Setelah menggeledah rumah H. Nali, pasukan Belanda itu kembali ke markasnya di Bogor tanpa hasil apa-apa. Begitu pemaparan H. Edi Sahedi ketika berbicara masa lalunya yang kini pensiunan mantan kepala sekolah SD Cibitung Tengah.
Belanda pada masa itu menempatkan sejumlah mata-mata untuk menangkap H. Nali, seperti Ismail. Tapi, TKR mendapatkan bantuan dari Igong yang semula adalah mata-mata Belanda, tapi akhirnya berpihak pada H. Nali. Dengan menyelinap menjadi pasukan Belanda, Igong berhasil menggagalkan rencana penyerangan Belanda terhadap H. Nali dan pasukannya.
Igong saat itu mendapat tugas memimpin pasukan Belanda untuk menangkap H. Nali di rumah kediamannya di Cinangneng Babakan Girang. Di dalam rumah, Igong memeriksa sudut-sudut rumah H. Nali sambil suara berdesah memenggil H. Nali.
“pak Haji”, begitu suara Igong berulang-ulang.