayahnya cenderung mengalami peningkatan dalam beberapa minggu terakhir. Ia menduga hal itu disebabkan karena pola hidup yang kurang sehat sehingga memicu terjadinya infeksi saluran pernapasan.

“Gejala ISPA tidak mengenal musim, ISPA bisa terjadi di musim kemarau dan musim hujan, penyebabnya bisa karena bakteri, asap, debu yang ada di lingkungan sekitar dan lain sebagainya,” katanya.

Masih Dadan, ISPA menyerang semua kalangan dan tidak hanya orang dewasa, bahkan balita juga ada yang mengalami penyakit tersebut.

“Jenis penyakit ini memang cukup mudah menular tetapi gampang dicegah dengan membersihkan lingkungan dari bakteri yang muncul,” ujarnya.

Dadan mengimbau kepada masyarakat agar menjaga pola makan dan hidup yang bersih, seperti mengurangi makanan yang mengandung bahan pengawet serta pemanis buatan. Ia juga mengingatkan kepada orangtua agar menjauhkan anak-anak dari asap dan debu agar tidak terserang ISPA.
(jabar.pojoksatu.id)

Menikmati Sajian Kuliner Malam Jembatan Merah, Cobalah Doclang Khas Bogor Ini

4 June 2016

DOCLANG 1Kawasan Jembatan Merah merupakan lokasi bersejarah di Kota Bogor.
Jembatan Merah merupakan saksi bisu dari perjuangan Kapten Muslihat.
Namun ada sisi lain yang berbeda di Jembatan Merah, Anda bisa menikmati beragam kuliner khas Bogor.
Satu di antaranya adalah Doclang, Makanan Khas Kota Hujan yang sudah dikenal oleh banyak orang.
Makanan khas Bogor ini hampir mirip dengan makanan khas Bandung kupat tahu.
Namun untuk Doclang ada beberapa tambahan lain seperti kentang rebus dan telur rebus.

Sajian ketupat, kentang rebus, telur rebus dan tahu di campur dengan saus kacang.
Selain itu campuran kecap dan sambal membuat sajian doclang semakin lezat dan nikmat.
Satu di antara pedagang doclang adalah Sardi yang sudah hampir tiga tahun berjualan doclang.
“Doclang ini makanan khas Bogor, biasanya orang dari Jakarta atau dari luar Bogor sering makan di sini kalau malam,” tutur Sardi.

DOCLANG 2

Selain doclang, banyak juga kuliner lain yang disajikan di kawasan Jembatan Merah di Jalan Kapten muslihat.
Di ataranya cakue, sate padang, sate madura, angkringan, bubur Cianjur dan lainya.
Namun untuk menikmati sajian kuliner di Jembatan Merah Anda tidak bisa datang pada Siang Hari.
“Kalau di sini bukanya setiap malam sampai tengah malam, kalau sabtu minggu sampai subuh biasanya,” tuturnya.

(Tribunnews)

Pasar Parung Jadi Sentra Ikan Hias

3 June 2016

ikan hiasPasar Parung, Kabupaten Bogor menjadi sentra penjualan ikan hias terbesar di Indonesia. Sedikitnya, 250 pe­dagang ikan dengan berbagai jenis ikan hias menjual dagangan di pasar Metropo­litan tersebut. Bahkan, lokasi itu menjadi pusat perbelanjaan para pelanggan ikan dari berbagai daerah tetangga Kabupaten Bogor. Bahkan, luar provinsi seperti Depok, Jakarta, Cilegon, Bandung, Lampung dan Bengkulu.

Seorang pedagang ikan hias, Bobi menu­turkan, mayoritas pelanggan sentra ikan tersebut ialah para pedagang ikan hias dari Jakarta, Cilegon, Bandung, Lampung dan Bengkulu. ”Pembeli ikan hias di sini 90 per­sen pedagang. Saya buka lapak pukul 01:00 WIB dinihari dan biasanya sudah ada pelang­gan menunggu,” tuturnya kepada Metropo­litan, kemarin.

Sekali berjualan, tambah dia, ia bisa mem­bawa sekitar 200 ekor hingga 400 ekor ikan koi dan ikan mas dengan beragam ukuran. ”Saya menjual ikan rata-rata Rp5.000 per ekor sampai Rp125.000 per ekor dan omzet saya sekali jualan sekitar Rp4 juta dengan untung Rp2 juta,” ungkapnya.

Menurutnya, pasar ikan hias di Parung adalah yang terbesar di Indonesia. Sekali buka, hampir seribu orang yang datang. ”Prediksi saya, perputaran uang hasil ber­jualan 250 pedagang bisa mencapai Rp500 juta untuk sekali jualan,” paparnya.

Sementara itu, pedagang ikan hias asal Leuwiliang, Muhaimin menjelaskan, har­ga ikan hias di pasar itu cukup murah. Sebagai perbandingan, harga ikan beru­kuran kecil jenis Koki Sumatera dijual Rp50 per ekor sampai Rp500 per ekor. ”Di pa­saran harga ikan itu bisa Rp2.000 per ekor. Saya punya dua kolam besar untuk mem­bibitkan ikan yang akan saya jual,” terang Muhaimin.

Sementara Rizal, pedagang lain asal Cise­eng menambahkan, jumlah pedagang ikan hias di sentra ini terus bertambah. Apalagi, sewa lapak juga tak terlalu mahal. Dirinya menempati lapak ukuran 2×4 meter dengan ongkos sewa Rp1 juta hingga Rp2 juta per tahun. ”Saya jual berbagai macam jenis ikan hias, mulai dari cupang, koki, koi, komet, siklid, tetra, moli, gupi, predator, arwana dan platis. Dengan menjual lebih banyak jenis ikan, keuntungan yang diperoleh juga besar. Omzet saya untuk sekali jualan bisa Rp15 juta,” bebernya.

Bukan hanya penggemar dan pedagang ikan hias, para eksportir ikan hias juga men­jadi pelanggan setia di sentra ikan hias Pasar Parung. ”Mereka mencari pasokan ikan hias untuk diekspor ke sejumlah negara. Mereka (pedagang, red) memborong ratu­san ekor ikan hias dari berbagai jenis di sentra yang buka tiga kali sepekan ini,” pungkasnya.

(Metropolitan.id)

Awal Puasa dan Lebaran Tahun Ini Dipastikan tak Berbeda

3 June 2016

puasaAwal Ramadan 1437 H/2016 pada tahun ini kemungkinan besar akan sama yakni jatuh pada hari Senin 6 Juni 2016, sedangkan Idulfitri 1 Syawal 1437 H akan jatuh pada hari Rabu 6 Juli 2016. Hal ini merujuk kepada keputusan Pengurus Pusat Muhammadiyah, Pengurus Pusat Persatuan Islam (Persis), maupun perhitungan dari NU seperti tercantum dalam almanak NU.

Menurut Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kota Bandung, KH Maftuh Khalil, NU memperkirakan awal Ramadan akan jatuh pada Senin 6 Juni 2016 didasarkan pada pengamatan hilal. “Insya Allah awal Ramadan jatuh pada Senin 6 Juni 2016 karena ketinggian hilal pertanda awal bulan baru Hijriah pada Minggu 5 Juni 2016 mencapai sekitar 3-4 derajat,” katanya, Kamis 2 Juni 2016.

Ketinggian hilal seperti itu, kata Maftuh, akan menyebabkan terjadi ijtimak (konjungsi) atau pertemuan rembulan dan matahari pada pukul 8.45-9.15 WIB sehingga awal kalender terjadi keesokan harinya. “Walaupun ketinggian hilal sudah inkam rukyat atau dapat dilihat dan memenuhi syarat atau kriteria rukyatul hilal, tapi jajaran NU maupun Badan Hisab Rukyat (BHR) akan tetap melaksanakan perintah rukyatul hilal, karena rukyatul hilal itu perintah syariat,” ujar Kiai Maftuh yang juga ketua BHR Kota Bandung.

Sementara itu, berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal, Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa Ramadan 1437 H jatuh pada Senin 6 Juni 2016, sedangkan Idulfitri1 Syawal jatuh pada Rabu 6 Juli 2016 dan untuk Iduladha 1 Zulhijah 1437 H jatuh pada Sabtu 3 September 2016. “Kemungkinan besar awal puasa dan Idulfitri 1 Syawal di Indonesia akan bersamaan. Insya Allah dengan melihat hasil hisab ini kemungkinan tidak akan ada perbedaan awal puasa dan Syawal di Indonesia antara ormas NU, Muhammadiyah, Persis, dan ormas-ormas Islam lainnya,” tutur pengurus wilayah Muhammadiyah Jabar, Jamjam Erawan.

Dia mengimbau seluruh warga Muhammadiyah untuk mengikuti keputusan yang sudah dibuat Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah tersebut. “Kepada warga Muhammadiyah maupun umat Islam pada umumnya, kami berharap bisa menjadikan Ramadan untuk meningkatkan ibadah dan upaya memperbaiki bangsa yang dimulai dari diri sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PP Persis, KH Aceng Zakaria, telah menerbitkan Surat Edaran nomor 0186/JJ-C.3/PP/2016 mengenai penetapan awal Ramadan dan Idulfitri 1437 H. “1 Ramadan 1437 H bertepatan dengan Senin 6 Juni 2016, sedangkan untuk Idulfitri 1 Syawal akan jatuh pada Rabu 6 Juli 2017,” kata Ustaz Aceng.

Berdasarkan perhitungan Dewan Hisab dan Rukyat PP Persis yang menggunakan mazhab hisab hakiki imkanur rukyat, maka ijtimak akhir Syaban jatuh pada Minggu 5 Juni 2016 pukul 10.01 sehingga saat Magrib di wilayah Indonesia sudah memasuki bulan baru. “Dengan demikian, kaum Muslimin sudah bisa melaksanakan salat tarawih pada Minggu 5 Juni 2016 dan esok harinya mulai melakukan saum Ramadan,” ujarnya.

Ustaz Aceng mengimbau kepada kaum Muslimin untuk memanfaatkan Ramadan sebaik mungkin dengan menjalankan berbagai ibadah yang dicontohkan Rasulullah. “Ramadan jangan hanya sebatas dimaknai rutinitas dengan mutu ibadah yang tanpa ada perubahan setiap tahunnya. Harus ada peningkatan setiap tahunnya sehingga termasuk dalam golongan manusia yang beruntung,” katanya.

(Pikiran rakyat)

Apa Kabar Proyek Bandung Skywalk?

2 June 2016

bandung  sky walkPEMKOT Bandung banyak memunculkan rencana pembangunan infrastruktur berskala besar pada masa kepemimpinan Ridwan Kamil. Salah satunya yaitu pembangunan Bandung Skywalk, pedestrian di atas jalan yang rencananya akan dibangun di Jln. Cihampelas.

Hingga pertengahan tahun ini, rencana pembangunan itu seolah tak lagi terdengar. Padahal sebelumnya, pembangunan skywalk yang ditandai peletakan batu pertama atau ground breaking di spot wisata belanja Cihampelas itu direncanakan dilakukan bulan April lalu.

“Tapi sampai bulan Juni kok enggak ada kelanjutannya ya? Ini gimana, apa memang pembangunannya enggak jadi?” tanya salah seorang warga, Ahmad Munir, kepada galamedianews.com, Kamis (2/6/2016).

Awalnya, Munir cukup menyambut hangat rencana itu. Dari sudut pandangnya, pembangunan skywalk bisa mengurangi kemacetan di Jln. Cihampelas yang saat ini memang tak banyak memiliki area trotoar atau pedestrian bagi pejalan kaki.

“Tapi kalau sampai pertengahan tahun ini belum ada kabarnya, saya jadi pesimis proyek itu bisa terwujud,” tuturnya.

Warga lainnya, Ny. Airin, juga mempertanyakan kelanjutan pembangunan Bandung Skywalk yang sejak lama selalu digadang-gadang dan dibanggakan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

“Gembar-gembor terus tapi realisasinya enggak ada. Saya sih kurang yakin tahun ini proyek itu bisa dibangun,” kata Airin.

Sebelumnya, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memang sempat menyatakan jika proyek itu akan ground breaking konstruksinya pada bulan April. Jalur pedestrian 500 meter di atas Jalan Cihampelas, full untuk pejalan kaki. Akan tetapi sampai bulan Juni ini, perkembangan pembangunan Bandung Skywalk masih belum terwujud.

(Galamedia)

Irjen Pol Bambang Waskito Resmi Menjabat Kapolda Jawa Barat

2 June 2016

kapolda jabarIrjen Pol Bambang Waskito resmi mengemban Kapolda Jawa Barat menggantikan Irjen Pol Jodie Rooseto.
Prosesi serah terima jabatan (Sertijab) yang dilakukan di Markas Polda Jabar, Jalan Soekarni-Hatta, Kota Bandung, Kamis (2/6/2016).
Sekitar pukul 06.30 WIB, Bambang tiba di Mapolda Jabar didampingi istri.
Ia disambut dengan prosesi adat sunda.
Sejumlah Kapolres di lingkup Polda Jabar hadir dalam prosesi.
Seluruh satuan kepolisian pun telah berbaris di halaman Mapolda Jabar.
Seperti diketahui, Irjen Pol Bambang Waskito saat ini telah dilantik Kapolri untuk menjabat sebagai Kapolda Jabar.
Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Widyaiswara Utama Sespim Polri Lemdikpol ini menggantikan posisi Irjen Pol Jodie Rooseto yang terhitung baru menjabat sebagai Kapolda Jabar selama kurang lebih dua bulan.
Untuk selanjutnya, Jodie akan menjabat sebagai asisten sumber daya manusia Kapolri menggantikan posisi Irjen Pol Sabar Rahardjo yang memasuki masa pensiun.

(Tribunnews)

Tanah Merah Rumpin Dijual ke Tangerang

2 June 2016

tanah merahPengerukan tanah merah membuat warga Kampung Cikoleang harus menjadi korban polusi udara. Hal ini menyusul adanya aktivitas pengurukan tanah hingga membuat debu bergumpal dan mengancam kesehatan warga.

Pantauan Metropolitan, tanah merah yang diangkut col desel kerap hilir mudik membuat sepanjang Jalan Raya Lapan Cikoleang dipenuhi tanah. Tak sedikit dari pengendara sepeda motor menjadi korban. “Kalau jalannya disiram malah jadi licin dan membahayakan warga,” kata seorang warga, Yayat.

Ia pun mengaku kesal dengan aktivitas pengurukan yang membuat puluhan mobil truk hilir mudik setiap harinya. “Masalahnya, yang mengangkut tanah merah tidak sedikit. Ada puluhan,” sesal­nya.

Informasi yang dihimpun, diketahui jika hasil pengerukan tanah merah dari Bogor dibawa ke wilayah Tangerang un­tuk menguruk lokasi bekas galian yang luasnya sekitar 14 hektare.

Menurut seorang pengemudi truk, pengusaha galian tanah memang senga­ja berlomba-lomba mengambil tanah merah yang ada di kawasan Bumi Tegar Beriman. “Iya ini mau dijual ke Tangerang,” kata sopir yang enggan disebutkan na­manya itu.

(Metropolitan.id)

Next Page »