Ribuan Harley Davidson Konvoi, 2 Orang Tewas

13 April 2015

ilustrasi-korban-lakalantasKegiatan touring yang melibatkan sekitar 4.000 biker pecinta Harley Davidson diwarnai kecelakaan. Para biker ini datang dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri ke Pangandaran dalam rangka “The 9th Memorial Wingday”.

Beberapa orang menjadi korban bahkan dua di antaranya meninggal dunia karena tertabrak motor gede tersebut. Demikian kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Sulistyo Pudjo Hartono. “Ya, betul itu. Ada dua kecelakaan saat konvoi Harley Davidson ke Pangandaran, dua tewas.” kata Pudjo, Sabtu (11/4/2015).

Enjang Saefullloh tewas seketika saat sepeda motor Yamaha F1ZR Nopol Z 2382 KB yang ditumpanginya dihantam sepeda motor Harley Davidson, di jalur Gentong, Kampung Tagog, Desa Buniasih, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (11/4/2015).

Sementara rekan yang dibonceng Endjang, Ifan Nugraha menderita patah kaki dan kini ia dirawat di RSUD Lambo Ciawi, Kota Tasikmalaya. Insiden ini terjadi ketika rombongan konvoi Harley kembai dari Pangandaran.

“Jadi, pengendara motor Yamaha itu melaju dari arah Barat menuju Timur. Sementara dari arah berlawanan atau arah timur datang rombongan motor Harley Davidson, di antara rombongan motor Harley tersebut diperkirakan menyerempet atau menabrak motor F1Z yang di kemudikan Enjang Saeful. Korban meninggal dunia dan rekannya mengalami patah kaki kiri. Pengendara Harley-nya juga luka berat,” kata Pudjo, Sabtu.

Sehari sebelumnya, terjadi kecelakaan saat konvoi Harley dari Bandung menuju Pangandaran. Kecelakaan ini menewaskan seorang siswi SMA Negeri 1 Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, atas nama Imas Pujasari.

(http://pontianak.tribunnews.com)

Ridwan Kamil Bersih-bersih Jalan Pakai Mobil Penyapu Jalan

11 April 2015

sapuWali Kota Bandung Ridwan Kamil melakukan uji coba peragaan mobil penyapu jalan untuk meningkatkan infrastruktur bidang kebersihan dan kenyamanan lingkungan Kota Bandung, Jumat.(10/4).
Emil panggilan akrab Ridwan Kamil mengitari Balai Kota Bandung, dimulai dari Jalan Wastukancana hingga ke Jalan Merdeka.
Uji coba agar mobil penyapu jalan dapat dioperasikan dengan baik dan menjadi pendamping petugas kebersihan untuk membersihkan lingkungan Kota Bandung.
“Jadi mobil penyapu jalan ini bagian jawaban untuk peningkatan infrastuktur di Bandung” ujar Emil.
Menurut Emil, Bandung agar bersih salah satunya mengubah kultur seperti adanya gerakan pungut sampah dan peningkatan infrastuktur dari mobil penyapu jalan ini.
“Idealnya di satu kecamatan memiliki satu mobil pembersih jalan ini, sehingga petugas bisa bergerak dengan jajarannya untuk membersihkan wilayahnya kapan saja,”ujar Emil.
Emil mengatakan,saat ini adaa 16 mobil penyapu jalan yang pengadaannya berasal dari APBD 2015. “Pengadaan unit mobil penyapu jalan ini berasal dari APBD murni 2015 dan membelinya menggunakan lelang online” ujar Emil.
Emil juga menambahkan kalau mobil penyapu jalan ini merupakan buatan dari Skotlandia dan Italia.
Dalam rangka peringatan Konferensi Asia Afrika 2015, mobil penyapu jalan ini akan berada di ring 1 dan ring 2 untuk membersihkan di titik tersebut.
Terkait dengan adipura, pengadaan mobil penyapu jalan menjadi salah satu penilaian terhadap Adipura dan Kota Bandung berhasil masuk final untuk masuk tahap verifikasi.
“Target raih Adipura sebenarnya tahun depan, tapi kalau dapat tahun ini, Alhamdulillah. Apalagi kita sudah kerja keras juga dalam rangka KAA”,ujar Emil.

(Tribunjabar)

Khawatir Merugi, PKL Pasar Jambu Dua Enggan Direlokasi

10 April 2015

pasarRencana Perusahaan Daerah (PD) Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor yang akan segera merelokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) ke dalam Blok A Pasar Induk Jambu Dua, belum diketahui para PKL itu sendiri.

Bahkan, saat ditanya mengenai rencana tersebut kepada para PKL kaget dan menolak dipindahkan ke dalam area pasar. Sebab, mereka khawatir pendapatannya akan menurun lantaran sepinya kondisi pasar.

“Kata siapa, Mas? Kita belum tahu soal itu. Kalau memang benar begitu, kita enggak mau. Makanya kita jualan di sini juga karena di dalam pasar sepi,” tutur seorang PKL, Asep kepada heibogor.com, Kamis (09/04/15).

PKL lainnya pun menyatakan hal serupa. Apalagi dengan komoditas yang dijualnya, ia tidak yakin kondisinya akan ramai kendati sejumlah trayek angkot bakal dialihkan masuk ke dalam area Pasar Induk Jambu Dua.

“Percuma angkot dimasukkan juga karena enggak menjamin kondisi di dalam pasar bakalan ramai,” kata seorang PKL yang enggan disebutkan namanya.

(Heibogor)

Pemkab Garut Kewalahan Atasi Perkembangan Kawasan Wisata Darajat

10 April 2015

darajatMoratorium penghentian pembangunan dan pengembangan kawasan Wisata Darajat di Kecamatan Pasirwangi belum dicabut. Namun, warga dan pengusaha wisata tidak menghiraukannya dan memilih tetap membangun tempat wisata air panas, penginapan, dan tempat makan, walaupun lokasi tersebut ekstrem dan rawan bencana.
Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Garut, Yati Rohayati, mengatakan sejak diberlakukan pada 2013, moratorium tersebut harus dipatuhi warga dan pengusaha. Karenanya, Pemerintah Kecamatan Pasirwangi dan pemerintahan desa terkait yang lebih mengerti dan dekat dengan kawasan Darajat harus menegakkan moratorium tersebut.
“Selama masa moratorium, Pemerintah Kabupaten Garut tidak memberikan izin baru untuk kawasan Darajat. Banyak yang masa berlaku izinnya yang sudah habis. Apalagi pembangunan baru, pemerintah kecamatan dan desa harus bisa menegakkan moratorium itu,” kata Yati, Kamis (9/4/2015).

(Tribunjabar)

Emil, Tri Rima, dan Bima Arya, Bertukar Konsep Smart City

9 April 2015

emilSEJUMLAH pemimpin kota dari Asia dan Afrika akan saling bertukar pengalaman soal konsep smart city. Pemimpin daerah asal Indonesia yang dijadwalkan mengisi acara Asia Africa Smart City Summit (AASCS) 2015 antara lain Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, dan Wali Kota Bogor Bima Arya.
AASCS 2015 bertajuk ‘Smart City for Civilization Advancment’ berlangsung di Kota Bandung, Jawa Barat, pada 22-23 April. AASCS merupakan salah satu kegiatan memperingati Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60.
Emil panggilan akrab Ridwan Kamil mengatakan Kota cerdas itu bagaimana kita mengelola kehidupan di perkotaan secara aman, nyaman dan berkelanjutan.
“Ini baru tahun pertama jadi dua tahun lagi jadi smart citynya, makanya terus bebenah agar smart city terwujud, ” ujar Emil saat meninjau trotoar Asia Afrika, Rabu (8/4/2015).
Menurut Emil kota Bandung untuk menjadi smart city butuh dana Rp 200 miliar sedangkan Kota Bandung baru mengalokasikan Rp 27 miliar.
AASCS mengundang sejumlah pemimpin kota asal Asia Tenggara dan Afrika untuk berbagi atau bertukar pengalaman bagaimana caranya bisa mengelola kota cerdas. Tujuan acaranya ini untuk saling bersinergi dan kolobarasi menyelesaikan kota berkaitan smart city.
Rencananya pemimpin kota dari luar negeri yang mengisi acara antara lain Alhaj M Manjur Alam (Wali Kota Chittagong, Bangladesh), Mpho Franklyn Parks Tau (Wali Kota Johanesburg, South Africa), N. Shantha Kumari (Wali Kota Bengalor, India), Nguyen The Thao (Wali Kota Hanoi, Vietnam), Diriba Kuma (Wali Kota Adis Ababa, Ethiopia), dan Ahmad Phesal Talib (Wali Kota Kua Lumpur, Malaysia).
Sementara pimpinan daerah dari tanah air yang direncanakan hadir antara lain Wali Kota Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, Wali Kota Makasar Moh. Ramdhan Pomanto, dan Wali Kota Solo Hadi Rudyatmo.
Sementara itu miliarder asal Cina, Jack Ma, dibidik panitia untuk mengisi acara Acara AASCS. Bos perusahaan internet, Alibaba, itu bakal didaulat berbagi kisah soal kiprahnya sebagai pengusaha sukses.

(Tribunnews)

Depok Belum Layak Disebut Kota Sehat

9 April 2015

depokKota Depok belum layak disebut Kota Sehat. Pasalnya, indikator kota sehat belum dipenuhi baik secara fisik infrastruktur maupun psikologis penghuninya.

Hal itu diungkap aktivis M.Fajrussalaam, anggota Forum Komunitas Hijau (FKH) Depok dan Roy Pangharapan , Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Depok. “Kota Sehat itu terkait kenyamanan penghuninya, mulai lingkungan rumah, sosial, hingga fasilitas kesehatan,” ujar Fajrussalaam, koordinator Hari Bumi (Earth Hour) Depok itu kemarin.

Hal senada diungkap Roy. Ia mencontohkan masih adanya diskriminasi pelayanan kesehatan antara si-miskin dan kaya terutama terkait program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) di rumah-rumah sakit di antaranya RSUD. “Memang sudah ada perbaikan pelayanan kesehatan tetapi belum berarti Depok sudah layak disebut Kota Sehat.” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Walikota Nur Mahmudi Ismail mengisyaratkan Depok menuju Kota Sehat. “Dari sembilan indikator Kota Sehat, Depok sudah masuk evaluasi empat indikator (dengan anugerah Swastisaba Wiwerda), setelah meraih anuegerah Swastisaba Padapa pada November 2013,” ujarnya didampingi Kepala Bappeda, Drg Hardiono selaku ketua Tim Pembina Kota Sehat.

(Poskota)

“Bandung Command Center” Merespons Keluhan Masyarakat

9 April 2015

bandungSejak Kamis (26/3/2015) pagi sampai siang, tamu terus berdatangan ke Bandung Command Center di Kantor Pemerintah Kota Bandung. Dini Chris Mulyani (23) dan Melinda Kirana Dewi (24), operator BCC, begitu sibuk melayani tamu yang datang dari luar Jawa Barat itu.

Hari itu ada tiga rombongan tamu dari lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur sebanyak 78 orang. Mereka berkunjung ke BCC untuk melakukan orientasi lapangan dalam rangkaian kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan (PIM) Tingkat III yang mereka ikuti.

Decak kagum bercampur rasa tak percaya sempat terlontar dari mulut tamu begitu memasuki ruangan BCC yang bercat putih dan berbentuk oval dengan desain interior mirip sarang lebah. Letak BCC yang dibangun dengan biaya sekitar Rp 30 miliar itu berada di dalam kompleks Balai Kota, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Jawa Barat, persisnya berdekatan dengan ruang kerja Wali Kota.

BCC dilengkapi penyejuk ruangan, pencahayaan cemerlang dihiasi pancaran warna biru tua, juga beberapa kursi putar berbentuk bundar bercorak biru muda. Secara khusus dalam ruang kontrol BCC terdapat ruang pertemuan di lantai atas dengan desain separuh dinding kaca serta terpampang pula di lantai dasar video wall dengan 24 monitor yang menayangkan aktivitas di sejumlah lokasi di wilayah Kota Bandung.

Suasana di dalam BCC yang mulai dioperasikan (soft launching) pada 19 Januari 2015 pun terkesan megah, futuristik, dan modern. Hal itu mengingatkan kita pada film box office Star Trek, khususnya pada desain dan tata letak ruang kontrol Kapten Kirk dan Kapten Spock yang menggunakan teknologi mutakhir.

BCC dirancang oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang berlatar belakang arsitek. Ridwan, atau panggilan akrabnya Emil, adalah juga lulusan Master of Urban Design, College of Environmental Design California, Berkeley, Amerika Serikat. Ridwan juga pemenang Young Creative Entrepreneur tingkat internasional tahun 2006 yang diselenggarakan British Council.

Salah seorang tamu, Dedy Nugraha, Kepala Bidang Ekonomi, Sosial, dan Budaya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bontang, sempat terheran-heran, tapi di sisi lain ia mengaku setelah berkunjung ke BCC juga mendapatkan inspirasi baru.

“Di lingkungan Pemkot Bontang sebenarnya sudah memiliki konsep mirip BCC, hanya belum sepenuhnya diterapkan. Setelah melihat langsung, baru saya mengerti, ternyata sistem teknologi dan informasi memang dapat diterapkan untuk menunjang pelayanan publik, bukan hanya di angan-angan,” kata Dedy.

Dedy yang semula ragu bertekad begitu kembali ke Bontang segera menerapkan Sistem Informasi Rumah Tangga Miskin (RTM) Berbasis Geospasial yang telah dirancangnya.

“Sistem ini dimaksudkan akan memudahkan penanganan, pencarian, serta profil RTM dengan data yang akurat, bahkan ditunjang dengan koordinat (peta) letak rumahnya. Hal ini antara lain akan memudahkan pula bagi perusahaan yang akan menyalurkan dana bantuan tanggung jawab sosial kepada RTM,” ujarnya.

Kota kreatif

BCC merupakan gagasan Ridwan Kamil yang digulirkan bukan semata-mata untuk meneguhkan Bandung dengan ikon kota kreatif, melainkan juga sebagai salah satu upaya menjadikan Bandung kota cerdas dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Di samping bertujuan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, juga untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Ridwan menyadari betul sejak dirinya menjadi orang nomor satu di Kota Bandung pada 2013, begitu banyak tantangan pembangunan yang harus dituntaskannya. Setidaknya yang nyata antara lain dari sisi jumlah penduduk.

Bandung yang berjuluk sebagai “Parijs van Java”, kota yang dikenal amat elok, asri, sejuk, dan nyaman pada masa Hindia Belanda, dirancang hanya untuk dihuni 300.000 jiwa. Namun, kini penduduk “Kota Kembang” itu sudah mencapai sekitar 3 juta jiwa. Hal ini membawa konsekuensi permasalahan kota yang makin kompleks.

Ridwan pun pada awal 100 hari pemerintahannya langsung mengidentifikasi masalah pembangunan. Terhimpunlah sekitar 300 masalah yang menjadi prioritas untuk diselesaikannya dalam lima tahun ke depan (2013-2018). Di antaranya persoalan kesemrawutan pedagang kaki lima, sampah, banjir, serta kemacetan lalu lintas.

Untuk mengatasi permasalahan kemacetan lalu lintas, tahun ini akan dibangun angkutan massal berbasis rel, yakni monorel untuk dua koridor dengan 37 stasiun. Estimasi biaya monorel itu Rp 6 triliun.

Ridwan menargetkan, tahun 2014-2015 adalah menggenjot program-program rekonstruksi dan tahun depan (2016) dimulainya transformasi kota untuk membawa perubahan. Dia juga bertekad agar warga Kota Bandung paling bahagia di Indonesia, yakni dengan menggulirkan sejumlah program dan kegiatan peningkatan indeks kebahagiaan.

BCC dirancang menjadi pusat kendali untuk memonitor dan merespons cepat permasalahan kota. BCC juga menjadi salah satu alat untuk memberikan kenyamanan dan kebahagiaan kepada warga.

(Kompas)

Commuter Line Nambo-Duri Mulai Ramai Penumpang, Sayangnya Jadwal Masih Kurang

8 April 2015

namboJalur baru commuter line Nambo, Cileungsi-Duri mulai ramai penumpang. Banyak warga yang mulai tahu dengan keberadaan jalur baru ini. Tak heran bila di Stasiun Cibinong, setiap paginya penumpang sudah mulai ramai.

Seperti pagi ini, Rabu (8/4/2015) kereta berangkat dari Stasiun Cibinong paling pagi pukul 05.30 WIB. Penumpang sudah mulai padat memenuhi peron.

“Ini baru pertama kali, baru tahu ada jalur ini,” jelas Toni, penumpang kereta menuju Stasiun Sudirman.

Biasanya Toni berangkat dari Stasiun Bojong, namun karena ada kereta dari Stasiun Cibinong dia memilih yang dekat dengan rumahnya. Di kawasan Cibinong ini memang mulai tumbuh banyak perumahan baru dan banyak warga yang bekerja di Jakarta.

“Naik commuter line lebih murah dari APTB, nggak macet lagi,” imbuh dia.

Tak hanya Toni, penumpang lainnya Salim juga merasakan hal sama, ada kemudahan dengan jalur baru ini. Tapi sayangnya, jadwal kereta menurut Salim masih kurang.

“Jadwal paling pagi pukul 05.30 WIB, terus ada lagi nanti 3 jam berikutnya. Dan kereta balik paling malam sampai Stasiun Cibinong jam 7 malam,” keluh Salim.

Dia berharap ada penambahan jadwal baru, bila memungkinkan 30 menit atau 1 jam sekali, dan juga kereta bisa sampai malam. “Kalau bisa sampai jam 9 atau 10 malam,” tutup dia.

(Detik)

Hasil Pencarian:

Bayar Pajak di Samsat Kabupaten Bekasi Dapat Helm Gratis

8 April 2015

bekasiSamsat Kabupaten Bekasi memberikan helm gratis kepada sejumlah wajib pajak. Pemberian helm gratis ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi wajib pajak khususnya kendaraan bermotor roda dua.

Kanit STNK Samsat Kabupaten Bekasi AKP Fahrul Sudiana mengatakan, pemberian helm kepada wajib pajak ini bagian dari Operasi Simpatik Jaya yang dilakukan sejak 1 hingga 21 April mendatang.”Masyarakat harus menjadi pelopor keselamatan untuk diri sendiri dan pengendara lain saat berada di jalan raya,” kata Fahrul, Selasa (7/4/2015).

Pamin Tata Usaha (TU) Samsat Kabupaten Bekasi Iptu Sunaryo menambahkan, pengendara kendaraan bermotor harus patuh terhadap rambu lalu lintas. Tak hanya itu kepatuhan juga bisa dilakukan dengan melengkapi kendaraan berupa kaca spion lengkap, lampu sign, rem kendaraan, lampu utama serta helm yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI)

Pamin STNK Samsat Kabupaten Bekasi Iptu Harijono mengatakan, sebagai bentuk kepedulian Samsat kepada wajib pajak, pihaknya memberikan helm SNI ke sejumlah wajib pajak.”Sehari kita memberikan helm gratis sebanyak lima helm,” katanya.

(Sindo)

Tol Cikapali Siap Dilintasi Saat Mudik Lebaran 2015

8 April 2015

tolJalan Tol Cikampek-Palimanan (Cikapali) yang merupakan bagian dari Tol Trans Jawa diperkirakan rampung pada bulan Mei 2015. Saat ini, pengerjaan jalan tol sepanjang 116,75 kilometer ini diklaim telah mencapai 93 persen.

Hal tersebut dikemukakan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono usai menerima kunjungan kerja Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Selasa (7/4/2015). Basuki menyatakan dari total 99 jembatan di Tol Cikapali, hanya tersisa 9 jembatan yang masih dalam tahap pelaksanaan.

“Sudah 90 jembatan yang sudah selesai dikerjakan. Untuk jalan yang belum dibeton hanya tinggal 5 kilometer lagi. Mudah-mudahan antara akhir April hingga Mei 2015 pengerjaannya rampung,” ujar Basuki.

Basuki menjelaskan pihaknya merencanakan penyelesaian Tol Cikapali pada Mei 2015 agar jalan bebas hambatan tersebut dapat digunakan saat meningkatnya arus mudik lebaran.

“Tol Cikapali akan siap untuk mendukung arus mudik lebaran. Sampai saat ini, progres pengerjaannya sudah sampai 93 persen,” tandas Basuki.

(Kompas)

Hasil Pencarian:

Next Page »