Kereen. . . Parade 1001 Bedug Malam Takbiran di Purwakarta

17 July 2015

parade-1001-bedug-di-purwakartaKawasan Purwakarta Kota dipadati ribuan warga menyambut Hari Raya Idulfitri dengan menikmati Parade 1001 Bedug Malam Takbiran, Kamis (16/7/2015) malam.
Acara rutin tiap malam takbir ini digelar Pemkab Purwakarta untuk minimalisir konvoi keliling. Sejak sore hari, peserta takbir yang berasal dari warga ditingkat RW hingga pegawai PNS di purwakarta ini sudah menyemut di lokasi parade di sepanjang Pasar Jumat di Jalan Jendral Sudirman hingga Gedung Kembar di Jalan KK Singawinata.
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan parade bedug malam takbir ini tradisi Purwakarta menyambut Hari Raya Idulfitri.
“Biasanya kan mereka kalau menggelar takbir keliling dengan beduk dan kendaraan suka seenaknya, kami dari pemerintah minimalisir agar tidak terjadi gesekan,” ujar Dedi.
Sementara itu, menurutnya ada perbedaan dalam pelaksanaan parade bedug ini. Biasanya dilakukan dengan konvoi sesuai rute yang ditentukan. Namun kali ini digelar secara statis (diam).
“Jadi kalau dulu konvoi, sekarang peserta diam ditempat sembari memukul beduk dan bertakbir. Ini ada tim penilai dan ada hadiahnya, siapa pengumandang takbir dan penabuh beduk terbaik,” ujarnya.

(http://jabar.tribunnews.com/)

4 Mobil Tabrakan Beruntun di Tol Cipali Arah Palimanan

16 July 2015

kecelakaanKecelakaan terjadi di Tol Cipali yang merupakan jalur mudik cukup padat pada lebaran tahun ini. Sebanyak 4 mobil terlibat kecelakaan pada pagi hari ini.

“Ada tabrakan beruntun 4 mobil,” kata seorang pembaca yang melintas di lokasi, Siti Annisa Ulfara kepada detikcom, sekitar pukul 06.05 WIB, Kamis (16/7/2015).

Farah mengatakan, kecelakaan itu berada di sekitar KM 122 Tol Cipali arah ke Palimanan. Mobil yang terlibat kecelakaan adalah Daihatsu Terios, Toyota Innova, Nissan Grand Livina dan sebuah mobil kijang.

Pengendara yang melintas banyak yang melambatkan kecepatannya sehingga terjadi sedikit kepadatan di lokasi. Belum diketahui penyebab dari kecelakaan, namun saat ini sudah ditangani polisi dan pihak pengelola.

“Macetnya karena banyak yang melihat. Langsung ditangani polisi, kata polisinya jalan terus,” ucap pemudik yang hendak menuju Yogyakarta itu.

Ternyata tak hanya itu, pada saat yang hampir bersamaan juga ada kecelakaan yang melibatkan dua mobil, salah satunya Suzuki Karimun. “Ada lagi karimun nggak jauh dari tempat tadi,” ucapnya.

Sementara itu, lalu lintas menuju Tol Palimanan pagi ini relatif lancar. Kepadatan terjadi hanya karena antrean menuju gerbang tol, baik di Cikopo maupun Palimanan.

(detik.com)

Ini Daftar 40 Orang Korban Luka Kecelakaan Bus Rukun Sayur

15 July 2015

orang sakitSebanyak 40 orang korban luka dalam kecelakaan Bus Rukun Sayur di Tol Palikanci KM 202, Cirebon, Jawa Barat, saat ini tengah dirawat di Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon. Beberapa di antaranya mengalami luka berat.

“40 Orang korban luka saat ini tengah dirawat di Rumah Sakit Mitra Plumbon. Mereka telah diberi surat jaminan Jasa Raharja ke rumah sakit tersebut,” ujar Kepala Cabang Jasa Raharja Jawa Barat, R Edy Supriadi saat dihubungi detikcom, Selasa (14/7/2015).

Berikut nama-nama 40 orang korban luka yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Mitra Plumbon, Cirebon:

1.Pami, warga Desa Arum Manis, Jaken, Pati

2.Nasikun, warga Desa Kuniran, Batangan, Pati

3.Muhammad Sholeh, warga Desa Srikaton, Jaken, Pati

4.Supardi, warga Desa Arumanis, Jaken, Pati

5.Muhammad Khoirin, warga Kenduruhan, Gedongsari, Banjarejo

6.Mohammad Shona Mahsun, warga Sumber, Rembang, Jawa Tengah

7.Suroso, warga Deles, Bawang, Batang

8.Nugiyono, warga Kalikuning, Pangempon, Bawang, Jawa Tengah

9.Khadlir, warga Wononetingal, Karanganyar, Demak

10.Defitrianto, warga Jalan Kutilang, Wedarijaksa, Jawa Tengah

11.Agus Supriyanto, warga Wonoketingal, Karanganyar, Demak,

12.Alex Mulhakim, warga Wonoketingal, Karanganyar, Demak

13.Irawan, warga Pati

14.Hendra, warga Pati

15.Rian Efendi, warga Wonoketingal, Demak

16.Ahmad Munahir, warga Demak

17.Muali, warga Wonoketingal, Demak

18.Jalal Fuadi, warga Wonoketingal, Demak

19.Sudar, warga Srikaton, Jaken, Pati

20.Gunawan Heru, warga Kenduruhan, Banjarejo, Jawa Tengah

21.Ngari, warga Sumber, Rembang, Jawa Tengah

22.Aji Cahya, warga Pati

23.Junedi, warga Godongsari

24.Sokib, warga Wonoketingal, Karanganyar, Demak

25.Candra, warga Demak

26.Khoirul Azis, warga Wonoketingal, Karanganyar, Demak

27.Firgiawan Sentiantono, warga Srikaton, Jaken, Pati

28.Zaenal Abidin, warga Wonoketingal, Pati

29.Mulyono, warga Babadan, Limpung, Batang

30.Sutrisno, warga Deres, Bawang, Jawa Tengah

31.Darji, warga Pati, Jawa Tengah

32.Riki, warga Wonoketingal, Pati

33.Iyus, warga Pati, Jawa Tengah

34.Tugini, warga Pati, Jawa Tengah

35.Edi Hasan, warga Demak

36.MR X, warga Demak

37.MR X 2 warga Demak

38.MR X 3, warga Demak

39.Sutarjo, warga Wonoketingal, Demak

40.Subakir, warga Demak

(detik.com)

Ridwan Kamil: Bendera Hitam Dipasang di Dinas yang Kinerjanya Buruk

14 July 2015

ridwan-kamil-sepedaWali Kota Bandung Ridwan Kamil meluncurkan Sistem Akuntabilitas Kinerja Institusi Pemerintahan (SAKIP). Dengan peluncuran ini, Kota Bandung resmi menjadi kota percontohan penerapan sistem SAKIP.

“Dengan SAKIP, kinerja seluruh dinas bisa terpantau. Jika tercatat buruk, siap-siap pasang bendera hitam. Sedangkan yang berhasil akan mendapatkan reward. Jenis reward-nya, masih dibahas,” ujar Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil kepada wartawan di Balai Kota Bandung, Senin (13/7/2015) malam.

Emil mengungkapkan, SAKIP digunakan untuk mengukur kinerja instansi pemerintahan. Selama ini ada survei maupun persepsi. Ketika muncul satu masalah, ada anggapan penyelesaian seluruh masalah gagal. Padahal urusan yang dihadapi Pemkot Bandung banyak. Sehingga, jika ada masalah, bukan berarti sisa ratusan program dianggap tidak berjalan.

Dijelaskan Emil, rapot pemerintah diukur secara ilmiah. Namun, dulu hal itu hanya dilakukan untuk internal. Sedangkan kini dibuka ke masyarakat dengan refresh per tiga bulan, sehingga masyarakat bisa menilai perkembangannya.

Misalnya, masyarakat bisa melihat perkembangan masalah infrastruktur, prestasi kelurahan A, dan lainnya. Sehingga terjadi kontrol dan evaluasi yang baik.

“Dulu nilai kita CC, yang merupakan nilai terburuk. Karena tidak menyambung, antara wali kota mau buat apa, dengan yang akan dikerjakan di lapangan. Karena jumlah ratusan, saya tidak bisa monitor. Dengan sistem ini saya bisa monitor. Dan target kita tahun ini adalah A. Kalau kita berhasil memperoleh A, maka inilah pertama kalinya kota di Indonesia memperoleh nilai A,” tuturnya.

Dengan sistem tersebut, kinerja Pemkot Bandung lebih terukur. Sehingga, kewilayahan mudah dipantau dan akan lebih mudah baginya menerapkan sanksi dan penghargaan bagi bawahannya.

“Tadi ada yang usul kalau kinerjanya baik hadiahnya umroh. Kalau yang jelek ada yang mengusulkan minimal bendera hitam di dinasnya selama sebulan,” ucapnya.

Seperti diketahui, Kementerian Pendayagunaan Apartur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) memilih Kota Bandung sebagai kota percontohan dalam penerapan SAKIP. Emil mengatakan, selama ini tidak ada satu kota di Indonesia yang mampu memberikan penjelasan secara ilmiah atau hasil kerja yang telah dilakukan.

(kompas.com)

Pria dan Wanita Ditemukan Tewas di dalam Kamar Hotel di Palabuhanratu

14 July 2015

mayat sukabumiWarga Bojonghaur, Desa Cikakak, Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat dihebohkan dengan penemuan mayat pria dan wanita di sebuah kamar hotel sekira pukul 15.00 WIB, Senin (13/7/2015). Hingga saat ini aparat kepolisian dari Polres Sukabumi masih melakukan olah TKP, akses menuju ke dalam hotelpun ditutup untuk sementara.

Informasi dihimpun,sepasang mayat tersebut ditemukan oleh seorang penjaga hotel sekitar pukul 15.00 WIB, hal itu kemudian dilaporkan ke aparat kepolisian. Polisi yang langsung ke TKP kemudian membongkar pintu kamar hotel yang terkunci dari dalam.

“Laporan ke polisi ada yang gantung diri, ketika kita ke lokasi ditemukan ceceran darah dan ada mayat lain berjenis kelamin perempuan,”
Kata Polsek Cikakak AKP Djubaedi kepada wartawan.

Saat ditemukan keduanya masih mengenakan pakaian lengkap, mayat pria ditemukan dalam posisi menggantung di kusen pintu kamar mandi,sementara wanitanya ditemukan dalam posisi terlentang diatas kasur hotel.

Hingga saat ini belum diketahui identitas dari kedua mayat tersebut. Polisi sendiri masih belum bisa menyebut penyebab kematian keduanya. “Dari hidung mayat perempuan keluar darah dalam kondisi mengering,” imbuh Djubaedi.

Ciri-ciri mayat saat ditemukan pria mengenakan kaos hitam pendek dan celana jeans panjang, sementara wanitanya mengenakan kaos berwarna kuning dan celana pendek jeans.

(detik.com)

Puncak Arus Kendaraan dari Jakarta Diperkirakan Selasa

13 July 2015

antrean-kendaraan-menuju-arah-jakartaPuncak arus mudik kendaraan bermotor dari Jakarta diperkirakan terjadi besok, Selasa (14/7/2015). Arus mudik Lebaran tersebut menuju sejumlah tempat di daerah Jawa dan Sumatera.
“Besok kalau untuk (puncak arus mudik) terakhir. Mudik bareng juga diselenggarakan oleh beberapa instansi seperti Badan Usaha Milik Negara atau swasta juga besok terakhir. Kita prediksi juga untuk arus puncak besok ke arah Jawa atau pun Sumatera,” kata Kepala Subdirektorat Pendidikan dan Rekayasa Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Ipung Purnomo saat dihubungi Kompas.com, Jakarta, Senin (13/7/2015).
Arus mudik didominasi oleh kendaraan bermotor, baik sepeda motor, mobil pribadi dan angkutan umum bus. Diprediksi kendaraan yang akan keluar dari Jakarta selama arus mudik yakni sekitar 1,5 juta kendaraan.
Puncak arus mudik terjadi pada besok karena sebagian pegawai mulai mengambil libur pada hari itu. Selain itu, puncak arus mudik dari Jakarta tersebut mulai terjadi dari pagi hingga malam hari.
“Pegawai hari ini masih kerja, besok mulai libur serempak itu. Sementara itu, kalau kendaraan pribadi biasanya mulai dari habis sahur dan setelah buka puasa,” kata Ipung.
Untuk penjagaan untuk arus mudik ini, Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 6.642 personel. Personel tersebut disebar dan ditempatkan di beberapa pos pelayanan dan pengamanan mudik lebaran.
“Di pos pelayanan ada bengkel, ada dokter, ada juga psikiater kita siapakan untuk antisipasi. Apabila mudik kelelahan bisa berobat di situ. Apabila kendaraan gangguan, bisa dibenari di situ,” tegas Ipung. (kompas.com)

Kapolres Bogor Kota Melarang Anak Buahnya Libur Lebaran

13 July 2015

BogorUtaraKepala Kepolisian Resor Bogor Kota, AKBP Irsan, melarang seluruh anggotanya libur atau mengambil cuti Lebaran. Ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam memberikan rasa aman dan nyaman selama libur Idul Fitri 1436 Hijriah/2015.
“Berdasarkan TRK (telegram rahasia Kapolri-red) Mabes Polri, seluruh anggota Polri tidak diperkenankan mengambil izin. Tugas pokok kepolisian untuk mengamankan masyarakat, setelah Lebaran nanti baru diperbolehkan izin cuti,” kata AKBP Irsan saat ditemui usai buka puasa bersama dengan wartawan se Bogor Raya, di Bogor, Minggu (12/7/2015).

Menurut Kapolres, izin hanya akan diberikan kepada hal-hal yang bersifat penting atau darurat, seperti pihak keluarga terdekat meninggal dunia, sakit parah atau izin untuk menikah.

“Ada satu anggota yang sudah izin untuk menikah, surat undangan sudah disebar, nikahnya hari keempat setelah Lebaran. Jadi itu kita izinkan. Untuk izin libur atau merayakan Lebaran, tidak kita izinkan,” kata Kapolres.

Menurut dia, situasi di Kota Bogor memerlukan kesiapan personel untuk pengamanan, terutama objek vital. Sebab, ada aktivitas Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, sehingga memerlukan personel yang siaga setiap waktu.

“Setelah H+1 Lebaran baru izin diperbolehkan,” kata Kapolres.

Ia mengatakan, pihaknya menerapkan aturan personel yang izin hanya boleh kurang dari 11 persen seluruh anggota Polres Bogor. Hal ini dikarenakan jumlah personel Polres Bogor Kota yang terbatas hanya 1.200 orang.

“Apabila ada yang izin, jumlahnya tidak boleh lebih dari 11 persen dari total personel. Misalnya anggota Satlantas hanya ada 200 orang, kita akan kewalahan kalau banyak yang cuti. Anggota pengamanan di lapangan akan sedikit,” kata dia.

AKBP Irsan menambahkan, saat ini Polres Bogor Kota sedang meluncurkan Operasi Ketupat Lodaya 2015 yang berlangsung selama 16 hari sesuai dengan instruksi dari Mabes Polri.

“Operasi Ketupat Lodaya ini ada 1.425 personel gabungan dari unsur Polri, TNI dan instansi terkait yang dilibatkan. Kami juga membangun sejumlah pos pengamanan, pos pelayanan dan pos pengaturan arus lalu lintas tersebar di sejumlah titik di Kota Bogor,” ujarnya.

Kapolres berharap pada momen lebaran Idul Fitri di Kota Bogor tahun ini bisa berjalan dengan baik, lancar tanpa adanya gangguan kriminalitas yang menonjol.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga keamanan lingkungan masing-masing termasuk mengunci pintu dan memeriksa kembali listrik serta saluran gas sebelum ditinggal mudik. Jangan lupa memberitahukan kepada tetangga untuk membantu mengawasi rumah saat ditinggal mudik lebaran,” tuturnya.

(kompas.com)

Jalur R3 Minim PJU, Polresta Minta Pemkot Pasang Lampu Darurat

10 July 2015

pjuJalan R3 merupakan salah satu jalur yang direkomendasikan Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Bogor untuk mengurai kemacetan di Jalan Pajajaran sehinga pengguna kendaraan bisa memakai jalan tersebut. Masuk mulai perampatan Warung Jambu dan keluar di Wangun Tajur.

Namun, meski demikian jalur R3 hingga saat ini belum dipasangi Lampu Penerangan Jalan (PJU). Untuk menjaga keselamatan, Polresta meminta pemerintah memasang lampu darurat di jalur tersebut, untuk menjaga kenyamanan masyarakat pengguna jalan.

“Ya, untuk menjaga keselamatan warga yang menggunakan jalur R3, kami meminta segera dipasangi PJU meski sifatnya sementara,” kata Kabag Operasional (KBO) Lalu Lintas Polresta Bogor, AKP Ricardo Condrat, Kamis (09/07/15) di Pos Polisi Baranangsiang Kota Bogor.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kasi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Bogor, Dody Wahyudin mengatakan, dua jalur tersebut menjadi akses utama bagi para pemudik. Namun, diprediksi kepadatan mudik tahun ini akan menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kepadatan pemudik tahun ini diperkirakan menurun karena sudah terbagi beberapa jalur, yang dari Jakarta mau ke Bandung bisa menggunakan jalur Jonggol langsung keluar di Cianjur. Yang melintasi jalur kota paling yang dari wilayah Depok, Bekasi, dan Tangerang yang menuju Cianjur dan Sukabumi, mayoritas yang menggunakan roda dua,” kata Dody

Dody menambahkan, untuk mengurai kepadatan di Jalan Pajajaran, pengendara bisa memakai jalur alternatif R3, masuk dari Warung Jambu dan keluar di Wangun. Dan pihaknya sudah memasang rambu-rambu di sepanjang jalur R3.

“Untuk menghindari kepadatan di Jalan Pajajaran, para pengendara bisa menggunakan jalan R3 karena saat ini sudah bisa difungsikan dan sudah dilengkapi dengan rambu-rambu lalu lintas,” jelasnya.

(Heibogor)

Ini Imbauan Menhub Jonan untuk Pengemudi yang Melintasi Tol Cipali

9 July 2015

jonanMenteri Perhubungan Ignasius Jonan telah memeriksa kesiapan Tol Cipali (Cikopo – Palimanan) menjelang arus mudik lebaran tahun 2015. Meski kondisi jalan mulus dengan track lurus, dia mengimbau pengguna jalan tol untuk berhati-hati dalam berkendara.

“Untuk tol baru ini, panjangnya 116 KM. Saya sudah melihat ke sana, jalannya bagus sewaktu dari Cirebon ke Jakarta. Rambu-rambu mendasarnya sudah ada,” ujar Jonan saat ditanya tentang kesiapan Tol Cipali menghadapi arus mudik, di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Kamis (9/7/2015)

Kondisi itu ditinjau Jonan 10 hari lalu. Dia menyebut papan peringatan agar pengendara berhati-hati masih kurang.

“Waktu ke sana hari Senin, sekitar 10 hari lalu. Yang kurang itu tanda hati-hati, kecepatan 100 km/ jam atau daerah rawan kecelakaan. Rest area sudah ada, enggak tahu kalau sekarang. Kalau dulu saya ke sana, pom bensin ada yang belum berfungsi, warung juga masih sedikit. Toiletnya sendiri sudah bisa dipakai,” paparnya.

“Rambu-rambu dasar sudah ada. Kalau dari segi jalan menurut saya jalan tol tersebut sudah bagus lurus panjang hanya minim rambu-rambu saja. Imbauan saya di jalan tol tentu sangat nyaman, kalau bisa berhati-hati tidak melebihi kecepatan maksimum kalau ngantuk ya istirahat jangan paksakan diri,” sambung Jonan.

(detik.com)

Mulai Hari Ini Masuk Tol Cipali Bayar, Ini Tarifnya

26 June 2015

pintu tol cipaliBagi Anda yang biasa melewati Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) hari ini sejak pukul 00.00 WIB, tarif tol ini resmi berlaku. Tol sepanjang 116 km ini sempat digratiskan sejak 14 Juni 2015 sebagai ajang sosialisasi.

Tarif ruas tol Cikopo-Palimanan, sesuai Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 323/KPTS/M/2015 adalah sebesar Rp823 per kilometer (km) untuk kendaraan golongan I.

Berdasarkan situs Setkab dikutip, Jumat (25/6/2015), besaran tarif adalah sesuai jarak yang ditempuh, misalnya untuk jarak terjauh (dari Cikopo sampai Palimanan).

Golongan I akan membayar Rp 96.000.
Golongan V akan membayar Rp 288.500.

Berikut rincian jumlah yang harus dikeluarkan pengguna jalan tol dari Jakarta hingga Pejagan (Brebes):

– Tol JORR Rp 8.500

– Tol Jakarta- Cikampek Rp 13.500

– Tol Cikopo-Palimanan Rp 96.000

– Tol Palimanan-Kanci Rp 4.500,

Jumlah total Rp 146.000

Selama arus mudik lebaran Idul Fitri terhitung mulai H-10 hingga H+5 tarif tol akan didiscount sebesar 25%-35 %, hingga menjadi:

– Tol JORR Rp 5.500

– Tol Jakarta- Cikampek Rp 8.500

– Tol Cikopo-Palimanan Rp 72.000

– Tol Kanci-Pejagan Rp 18.000

Jumlah total Rp 107.000

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memberikan diskon atau potongan harga sebesar 25-35 persen khusus untuk ruas-ruas tol yang dioperasikan oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk, berlaku hingga H-10 hingga H+3 Lebaran 2015.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dalam Peresmian Tol Cipali di Puwakarta, Sabtu mengatakan penetapan potongan tarif dilakukan oleh operator sesuai SK Menpupera.

(detik.com)

Next Page »