web analytics

Polisi: Pembunuhan Soreang Kemungkinan Ada Motif Dendam

18 April 2014   20 views

Penyidik kepolisian mencurigai kasus pembunuhan kakak beradik dan pembantunya di Soreang Kabupaten Bandung dilakukan oleh pelaku dengan motif dendam.

“Kemungkinan ada motif dendam, namun pastinya penyidik masih melakukan penyelidikan. Tunggu saja, tim masih melakukan pengejaran,” kata Kapolda Jabar Irjen Pol Mochamad Iriawan di Bandung, Kamis.

Ia menyebutkan, penyidik masih melakukan pendalaman terhadap kasus pembunuhan yang menimpa korban Raziv Rizal Sidiq (21) dan Revan Cipta Pamungkas (10) serta Eti (30) warga Komplek Gading Tutuka II Soreang Kabupaten Bandung.

Polisi sudah memetakan kasus itu dari kronologis pembuangan ketiga mayat korban secara terpisah di sungai yang diduga untuk menghilangkan jejak korban.

“Kami sudah melakukan pemetaan dalam penyidikan itu, berbagai kemungkinan bisa terjadi melatar belakangi kasus itu,” kata Kapolda.

Hingga saat ini, polisi belum mendapatkan tersangka dari kasus itu, tim masih melakukan pengejaran kepada pelaku yang diduga lebih dari satu orang.

“Empat orang saksi sudah dimintai keterangan, mudah-mudahan bisa secepatnya mendapat titik terang keberadaan pelakunya,” kata Kapolda.

Rumah korban di Komplek Gading Tutuka II Soreang Kabupaten Bandung masih dililit garis polisi.

Sementara itu orang tua korban Ny Sri sudah dimintai keterangan oleh penyidik. Yang bersangkutan sempat melapor kepada ketua RT setempat kehilangan anaknya pada Senin (14/4).

Pada Selasa pagi, mayat korban Revan dan Eti ditemuka di sebuah sungai di kawasan Cidaun Kabupaten Cianjur, sedangkan mayat Raziv ditemukan di wilayah Kabupaten Garut. Ketiga mayat itu dibungkus dengan karung plastik.

Berdasarkan hasil otopsi tim dokter forensik RS Polri Sartika Asih yang dipimpin Karumkit Kombes Pol dr Hisbulloh Huda menyatakan penyebab kematian korban akibat adanya tekanan pada saluran pernafasan yang mengakibatkan korban kekurangan oksigen.

Sedangkan pada korban Eti, ditemukan bekas jeratan tali pada bagian lehernya.
(sumber:http://antarajawabarat.com)soreang

Peringati KAA ke 59, Sebanyak 106 Bendera Dikibarkan di Gedung Merdeka

17 April 2014   26 views

benderakaaPengibaran 106 bendera menandai pembukaan peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-59. Acara berlangsung di seputaran depan Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Kamis (17/4/2014).

Ratusan anggota Pramuka Kwartir Cabang Bandung serentak mengibarkan 106 bendera peserta KAA dan satu bendera PBB. Tepat pukul 08.15 WIB, bendera yang diikatkan ke tali tiang itu ditarik secara bersamaan oleh anggota pramuka. Setiap tiang itu berdiri dua anggota pramuka.

Cuaca cerah memayungi lokasi acara. Ratusan undangan, tamu, beberapa delegasi, perwakilan duta besar ikut menyaksikan pengibaran bendera itu dari tenda di Jalan Cikapundung Timur atau samping Gedung Merdeka. Mereka yang hadir memberikan tanda tangan hormat saat pengibaran berlangsung. Jalan Asia Afrika ditutup bagi kendaraan.

Terlihat hadir dalam acara peringatan KAA ke-59 itu antara lain Wagub Jabar Deddy Mizwar, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Kapolda Jabar Irjen Pol Mochamad Iriawan, Guruh Soekarno Putra.

Akibat acara ini, Jalan Asia Afrika dari perempatan Preanger hingga jembatan penyebrangan orang, jalan Cikapundung ditutup.
(sumber+photo:detik.com)

Curug Baligo Perlu Pengelolaan Profesional

13 April 2014   35 views

curugbaligoCurug Baligo, yang terletak di Blok Baligo, Desa Padaherang, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, adalah salah satu objek wisata air terjun di Kabupaten Majalengka, namun keberadaannya belum banyak dikenal masyarakat, bahkan masyarakat Majalengka itu sendiri.

Hal itu mungkin karena keberadaan objek wisata ini belum dikelola dengan baik dan profesional sehingga masyarakat tidak banyak yang tahu. Atau mungkin juga karena curug tersebut adanya di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai dan tanah milik masyarakat sehingga menyulitkan pengelolaan.

Menurut sejumlah warga di Desa Padaherang, sebetulnya bila objek wisata tersebut dikelola dengan baik dan profesional akan banyak pengunjung. Saat ini pun pada hari libur tidak kurang dari 300 hingga 500 orang per hari.

“Kunjungan hari libur lumayan banyak, kami bisa berjualan minuman dan makanan serta mi rebus,” ungkap Oneng salah seorang pedagang makanan di dekat curug.

Sementara ini pengunjung ke curug tersebut baru berasal dari kalangan remaja, seusia SMP, SMA atau mahasiswa, dan kebanyakan pengunjung anehnya bukan berasal dari warga Majalengka melainkan dari wilayah Cirebon dan Indramayu. Terlihat dari bahasa pengantar yang mereka gunakan pada umumnya bahasa Cirebon dan Indramayu.

Untuk menempuh ke Curug tersebut, bisa dijangkau dari Lengkong Wetan, kemudian menuju Bumi Perkemahan Cipancar. Dari arah tersebut belok kearah kiri menuju Desa Padaherang. Tidak banyak penunjuk arah menuju lokasi wisata tersebut malah nyaris tidak ada penunjuk arah, sehingga bagi pengunjung baru harus banyak bertanya, termasuk bila sudah sampai di Desa Padaherang.

Pengelola objek wisata Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) nampak hanya memungut retribusi masuk. Bagi pengunjung yang membawa kendaraan roda dua ataupun roda empat harus mencari lahan parkir sendiri di pekarangan warga, Karena berbagai keterbatasan tersebut tidak tampak bahwa di desa tersebut ada objek wisata.

Dari pemberhentian atau lokasi parkir, untuk mencapai ke lokasi curug harus menempuh jarak sekitar 700 meteran, pengunjung melintasi pekarangan penduduk, setelah itu menuruni tangga yang sudah di tembok kasar selebar kurang lebih 50 cm. Tangga tersebut menurut Oneng, Uci dan Inoh dibangun oleh salah seorang pengusaha dari Majalengka menjelang Pemilukada Bupati beberapa waktu lalu, itupun tidak sampai di lokasi hanya sekitar 500 meteran. Sebelumnya untuk menuju lokasi melintasi jalan setapak menyusiri pematang sawah dan kebun warga tak heran bila hujan jalanan licin.

Namun kondisi tersebut akan terobati setelah berada di sungai kecil di bawah curug yang ketinggiannya mencapai kurang lebih 100 meteran. Beberapa meter dari curug air sudah terasa seperti embun. Air curug megalir di sungai selebar 5 meteran.

Air sungai tersebut menurut warga setempat, meski hujan tak pernah kerung, air tetap bening, karena air berasal dari mata air pengunungan, selain itu di sungai banyak bebatuan yang mungkin bisa menjerihkan air sungai. Lokasi curug itu sendiri diapit oleh dua bukit yakni Bukit Baligo dan Bukit Padabeunghar yang arealnya masuk ke wilayah Kabupaten Kuningan. Dedahanan dari kiri dan kanan sungai rimbun menaungi sisi sungai.

Pengunjung yang ingin mandi menikmati jernihnya air sungai, bisa leluasa karena disana juga terdapat kubangan air yang besar (sunda:leuwi) yang dari kanan dikiri terdapat batu besar sehingga walapun mandi dengan setengah telanjang akan tertutup dari penglihatan orang.

Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Majalengka Hj.Suratih Puspa ketika dimintai konfirmasi hal tersebut membenarkan kalau Curug Baligo belum dikelola dengan baik, sehingga keberadaannya tak banyak dikenal. Pihaknya berjanji kedepan akan berupaya menata kawasan tersebut yang kemungkinan penataan dan pengelolaannya dikerjasamakan dengan TNGC dan Kompepar sehingga bsia saling bersinergi.

Sumber: pikiran-rakyat.com

Setiap Minggu Ratusan Petugas Diterjunkan Tata Gasibu

11 April 2014   18 views

gasibuSatuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jawa Barat menuturkan setiap minggu mengerahkan 400 hingga 500 petugas gabungan melakukan penataan di sekitar Lapangan Gasibu dan pedagang agar berjualan di wilayah Monumen Perjuangan Kota Bandung untuk sementara.

“Hingga kini, penataan kawasan Gasibu terus berjalan nggak akan pernah berhenti hingga masyarakat merasakan betul Gasibu bisa dirasakan nyaman oleh semua pihak. Kita tata orang-orang yang berkegiatan di Gasibu untuk lebih tertib dan nyaman,” kata Kepala Satpol PP Jawa Barat Udjawalaparna Sigit, di Bandung, Kamis.

Pihaknya menegaskan tidak akan segan-segan menindak bawahannya yang terbukti melakukan pungli kepada pedagang di kawasan Lapangan Gasibu.

Selain itu, Sigit juga meminta agar masyarakat segera melaporkan oknum petugas Satpol PP yang melakukan pungli di Lapngan Gasibu.

“Pokoknya pungli harus diberantas, kalau ada segera laporkan. Siapa yang melakukan itu, tidak peduli apakah itu aparat atau apa. Sebab kami sudah komitmen untuk memberantas,” kata Sigit.

Jika ada salah satu bawahannya yang justru menjadi pelaku pungli, kata Sigit, maka pihaknya bisa lebih leluasa melakukan tindakan seperti dengan memindahkan atau memutasi petugas tersebut.

“Pokoknya akan kami sikat, libas saja, nggak bener itu. Karena peringatan sudah berkali-kali. Kalau misalkan itu aparat saya, malah lebih senang, lebih leluasa. Langsung saja dipindahkan, tindak tegas,” ujarnya.

Menurut dia, sampai saat ini masih belum optimal sehingga pihaknya bersama tim gabungan dari TNI dan Satpol PP Kota Bandung terus berupaya untuk melakukan penataan.

“Kami masih berupaya terus sampai kawasan Gasibu nyaman dinikmati, dikunjungi semua warga jawa barat. Kita tata supaya enak dilihat. Sedang ditata termasuk dimana harus dagang yang betul dan tidak menganggu kenyamanan orang lain,” ujarnya.

Ia menuturkan, dalam proses penertiban ini tentu diperlukan anggaran, namun pihaknya tidak mempermasalahkan anggaran, termasuk jika anggaran yang tersedia kurang memadai.

“Terkait anggaran tidak memadai tidak jadi masalah yang penting gubernur dan pemkot tetap berupaya untuk menata dan semua pihak memiliki komitmen untuk membantu,” ujarnya. (sumber: http://antarajawabarat.com)

KPU Bandung Unggah Formulir C1 Ke website

10 April 2014   32 views

kpuKomisi Pemilihan Umum Kota Bandung, Jawa Barat, akan mengunggah atau memposting hasil scaning formulir C1 laporan dari seluruh panitia pemilihan kecamatan (PPK) setempat ke website KPU.

“Hasil scan formulir C1 ini nantinya akan kami posting ke situs resmi KPU Pusat dalam format foto JPEG,” kata Ketua KPU Kota Bandung Rifki Ali Mubarok di Bandung, Kamis.

Ia menyebutkan proses scanning atau penyekenan berlangsung sejak Rabu (9/4) malam hingga Kamis (10/4). Kecepatannya tergantung kapan formulir C1 tersebut sampai ke KPU Kota Bandung.

Menurut dia, hasil scanning formulir C1 diunggah ke situs resmi KPU agar semua orang baik caleg maupun masyarakat bisa mengakses hasil perhitungan surat suara di tiap-tiap TPS di seluruh Kota Bandung.

“Dengan demikian hasil penghitungan surat suara pun akan lebih transparan,” katanya.

Menurut Rifki rekapitulasi surat suara di Kota Bandung nantinya akan dibagi ke dalam tiga tahapan. Pertama surat suara akan dihitung pada TPS tingkat kelurahan (PPS) pada tanggal 10-13 April 2014.

Selanjutnya rekapitulasi akan dilanjutkan di tingkat PPK kecamatan pada 13-17 April. Rekapitulasi kemudian akan diakhiri pada tingkat KPU Kota Bandung pada 19-21 April.

Rencananya rekapitulasi tingkat KPU Kota Bandung akan diadakan di Hotel Grand Pasundan. “Rekapitulasi surat suara akan dilakukan mulai dari tingkat TPS, PPK hingga KPU kota,” kata Rifki.

Ia menjelaskan pemungutan suara pada Pemilu 2014 berjalan cukup lancar dan tidak ada kendala berarti. Hal itu dilihat dari hasil monitoring yang dilakukan yaitu surat suara yang terpenuhi. Salah satu kendala yang ditemui di lapangan yaitu masalah formulir A5. (sumber: http://antarajawabarat.com)

Ratusan Rumah Warga Karangwangi Terendam Banjir Bandang

7 April 2014   33 views

banjirRatusan rumah dan dua hektare areal pesawahan milik warga yang siap panen di Kampung Pasirgadung, Desa Karangwangi, Kecamatan Ciranjang, Cianjur, Jabar, terendam banjir bandang akibat meluapnya sungai Cibodas.

“Luapan air sungai hampir satu meter merendam rumah penduduk yang berada di sepanjang aliran sungai. Derasnya air bah tersebut mengakibatkan sejumlah pagar dan tembok teras rumah warga jebol dan hanyut terbawa arus,” kata Yuyun (43) salah serorang warga, Minggu.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materi ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Saat kejadian, menjelang pagi dimana sebagian besar warga tengah tertidur pulas, sehingga tidak sempat menyelamatkan barang dan perabotan rumah tangga dari genangan air.

“Hampir semua perabotan rumah tangga milik warga hanyut terbawa air bah. Saya tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga karena tengah tertidur lelap. Kami terbangun, saat mendengar suara gemuruh dari luar rumah,” ucapnya.

Mendapati hal tersebut, dia membangunkan suami dan anak-anaknya, untuk menyelamatkan diri karena air dengan cepat masuk ke dalam rumah, sehingga tidak sempat membawa barang apapun.

“Setelah surut, saya balik ke rumah dan kondisinya sudah berantakan, uang, pakaian dan perabotan hilang dan lainnya banyak yang rusak,” pungkasnya.

Selain melanda wilayah Ciranjang, banjir bandang merendam puluhan rumah warga di wilayah Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung, akibat Sungai Cibiuk dan Sungai Ciranjang meluap. Air bah juga merendam bangunan sekolah dan kantor desa.

“Tidak ada harta benda yang bisa kami selamatkan, saat ini kami terpaksa mengungsi ke rumah famili kerabatnya. Rumah beserta isinya rusak, bahkan beberapa barang dan surat berharga ada yang hilang terbawa hanyut,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Sukaratu, Ahmad Hidayat mengatakan, hasil pendataan yang dilakukan pihaknya, tercatat 200 rumah warga terendam banjir dan dua diantaranya hancur. Selain itu dua hektar pesawahan rusak dan terancam gagal panen.

“Sebagian besar korban saat ini mengungsi ke rumah sanak saudaranya atau menumpang di rumah tetangga yang aman dari banjir. Kami telah melaporkan hal tersebut ke pihak terkait di Pemkab Cianjur, namun warga belum mendapat bantuan,¿ katanya singkat.(sumber:http://antarajawabarat.com)

POLDA Jabar Geser Pasukan Kawal Surat Suara

7 April 2014   50 views

polisiPolda Jawa Barat mulai menggeser penugasan personelnya untuk mengawal ditribusi surat suara hingga ke tempat pemungutan suara.

“Personel mulai Senin (7/4) digeser dengan tugas pengamanan distribusi surat suara, pemungutan suara hingga pengamanan surat suara kembali ke PPK dan KPU,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul di Bandung, Senin.

Penggeseran pasukan itu dilakukan melalui apel pergeseran pasukan Operasi Mantap Brata 2014 yang dilakukan di Lapangan Gasibu Kota Bandung dengan inspektur upacara Kapolda Jabar Irjen Pol Mochamad Iriawan.

Penempatan personel dilakukan sesuai dengan kebutuhan di lapangan, dan jumlah personel. Satu anggota polisi mengawal dua hingga empat TPS. Di setiap TPS pengamanan dibantu dua anggota perlindungan masyarakat (Linmas).

Berdasarkan data di KPU Jawa Barat jumlah TPS di provinsi ini sebanyak 90.917 TPS yang tersebar di 27 kabupaten/kota.

Sementara itu, aktivitas masyarakat sudah mulai menyiapkan tempat untuk TPS, serta mendirikan tenda untuk petugas TPS serta ruang tunggu pemilih.

TPS selain dibangun di lapangan terbuka, juga menggunakan fasilitas umum seperti aula, GOR, gedung sekolah, dan tempat lainnya sesuai dengan perundang-undangan.

Pencoblosan akan digelar pada 9 April 2014 mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. Selanjutnya dilakukan penghitungan suara dan rekapilutasi suara yang masuk di TPS, untuk kemudian dilaporkan ke KPU.
(sumber:http://antarajawabarat.com)

Kecelakaan KA Malabar di Tasikmalaya, Satu Lokomotif dan Dua Gerbong Anjlok

5 April 2014   31 views

keretaKepala Humas Daerah Operasional (Daop) 2 Bandung, Zunerfin, membenarkan bahwa Kereta Api (KA) Malabar anjlok di Km 244 antara Tasikmalaya dan Ciawi.

Belum ada informasi mengenai korban akibat peristiwa yang terjadi pada Jumat (4/4/2014) pukul 18.46 WIB ini.

“Benar, as roda lokomotif, kereta makan, dan kereta penumpang (anjlok),” katanya melalui sambungan telepon.

Zunerfin mengatakan, KA tujuan Malang, Jawa Timur, yang berangkat dari Stasiun Bandung pukul 15.30, itu membawa 367 penumpang dari rangkaian 7 gerbong yang terdiri dari kereta penumpang, kereta makan, dan kereta bagasi.

“Maaf, kami belum bisa kasih detail laporan ini (kejadian) karena kami fokus dulu kepada penumpang,” katanya. (sumber:kompas.com)

8 Penambang Emas Tertimpa Longsor

4 April 2014   21 views

longsorDelapan warga Sukabumi tewas tertimbun longsor di area tambang emas ilegal Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Keluarga korban menangis histeris dan pingsan mengetahui anggota keluarganya pulang dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Keluarga Maman, salah satu dari 8 korban yang tewas tertimbun longsor, terus menangis. Mereka seolah tidak percaya salah satu anggota keluarganya ini pulang dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

Tidak hanya keluarga, kerabat dan tetangga korban di Desa Cianaga, Kabandungan Sukabumi ini juga larut dalam kesedihan. Tangisan pun pecah kembali manakala warga mengangkat jasad Nurdin, korban tewas lainya, dari mobil untuk dibawa kerumah duka.

Kedua korban ini merupakan satu keluarga. Keduanya tewas akibat tertimbun longsor dilokasi galian emas tanpa izin di Ciguha, Pongkor, Kabupaten Bogor.

Kedelapan korban tewas tersebut berasal dari dua desa berbeda. Maman, Nurdin, Iding dan Yayan, keempatnya merupakan warga Desa Cinaga, sedangkan tiga korban lainya Dedi, Ahmad dan Amir berasal dari Celengsi, Kecamatan Kabandungan. Kedelapan korban ditemukan tewas kemarin sore di kedalaman 40 meter.
(sumber:news.mnctv.com)

Dada Rosada Khawatir Dituntut Seberat Hakim Setyabudi

3 April 2014   21 views

dadarosadaMantan Wali Kota Bandung Dada Rosada dan mantan Sekda Bandung Edi Siswadi akan mendengarkan tuntutan hukuman mereka dalam sidang lanjutan perkara suap hakim bansos yang akan digelar di Pengadilan Tipikor Bandung hari ini, Kamis (3/4/2014). Menghadapi sidang tuntutan hari ini, Dada Rosada mengaku deg-degan. Ia khawatir akan dituntut seberat hakim Setyabudi Tejocahyono yang telah disuapnya itu.

Hal itu diungkapkan kuasa hukum Dada, Abidin saat ditemui sebelum sidang digelar.

“Jangankan Pak Dada, saya aja deg-degan. Tapi kan itu wajar ya manusia,” ujar Abidin.

Ia menuturkan, salah satu kekhawatiran Dada yaitu JPU menuntutnya dengan hukuman yang berat yaitu 16 tahun penjara. Ketua majelis hakim yang menangani perkara korupsi dana bansos itu di kemudian dijatuhi hukuman 12 tahun penjara.

“Khawatir, takut seberat Setyabudi. Tapi ya kita berharap saja tidak setinggi itu, karena kan selama persidangan Pak Dada kooperatif,” katanya.

Menurutnya, dalam proses persidangan, Dada telah mengatakan yang sebenarnya. “Pak Dada sudah mengakui perbuatannya terus terang. Tapi mengatakan yang sebenarnya itu tidak menyeret orang lain,” jelasnya.

Sidang yang dipimpin oleh Nurhakim ini akan digelar di ruang sidang I Pengadilan Tipikor Bandung. Kedua terdakwa telah datang dan menunggu di ruang tunggu namun JPU belum terlihat.(sumber:detik.com)

Next Page »

PERSIB

Sejarah Hari Ini (17 April): Persib Juara Perserikatan Terakhir, 1994

Tepat hari ini, 20 tahun yang lalu digelar laga bersejarah di kompetisi sepakbola... 

Persib Bandung Siap Hadapi Tantangan Ajax Amsterdam

Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman mengaku senang timnya direncanakan akan... 

Hari Ini Bobotoh-The Jack Mania Berdamai di Bogor

Pendukung Persib Bandung (Bototoh) dan suporter Persija Jakarta (The Jack Mania)... 

Informasi Sebelumnya