web analytics

Ada Mayat Wanita di Dalam Avanza, Warga Geger

20 October 2014   0 views

Penemuan mayat wanita di dalam bagasi mobil Toyota Avanza warna putih bernopol F 1641 KG, menggegerkan warga Kampung Cibogo, Desa mekargalih, Kecamatan Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat, Minggu (19/10/2014).

Hasil pemeriksaan petugas dari Tim Identifikasi Polres Cianjur, yang datang ke lokasi setelah mendapat laporaan dari masyarakat, ditemukan sejumlah luka lebam akibat benda tumpul di sekujur tubuh mayat. Juga ditemukan, mulut wanita itu mengeluarkan darah.

“Awalnya kami curiga dengan mobil jenis minibus yang terparkir sejak Sabtu malam hingga siang menjelang di pinggir jalan desa itu. Beberapa orang warga dan aparat desa, sempat melihat bagian dalam mobil dan menemukan jasad wanita di bagian belakang mobil tersebut,” kata Apip saksi mata warga sekitar.

Mendapati hal tersebut, warga melaporkan temuan mayat dalam mobil tersebut kepada pihak berwajib. Petugas yang mendapat laporan langsung memasang garis polisi dan melakukan identifikasi.

Sebelumnya petugas terpaksa mencongkel kaca mobil yang terkunci dan melakukan pemeriksaan terhadap jasad. Bahkan petugas sempat membubarkan warga yang terus berbondong-bondong datang ke lokasi untuk menyaksikan temuan mayat wanita yang sengaja dibuang di lokasi guna menghilangkan jejak pelaku.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dan olah TKP, jasad korban dibawa ke RSUD Cianjur, guna otopsi. Selanjutnya, kasus ini masih dalam pengembangan guna mengungkap pelaku. Kami mengamankan sejumlah surat-surat dari dalam mobil,” kata Kapolres Cianjur AKBP Dedy Kusuma Bakti.

Dia menjelaskan, temuan mayat tersebut berawal dari laporan warga yang curiga terhadap kendaraan yang terparkir sejak Sabtu malam di wilayah tersebut. Hingga akhirnya warga bersama aparat desa memastikan keberadaan kendaraan tersebut dan mendapati mayat wanita dengan sejumlah luka di sekujur tubuh.
(kompas.com)

Warga Resah, Pasar Babelan Dijadikan Tempat Mesum

18 October 2014   7 views

pasarWarga diresahkan dengan perilaku menyimpang anak-anak muda di Gedung lantai dua Pasar Babelan, Kabupaten Bekasi.

Tak sedikit dari mereka diketahui warga melakukan hal-hal negatif seperti pesta minuman keras, dan pasangan kekasih yang berbuat mesum pada malam hari.

Salah seorang warga, Adi (30) kepada Gobekasi mengungkapkan muda-mudi yang asik memadu kasi sering kepergok oleh warga.

“Biasanya menjelang tengah malam, Susah mas di awasin. Beberapa kali di usir tetap aja masih berbuat mesum juga. Kebanyakan si warga luar kampung sini,”Ujarnya

Lanjut Adi, Banyaknya ruko kosong dan kurangnya pengawasan membuat beberapa pasangan memanfaatkan keadaan gedung apalagi kondisi pasar pada malam hari gelap hanya sedikit penerangan.

“Gelap, ngga ada pengawasnya juga, kan UPTD sama pengembang hanya sampai sore kerja mereka. Saya harap ada pengawasan karena sangat mengganggu sekali, soalnya mereka juga sering minum-minum juga disini,”Pungkasnya.

(gobekasi)

Di Balik Pembongkaran 150 Kios dan 180 Lapak PKL di Terminal Depok

18 October 2014   6 views

pembongkaran Pkl DepokRatusan pedagang kaki lima (PKL) dan pedagang di Terminal Depok terpaksa harus menelan pil pahit lantaran kios dan lapak yang digunakannya dalam mencari nafkah selama puluhan tahun dibongkar tim gabungan. Pembongkaran kios dan lapak tersebut dilakukan pada Rabu, 8 Oktober 2014 oleh 1.536 personel gabungan yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), TNI, Polri, dan Dishub Depok.

Sebelum pembongkaran dilakukan, Satpol PP Kota Depok telah memberikan surat perintah pembongkaran dan pengosongan kepada PKL dan pedagang kios di Terminal Depok pada Senin, 6 Oktober 2014.

“Kami minta agar Saudara segera melakukan pembongkaran secara sukarela terhadap lapak PKL dan pengosongan terhadap bangunan kios dimaksud atau memindahkannya selambat-lambatnya 1 x 24 jam sejak surat ini diterima,” demikian bunyi surat perintah yang ditandatangani oleh Kepala Satpol PP (Kasatpol PP) Nina Suzana. [baca: Pemkot Depok Akan Tertibkan PKL di Terminal pada Hari Rabu]

Nina mengatakan, penertiban pedagang di Terminal Depok ini merupakan penertiban pertama kalinya sejak tahun 1997. Terminal Depok mulai beroperasi pada tahun 1992. Ia menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok tidak memberikan ganti rugi kepada para pedagang tersebut.

Kios PKL dan pedagang digusur

Sebanyak 150 kios dan 180 lapak PKL dan pedagang di Terminal Depok ditertibkan tim gabungan. Penggusuran dengan menggunakan tiga alat berat ini berlangsung tertib tanpa ada perlawanan dari para pedagang. Tak hanya kios, petugas juga mengamankan sebuah kotak amal yang digunakan untuk sumbangan masjid.

Tak jauh dari lokasi penggusuran, tepatnya di depan ITC Depok, disiagakan satu mobil polisi anti-huru hara dan dua mobil pemadam kebakaran. [baca: Selain Kios, Petugas Amankan Kotak Amal Masjid di Terminal depok]

Sesuai SOP

Pembongkaran ratusan kios dan lapak PKL di Terminal Depok diklaim sudah sesuai dengan standar operasional dan prosedur (SOP) yang berlaku.

Kasatpol PP Kota Depok Nina Suzana menolak jika dikatakan pembongkaran itu dilakukan dengan sewenang-wenang. “Pembongkaran ini terlambat tiga tahun gara-gara penolakan. Sekarang sudah clear,” kata Nina di lokasi pembongkaran, Rabu, 8 Oktober 2014.

Menurutnya, pedagang seharusnya meminta ganti rugi kepada PT Andika Investa sebagai pemenang tender pembangunan terminal. Namun, kata Nina, pembongkaran bangunan tidak harus menunggu ganti rugi selesai. “Kami sudah tidak bisa menunda lagi pembongkaran. Komunikasi dengan pedagang jalan terus,” ujarnya.

Ia mengatakan, pembongkaran akan dilakukan seharian hingga semua kios rata dengan tanah. Menurut dia, ada penambahan jumlah kios menjadi 150 kios dari 120 jumlah awal. Adapun jumlah lapak pedagang kaki lima tetap sebanyak 180. Semua bangunan itu dibongkar dalam sehari.

Saat proses penertiban kios dan lapak, Kapolresta Depok Komisaris Besar Ahmad Subarkah mengatakan, pembongkaran berjalan normal. Pedagang wanita yang menolak pembongkaran, lanjutnya, sudah ditangani oleh Polwan. Dalam pembongkaran ini, ada 1.536 personel gabungan yang terlibat. [baca: Kasatpol PP Kota Depok: Pembongkaran Kios di Terminal Tertunda 3 Tahun]

Apartemen dan pusat grosir

Pembongkaran kios para PKL dan pedagang merupakan bagian dari program Pemkot Depok dalam merevitalisasi Terminal Depok menjadi sebuah terminal terpadu. Revitalisasi terminal ini rencananya akan dibangun hotel dan apartemen serta pusat grosir.

“Akan dibangun hotel dan apartemen juga di sini. Terminalnya akan dibangun terpadu seperti di Blok M,” kata staf administrasi UPT Terminal Depok Ahmad Ali, Senin, 6 Oktober 2014.

Mengenai rencana tersebut, Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengatakan, telah meminta rekanan pihak ketiga untuk membangun konsep terminal terpadu yang selama ini direncanakan.

“Terminal terpadu ini nantinya terkoneksi dengan Stasiun Depok Baru dan dibangun apartemen hingga pusat grosir,” kata Nur Mahmudi di Balai Kota Depok, Selasa, 14 Oktober 2014.

Menurutnya, revitalisasi terminal terpadu tersebut menghubungkan antara kereta api dan angkutan moda darat seperti di negara maju.

Nur Mahmudi mengakui di terminal terpadu itu akan dibangun apartemen oleh pihak pengembang.

Sistem kontrak hak guna bangunannya pun dibicarakan dalam Build Operate and Transfer (BOT).

“Fungsi terminal tetap ada ditata lebih rapi mengurangi traffic jam, selain itu ada fungsi bisnis. Terminal lengkap yang modern. Hak bangunannya 30 tahunan kerja sama kami juga kenakan pajak,” ujar Nur Mahmudi. [baca: Nur Mahmudi: Terminal Terpadu Akan Dilengkapi Apartemen-Pusat Grosir]

Terintegrasi dengan stasiun Depok Baru

Terminal Depok memiliki luas sekitar 2,5 hektar dengan posisi berada di sebelah kiri pusat belanja ITC Depok. Di belakang Terminal Depok terdapat Stasiun Depok Baru. Rencananya Terminal Depok akan diintegrasikan atau menyatu dengan Stasiun Depok Baru.

“Nanti akan nyambung dengan Stasiun Depok Baru. Untuk lebih jelasnya tanya Dishub,” kata Kepala Unit Pengelola Teknis Terminal Depok Endang Wahyu. [baca: Revitalisasi, Terminal Depok Akan Dibangun Hotel dan Apartemen]

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Depok, Gandara Budiana mengatakan, alasan dibongkarnya terminal karena nantinya Terminal Depok akan dibuat lebih terpadu dan terintegrasi ke Stasiun Depok Baru.

“Nantinya juga akan disediakan juga fasilitas bagi masyarakat di dalam Terminal Depok, seperti jadwal keberangkatan bus, tempat tunggu yang ber-AC, dan terminal yang lebih tertutup sehingga masyarakat yang menunggu bus akan lebih nyaman lagi,” ujar Gandara di Terminal Depok, Rabu, 8 Oktober 2014. [baca: Terminal Depok Akan Terintegrasi dengan Stasiun Depok Baru]

Terminal baru

Selain itu, lanjut Gandara, Terminal Depok sudah kelebihan muatan, karena jumlah angkutan kota (angkot) di Depok sudah mencapai 2.880-an dan ada sekitar 150-an bus. Menurutnya, idealnya dengan luas Terminal Depok yang sekarang hanya mampu menampung setengah dari jumlah tersebut.

“Kemungkinan angkutan kota antar-provinsi akan dipindahkan ke terminal baru yang di Jati Jajar, dan untuk angkot dalam kota kemungkinan akan tetap di Terminal Depok yang lama,” terang Gandara.

Terkait rencana pemindahan armada dari terminal lama ke terminal baru di Jati Jajar, Tapos, Depok, pun diakui Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (P2TK) yang juga Kepala Seksi Tata Bangunan Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarkim) Kota Depok, Suwandi.

“Terminal Depok itu sebenarnya akan dipindahkan ke daerah Jati Jajar dan pengerjaannya sedang dilakukan secara bertahap setiap tahun karena keterbatasan anggaran,” jelas Suwandi, Selasa, 7 Oktober 2014.

Terminal baru di Jati Jajar tersebut, lanjutnya, memiliki luas sekitar 10 hektar dan pengerjaannya sudah dimulai sejak tahun 2011. [baca: Distarkim: Terminal Depok Akan Dipindahkan ke Jati Jajar]

Ruang publik

Dalam rangka merevitalisasi Terminal Depok menjadi terminal terpadu, salah satu bagiannya adalah dengan memindahkan angkutan kota antar-provinsi ke terminal baru di Jati Jajar, Tapos, Depok. Sedangkan untuk angkot dalam kota akan tetap di Terminal Depok yang lama. Sehingga jumlah armada di Terminal Depok tidak kelebihan muatan.

Pakar Tata Kota Emil Dardak mengatakan, semestinya revitalisasi Terminal Depok itu pada akhirnya dapat memberikan ruang publik yang lebih baik agar masyarakat menjadi lebih nyaman.

“Kalau arahnya untuk kenyamanan penumpang itu bagus. Pasti masyarakat setuju dong kalau terminal bisa lebih teratur dan nyaman,” kata Emil, Rabu, 8 Oktober 2014.

Mengenai rencana pemkot memindahkan angkutan kota antar-provinsi ke terminal di Jati Jajar dan angkot dalam kota tetap berada di terminal yang lama, menurutnya hal itu sah-sah saja sepanjang untuk mengurangi kepadatan dan kesemrawutan di Terminal Depok.

“Untuk mengurangi kepadatan dan kesemrawutan di terminal itu sah-sah saja jika angkutan luar kota dipindahkan ke terminal lain. Yang terpenting bisa meningkatkan kenyamanan masyarakat,” jelas Emil. [baca: Revitalisasi Terminal Depok, Emil Dardak: Asal Bisa Berikan Kenyamanan]

Dialihkan ke lapangan stasiun Depok Baru

Selama pembangunan terminal terpadu, Terminal Depok akan dialihkan ke lapangan depan Stasiun Depok Baru.

“Nanti pas terminal dibangun, terminal akan dialihkan ke lapangan stasiun. Semua itu diurus oleh pihak swasta,” kata Kepala Terminal Depok, Reynold John saat penertiban pedagang di terminal, Rabu, 8 Oktober 2014.

John menambahkan, nantinya, jalan menuju terminal sementara itu akan dibangun di samping ITC Depok. Terminal sementara itu terletak di atas lahan KAI yang ada di sisi timur dan barat Stasiun Depok Baru. Pintu keluar terminal sementara itu, menurut John, akan dibangun di sebelah utara sehingga bisa langsung tembus ke Jalan Arif Rahman Hakim.

Di sisi barat stasiun, ungkap John, terminal sementara juga masih ada sehingga angkot yang datang dari arah barat Depok tak perlu bersusah payah masuk melalui sisi timur. “Setelah penertiban ini beres, terminal kan bisa dipakai lagi. Kita buatkan dulu jalan menuju terminal sementara itu, setelah itu, baru terminal ini ditutup,” tutur John. [baca: Terminal Depok Bakal Dialihkan ke Lapangan Stasiun Depok Baru]

Relokasi PKL terminal Depok

Pasca dibongkarnya ratusan kios dan lapak para PKL di terminal, Pemkot Depok telah menyiapkan empat pasar di wilayah tersebut.

“Kita coba tawarkan di Pasar Depok Jaya, Pasar Segar Cinere, Pasar Agung, dan Pasar Musi,” kata Kasatpol PP, Nina Suzana di lokasi penertiban PKL di Terminal Depok, Rabu, 8 Oktober 2014.

Namun, solusi tersebut belum dapat diterima oleh sejumlah pedagang yang merasa keberatan dengan relokasi di empat pasar itu. “Sudah kita tawarkan, tapi mereka menolak kalau ingin bernegosiasi silakan,” ujarnya.

Pedagang sepatu yang berjualan di Terminal Depok, Anas mengaku relokasi tersebut bukanlah solusi. Oleh karena itu, Anas memrotes keras penggusuran ini. Terlebih, dia mengaku memiliki surat kontrak menempati bangunan tersebut hingga 2018.

“Katanya nanti ada solusi tapi tidak ada solusinya. Ini dibongkar paksa namanya,” cetus Anas. [baca: Pemkot Depok Tawarkan 4 Pasar untuk Tampung PKL yang Digusur]

Pedagang rugi puluhan juta

Akibat penggusuran ratusan kios dan lapak tersebut, para PKL dan pemilik kios yang berdiri di Terminal Depok mengaku kecewa dengan langkah yang diambil Pemkot Depok. Para pedagang di terminal meminta kepada pemkot agar secepatnya memberikan pergantian kios mereka yang digusur.

Salah satu penjual lapo yang enggan menyebutkan namanya mengaku kecewa atas penggusuran ini. Dia mengaku rugi hampir ratusan juta. Padahal, dua kios yang disewanya ini masih memiliki kontrak hingga 2018.

“Aduh banyak banget ruginya, sekarang saya punya dua kios. Satu kiosnya saja saya beli Rp 36 juta belum untuk renovasi segala macamnya. Kontrak masih sampai 2018, masih panjang sekali,” kata ibu paruh baya ini di Terminal Depok, Rabu, 8 Oktober 2014.

Sama halnya dengannya, Abdul Rauf, pedagang soto betawi, terheran-heran dengan tingkah pejabat di Depok ini. Mengapa penggusuran dilakukan tanpa adanya tanggung jawab dari Pemkot Depok, apalagi dirinya memiliki kios tersebut dengan mengeluarkan biaya. Namun, ganti rugi pun hingga kini tidak kunjung dilakukan pemkot.

Rauf pun mengklaim rugi hampir ratusan juta atas penggusuran itu. Ia mengaku telah berjualan selama 20 tahun di Terminal Depok dan selalu mematuhi peraturan di terminal dengan membayar retribusi keamanan dan kebersihan setiap harinya.

“Kita sudah membayar dua ribu rupiah per hari buat retribusi, kios kita juga beli masak tidak ada ganti ruginya. Secepatnya diganti untung jangan rugi, jangan hanya omong kosong,” cetus dia.

Menurut Rauf, pedagang telah mengajukan ganti rugi kepada Pemkot Depok sebesar Rp 70 juta. Namun, belum ada respons positif dari pemkot. Ia berharap secepatnya ganti rugi ini dapat cair agar para pedagang dapat kembali berjualan di tempat lain. [baca: Rugi Puluhan Juta, Pedagang Terminal Depok: Kita Minta Diganti]

Anggota DPRD Depok perjuangkan hak PKL

Setelah penggusuran kios dan lapak PKL, anggota DPRD Depok berjanji memperjuangkan hak-hak PKL yang sah dan resmi di Terminal Depok. Alasannya, ada di antara sebagian pedagang itu memiliki sejumlah berkas surat perjanjian kontrak.

Rachmin Siahaan, anggota Komisi A DPRD, menyatakan masih mengumpulkan masukan-masukan dari para pedagang untuk menentukan solusi terbaik. “Terus terang, ketika terjadi eksekusi pembongkaran kami ini belum ada pembagian tugas (komisi), dan baru kemarin disahkan,” ujar wakil rakyat periode 2009-2019 yang juga mantan wartawan itu.

Karena itulah, ia bersama rekan satu komisi serta fraksi terutama PDI Perjuangan berjanji mengawal para PKL untuk diperjuangkan hak-hak resmi dan sahnya. Walaupun pihaknya menerima masukan Pemkot Depok bahwa hanya 60 pedagang yang resmi dan sah, tetapi ia akan memperjuangkan pola penampungan di pasar-pasar se-Depok.

“Kami akan minta masukan banyak pihak dan coba mengajukan pembentukan Pansus (Panitia Khusus) termasuk soal perizinan Terrace Suit Cinere dan PKL terminal,” kata Rachmin. [baca: Anggota DPRD Depok Janji Perjuangkan Hak Para PKL di Terminal]

Masjid sekolah Master akan dibongkar

Tak hanya kios dan lapak para PKL yang digusur, masjid milik sekolah Masjid Terminal yang akrab disebut Master pun akan dibongkar oleh Pemkot Depok. Pembongkaran dilakukan karena masjid itu masuk area sterilisasi Terminal Depok yang akan direvitalisasi.

“Yang masuk (bangunan yang akan dibongkar) masjid,” kata pendiri sekolah Master, Nurrohim, Minggu, 12 Oktober 2014.

Menurut Nurrohim, masjid itu berdiri di atas tanah pemerintah seluas 500 meter persegi. Dulunya, tanah itu dihibahkan oleh PT Purnama sebagai pengembang pertama Terminal Depok. Hal itu juga yang membuat konflik antara Master dan pemerintah saat isu penggusuran mulai muncul pada 2013 lalu.

Namun tanah itu sekarang diambil lagi oleh pemerintah. “Dulu itu tanah hibah, karena tak diurus akhirnya diambil lagi oleh pemerintah,” kata Nurrohim.

Sekolah Master didirikan Rohim pada 2000. Melihat banyaknya anak jalanan yang tidak diperhatikan oleh pemerintah, dia pun membuat sekolah non-formal. Bermacam orang ada di sekolah itu, dari anak jalanan, anak punk, pengemis, hingga anak orang miskin yang tak tertampung oleh sekolah negeri dan swasta di Depok. [baca: Pemkot Depok Akan Bongkar Masjid Sekolah Master]

Dibongkarnya kios dan lapak di Terminal Depok meninggalkan kekecewaan bagi para PKL dan pedagang. Sebagian dari mereka masih punya hak menempati kios hingga 2018 sesuai perjanjian kontrak dengan pemilik kios. Namun mereka hanyalah rakyat kecil. Mereka hanya mencari nafkah untuk sekadar mencukupi kebutuhan sehari-hari bagi keluarga. Semoga para pedagang tersebut memperoleh uang pengganti yang layak atas dibongkarnya kios mereka. Sehingga mereka pun dapat melanjutkan berjualan demi mencukupi kebutuhan.

Di sisi lain, rencana Pemkot Depok akan membuat terminal terpadu dan mengalihkan sebagian armada dari terminal lama ke terminal baru di Jati Jajar, perlu direspons positif. Dengan demikian diharapkan terminal terpadu nantinya tidak semrawut dan lebih tertata dengan baik. Sehingga warga Depok pun akan lebih nyaman saat berada di terminal dengan kondisi yang lebih baik. Mengenai rencana akan dibangunnya apartemen, hotel, dan pusat grosir di area terminal, diharapkan tetap memperhatikan ruang resapan atau ruang terbuka hijau (RTH). Agar, selain terminal terpadu lebih tertata dengan beragam fasilitas, terminal juga akan terlihat asri. Semoga setelah ini, Pemkot Depok bisa lebih memperbanyak taman bermain yang ramah lingkungan bagi anak-anak, karena ini juga tak kalah pentingnya dalam hal penyediaan sarana bagi warga.
(depoklik.com)

Pemkot Bogor Beri Batas Waktu Optimalisasi Terminal Baranangsiang Akhir Oktober

18 October 2014   1 views

terminalPemerintah Kota Bogor Jawa Barat memberikan batas waktu kepada PT PGI selaku pengembang untuk segera merealisasikan optimalisasi Terminal Baranangsiang akhir Oktober 2014.

“Kami memberikan batas waktu sampai akhir Oktober, bila PT PGI tidak menyanggupi maka akan dicari calon pengembang lain,” kata Wali Kota Bogor, Bima Arya di Bogor, Kamis.

Optimalisasi Terminal Barangsiang memulai babak baru, dimana Pemerintah Kota Bogor mengajukan revisi desain bangunan terminal untuk lebih mengoptimalkan fungsi utama dibanding fungsi penunjang.

Selain fungsi utama, Pemerintah Kota Bogor juga menambahkan layanan “park and ride” serta terminal terpadu di Terminal Baranangsiang.

Selain itu, lanjut Bima, keputusan terminal masih menunggu recana tata bangunan dan lingkungan (RTBL) untuk menjadi dasar hukum terkait ketinggian lantai.
“RTBL akan ditambahkan radiusnya sampai ke Terminal Baranangsiang dan daerah Botanical Residence,” kata Bima.

Sementara itu, Corporate Secretary PT PGI, Firman Dwinanto mengatakan, pihaknya telah menyanggupi keinginan Pemerintah Kota Bogor terkait revisi desaen optimalisasi Terminal Baranangsiang.

“Kami akan menyanggupi apa yang diminta Pemerintah Kota Bogor. Tetapi kami juga meminta jaminan waktu pelaksanaan pengosongan terminal agar PT PGI dapat mulai bekerja,” kata Firman.

Firman menambahkan, pihaknya meminta diberikan kesempatan untuk bekerja dan merealisasikan proyek optimalisasi termina, sehingga Kota Bogor memiliki terminal yang representatif.  “Kami berharap terminal ini nantinya akan menjadi kebanggaraan masyarakat Kota Bogor,” kata Firman melalui siaran persnya.

Pemerintah Kota Bogor Jawa Barat kembali memastikan bahwa optimalisasi Terminal Baranangsiang akan menyentuh semua aspek termasuk, seluruh elemen masyarakat yang ada di terminal akan terakomodir dengan pembangunan tersebut.

Rencana optimalisasi Terminal Baranangsiang tidak kunjung terealisasi selama dua tahun, setelah masyarakat yang menamakan warga terminal menolak rencana tersebut karena tidak sesuai dengan fungsi utama terminal dengan adanya hotel dan mall.

Massa melakukan penolakan dengan cara memblokir jalan masuk dan keluar Kota Bogor sebanyak dua kali. Sehingga aktivitas transportasi menjadi lumpuh pada 2013 lalu.

Saat ini Pemerintah Kota Bogor kembali membahas secara intensif realisasi optimalisasi Terminal Baranangsiang dengan sejumlah instansi terkait termasuk pihak ketiga dalam hal ini investor PT PGI.

(Bogornews)

Amankan Pelantikan Presiden, Polda Jabar Kerahkan 1500 Personil

18 October 2014   0 views

polda jabarAmankan pelantikan presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo- Jusuf Kalla Senin (20/10), Kepolisian Jawa Barat siagakan 1.500 personil.

Dari jumlah ini, 300 anggota berasal dari Satuan Brimob Polda Jabbar. Brimob yang dilibatkan dalam pelantikan di Gedung MPR Senayan Jakarta, sudah diberangkatkan Rabu (15/10).Sementara sisanya 1.200 anggota disiagakan di ruas jalan menuju Jakarta.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Mochamad Iriawan di sela pengamanan kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Istana Bogor Jumat (17/10) siang mengatakan, dirinya sudah berkoordinasi dengan semua Kapolres.

Ruas jalan yang dikoordinasikan menurut Irjen Iriawan yakni, Polres yang mempunyai akses ke Jakarta seperti, Bandung, Purwakarta, Bogor, Karawang.

Menurut  Iriawan, 1.200 polisi ini, akan menjaga 24 titik ruas jalan yang bersentuhan dengan jalan menuju Jakarta. “Menjelang hari pelantikan, Senin (20/10), semua personil polisi sudah dalam posisi siaga,”katanya.

Selain polisi, Polda Jawa Barat juga telah bertemu dengan  pimpinan daerah, Kabupaten/Kota untuk mengimbau masyarakat Jawa Barat tidak melakukan perjalanan ke Jakarta untuk menghadiri pelantikan presiden dan wakil presiden.

“Saran saya, nonton bareng saja di tempat masing-masing.  Syukuran pesta rakyat atas pelantikan bapak Jokowi-Jusuf Kaal, tidak perlu berkumpul di satu titik. Ini saran kami. Tapi kalau memang tetap mau berangkat, kami minta tertib saja di jalan,”kata Iriawan.

Kapolda Iriawan mengaku, sudah ada 600 orang meminta ijin untuk melakukan perjalanan ke Jakarta.
“Sudah ada sekitar 600 orang dari beberapa titik di Jawa Barat. Ijin masyarakat ini tujuannya ke Jakarta,”paparnya.

Kapolres Bogor, AKBP Sonny Mulvianto Utomo meminta, agar warga Kabupaten Bogor yang hendak mengikuti pesta rakyat, supaya mengenal betul siapa saja orang yang ada dalam kelompok mereka.

“Saran saya, berangkatnya berkelompok. Kenali semua orang dalam kelompok demi menghindari penyusup yang bisa membuat provokasi. Pakai mobil yang layak jalan. Ini pesta rakyat, maka lakukanlah dengan sikap taat aturan baik di jalan maupun sudah berada dilokasi,”pinta AKBP Sonny.

(Poskota)

Trayek Angkot Bandung Bakal Berubah

17 October 2014   1 views

angkotDinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung akan melakukan perubahan rute (rerouting) semua trayek angkutan kota (angkot) di Kota Bandung. Perubahan ini sejalan dengan desakan para para pengusaha dan sopir angkot jurusan Abdul Muis-Dago yang meminta perpanjangan rute angkot dari Punclut ke Leuwipanjang.

Kabid Angkutan Dishub Kota Bandung, Yayan Heryana, mengatakan, pihaknya masih menunggu surat persetujuan dari tiga koperasi angkot untuk segera mempercepat proses persetujuan perubahan rute trayek angkot. Menurut dia, baru dua koperasi saja yang mengirim surat menyetujui perubahan rute, yaitu Kobanter Baru dan Kobutri.

“Kami tinggal nunggu gimana dari Kopamas, belum masuk (surat persetujuan), karena ketuanya lagi di luar Jawa,” ujar Yayan kepada Tribun melalui sambungan telepon, Kamis (16/10/2014).

Perubahan rute, kata dia, diberlakukan tidak hanya untuk trayek angkot yang bersinggungan dengan bus sekolah gratis, terutama angkot jurusan Abdul Muis-Dago, tetapi semua trayek angkot di Kota Bandung.

Menurut Yayan, jika semua koperasi angkot menyetujui adanya perubahan rute ini, pihak Dishub akan segera menentukan jarak dan sistem perubahan rute semua angkot yang akan berubah trayeknya.

“Nanti dirapatkan jalur mana saja. Paling banyak sih rerouting-nya ke perumahan-perumahan yang belum dilalui angkot karena kalau di dalam kota kan rencana Pemkot Bandung akan menerapkan angkutan massal,” katanya.

Mengenai keinginan agar perubahan trayek jurusan Abdul Muis-Dago dipercepat, Yayan tidak bisa memastikan. Menurutnya, surat keputusan Wali Kota Bandung tidak bisa terpisah. SK perubahan rute, kata dia, akan diturunkan bersamaan dengan perubahan rute semua trayek angkot.

“Kalau SK kan sama-sama dibuatnya, gak bisa dipisah. Sekarang lagi proses. Keinginan Pak Wali, November ini sudah beres. Mungkin rerouting percobaan akan dilakukan di trayek Batununggal-Citylink untuk percontohannya,” katanya.

Meskipun ada perubahan rute untuk jalur angkot di Kota Bandung, ia menegaskan tidak akan ada penambahan angkot di Kota Bandung. Menurutnya, saat ini 5.521 unit angkot di Kota Bandung sudah cukup banyak.

“Jadi, ada beberapa rute yang dipindah, misalkan trayek yang umum dipindah ke trayek yang baru di-rerouting, seperti masuk-masuk ke perumahan. Sifatnya bisa menjadi feder,” kata Yayan.

Menanggapi keinginan para pengusaha dan sopir angkot Abdul Muis-Dago agar bus sekolah gratis memutar di Dipati Ukur, Dishub beranggapan hal tersebut tidak masalah. Menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) TMB, Yadi Heryadi, meskipun dibelokkan ke arah Dipati Ukur, minat pelajar untuk menaiki bus sekolah gratis tidak surut.

“Kalau ke Dago memang lumayan banyak, apalagi dari Terminal Dagonya, terutama anak SMP dan SMA yang naik dari Terminal Dago. Tapi kalaupun memutar di DU, itu tidak menurunkan jumlah penumpang,” kata Yadi kepada Tribun.

Yadi belum memastikan kapan rute bus BS 02 yang semula sesuai dengan rute dari Terminal Dago ke Leuwipanjang ini harus memutar di Dipati Ukur. “Kami masih nunggu dari Kobanter bagaimana nanti ke depannya. Kami masih terus berkomunikasi,” katanya.

Yadi mengatakan, pihaknya harus mengalah dan menuruti keinginan para pengusaha dan sopir angkot untuk memutar di Dipati Ukur. Sebab, ia mengkhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap bus sekolah tersebut.

(tribunnews)

Sepeda Bambu asal Bogor Diminati Pasar Eropa dan Amerika

17 October 2014   1 views

sepeda bambuApa yang menarik dari pohon bambu? Bagi sebagian orang, pohon bambu tidaklah begitu penting. Namun, ditangan sang maestro bambu, Jatnika, bambu dapat disulapnya menjadi sebuah karya bernilai tinggi. Adalah sepeda bambu, hasil karya tangan pria asal Cikidang, Kabupaten Sukabumi. Tak tanggung-tanggung, sepeda buatannya itu mampu bersaing di industri kancah Internasional.

Saat Kompas.com berkunjung ke rumah sekaligus workshopnya, di Perumahan Bumi Cibinong Endah, Kelurahan Sukahati, Kecamatan Cibinong, Abah, panggilan akrabnya, sangat antusias membicarakan karya sepeda bambu buatannya itu. Tapi, dibalik kesuksesannya dalam membuat berbagai macam benda dari bambu, Abah merasa kecewa dan marah dengan kondisi saat ini yang tidak peduli dengan kearifan lokal.

“Pohon bambu sudah ada dari jaman dulu, bahkan negara kita merdeka berkat perjuangan rakyat Indonesia menggunakan senjata bambu runcing. Ditambah lagi, kualitas bambu di Indonesia adalah yang terbaik di dunia. Namun, kenapa orang Indonesia sendiri tidak peka terhadap keadaan itu,” ucap Abah, Selasa (14/10/2014).

Awal tercetus ide pembuatan sepeda bambu, kata Abah, karena merasa tertantang dengan negara lain yang sudah memproduksi sepeda bambu terlebih dahulu. “Masa negara lain sudah bisa membuat sepeda dari bambu, kenapa negara kita tidak bisa. Padahal jelas, di Indonesia banyak sekali tumbuh pohon bambu, dan itu kualitasnya sangat baik,” ujarnya.

Untuk menghasilkan sepeda bambu yang kuat dan tahan lama, Abah harus terlebih dulu mencari jenis bambu yang cocok. Batang bambu yang digunakan merupakan bambu pilihan yang telah melewati proses seleksi dan pengawetan secara tradisional.

“Ada sekitar 21 ramuan herbal yang saya gunakan untuk merendam bambu selama tiga minggu. Kemduian barulah, dilakukan proses produksinya. Kira-kira untuk menghasilkan satu unit sepeda bambu siap pakai, butuh waktu pengerjaan sekitar sebulan lebih,” kata dia.

Uniknya, dalam proses produksi, Abah mempercayakan kepada rekan-rekannya yang mempunyai background sebagai tenaga ahli dibidang industri pesawat terbang. “Soal perakitan, saya mempercayakan kepada teman-teman yang ahli dalam perakitan pesawat terbang,” tuturnya.

Menurut ayah dari enam anak ini, keunggulan sepeda bambu buatannya selain memiliki karya seni tinggi, juga tidak mudah rusak karena pada batang bambu terdapat ribuan serat yang mempu menahan beban dan benturan.

Ada beragam jenis sepeda bambu buatannya, antara lain sepeda bambu fixie dan mountain bike. Untuk harganya, Abah membandrolnya antara Rp 10 juta sampai Rp 17 juta.

Namun, bagi anda yang tertarik harus bersabar dulu, karena sepeda bambu buatan Abah Jatnika belum dijual bebas di pasaran. “Saya belum berani lepas ke pasaran, kalau ada yang mau silahkan pesan, baru kami buatkan,” jelasnya.

sepeda 2

Hingga pasar Eropa dan Amerika

Jangan salah, walaupun terbuat dari bahan dasar bambu, karya Abah Jatnika sudah mencapai mencanegara. Bahkan, warga Amerika Serikat dan Eropa berbondong-bondong meminta pesanan sepeda bambu buatannya.

“Ada orang Amerika yang pesan. Lumayan lah, cukup banyak. Di Belgia pun juga sama, ada pesanan disana. Ini merupakan bukti bahwa produk Indonesia bisa bersaing di luar negeri,” papar Abah Jatnika.

Selain menjadi seorang pengrajin bambu, Abah juga kerap menjadi pembicara di luar negeri untuk memperkenalkan bambu di kancah Internasional. “Justru banyak orang luar negeri, yang belajar ke Indonesia hanya untuk mempelajari bambu. Tapi kenapa orang Indonesia, justru cuek-cuek saja,” ketusnya.

Dirinya berharap, semakin dikenalnya produk sepeda bambu di luar negeri, bisa meningkatkan gairah industri kreatif lainnya untuk go International. “Banyak potensi yang dimiliki bangsa ini, hanya masalahnya apakah kita berani atau tidak,” pungkas Abah.

(kompas)

Buku berisi tips pacaran di SMA beredar, ini kata Ridwan Kamil

16 October 2014   6 views

bukuBuku Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (Penjaskes) untuk SMA dan sederajat kelas XI menuai penolakan. Buku dari Kemendikbud itu menampilkan soal bahaya melakukan seks bebas bagi wanita dan tips berpacaran.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan bahwa peredaran buku tersebut harus dikaji ulang. Dia meminta penerbit agar bisa memberikan penyampaian yang tidak mengundang kontroversi di berbagai kalangan.

“Saya titip ke Dinas Pendidikan supaya berhati-hati, ini bisa dikaji,” kata pria yang akrab disapa Emil itu di Balai Kota Bandung, Kamis (16/10).

Dia menambahkan, penerbit harus lebih berhati-hati tentang masalah tersebut. Apa yang ditulis dan disampaikan bisa menjadi berbahaya.

“Apalagi sarana (sekolah) seperti itu seolah-olah memberikan pembenaran, untuk menganjurkan berbuat seperti itu,” terangnya.

Sebelumnya, Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) melakukan aksi di depan kantor MUI Jabar Bandung. Bahkan mereka menggunting dan membakar bagian halaman 128-129.

Buku itu dinilai tidak edukatif karena merendahkan martabat wanita. Sebab disebutkan dalam buku itu seakan-akan hubungan seks kurang berisiko bagi pria dibanding wanita. Lainnya tips berpacaran bagi siswa ditampilkan. FGII menilai Ini sangat tidak pantas.

(Merdeka)

Mahasiswa Demo Caci-Maki Walikota Bogor

16 October 2014   1 views

demoKursi Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto mulai digoyang puluhan mahasiswa Bogor yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Bogor. Demo di depan Balaikota Bogor Rabu (15/10) sore ini, berakhir ricuh.

Dalam orasinya, mahasiswa yang membawa spanduk dan bendera kebesaran ini   mengatakan, Bima Arya tidak becus dalam mengelola pemerintah. Massa meneriakan kata tolol hingga binatang ke politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Kericuhan bermula saat niat mahasiswa  menyampaikan aspirasinya langsung ke Walikota Bima Arya tidak terealisasi. Massa pendemo lalu membakar ban. Saat api menyala, petugas kepolisian berusaha memadamkan api.

Mahasiswa yang mempertahankan ban yang dibakar, lalu terlibat bentrok dengan polisi dan Satpol PP. Terjadi adu jotos dalam insiden ini. Tiga pendemo terkena pukulan, lalu dilarikan ke rumah sakit guna menjalani visum guna melapor kekerasan ini ke jalur hukum.

“Saya tidak terima anak buah saya dipukul polisi. Sudah visum dan kami akan laporkan ke jalur hukum,”kata Dayat Hidayat, Ketua Umum PMII Cabang Kota Bogor.

Menurutnya, Bima Arya terlihat plin-plan dan tidak konsisten dalam menjalankan roda pemerintahan di kota hujan ini. Bima menurut Dayat, mengobral ijin, tidak mempedulikan penghijauan lingkungan, tidak peduli dengan fasilitas sarana dan prasarana serta tidak mampu dalam mengoptimalkan perangkat daerah.

“Bima yang mengeluarkan ijin pembangunan Botanical. Saat warga protes karena menimbulkan kemacetan, dia baru menegur pengembang. Saat diberi ijin, Bima Arya juga tidak memperhatikan infrastruktur. Begitu warga protes baru dia minta, pengelola buat jalan dan membuka akses jalan untuk dilalui umum. Walikota Bima goblok,”teriaknya.

Massa sempat berusaha merobohkan pagar pembatas Balaikota. Namun aksi massa ditahan Satpol PP dan petugas kepolisian Polres Bogor Kota.

(poskota)

Jalan Siliwangi Bekasi Rawan Kecelakaan

16 October 2014   1 views

bekasiJalur tengkorak di Kota Bekasi, selama Januari-Oktober 2014, terjadi 51 kasus kecelakaan dengan 6 korban meninggal dunia.”Jalan Raya Siliwangi  sebagai jalan paling rawan kecelakaan di Kota Bekasi,” kata Kasat Lantas Polresta Bekasi Kota, Kompol Heri Ompusunggu, Kamis (16/10).

Dia mengatakan, tingginya kasus kecelakaan di Jalan Raya Siliwangi membuat pihaknya melakukan kajian terkait penanganan korban kecelakaan lalu lintas.”Kita membentuk Traffic Accident Unit (TAU) berdasarkan instruksi dari Mapolda Metro Jaya,” ujar Kasat.

Menurut dia, Traffic Accident Unit tersebut merupakan posko terpadu yang melibatkan instansi terkait seperti Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Dinas Kesehatan Kota Bekasi, PT Jasa Raharja Bekasi, serta anggota Polresta Bekasi Kota.

Pendirian posko perdana ini ditempatkan di KM 6 Jalan Raya Siliwangi. “Pertimbangan pendirian posko ini, selain tingginya angka kecelakaan karena juga lokasinya berdekatan dengan Rumah Sakit Elisabeth Rawalumbu sehingga cepat dalam penanganan korban kecelakaan,” ujar dia.

Petugas posko akan melakukan kajian sejauh mana potensi kecelakaan di lokasi tersebut serta seberapa cepat penanganannya korban kecelakaan dari para petugas di posko.

“Kami berharap, dengan adanya posko ini, Unit Laka Lantas Polresta Bekasi Kota, bisa lebih cepat menangani korban kecelakaan,” ujar Heri.

Dia menjelaskan, masing-masing pihak terkait akan menjalankan perannya menangani kecelakaan. “Dinas Kesehatan menyiagakan dokter dan perawat serta mobil ambulance,” katanya.

Sedangkan, kata dia, petugas PT Jasa Raharja menyiapkan asuransi kecelakaan sesuai dengan tingkatannya. Dinas Perhubungan Kota Bekasi juga membantu dalam melancarkan arus lalu lintas di tempat kejadian perkara dan Unit Laka Lantas Polresta Kota melakukan penanganan kasusnya.

“Nantinya, hasil kajian diserahkan ke Mapolda Metro Jaya untuk segera direspon,” katanya.
Pembangunan posko ini tidak bersifat permanen, melainkan berpindah-pindah tempat ke sejumlah lokasi yang rawan kecelakaan.

“Rencana berikutnya akan dibangun Posko di  Jalan KH Noer Alie Kalimalang, bila kajian di Jalan Siliwangi sudah rampung dilaksanakan,” katanya.

(poskota)

Next Page »