web analytics
indositehost.com

Kapolri: Arus Mudik Sudah Normal

28 July 2014   0 views

233893_kapolri-jendral-sutarman-naik-innova_663_382Kapolri Jenderal Polisi Sutarman, Minggu (27/7) mengatakan bahwa Arus mudik pada H-1 ini normal.

“Mulai hari ini arus mudik sudah normal. Mulai dari Cikopo, jalur Pantura sampai dengan Comal lalu Semarang, normal. Saya pagi tadi keliling dari Semarang ke jalur selatan, semuanya terpantau normal. Jalur tengah juga sudah dalam kondisi normal,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa jembatan Cibaruyan yang sempat menghambat arus mudik di jalur selatan mulai hari ini sudah mulai bisa digunakan.

“Jembatan Cibaruyan yang sempat putus pagi ini sudah bisa dioperasionalkan kembali. Hanya kendaraan kendaraan kecil saja yang diperbolehkan melintas. Karena jembatan belinya berukuran minimal. Tadi saya bersama Kadis Bina Marganya, beliau sudah selesai memperbaiki jembatan itu,” kata Dia.

Untuk puncak arus mudik sendiri, pihaknya dari awal sudah memprediksi bahwa puncak mudik terjadi pada H-3. Ia mengaku meninjau adanya penurunan sekitar 20 persen pada H-7 dibanding tahun lalu, pada H-6 juga terjadi penurunan 30 persen. Baru pada H-4, H-3, H-2 terjadi peninggakatan arus.

“Kami telah memprediksi puncak mudik akan terjadi pada H-3, karena dari awal sudah terjadi penurunan intensitas pemudik. Maka intensitas pemudik naik pada H-4 samapi H-2, dan pada H-3 adalah puncaknya,” Ungkapnya.

Untuk jumlah pemudik nasional, Ia mengungkapkan bahwa secara keseluruhan, masyarakat Indonesia yang mudik telah mencapai angka 30 juta. Yang melintasi pulau jawa sendiri ada sekitar 19 juta pemudik karena puncak mudik telah selesai, maka yang mudik hari ini hanyalah sisa-sisa saja.

“Yang mudik pada H-1 ini hanya sisa-sisa saja. Biasanya kalau bajaj sudah lewat, berarti puncak arus mudik selesai. Dan kami tadi bertemu dengan bajaj, satu dua,” katanya.

Di nagreg sendiri, arus kendaraan terpantau ramai lancar. Lajur yang menuju ke arah timur diperlebar dengan memindahkan pembatas jalan, sehingga lajur ke arah Bandung hanya muat untuk satu antrian kendaraan saja.

Kemacetan terjadi sewaktu-waktu. Dan untuk mengurainya, polisi menetapkan sistem buka tutup di jalan Cagak. Jika jalur ke arah Tasikmalaya tersendat, maka arus dipindah ke arah garut. Begitu pula sebaliknya. Kapolri Jendral Polisi Sutarman juga menyampaikan ungkapan terimakasih kepada Personil Polisi yang telah dengan baik mengamankan arus mudik 2014 ini. ia mengaku pihaknya telah menyiapkan 86 ribu personel polisi yang kerja terus tidak libur.

“Kepada pihak kepolisian setempat Saya ucapkan terimakasih karena telah sedia bekerja melayani masyarakat. Kepada masyarakat juga saya ucapkan terimakasih karena telah sadar akan keselamatan dalam perjalanan mudik. Saya masih melihat ada pengendara motor boncengan tiga, tapi jumlahnya sudah agak menurun,” katanya.

Ditanya soal takbir keliling yang biasa dilakukan warga, ia menegaskan bahwa takbir sebaiknya dilakukan di tempat-tempat ibadah. Bukan di jalan. Jikapun harus berkeliling, usahakan agar tidak menggunakan kendaraan bak terbuka Karena itu berbahaya.

Namun, pihaknya hanya akan memperingatkan jika ada masyarakat yang tetap takbir keliling. Tidak ada penindakan yang tegas untuk hal itu.

“Operasi Ketupat ini kan operasi kemanusiaan. Tidak, tidak akan ada tindakan tegas. Tapi kami akan tetap menegur dan memperingatkan jika ada masyarakat yang tetap nekat takbir keliling,” pungkasnya.

Arus Mudik Mulai Memuncak di Nagreg

25 July 2014   4 views

309598_620Arus mudik tujuan timur Jawa Barat mulai memuncak di jalur selatan Jawa Barat, Jumat dinihari, pada 25 Juli 2014 atau H-3 Lebaran. Hal itu antara lain ditandai antrean mengular arus kendaraan pemudik di Nagreg, Kabupaten Bandung.

Berdasarkan pantauan Tempo, arus mulai macet di Nagreg sekitar pukul 02.00 WIB. Antrean sepeda motor, mobil dan bus mengular lebih dari 3 kilometer setidaknya mulai simpang Cikaledong-Lingkar Nagreg ke belakang ke arah Cileunyi.(Baca: H-4, Ciawi-Tasikmalaya Antre 15 Kilometer)

Kemacetan di turunan Nagreg adalah ekor dari arus yang merayap pelan. Bahkan, macet juga terjadi di jalur Garut-Tasikmalaya-Ciamis. Titik-titik rawan macet di jalur puluhan kilometer itu antara lain di Pasar Limbangan, Pasar Lewo, serta tanjakan Campaka-Cipeundeuy. Selain itu, kemacetan juga terjadi di turunan Gentong, pertigaan Pamoyanan, dan Ciawi.

Kemacetan di jalur selatan Jawa Barat ini kian parah dengan ambrolnya Jembatan Sungai Cibaruyan di Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis. Akibatnya, titik kemacetan pun kini bertambah, yakni di kawasan Kota Tasikmalaya, yang menjadi jalur alternatif arus mudik setelah jembatan Cibaruyan amles.

“Penumpukan di Nagreg hanya buntut,” ujar seorang anggota Polres Kabupaten Bandung di Nagreg, Jumat dinihari, 25 April 2014. Untuk menanggulangi kemacetan berlarut, kata dia, polisi menyetop sementara (pending) arus kendaraan dari arah Tasikmalaya di Pasar Lewo, Limbangan, dan Gentong.(tempo.co)

Polres Bandung Gunakan Helicam Pantau Kemacetan

21 July 2014   2 views

helicam-pantau-kemacetanUntuk memantau kemacetan Polres Bandung memasang CCTV di beberapa titik. Selain itu kepolisian juga menggunakan helicam untuk memantau kemacetan.

Kapolres Bandung, AKBP Jamaludin mengatakan, helicam tersebut digunakan untuk membantu petugas jika terjadi kemacetan. Jarak jangkauan helicam tersebut sekitar satu kilometer.

“Kalau macet dan personil tak ada helicam bisa digunakan untuk memonitor. Jadi bisa membantu petugas,” kata Jamaludin, Senin (21/7).

Pihaknya juga memasang CCTV di sepanjang jalur mudik. Mulai dari Cileunyi, Turunan Nagreg hingga Simpang Nagreg. Hingga saat ini diakui Jamaludin sudah tak ada masalah untuk jalur mudik.

“Jalur tidak ada masalah. Paling hanya di Cijapati yang masih kurang PJU (Penerangan Jalan Umum). Tapi hanya di beberapa titik,” katanya.

(jabar.tribunnews.com)

Truk Terguling di Jalan Surapati

21 July 2014   41 views

truk-terguling-di-surapatiSebuah truk fuso bernomor polisi D 9419 AC terguling di Jalan Surapati setelah jembatan layang Pasupati, beberapa saat lalu. Truk ini menimpa mobil Honda Freed bernomor polisi D 1165 PE.

Polisi saat ini tengah melakukan pemeriksaan terhadap sopir kedua mobil. Kemudian mereka juga sibuk mengatur lalu lintas.
Kejadian ini membuat macet kawasan Gasibu dan Jalan Pasupati terutama kendaraan dari arah barat ke timur.
(tribunnews.com)

Gubernur Jabar Ingatkan Masyarakat Berperan Aktif Agar Tak Terjadi Macet

19 July 2014   4 views

aher-mudiklebaranGubernur Jabar, Ahmad Heryawan mengaku tak masalah jika Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan & RB) tak merespon usulannya agar libur Lebaran 2014 digeser ke H-5 Lebaran. Dengan begitu, masyarakat harus berperan aktif agar tak terjadi kemacetan di mana-mana gara-gara mudik serentak di H-2 Lebaran.

“Saya sih tak masalah. Ya paling masyarakat harus berperan aktif agar tak terjadi macet,” katanya saat membuka pameran dalam rangka Hari Koperasi 2014 tingkat Jawa Barat di Alun-alun Kejaksan, Kota Cirebon, Jumat (18/7) sore.

Menurut Heryawan, tadinya ia melayangkan surat ke Kemenpan & RB agar tak terjadi penumpukan pemudik karena libur terlalu mepet ke Lebaran. “Tahun lalu kan libur mulai H-6 Lebaran, tapi tahun ini H-2. Otomatis semua orang akan mudik bersamaan, dan ini yang berpotensi macet,” katanya.

Seharusnya, kata Heryawan, Kemenpan & RB mempertimbangkan hal itu. “Semoga saja pikirannya nanti berubah. Saya sih masih punya harapan (usulan bisa dikabulkan),” ujarnya.

Meski pada akhirnya ternyata libur PNS tetap dimulai H-2 Lebaran, Heryawan berharap pegawai swasta bisa libur lebih awal. Dengan begitu, para pegawai swasta bisa mudik lebih dulu dan tak terjadi kemacetan parah pada H-2 atau H-1 Lebaran.

Jabar, kata dia, merupakan salah satu provinsi yang dilintasi pemudik setiap Lebaran tiba. Ada belasan juta kendaraan yang melintasi Jabar, baik di Jalur Pantura, Selatan maupun Jalur Tengah. (tribunnews.com)

Polisi Berlakukan One Way di Jalur Tengah dari Jatinangor, Sumedang sampai ke Tomo

18 July 2014   2 views

polisiPolres Sumedang akan memberlakukan sistem one way di jalur Bandung-Sumedang-Cirebon saat arus mudik. Sistem one way dilakukan di beberapa titik ruas jalan mulai dari Jatinangor, Sumedang sampai ke Tomo.
Jalur tengah sendiri merupakan jalur alternatif jika jalur Pantura atau selatan padat. Polisi biasa mengalihkan sebagan kendaraan ke jalur tengah ini.
“Jika terjadi antrian kendaraan yang panjang dari arah Bandung menuju Cirebon maka akan diberlakukan sistem one way,” kata Wakapolres Kompol Indra Hermawan usai rakor kesiapan menghadapi lebaran di aula Cadas Pangeran Polres Sumedang, Jumat (18/7).
Menurutnya, untuk memberlakukan sistem one way ini, Polres menyiapkan 42 personel sebagai tim urai serta ratusan anggota di lokasi jalan yang akan digunakan one way. “Saat ini ada empat titik yang akan menggunakan sistem one way.
Pemberlakukan one way dilakukan jika ada antrian kendaraan yang panjang dari arah Bandung dan ekornya berada di Jatinangor-Cileunyi,” kata Wakapolres. Polisi sediri mulai melakukan simulasi one way di jalur Jatinangor-Sumedang, Jumat siang (18/7).
“Jadi kalau antrian kendaraan dan ekornya sudah ada di Jatinangor sampai ke mulut gerbang tol di Cileunyi maka segera dilakukan one way. Begiti juga untuk titik lainnya diberlakukan one way kalau ada antrian panjang kendaraan,” katanya.
Titik pertama one way ada di Cinanjung, perbatasan Jatinangor-Tanjungsari. “Kalau one diberlakukan maka kendaraan dari arah Sumedang dihentikan di depan SMA Tanjungsari dan sebagian kendaraan dialihkan di pertigaan Simpang, Pamulihan menuju Cimanggung,” katanya.
Saat one way diberlakukan maka hanya satu arah kendaraan dari arah barat dan polisi juga bersiaga di pertigaan serta perempatan jalan untuk menghentikan kendaraan masuk ke jalur berlawanan.
Titik kedua one way adalah dari Tunturan Tanjungsari sampai Mapolsek Pamulihan. Kemudian dari Cadas Pangeran sampai perempatan Mapolres serta dari bunedaran Alamsari sampai Cimalaka.
“Kondisi jalan mulai Jatinangor-Tomo sepanjang 60 km sudah diperbaik dan ditambal yang bolongnya,” kata Wakalopres.

(tribunnews)

KPK Tangkap Tangan 5 Orang di Karawang

18 July 2014   3 views

KPK (1)Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tangan 5 orang yang diduga sedang melakukan tindak pidana korupsi di kawasan Karawang, Jawa Barat.

Menurut Juru Bicara KPK Johan Budi, pihak yang tertangkap itu adalah 3 orang perempuan dan 2 orang laki-laki. Kelimanya kemudian langsung digiring menuju salah satu ruang.

“Memang benar penyidik melakukan tangkap tangan 5 orang,” ujar Juru Bicara KPK, Johan Budi di kantornya, Jakarta, Jumat (18/7/2014) dinihari.

Proses penangkapan yang dilakukan sejak pukul 13.00 WIB hingga 15.00 WIB ini dijelaskan Johan, salah satunya di kediaman Bupati Karawang Ade Swara dan sebuah Mal di Kerawang.

“Berkaitan dengan tindak pidana korupsi yang dilakukan penyelenggara negara. Di rumah Bupati Karawang 2 orang dan 3 orang lainnya di salah satu tempat,” kata Johan.

Johan sendiri belum dapat menjelaskan terkait apa praktik dugaan suap itu dilakukan. Namun, KPK tak ikut mengamankan Bupati Karawang dalam OTT tersebut.

“Tapi yang diamankan di antaranya itu saudaranya bupati Karawang,” kata Johan.

Saat ini, kelima orang tersebut sudah dibawa masuk ke Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan awal.

“Saat ini statusnya masih sebagai terperiksa. Akan diperiksa 1×24 jam,” terang Johan.

Pantauan Liputan6.com, kelima orang itu diangkut menggunakan sejumlah mobil. Di antaranya Toyota Soluna biru B 8134 CC dan Nissan Serena abu-abu B 1838 TH. Mereka langsung digelandang ke KPK melalui basement gedung.

(liputan 6)

20 Kg Ayam Busuk Disita dari Supermarket di Bogor

17 July 2014   5 views

ayam busukPetugas gabungan Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, menyita 20 kilogram ayam potong yang diduga busuk dari Supermarket Ramayana di Jambu Dua Plaza, Bogor Utara, Kota Bogor, Kamis (17/7) siang.
Ayam sebanyak itu ditemukan petugas gabungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor, Dinas Peternakan dan Pertanian, Balai Pengujian Mutu Produk Hewan Kota Bogor dan PPNS Satpol PP Kota Bogor di tempat penyimpanan di Supermarket tersebut.
“Sebanyak 20 kilogram daging ayam busuk langsung kami sita,” ujar Kepala Disperindag Kota Bogor Bambang Budhianto saat melakukan sidak.
Bambang menjelaskan, puluhan daging ayam busuk ini ditemukan di tempat penyimpanan daging di supermarket tersebut. “Jelas membahayakan bila dikonsumsi,ditakutkan daging tersebut dijual lagi, makanya kami sita,” katanya.
Sementara ini, kasie kesehatan masyarakat Veteriner, Balai Pengujian Putu Produk Hewan Kota Bogor, Drh Wina mengatakan, banyak bakteri dari daging ayam busuk itu sangat membahayakan dan tidak layak dikonsumsi.
“Harus dimusnakan jangan disimpan terus menerus,” katanya. Dia menjelaskan, hati impor sudah mengalami perubahan warna, kehitaman dan lebih lembek.
“Saya berharap para pedagang tidak menjual hati sapi yang sudah busuk, nantinya kami akan melakukan pengujian laboratorium, sample ati tersebut sudah diambil,” ujarnya.
Dikhawatirkan katanya, ada mikroba hati terjual menimbulkan efek diare atau keracunan, kemungkinan dari penyimpanan, kalau terbuka suhu menguap sehingga kurang dingin dan kurang bagus. “Organ jeroan lebih sensitif pada perubahan suhu,” katanya.

(tribunnews)

Jelang Lebaran, Pemkot Bogor Tata PKL Dadakan

17 July 2014   2 views

pklUntuk mendata jumlah PKL dadakan yang berdagang di sepanjang jalan sekitar taman topi jelang lebaran, Satpol PP Kota Bogor memberikan penomoran lapak.
Menurut Plt Kasat Pol PP Kota Bogor, Eko Prabowo, penomoran lapak dilakukan untuk mendata PKL. Sehingga diharapkan PKL tidak bertambah, selain itu terlihat rapih karena PKL dilarang menggunakan tenda atau paying.
“Sebanyak 300 pedagang kaki lima (PKL) akan berdagang di lokasi tersebut,” kata Eko.
Namun sejumlah PKL memprotes ukuran lapak yang diberikan untuk berdagang. Menurut mereka, ukuran lapak terlalu kecil.
“Tempat yang di berikan hanya berukuran 1 meter x 1.5 meter, sudah pasti barang dagangan kami tidak bisa masuk,” ujar Supri, salah satu PKL.
Supri menambahkan, dirinya bersama PKL lainnya tidak keberatan jika pkl yang di depan pintu utama stasiun digabungkan.

(jurnal bogor)

635 Bus Mudik Disiapkan di Terminal Bekasi

17 July 2014   1 views

terminalSedikitnya 635 unit ardama Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antra Kota Dalam Provinsi (AKDP) disiapkan di Terminal Induk Bekasi untuk mengangkut para pemudik musim Lebaran nanti.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang diperkirakan naik sebesar 3 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pengelola terminal pun menyiapkan bus cadangan 103 unit serta 84 unit bus bantuan dari PO Mayasari Bhakti.

Kepala Sub Unit Pengandalian Terminal Induk Bekasi Umar Sutiono mengatakan, seluruh kendaraan itu sudah disiapkan untuk keperluan mudik Lebaran tahun ini. Seluruh kendaraan diberangkatkan dari Terminal Bekasi dengan tujuan Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah. “Total kendaraan akan disiapkan H-7 lebaran,” kata Umar kepada INDOPOS, kemarin.

Sementara itu, khusus untuk seluruh bus cadangan, kata Umar, baru akan dioperasikan bila calon penumpang yang ada di terminal, sudah melebihi kapasitas tampung. “Khusus bus cadangan kita siapkan 103 bus, dengan berbagai jurusan,” ujarnya.

Terkait, penyediaan bus mudik kata Umar, disesuaikan dengan jumlah pemudik. Pasalnya, jumlah pemudik setiap tahunnya mencapai 150 ribu penumpang. Seluruh penumpang itu lebih banyak didominasi untuk tujuan daerah selatan Jawa Barat, seperti Bandung, dan Tasikmalaya. “Tahun ini diprediksi mengalami kenaikan 3 persen,” katanya.

Saat ini seluruh bus yang tersedia di Terminal Bekasi berasal dari 23 PO yang sebelumnya telah terseleksi secara administrasi guna menghindari praktik penipuan penumpang. “Semua PO sudah kita lakukan pemeriksaan dan kita kantongi kelayakannya,” katanya.

Sementara Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Terminal Bekasi Teguh Iman Santoso mengatakan, sebelum seluruh bus lebaran diberangkatkan, bakal dilakukan cek urine ke seluruh sopirnya. “Agar seluruh penumpang mendapat kenyamanan dalam berkendara,” jelasnya.

Teguh mengaku, baru akan melaksanakan tes urine itu beberapa hari ke depan. Tahun lalu, selama musim mudik, pihaknya juga melakukan tes urine kepada seluruh sopir. “Tes urine ini sudah dilaksanakan setiap tahun di lingkungan terminal Bekasi,” tandasnya.

(jpnn)

Next Page »